
Tangan seorang laki-laki bertato yang di borgol itu
mengepal. Ia tidak menyangka Samuel dewangga yang sudah meringkus komplotan
nya. Laki-laki itu adalah ketua dari tim cobra. Sederet kejahatan nya selalu
lolos dari jerat hukum. Kuasa keuangannya mampu membungkam beberapa aparat
bahkan pejabat. Miris memang apa yang terjadi di negeri ini, ketika uang masih
menjadi raja utama.
“kamu pikir, berapa banyak uang mu sampai bisa membeli
keadilan ku hah ??” Tanya sam pelan. Jeruji besi menjadi jarak kedua nya saat
ini.
“selamat datang pak tua damarsetyo kusuma wijaya. Oh iya,
mantan istri mu gimana kabar nya sekarang ? apa dia baik baik saja dengan putra
kecil yang kamu tinggalkan ? oh, ya jelas hidup nya mungkin baik-baik saja
sekarang. Agar kamu tak kesepian, aku membawa putra besar mu kesini. Kalian
tampak cocok, gagah sekali dengan baju orange itu. Silah kan tulis surat wasiat
dari sekarang. Karena sederet kejahatan kalian besok akan mendapat keadilan
nya. Selamat pagi.” Sam terus tersenyum mengejek saat mengatakan semua itu.
Mereka tidak menyangka sam sudah kembali, setelah beberapa waktu menghilang
tanpa jejak.
Setelah malam panjang yang di lalui sam, setelah meringkus
tim cobra beserta romeo tanpa sisa. Sam belum kembali ke rumah sakit, saat ini
ia sedang terdiam di kamar nya. Memandangi figura sebuah foto di tangan nya.
Seorang gadis mungkin seusia ali, usia sam memang terpaut beberapa tahun dari
ali, pertemuan dengan ridho sebelum nya adalah tidak sengaja, karena ridho
bekerja di anak perusahaan nya, kinerja ridho sangat bagus, pemikirannya luas.
Cocok dengan sam yang mudah bergaul dengan semua orang. Hubungan nya sebagai
atasan dan bawahan semakin dekat, sampai ridho naik jabatan menjadi kepala
mekanik di dealer nya. Ia terus melamun, tertegun memandangi gadis cantik 2
dimensi itu.
FLASHBACK ON
“kakak tolong..” rintih seorang gadis dengan pakaian compang
camping di sebuah rumah kosong. Ia menangis, wajah nya pucat. Tampilannya
berantakan. Susah payah ia mengambil ponsel yang terlempar tidak jauh dari kaki
nya. Usia nya masih 19 tahun saat itu, baru menjajaki dunia perkuliahan, wajah
cantik nya adalah anugerah sekaligus musibah bagi diri nya. Sikap ramah nya
pada semua orang membuat romeo wijaya tergila pada nya. Namun sayang nya, sikap
buruk, kasar dan kebiasaan bergonta ganti pasangan tentu saja gagal menarik
hati si gadis. Anjani mustika dewangga, nama nya. Gadis itu adalah adik kandung
sam satu-satunya yang bahkan, seluruh dunia pun akan di berikan kepada nya.
Penolakan anjani secara halus rupanya menyisakan luka dan dendam tersendiri di
hati psikopat romeo. Ia pun merencanakan hal keji bersama beberapa teman nya,
__ADS_1
setali tiga uang, papa romeo, damar setyo juga mengetahui rencana jahat
tersebut, dia justru ikut andil dalam tindak kejahatan itu. Padahal, orang tua
sam adalah teman bisnis nya. Damar juga sudah membuat rencana sedemikian rupa
untuk menghancurkan bisnis teman nya, ia ingin menjadi satu satu nya yang
terpandang di lingkungan teman teman bisnisnya. Saat sam sedang keluar negeri
mengurusi bisnis romeo dan damar mulai mencari waktu yang pas untuk menjalankan
rencana nya.
Malam itu sam menelepon orang tua nya, mengabarkan tentang
bisnis di luar negeri yang sedang di kunjungi berjalan dengan baik, namun ia
ingin beberpa waktu lagi di sana karena sam akan membangun bisnisnya sendiri di
sana, ia bersama dengan mike, anak dari bibi nya yang tinggal di sana dan sudah
memiliki bisnis restoran yang cukup maju.
“pa, sam pulang nya beberapa bulan lagi ya, 2 bulan deh
paling lama. Sam mau coba buka bisnis di sini, kebetulan resto mike pengunjung
nya kelas menengah ke atas. Relasi nya juga gitu. Kayak nya bisa lah sam bikin
sesuatu di sini.” Ujar sam saat menelepon orang tua nya.
“memang nya kamu mau bisnis apa sam di sana ?” Tanya papa
nya. Firasat nya ingin anak nya segera pulang, tapi dia juga tidak mau
menghambat langkah anak nya.
