
“astaghfirullah alisa… kenapa ini ? kamu mau
minggat ?!” mama alisa terkejut melihat kamar alisa yang begitu berantakan,
Baju nya berhamburan kemana mana.
“ma, alisa mau pergi malem ini. Mau ke bazar, tapi
baju alisa malu maluin semua.” Alisa cemberut melihat semua baju nya bermotif
perempuan.
“alisa pinjem baju bang ali ya ma..” rengek nya.
“nggak.” Sahut mama nya tegas. Mama alisa memilih
di antara semua baju yang tersebar di atas kasur alisa. Bahkan, beberapa jatuh
ke lantai.
“coba yang ini, kan simple.” Mama memberi setelan
kaos pink polos lengan pendek dengan cardigan hitam tanpa lengan di padu jeans
biru pensil.
“pink ?!!” alisa terkejut. “nggak ya, ma. Nggak.”
Lanjut nya.
“oke.” Mama meletakkan baju pilihan pertama asal.
“ini.” Kaos putih lengan panjang dengan aksen bunga
kecil di bagian kerah di padu dengan rok warna coklat tua. Manis sekali.
“alisa mau ke bazar ma, bukan pengajian.” Ujar
alisa lesu.
“oke, mama pilihin satu lagi yang terakhir. Kalo
kamu, masih gak mau juga, ya udah, mama gak bantu lagi.” Mama alisa mulai
kesal. Ia menarik napa dan menghembuskan kasar.
“ini.” Kemeja tunik lengan panjang warna maroon
dengan jeans hitam.
“pinjem baju bang ali aja lah ma.” Alisa masih
merengek.
“kamu mau ke bazar sama siapa sih kok kayak nya
ribet banget ?” Tanya mama alisa lagi.
“sama ilham. Itu lho temen alisa…”
“nah ! mama tau solusi nya.” Seru mama nya. Padahal
alisa belum selesai menjelaskan. Mama alisa langsung keluar kamar. Entah apa
yang di lakukan nya. Sementara alisa masih bingung dengan penampilan yang akan
d pakai nya. Semua pakaian milik nya tidak membuat nya percaya diri.
“alisa sekarang kamu mandi deh abis itu sholat
ashar. Udah jam 4 lewat nih. Nanti biar mama yang urus soal tampilan kamu buat
ke bazar.” Kata mama nya yang sudah kembali ke dalam kamar alisa. Mama
membereskan semua pakaian alisa yang tersebar sementara alisa membersihkan
diri.
“assalamualaikum, tante !” seru seorang laki-laki
dengan suara genit dan cempreng di teras rumah alisa.
“waalaikumsalam” jawab ali dari dalam. Dia yang
berada di ruang tengah jelas lebih cepat mendengar dan merespon suara dari
luar. Sedangkan mama alisa masih ada di kamar alisa.
Ali membuka pintu sambil masih memegang gadget di
tangannya.
“idiiiihhhh… ganteng banget sih anak tante. Cucok
kali yaaa kalo sama akoh.” Laki-laki dengan riasan tipis di wajah nya tampak
menggoda ali, membuat ali gemetar sampai sulit untuk bergerak.
“si… si… siapa l..lo ?” ali sampai gugup saat
__ADS_1
bertanya.
“oh kenalin, cute boy. Nama akoh, sri maheswari.”
Laki-laki bak perempuan itu mengulurkan tangan.
“sri siapa tadi ?” ali bertanya, sangking gugup nya
menghadapi manusia di depannya, dia sampai tidak ingat nama yang baru di sebut.
“sri maheswari. Kalo lagi ngerias.” Laki-laki yang
menyebut nama nya sri tersenyum genit sambil menatap ali dengan tatapan yang
sulit di artikan.
Ali bergidik “maksud nya ??” Tanya ali kemudian.
“iya kalo lagi ngerias, massss. Nama akoh sri
maheswari. Panggil nya madam sri. Kalo aku lagi jadi kuli nama ku jono.” Jawab
sri menjelaskan dengan nada lemah lembut, namun berubah ngebass layaknya lelaki
saat menyebut kata jono.
“aduh, merinding gue, sumpah. Takut gue. Pergi deh
lo. Daripada gue panggilin POL PP. diangkut lo ntar.” Usir ali.
“eh eh eh.. maseh ini. Akoh ini udah janjian loh
sama jeng rosa.” Madam sri masih berdiri di depan pintu.
“astaghfirullah mama, nemu dimana makhluk begini.”
Ali mengelus dada.
“ma !” seru ali memanggil mama nya.
Mama langsung menghampiri ali.
“eh, hai jeng ! ya ampyuuuuunnn kok gak pernah
cerita sih jeng. Ini loh anak nya yang bujang. Guantengggeee rek wes koyo
arjuno. Aku betah ini jeng sering kerumah jeng rosa, siapa tau minat punya
mantu kayak aku.” Canda madam sri yang langsung menghambur memeluk mama alisa.
“haduh ma, mual campur pusing aku..” ujar ali
sambil berlalu ke dalam kamar nya. Mama rosa tertawa melihat tingkah ali dan
“ayok madam, anak cewek aku udah nungguin loh. Dia
mau pergi jam 7 nanti. Yang natural aja dia Cuma mau ke bazar.” Kata mama
alisa, menggamit lengan madam sri menuju kamar alisa.
