Cinta Dua Warna

Cinta Dua Warna
bab 10


__ADS_3

“astaghfirullah alisa… kenapa ini ? kamu mau


minggat ?!” mama alisa terkejut melihat kamar alisa yang begitu berantakan,


Baju nya berhamburan kemana mana.


“ma, alisa mau pergi malem ini. Mau ke bazar, tapi


baju alisa malu maluin semua.” Alisa cemberut melihat semua baju nya bermotif


perempuan.


“alisa pinjem baju bang ali ya ma..” rengek nya.


“nggak.” Sahut mama nya tegas. Mama alisa memilih


di antara semua baju yang tersebar di atas kasur alisa. Bahkan, beberapa jatuh


ke lantai.


“coba yang ini, kan simple.” Mama memberi setelan


kaos pink polos lengan pendek dengan cardigan hitam tanpa lengan di padu jeans


biru pensil.


“pink ?!!” alisa terkejut. “nggak ya, ma. Nggak.”


Lanjut nya.


“oke.” Mama meletakkan baju pilihan pertama asal.


“ini.” Kaos putih lengan panjang dengan aksen bunga


kecil di bagian kerah di padu dengan rok warna coklat tua. Manis sekali.


“alisa mau ke bazar ma, bukan pengajian.” Ujar


alisa lesu.


“oke, mama pilihin satu lagi yang terakhir. Kalo


kamu, masih gak mau juga, ya udah, mama gak bantu lagi.” Mama alisa mulai


kesal. Ia menarik napa dan menghembuskan kasar.


“ini.” Kemeja tunik lengan panjang warna maroon


dengan jeans hitam.


“pinjem baju bang ali aja lah ma.” Alisa masih


merengek.


“kamu mau ke bazar sama siapa sih kok kayak nya


ribet banget ?” Tanya mama alisa lagi.


“sama ilham. Itu lho temen alisa…”


“nah ! mama tau solusi nya.” Seru mama nya. Padahal


alisa belum selesai menjelaskan. Mama alisa langsung keluar kamar. Entah apa


yang di lakukan nya. Sementara alisa masih bingung dengan penampilan yang akan


d pakai nya. Semua pakaian milik nya tidak membuat nya percaya diri.


“alisa sekarang kamu mandi deh abis itu sholat


ashar. Udah jam 4 lewat nih. Nanti biar mama yang urus soal tampilan kamu buat


ke bazar.” Kata mama nya yang sudah kembali ke dalam kamar alisa. Mama


membereskan semua pakaian alisa yang tersebar sementara alisa membersihkan


diri.


“assalamualaikum, tante !” seru seorang laki-laki


dengan suara genit dan cempreng di teras rumah alisa.


“waalaikumsalam” jawab ali dari dalam. Dia yang


berada di ruang tengah jelas lebih cepat mendengar dan merespon suara dari


luar. Sedangkan mama alisa masih ada di kamar alisa.


Ali membuka pintu sambil masih memegang gadget di


tangannya.


“idiiiihhhh… ganteng banget sih anak tante. Cucok


kali yaaa kalo sama akoh.” Laki-laki dengan riasan tipis di wajah nya tampak


menggoda ali, membuat ali gemetar sampai sulit untuk bergerak.


“si… si… siapa l..lo ?” ali sampai gugup saat

__ADS_1


bertanya.


“oh kenalin, cute boy. Nama akoh, sri maheswari.”


Laki-laki bak perempuan itu mengulurkan tangan.


“sri siapa tadi ?” ali bertanya, sangking gugup nya


menghadapi manusia di depannya, dia sampai tidak ingat nama yang baru di sebut.


“sri maheswari. Kalo lagi ngerias.” Laki-laki yang


menyebut nama nya sri tersenyum genit sambil menatap ali dengan tatapan yang


sulit di artikan.


Ali bergidik “maksud nya ??” Tanya ali kemudian.


“iya kalo lagi ngerias, massss. Nama akoh sri


maheswari. Panggil nya madam sri. Kalo aku lagi jadi kuli nama ku jono.” Jawab


sri menjelaskan dengan nada lemah lembut, namun berubah ngebass layaknya lelaki


saat menyebut kata jono.


“aduh, merinding gue, sumpah. Takut gue. Pergi deh


lo. Daripada gue panggilin POL PP. diangkut lo ntar.” Usir ali.


“eh eh eh.. maseh ini. Akoh ini udah janjian loh


sama jeng rosa.” Madam sri masih berdiri di depan pintu.


“astaghfirullah mama, nemu dimana makhluk begini.”


Ali mengelus dada.


“ma !” seru ali memanggil mama nya.


Mama langsung menghampiri ali.


“eh, hai jeng ! ya ampyuuuuunnn kok gak pernah


cerita sih jeng. Ini loh anak nya yang bujang. Guantengggeee rek wes koyo


arjuno. Aku betah ini jeng sering kerumah jeng rosa, siapa tau minat punya


mantu kayak aku.” Canda madam sri yang langsung menghambur memeluk mama alisa.


“haduh ma, mual campur pusing aku..” ujar ali


sambil berlalu ke dalam kamar nya. Mama rosa tertawa melihat tingkah ali dan


“ayok madam, anak cewek aku udah nungguin loh. Dia


mau pergi jam 7 nanti. Yang natural aja dia Cuma mau ke bazar.” Kata mama


alisa, menggamit lengan madam sri menuju kamar alisa.


