
Di Negara lain, seseorang lelaki sedang memperhatikan ponsel
nya, seketika perasaan nya menjadi galau tak menentu, chat terakhir yang masuk
dari anjani adalah keluhan kejengkelan nya, karena sam tidak menghubungi nya
seperti biasa.
[dosa apa aku Tuhan punya kakak kok sombong nya di atas
rata2.] pesan terakhir membuat hati Samuel geli membaca nya. Ia lalu mengintip
akun sosmed adik kesayangannya. Rupanya tadi pagi anjani baru saja mengupload
foto mereka sewaktu kecil dengan caption “terimakasih tuhan, di hidup ku yang
singkat sudah mengirim malaikat seperti dia. Kakak ku yang kesepian, karena aku
satu satu nya wanita di hidup nya.” Anjani juga menambahkan emot love di akhir
kalimat.
“tunggu ya, jani. Kakak bakal bikin kamu nangis bahagia
sampe tujuh hari tujuh malem.” Kekeh nya.
Sedangkan yang sedang di meringkuk, menangis di bangunan
bekas yang sudah tak terpakai. Suasana nya sepi karena memang taka da satupun
rumah lain di sana, ia sedang menangis ketakutan memohon kepada laki-laki yang
dikenal nya, yang sedang berdiri dengan angkuh di depan nya. Wajah anjani
Nampak memar karena perlakuan kasar romeo dengan ke empat temannya.
“rom, pliss…” mohon anjani yang kesekian kali nya. “aku
mohon.. lepasin aku.” Anjani memohon dengan terisak. Romeo tetap menatap dengan
dingin, temannya yang berbadan kekar sama seperti dirinya sudah membawa gelas
yang diisi dengan obat perangsang.
“minumin ke dia, gue pengen liat seenak apa little
princess.” Desis sam tampak mengerikan. Anjani semakin menangis, ia menggeleng
dengan kuat saat ke dua teman romeo yang lain memegang erat tangan anjani dan
membuka mulut anjani dengan paksa, lalu menuang dengan kasar air obat itu ke
mulut anjani. Sambil menunggu reaksi anjani, romeo menelepon papa nya yang sama
bejat nya dengan dia. Ia berjongkok di depan anjani “makanya, lo, kalo gue
deketin itu jangan sombong. Kan, jadi gak Cuma gue yang keenakan kalo gini.”
Romeo tersenyum miring, nada sambung yang tadi berbunyi kini berganti dengan
suara seseorang. “hai, pa.” sapa romeo pada papa nya.
“om ! tolooonggg!!!” anjani berteriak berharap papa romeo
mendengar nya.
“sssstt… jangan berisik dong sayang, pelan aja suara nya.
Kan papa gue nggak budeg.” Ujar romeo membelai pipi anjani, membuat anjani muak
setengah mati.
“di mana kamu ? urusan papa udah beres, sebentar lagi
keluarga dewangga tinggal cerita. Hehe” suara papa romeo yang di loudspeaker
membuat anjani terbelalak kaget. Anjani semakin menangis.
__ADS_1
“oke aku tunggu pa, nanti aku share lokasi ke papa. Sebentar
lagi, si ****** ini pasti bakal keliatan asli nya. Haha.” Romeo tertawa sambil
melirik anjani yang perlahan wajah nya sudah memerah.
Ia mematikan sambungan telepon, mendekati anjani perlahan,
ia langsung meraih tengkuk anjani dan mencium bibir nya dengan ganas. Anjani
hanya mampu menangis dan mengumpat dalam hati, taka da yang tega dan sanggup
membayang kan apa yang terjadi pada anjani malam itu, suara teriakan nya silih
berganti dengan rintihan dan tangis menyakitkan. Malam itu ia di gilir oleh 6
orang termasuk papa nya romeo. Ia hancur jiwa raga lahir batin. Setelah puas
menyakiti anjani, mereka keluar untuk merileks kan tubuh yang sudah bekerja
keras menghancurkan seseorang. Di jalan lain, sebuah mobil sedang menjadi
tontonan pengendara lain, karena hancur tergilas truk saat menerobos lampu
merah, bukan sebuah unsur kesengajaan melainkan karena rem nya blong. Mobil itu
sudah di sabotase seseorang yang culas, mobil itu berisi kedua orang tua sam.
Mereka baru saja pulang dari mengadakan pertemuan bisnis dengan beberapa orang
termasuk damar wijaya papa nya romeo. Ya, semua kecelakaan itu adalah rencana
damar.