“oukeeee, tenang aja, jeng. Pasti madam bikin dy
gelowing sampe tergowing gowing.” Madam sri terkekeh.
“oh my god !!! aduh aduh apa ini bestiiiieeee !
kamar gadis kok berantak berantak. Ckckck, yuk sini yuk duduk dulu ya, madam
sulap hmm… siapa namanya jeng ?” madam sri menanyakan nama alisa.
“alisa, madam. Nama nya alisa.” Jawab mama alisa
tersenyum
“ah, ya. Alisa. That’s it.” Madam sri tersenyum.
Dan langsung membawa alisa untuk duduk di depan cermin meja rias, di kamarnya.
Madam sri lalu membuka kotak make up yang ia letak kan di meja persis di depan
alisa. Alisa langsung menatap box make up dengan terkejut.
“apaan nih ?!” Tanya nya terkejut.
“are you ready bestie??” madam sri kembali berucap.
Jam setengah 7 tepat. Alisa selesai sholat magrib
dan berdandan. Meski, dengan berbagai drama. Madam sri emang gak perlu di
ragukan lagi skill nya. Alisa mengenakan kemeja kaos warna hitam polos lengan
panjang di padu cardigan coklat tanpa lengan sepanjang paha dan rok plisket warna senada, jilbab
segi empat dengan warna coklat yang sama juga di pakaikan oleh madam sri. Polesan
wajah nya sangat natural namun cantik membuat alisa Nampak lain malam ini. Tidak
pakai blush on, gara gara insiden bersin alisa yang gak kunjung berhenti saat
__ADS_1
kuas blush on mendarat di pipi mulus nya. Namun begitu, alisa tetap memukau. Alisa
berjalan ke sudut kamar, ia mengambil sepatu sneaker yang akan di pakai nya mala
mini. Membuat mama dan madam sri kompak menepuk jidat mereka. Alisa keluar
kamar untuk menunggu ilham, yang kata nya sudah otw saat di chat. Ali yang
sedang minum air putih, langsung tersedak melihat penampilan alisa yang super
cantik malam ini. Berbeda dari sehari hari nya.
“uhuk uhuk. Wow…” ali sampe melongo di buat nya.
“biasa aja kali, bang. Gitu amat liat gue.” Ujar alisa.
Lalu terdengar beberapa suara motor memasuki halaman rumah alisa. Dan suara
motor motor itu membuat nya panik seketika.
“waduh, gimana ini. Haduh.” Ujar nya dengan
menghadap kanan kiri, salah tingkah.
“eh, si ganteng. Aduh main nya kok di dapur gitu
sih. Hihihi. Ih gemes deh madam, liat nya.” Madam sri yang sudah membereskan
kembali alat make up nya, keluar dari kamar alisa hendak pulang. Ia terkikik
genit melihat ali yang memakai kaos basket di dapur, memperlihatkan lekuk otot lengan
nya yang terjaga dengan baik.
Suara dari madam sri langsung membuat ali mengambil
Teflon di dapur untuk berjaga jaga.
“ali, yang sopan dong. Ini manusia juga loh.” Ujar mama
nya.
“ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH !!!”
seru beberapa pemuda mengucap salam. Membuat alisa semakin panic attack.
“waalaikumsalam !” jawab penghuni rumah.
“halo tan…..” aan, ardi dan ridho, trio wek wek
yang menjadi tamu malam minggu ini terkesima, melihat alisa. Sampai sampai
tidak mampu menyelesaikan kalimat nya.
“gimana, cantik ya alisa ?” Tanya mama nya.
“ho’oh. Ckckckck.” Ridho berdecak kagum sambil
menggeleng gelengkan kepala.
“masya Allah. Alisa kalo tobat gak ada obat.” Sambung
ardi
“coba dari dulu begini, gue bawa nih yang beginian
ke depan ortu gue.” Aan tidak mau kalah.
“oke deh, semua. Hmmm alisa. Madam pamit ya, jeng. Anti
dutara nya jeng rosa transfer aja ke rekening madam.” Kata madam sri
menyadarkan mereka yang sedang tenggelam dalam pesona alisa.
“oke deh.” Kata mama rosa lagi.
“loh, wadon toh iki ?” Tanya ridho terkejut.
“e eh banci, ya ?!” kata aan
“jabang bayi, pait pait pait.” Ardi kaget. Mereka bertiga
langsung mundur, mecari perlindungan ke ali yang masih memandang dari pintu
dapur.
Bukan nya tersinggung, madam sri justru terkekeh. “ih,
lucu lucu deh ya ini. Pemuda disini bikin betah.” Canda madam sri sambil
melangkah keluar, di ikuti mama rosa.
“jauh, jauh, jauh.” Gumam ali.
Sesampai nya di pintu mama rosa dan madam sri bertemu
dengan ilham yang baru datang bersama 2 orang perempuan yang juga berhijab.
Nah lho, hayo siapa yang tau ? 2 perempuan
__ADS_1
berhijab. Padahal, yang di ajak kan Cuma aisah. Hayo gaes satu nya siapa
yaaaaa..?? hem penasaran gak nih. Hehe.