“aku mau buka garment pa, atau butik. Rumah mode mungkin.”
Ujar sam.
“tapi jangan bilang anjani ya pa, sebentar lagi dia ulang
sam lagi.
Papa nya yang tadi nya terkejut kini terkekeh, “ya, ya.
Aturlah untuk adik emas mu itu. Semakin lama kamu perhatian dengannya, adik mu
akan jadi perawan seumur hidup. Karena tidak ada yang berani menyaingi kamu
menyayangi anjani.” Ujar papa nya. Di ujung telepon sam tersenyum.
“Cuma lelaki hebat, pa yang pantas untuk anjani. Sam nggak
akan ngatur dia soal jodoh, tapi sam akan tendang sampe ke bulan cowok yang
bikin anjani patah hati nanti.” Sam juga tertawa renyah di ujung telepon.
“sam nggak akan telepon dia sampai sam pulang, pa. biar aja ini
jadi kejutan buat dia.” Ujar sam lagi.
“gimana kabar bibi dan paman ?” papa nya menanyakan kabar
adik satu satu nya.
“mereka baik, pa. mereka juga titip salam untuk mama, papa
sama anjani.” Jawab sam. Setelah membicarakan beberapa hal, sam memutuskan
sambungan telepon dan melanjutkan rencana nya membangun sebuah rumah mode untuk
anjani. Ia bahkan sudah memesan papan nama “ANJANI’S BOUTIQUE”
Sam masih sibuk dengan urusan luar negeri nya, saat romeo
mendatangi kelas anjani.
__ADS_1
“hai, jani ? gimana kabar sam ?” Tanya playboy kampus itu
basa basi. Ia duduk di depan anjani.
“baik, aku baru saja menelepon nya kemarin. Dia bilang dia
akan cepat pulang untuk ku.” Jawab anjani, ia berbohong tentang kepulangan sam.
Firasat nya tidak pernah baik saat berhadapan dengan romeo.
“oke. Tuan puteri nya sam, apa kamu mau makan malem sama aku
?” Tanya romeo ramah dengan senyum yang di buat semanis mungkin.
“malem ini aku mau ke gereja. Sorry, rom.” Ujar anjani
dengan senyum manis nya. Romeo menarik nafas, ia kecewa, tapi ia pandai
menutupi nya.
“padahal aku ingin bersahabat dengan little princessnya sam,
hehe. Kalo gitu, kamu gak nolak dong, kalo aku ajak kamu nemenin aku makan
siang di kantin ? pliiissss….” Romeo memohon dengan wajah memelas.
“oke.” Anjani menarik napas.
“tapi sebentar aja ya, karena aku mau ke perpus. Ada tugas yang harus aku selesaiin, yah paling
nggak cicil lah. Karena deadline nya 2 hari lagi.” Terang anjani kemudian.
“siap princess.” Romeo berdiri tegap dan memberi hormat,
layak nya prajurit, membuat anjani terkekeh. Anjani tidak menaruh curiga,
karena keluarga romeo adalah teman bisnis papa nya. Orang tua romeo sudah
berpisah, jadi romeo hanya tinggal dengan papa nya. Sampai di kantin, romeo
mulai melancarakan aksi nya, ia memesan kan anjani minuman dingin karena anjani
tidak mau makan, romeo memesan nasi padang dan minuman yang sama dengan anjani.
“kamu yakin, nggak mau nasi padang. Ini enak lho.” Goda
romeo.
“cepet abisin, rom, kalo nggak aku pergi sekarang nih.”
Anjani merajuk. Sebenarnya dia ingin sekali menolak ajakan romeo, tapi
mengingat betapa seringnya dia menolak romeo, ia menjadi tidak enak hati,
terlalu menjaga jarak dengan playboy itu. Ia juga takut romeo tersinggung
dengan sikap nya. “romeo tidak akan berani macam-macam dengan ku.” pikir
anjani saat itu.
“iya-iya princess gitu aja ngambek.” Gurau romeo menggoda
anjani. Yang di goda merasa jengah, ia meminum es di depan nya hingga setengah
gelas. Romeo sedang menyuap sendok terakhir nya ketika anjani terkantuk kantuk.
“gara-gara nonton drakor, jadi ngantuk banget deh.” Keluh
anjani dalam hati. Semakin lama rasa kantuk nya tidak tertahan, romeo mengawasi
sambil menghisap rokok nya. 2 orang cowok mendekati mereka. Salah satu nya
berbisik di telinga romeo, romeo tersenyum miring. Lalu mengangkat tubuh anjani
dalam gendongannya.
Maaf banget ya bestie, author sedang sakit sekeluarga.
Doakan semoga segera sembuh ya, biar update nya bisa rajin. Terimakasih atas
__ADS_1
dukungan kalian semua. Tanpa kalian, author hanyalah cuilan debu. Hehe, love
untuk kalian semua.