“kak, toloong..” lirih anjani saat sambungan telepon nya
masih diacuhkan oleh sam. Anjani membuka aplikasi chat berwarna hijau, ia
mengirim share lokasi dan pesan suara tentang apa yang terjadi pada nya dan
Saat mendengar langkah kaki ia lalu membuang ponsel nya ke segala arah. Sam
masuk dengan 2 oran temannya yang membawa tali. Mereka lalu mengikat anjani di
sebuah kursi kayu. Dan menyiram bensin. Di luar, papa romeo juga sudah
membasahi gedung kecil itu dengan bensin beberapa derigen. Dengan tawa setan,
romeo dan teman teman nya keluar lalu membakar gedung berisi anjani itu.
“selamat tinggal, kak.” Isak anjani sebelum habis di lalap
api.
Di sebuah kamar sam baru saja selesai mandi, rencananya 2
minggu lagi urusannya sudah selesai dan akan kembali ke Indonesia untuk memberi
kejutan anjani. Setelah berpakaian, perasaan gelisah masih menggelayuti nya. ia
merih ponsel di meja nya, melihat beberapa panggilan dari anjani, dan chat
masuk. Betapa kaget nya saat ia melihat apa isi pesan terakhir anjani, rahang
nya mengeras dan mata nya memerah. Bersamaan dengan itu, bibi nya menggedor pintu kamar dengan kuat nya.
“sam, sam. Open the door, please !” seru maria, bibi sam,
ibu nya mike.
“what happen, mom ?” Tanya mike yang juga baru selesai mandi
karena memang tadi sam dan mike pulang bersama. Ia keluar dari kamar yang
bersebelahan dengan mike.
“sam’s parents were in an accident. His relation just gave
__ADS_1
the news.” Jelas maria panik. Sam membuka pintu dengan air mata yang sudah
membasahi wajah nya.
“I know, aunty,. Anjani just gave me the news. And she.. she
died, aunty.” Sam menangis menundukkan wajah nya. mike membawa saudara nya ke
ruang tv, dia menenangkan saudara nya yang sedang kacau.
Papa mike, Mario dewangga adik kandung papa nya sam ikut
duduk di samping sam, ia merasakan kesedihan yang sama. “jangan bersedih lama
lama sam,mereka harus dapat keadilan nya, uncle akan bantu kamu, besok pulang
lah ke Indonesia, urus pemakaman keluarga mu. Dan kembalilah ke sini, kita
mulai dari sini, karena jika kamu tetap disana tentu akan berbahaya juga untuk
mu. Pergilah dengan mike. Agar kamu tidak sendiri.” Mario berbicara dengan tenang
meski rasa sakit juga dendam sedang merambat di hati nya.
“Sure, dad. Aku pasti akan menemani sam. You’re not alone,
sam. Masih ada aku, daddy dan mommy di sini. Mereka juga orang tua mu, keluarga
mu.” Mike memberi semangat sam.
Keesokan pagi nya sam dan mike terbang ke Indonesia. Setelah
menyelesaikan pemakaman sam mencari lokasi yang sempat di kirim anjani malam
itu. Hati nya pilu mengingat kejadian tragis tersebut. Ia melepaskan perusahaan
dan bisnis papa nya. Ia berpura pura tidak tau tentang yang sebenarnya. Dia mengikuti
permainan romeo dan papa nya yang kejam tanpa di minta, bahkan ia rela diri nya
di peluk erat oleh romeo saat romeo pura-pura menyampaikan kabar duka. Sam menjual
seluruh asset nya di Indonesia kepada damar setyo, bukan tanpa alas an. Justru karena
dia tau dengan damar menjadi orang kaya di negeri ini, dia tidak akan
kemana-mana sampai sam siap mebalaskan dendam dan sakit hati nya. Setelah semua
beres, ia kembali ke amerika, tempat dia akan memulai hidup baru dan bisnis
baru. Ia merahasiakan ini dari keluarga romeo. “gue bakal pergi jauh dari
tempat ini. Tempat ini terlalu sakit buat gue.” Ujar sam pada romeo. Mike mendengar
semua nya ia selalu berada di sisi sam. Mike hanya diam ikut berdrama dan
mereka menjalankan peran dengan baik.
“ini rumah mu juga, sam. Ini Negara mu. Kemana kamu akan
pergi ?” si bejat damar bertanya, ia memastikan bahwa sam benar-benar menjauh
dari kehidupannya.
“entahlah, om. Mungkin paris, atau jerman, aku masih belum
tau. Semakin cepat aku pergi, semakin baik untuk hati ku, om. Aku akan kembali
jika nanti sudah waktu nya kembali.” Ujar sam tenang dan datar. Romeo mengulum
senyum puas, sementara papa nya masih berekspresi sedih. Keesokan malam sam dan
mike sudah kembali ke amerika, ia merubah penampilannya, memulai hidup baru
sampai kesempatan itu terjadi saat drag race.
FLASHBACK OFF
__ADS_1