Cinta Dua Warna

Cinta Dua Warna
20


__ADS_3

Di Negara lain, seseorang lelaki sedang memperhatikan ponsel


nya, seketika perasaan nya menjadi galau tak menentu, chat terakhir yang masuk


dari anjani adalah keluhan kejengkelan nya, karena sam tidak menghubungi nya


seperti biasa.


[dosa apa aku Tuhan punya kakak kok sombong nya di atas


rata2.] pesan terakhir membuat hati Samuel geli membaca nya. Ia lalu mengintip


akun sosmed adik kesayangannya. Rupanya tadi pagi anjani baru saja mengupload


foto mereka sewaktu kecil dengan caption “terimakasih tuhan, di hidup ku yang


singkat sudah mengirim malaikat seperti dia. Kakak ku yang kesepian, karena aku


satu satu nya wanita di hidup nya.” Anjani juga menambahkan emot love di akhir


kalimat.


“tunggu ya, jani. Kakak bakal bikin kamu nangis bahagia


sampe tujuh hari tujuh malem.” Kekeh nya.


Sedangkan yang sedang di meringkuk, menangis di bangunan


bekas yang sudah tak terpakai. Suasana nya sepi karena memang taka da satupun


rumah lain di sana, ia sedang menangis ketakutan memohon kepada laki-laki yang


dikenal nya, yang sedang berdiri dengan angkuh di depan nya. Wajah anjani


Nampak memar karena perlakuan kasar romeo dengan ke empat temannya.


“rom, pliss…” mohon anjani yang kesekian kali nya. “aku


mohon.. lepasin aku.” Anjani memohon dengan terisak. Romeo tetap menatap dengan


dingin, temannya yang berbadan kekar sama seperti dirinya sudah membawa gelas


yang diisi dengan obat perangsang.


“minumin ke dia, gue pengen liat seenak apa little


princess.” Desis sam tampak mengerikan. Anjani semakin menangis, ia menggeleng


dengan kuat saat ke dua teman romeo yang lain memegang erat tangan anjani dan


membuka mulut anjani dengan paksa, lalu menuang dengan kasar air obat itu ke


mulut anjani. Sambil menunggu reaksi anjani, romeo menelepon papa nya yang sama


bejat nya dengan dia. Ia berjongkok di depan anjani “makanya, lo, kalo gue


deketin itu jangan sombong. Kan, jadi gak Cuma gue yang keenakan kalo gini.”


Romeo tersenyum miring, nada sambung yang tadi berbunyi kini berganti dengan


suara seseorang. “hai, pa.” sapa romeo pada papa nya.


“om ! tolooonggg!!!” anjani berteriak berharap papa romeo


mendengar nya.


“sssstt… jangan berisik dong sayang, pelan aja suara nya.


Kan papa gue nggak budeg.” Ujar romeo membelai pipi anjani, membuat anjani muak


setengah mati.


“di mana kamu ? urusan papa udah beres, sebentar lagi


keluarga dewangga tinggal cerita. Hehe” suara papa romeo yang di loudspeaker


membuat anjani terbelalak kaget. Anjani semakin menangis.

__ADS_1


“oke aku tunggu pa, nanti aku share lokasi ke papa. Sebentar


lagi, si ****** ini pasti bakal keliatan asli nya. Haha.” Romeo tertawa sambil


melirik anjani yang perlahan wajah nya sudah memerah.


Ia mematikan sambungan telepon, mendekati anjani perlahan,


ia langsung meraih tengkuk anjani dan mencium bibir nya dengan ganas. Anjani


hanya mampu menangis dan mengumpat dalam hati, taka da yang tega dan sanggup


membayang kan apa yang terjadi pada anjani malam itu, suara teriakan nya silih


berganti dengan rintihan dan tangis menyakitkan. Malam itu ia di gilir oleh 6


orang termasuk papa nya romeo. Ia hancur jiwa raga lahir batin. Setelah puas


menyakiti anjani, mereka keluar untuk merileks kan tubuh yang sudah bekerja


keras menghancurkan seseorang. Di jalan lain, sebuah mobil sedang menjadi


tontonan pengendara lain, karena hancur tergilas truk saat menerobos lampu


merah, bukan sebuah unsur kesengajaan melainkan karena rem nya blong. Mobil itu


sudah di sabotase seseorang yang culas, mobil itu berisi kedua orang tua sam.


Mereka baru saja pulang dari mengadakan pertemuan bisnis dengan beberapa orang


termasuk damar wijaya papa nya romeo. Ya, semua kecelakaan itu adalah rencana


damar.


