Cinta Dua Warna

Cinta Dua Warna
19


__ADS_3

Tangan seorang laki-laki bertato yang di borgol itu


mengepal. Ia tidak menyangka Samuel dewangga yang sudah meringkus komplotan


nya. Laki-laki itu adalah ketua dari tim cobra. Sederet kejahatan nya selalu


lolos dari jerat hukum. Kuasa keuangannya mampu membungkam beberapa aparat


bahkan pejabat. Miris memang apa yang terjadi di negeri ini, ketika uang masih


menjadi raja utama.


“kamu pikir, berapa banyak uang mu sampai bisa membeli


keadilan ku hah ??” Tanya sam pelan. Jeruji besi menjadi jarak kedua nya saat


ini.


“selamat datang pak tua damarsetyo kusuma wijaya. Oh iya,


mantan istri mu gimana kabar nya sekarang ? apa dia baik baik saja dengan putra


kecil yang kamu tinggalkan ? oh, ya jelas hidup nya mungkin baik-baik saja


sekarang. Agar kamu tak kesepian, aku membawa putra besar mu kesini. Kalian


tampak cocok, gagah sekali dengan baju orange itu. Silah kan tulis surat wasiat


dari sekarang. Karena sederet kejahatan kalian besok akan mendapat keadilan


nya. Selamat pagi.” Sam terus tersenyum mengejek saat mengatakan semua itu.


Mereka tidak menyangka sam sudah kembali, setelah beberapa waktu menghilang


tanpa jejak.


Setelah malam panjang yang di lalui sam, setelah meringkus


tim cobra beserta romeo tanpa sisa. Sam belum kembali ke rumah sakit, saat ini


ia sedang terdiam di kamar nya. Memandangi figura sebuah foto di tangan nya.


Seorang gadis mungkin seusia ali, usia sam memang terpaut beberapa tahun dari


ali, pertemuan dengan ridho sebelum nya adalah tidak sengaja, karena ridho


bekerja di anak perusahaan nya, kinerja ridho sangat bagus, pemikirannya luas.


Cocok dengan sam yang mudah bergaul dengan semua orang. Hubungan nya sebagai


atasan dan bawahan semakin dekat, sampai ridho naik jabatan menjadi kepala


mekanik di dealer nya. Ia terus melamun, tertegun memandangi gadis cantik 2


dimensi itu.


FLASHBACK ON


“kakak tolong..” rintih seorang gadis dengan pakaian compang


camping di sebuah rumah kosong. Ia menangis, wajah nya pucat. Tampilannya


berantakan. Susah payah ia mengambil ponsel yang terlempar tidak jauh dari kaki


nya. Usia nya masih 19 tahun saat itu, baru menjajaki dunia perkuliahan, wajah


cantik nya adalah anugerah sekaligus musibah bagi diri nya. Sikap ramah nya


pada semua orang membuat romeo wijaya tergila pada nya. Namun sayang nya, sikap


buruk, kasar dan kebiasaan bergonta ganti pasangan tentu saja gagal menarik


hati si gadis. Anjani mustika dewangga, nama nya. Gadis itu adalah adik kandung


sam satu-satunya yang bahkan, seluruh dunia pun akan di berikan kepada nya.


Penolakan anjani secara halus rupanya menyisakan luka dan dendam tersendiri di


hati psikopat romeo. Ia pun merencanakan hal keji bersama beberapa teman nya,

__ADS_1


setali tiga uang, papa romeo, damar setyo juga mengetahui rencana jahat


tersebut, dia justru ikut andil dalam tindak kejahatan itu. Padahal, orang tua


sam adalah teman bisnis nya. Damar juga sudah membuat rencana sedemikian rupa


untuk menghancurkan bisnis teman nya, ia ingin menjadi satu satu nya yang


terpandang di lingkungan teman teman bisnisnya. Saat sam sedang keluar negeri


mengurusi bisnis romeo dan damar mulai mencari waktu yang pas untuk menjalankan


rencana nya.


Malam itu sam menelepon orang tua nya, mengabarkan tentang


bisnis di luar negeri yang sedang di kunjungi berjalan dengan baik, namun ia


ingin beberpa waktu lagi di sana karena sam akan membangun bisnisnya sendiri di


sana, ia bersama dengan mike, anak dari bibi nya yang tinggal di sana dan sudah


memiliki bisnis restoran yang cukup maju.


“pa, sam pulang nya beberapa bulan lagi ya, 2 bulan deh


paling lama. Sam mau coba buka bisnis di sini, kebetulan resto mike pengunjung


nya kelas menengah ke atas. Relasi nya juga gitu. Kayak nya bisa lah sam bikin


sesuatu di sini.” Ujar sam saat menelepon orang tua nya.


“memang nya kamu mau bisnis apa sam di sana ?” Tanya papa


nya. Firasat nya ingin anak nya segera pulang, tapi dia juga tidak mau


menghambat langkah anak nya.