“oukeeee, tenang aja, jeng. Pasti madam bikin dy


gelowing sampe tergowing gowing.” Madam sri terkekeh.


“oh my god !!! aduh aduh apa ini bestiiiieeee !


kamar gadis kok berantak berantak. Ckckck, yuk sini yuk duduk dulu ya, madam


sulap hmm… siapa namanya jeng ?” madam sri menanyakan nama alisa.


“alisa, madam. Nama nya alisa.” Jawab mama alisa


tersenyum


“ah, ya. Alisa. That’s it.” Madam sri tersenyum.


Dan langsung membawa alisa untuk duduk di depan cermin meja rias, di kamarnya.


Madam sri lalu membuka kotak make up yang ia letak kan di meja persis di depan


alisa. Alisa langsung menatap box make up dengan terkejut.


“apaan nih ?!” Tanya nya terkejut.


“are you ready bestie??” madam sri kembali berucap.


Jam setengah 7 tepat. Alisa selesai sholat magrib


dan berdandan. Meski, dengan berbagai drama. Madam sri emang gak perlu di


ragukan lagi skill nya. Alisa mengenakan kemeja kaos warna hitam polos lengan


panjang di padu cardigan coklat tanpa lengan sepanjang  paha dan rok plisket warna senada, jilbab


segi empat dengan warna coklat yang sama juga di pakaikan oleh madam sri. Polesan


wajah nya sangat natural namun cantik membuat alisa Nampak lain malam ini. Tidak


pakai blush on, gara gara insiden bersin alisa yang gak kunjung berhenti saat

__ADS_1


kuas blush on mendarat di pipi mulus nya. Namun begitu, alisa tetap memukau. Alisa


berjalan ke sudut kamar, ia mengambil sepatu sneaker yang akan di pakai nya mala


mini. Membuat mama dan madam sri kompak menepuk jidat mereka. Alisa keluar


kamar untuk menunggu ilham, yang kata nya sudah otw saat di chat. Ali yang


sedang minum air putih, langsung tersedak melihat penampilan alisa yang super


cantik malam ini. Berbeda dari sehari hari nya.


“uhuk uhuk. Wow…” ali sampe melongo di buat nya.


“biasa aja kali, bang. Gitu amat liat gue.” Ujar alisa.


Lalu terdengar beberapa suara motor memasuki halaman rumah alisa. Dan suara


motor motor itu membuat nya panik seketika.


“waduh, gimana ini. Haduh.” Ujar nya dengan


menghadap kanan kiri, salah tingkah.


“eh, si ganteng. Aduh main nya kok di dapur gitu


sih. Hihihi. Ih gemes deh madam, liat nya.” Madam sri yang sudah membereskan


kembali alat make up nya, keluar dari kamar alisa hendak pulang. Ia terkikik


genit melihat ali yang memakai kaos basket di dapur, memperlihatkan lekuk otot lengan


nya yang terjaga dengan baik.


Suara dari madam sri langsung membuat ali mengambil


Teflon di dapur untuk berjaga jaga.


“ali, yang sopan dong. Ini manusia juga loh.” Ujar mama


nya.


“ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH !!!”


seru beberapa pemuda mengucap salam. Membuat alisa semakin panic attack.


“waalaikumsalam !” jawab penghuni rumah.


“halo tan…..” aan, ardi dan ridho, trio wek wek


yang menjadi tamu malam minggu ini terkesima, melihat alisa. Sampai sampai


tidak mampu menyelesaikan kalimat nya.


“gimana, cantik ya alisa ?” Tanya mama nya.


“ho’oh. Ckckckck.” Ridho berdecak kagum sambil


menggeleng gelengkan kepala.


“masya Allah. Alisa kalo tobat gak ada obat.” Sambung


ardi


“coba dari dulu begini, gue bawa nih yang beginian


ke depan ortu gue.” Aan tidak mau kalah.


“oke deh, semua. Hmmm alisa. Madam pamit ya, jeng. Anti


dutara nya jeng rosa transfer aja ke rekening madam.” Kata madam sri


menyadarkan mereka yang sedang tenggelam dalam pesona alisa.


“oke deh.” Kata mama rosa lagi.


“loh, wadon toh iki ?” Tanya ridho terkejut.


“e eh banci, ya ?!” kata aan


“jabang bayi, pait pait pait.” Ardi kaget. Mereka bertiga


langsung mundur, mecari perlindungan ke ali yang masih memandang dari pintu


dapur.


Bukan nya tersinggung, madam sri justru terkekeh. “ih,


lucu lucu deh ya ini. Pemuda disini bikin betah.” Canda madam sri sambil


melangkah keluar, di ikuti mama rosa.


“jauh, jauh, jauh.” Gumam ali.


Sesampai nya di pintu mama rosa dan madam sri bertemu


dengan ilham yang baru datang bersama 2 orang perempuan yang juga berhijab.


Nah lho, hayo siapa yang tau ? 2 perempuan

__ADS_1


berhijab. Padahal, yang di ajak kan Cuma aisah. Hayo gaes satu nya siapa


yaaaaa..?? hem penasaran gak nih. Hehe.


__ADS_2