“kak, toloong..” lirih anjani saat sambungan telepon nya


masih diacuhkan oleh sam. Anjani membuka aplikasi chat berwarna hijau, ia


mengirim share lokasi dan pesan suara tentang apa yang terjadi pada nya dan


Saat mendengar langkah kaki ia lalu membuang ponsel nya ke segala arah. Sam


masuk dengan 2 oran temannya yang membawa tali. Mereka lalu mengikat anjani di


sebuah kursi kayu. Dan menyiram bensin. Di luar, papa romeo juga sudah


membasahi gedung kecil itu dengan bensin beberapa derigen. Dengan tawa setan,


romeo dan teman teman nya keluar lalu membakar gedung berisi anjani itu.


“selamat tinggal, kak.” Isak anjani sebelum habis di lalap


api.


Di sebuah kamar sam baru saja selesai mandi, rencananya 2


minggu lagi urusannya sudah selesai dan akan kembali ke Indonesia untuk memberi


kejutan anjani. Setelah berpakaian, perasaan gelisah masih menggelayuti nya. ia


merih ponsel di meja nya, melihat beberapa panggilan dari anjani, dan chat


masuk. Betapa kaget nya saat ia melihat apa isi pesan terakhir anjani, rahang


nya mengeras dan mata nya memerah. Bersamaan  dengan itu, bibi nya menggedor pintu kamar dengan kuat nya.


“sam, sam. Open the door, please !” seru maria, bibi sam,


ibu nya mike.


“what happen, mom ?” Tanya mike yang juga baru selesai mandi


karena memang tadi sam dan mike pulang bersama. Ia keluar dari kamar yang


bersebelahan dengan mike.


“sam’s parents were in an accident. His relation just gave

__ADS_1


the news.” Jelas maria panik. Sam membuka pintu dengan air mata yang sudah


membasahi wajah nya.


“I know, aunty,. Anjani just gave me the news. And she.. she


died, aunty.” Sam menangis menundukkan wajah nya. mike membawa saudara nya ke


ruang tv, dia menenangkan saudara nya yang sedang kacau.


Papa mike, Mario dewangga adik kandung papa nya sam ikut


duduk di samping sam, ia merasakan kesedihan yang sama. “jangan bersedih lama


lama sam,mereka harus dapat keadilan nya, uncle akan bantu kamu, besok pulang


lah ke Indonesia, urus pemakaman keluarga mu. Dan kembalilah ke sini, kita


mulai dari sini, karena jika kamu tetap disana tentu akan berbahaya juga untuk


mu. Pergilah dengan mike. Agar kamu tidak sendiri.” Mario berbicara dengan tenang


meski rasa sakit juga dendam sedang merambat di hati nya.


“Sure, dad. Aku pasti akan menemani sam. You’re not alone,


sam. Masih ada aku, daddy dan mommy di sini. Mereka juga orang tua mu, keluarga


mu.” Mike memberi semangat sam.


Keesokan pagi nya sam dan mike terbang ke Indonesia. Setelah


menyelesaikan pemakaman sam mencari lokasi yang sempat di kirim anjani malam


itu. Hati nya pilu mengingat kejadian tragis tersebut. Ia melepaskan perusahaan


dan bisnis papa nya. Ia berpura pura tidak tau tentang yang sebenarnya. Dia mengikuti


permainan romeo dan papa nya yang kejam tanpa di minta, bahkan ia rela diri nya


di peluk erat oleh romeo saat romeo pura-pura menyampaikan kabar duka. Sam menjual


seluruh asset nya di Indonesia kepada damar setyo, bukan tanpa alas an. Justru karena


dia tau dengan damar menjadi orang kaya di negeri ini, dia tidak akan


kemana-mana sampai sam siap mebalaskan dendam dan sakit hati nya. Setelah semua


beres, ia kembali ke amerika, tempat dia akan memulai hidup baru dan bisnis


baru. Ia merahasiakan ini dari keluarga romeo. “gue bakal pergi jauh dari


tempat ini. Tempat ini terlalu sakit buat gue.” Ujar sam pada romeo. Mike mendengar


semua nya ia selalu berada di sisi sam. Mike hanya diam ikut berdrama dan


mereka menjalankan peran dengan baik.


“ini rumah mu juga, sam. Ini Negara mu. Kemana kamu akan


pergi ?” si bejat damar bertanya, ia memastikan bahwa sam benar-benar menjauh


dari kehidupannya.


“entahlah, om. Mungkin paris, atau jerman, aku masih belum


tau. Semakin cepat aku pergi, semakin baik untuk hati ku, om. Aku akan kembali


jika nanti sudah waktu nya kembali.” Ujar sam tenang dan datar. Romeo mengulum


senyum puas, sementara papa nya masih berekspresi sedih. Keesokan malam sam dan


mike sudah kembali ke amerika, ia merubah penampilannya, memulai hidup baru


sampai kesempatan itu terjadi saat drag race.


FLASHBACK OFF

__ADS_1


__ADS_2