“aku mau buka garment pa, atau butik. Rumah mode mungkin.”


Ujar sam.


“tapi jangan bilang anjani ya pa, sebentar lagi dia ulang


sam lagi.


Papa nya yang tadi nya terkejut kini terkekeh, “ya, ya.


Aturlah untuk adik emas mu itu. Semakin lama kamu perhatian dengannya, adik mu


akan jadi perawan seumur hidup. Karena tidak ada yang berani menyaingi kamu


menyayangi anjani.” Ujar papa nya. Di ujung telepon sam tersenyum.


“Cuma lelaki hebat, pa yang pantas untuk anjani. Sam nggak


akan ngatur dia soal jodoh, tapi sam akan tendang sampe ke bulan cowok yang


bikin anjani patah hati nanti.” Sam juga tertawa renyah di ujung telepon.


“sam nggak akan telepon dia sampai sam pulang, pa. biar aja ini


jadi kejutan buat dia.” Ujar sam lagi.


“gimana kabar bibi dan paman ?” papa nya menanyakan kabar


adik satu satu nya.


“mereka baik, pa. mereka juga titip salam untuk mama, papa


sama anjani.” Jawab sam. Setelah membicarakan beberapa hal, sam memutuskan


sambungan telepon dan melanjutkan rencana nya membangun sebuah rumah mode untuk


anjani. Ia bahkan sudah memesan papan nama “ANJANI’S BOUTIQUE”


Sam masih sibuk dengan urusan luar negeri nya, saat romeo


mendatangi kelas anjani.

__ADS_1


“hai, jani ? gimana kabar sam ?” Tanya playboy kampus itu


basa basi. Ia duduk di depan anjani.


“baik, aku baru saja menelepon nya kemarin. Dia bilang dia


akan cepat pulang untuk ku.” Jawab anjani, ia berbohong tentang kepulangan sam.


Firasat nya tidak pernah baik saat berhadapan dengan romeo.


“oke. Tuan puteri nya sam, apa kamu mau makan malem sama aku


?” Tanya romeo ramah dengan senyum yang di buat semanis mungkin.


“malem ini aku mau ke gereja. Sorry, rom.” Ujar anjani


dengan senyum manis nya. Romeo menarik nafas, ia kecewa, tapi ia pandai


menutupi nya.


“padahal aku ingin bersahabat dengan little princessnya sam,


hehe. Kalo gitu, kamu gak nolak dong, kalo aku ajak kamu nemenin aku makan


siang di kantin ? pliiissss….” Romeo memohon dengan wajah memelas.


“oke.” Anjani menarik napas.


“tapi sebentar aja ya,  karena aku mau ke perpus. Ada tugas yang harus aku selesaiin, yah paling


nggak cicil lah. Karena deadline nya 2 hari lagi.” Terang anjani kemudian.


“siap princess.” Romeo berdiri tegap dan memberi hormat,


layak nya prajurit, membuat anjani terkekeh. Anjani tidak menaruh curiga,


karena keluarga romeo adalah teman bisnis papa nya. Orang tua romeo sudah


berpisah, jadi romeo hanya tinggal dengan papa nya. Sampai di kantin, romeo


mulai melancarakan aksi nya, ia memesan kan anjani minuman dingin karena anjani


tidak mau makan, romeo memesan nasi padang dan minuman yang sama dengan anjani.


“kamu yakin, nggak mau nasi padang. Ini enak lho.” Goda


romeo.


“cepet abisin, rom, kalo nggak aku pergi sekarang nih.”


Anjani merajuk. Sebenarnya dia ingin sekali menolak ajakan romeo, tapi


mengingat betapa seringnya dia menolak romeo, ia menjadi tidak enak hati,


terlalu menjaga jarak dengan playboy itu. Ia juga takut romeo tersinggung


dengan sikap nya. “romeo tidak akan berani macam-macam dengan ku.” pikir


anjani saat itu.


“iya-iya princess gitu aja ngambek.” Gurau romeo menggoda


anjani. Yang di goda merasa jengah, ia meminum es di depan nya hingga setengah


gelas. Romeo sedang menyuap sendok terakhir nya ketika anjani terkantuk kantuk.


“gara-gara nonton drakor, jadi ngantuk banget deh.” Keluh


anjani dalam hati. Semakin lama rasa kantuk nya tidak tertahan, romeo mengawasi


sambil menghisap rokok nya. 2 orang cowok mendekati mereka. Salah satu nya


berbisik di telinga romeo, romeo tersenyum miring. Lalu mengangkat tubuh anjani


dalam gendongannya.


Maaf banget ya bestie, author sedang sakit sekeluarga.


Doakan semoga segera sembuh ya, biar update nya bisa rajin. Terimakasih atas

__ADS_1


dukungan kalian semua. Tanpa kalian, author hanyalah cuilan debu. Hehe, love


untuk kalian semua.


__ADS_2