
TRING !! suara notifikasi ponsel sam berbunyi. Muncul nama
sang pengacara yang menagani kasus orang yang baru saja di ceritakan sam.
Membaca apa yang di kirim si pengacara membuat mata sam membelalak terkejut.
Perubahan raut wajah sam tak luput dari perhatian mama
alisa. “ada apa, sam ?” Tanya mama alisa.
“ternyata adik romeo masih hidup, dari laporan anak buah om
barusan romeo pun sama gila nya dengan ayah nya. Ibu nya pun masih hidup. Kamu
harus berhati hati.” Pesan singkat pengacara sam membuat jantung nya berdebar.
Ia terdiam membaca pesan itu.
“kita bisa hadapi ini bareng-bareng, bro. tenang aja, lo
nggak sendiri. Ya, emang sih gue Cuma karyawan di dealer.” Ujar ridho sambil
tersenyum lebar. Ia turut membaca pesan singkat di ponsel sam karena jarak
duduk yang berdekatan.
“ada masalah ?” Tanya papa alisa.
“romeo punya adik dan ibu. Adik nya sama brengsek dengan
mereka. Kita harus hati-hati.” Jelas sam singkat. Ia mengusap kasar wajah nya.
Raut kekhawatiran Nampak jelas disana, ia tidak mau apa yang terjadi pada
keluarga nya juga terjadi untuk orang-orang terdekat nya.
“kamu tau mereka dimana ?” Tanya papa alisa yang di jawab
gelengan kepala oleh sam. Orang tua alisa menarik nafas.
“sam akan minta pengacara sam menyelidiki keluarga romeo
itu, om. Akan sam pastikan dia tidak mengganggu orang-orang terdekat sam.” Ujar
nya mantap. Perlahan ia mengatur nafas yang terasa sesak, mengetik beberapa
pesan singkat yang langsung mendapat balasan.
“sam pulang dulu, semoga alisa lekas sembuh tante, om.”
Pamit sam pada kedua orang tua alisa.
__ADS_1
………………………………………………
Waktu terus berlalu. 14 hari sudah setelah sam mendapat info
tentang keluarga romeo, ia masih mencari informasi sambil melanjutkan bisnis
yang di bangun nya sendiri setelah hidup sebatang kara. Sam menyesap kopi yang
masih hangat di ruangannya. Ia masih memikirkan dimana kira nya ibu dan adik
romeo berada siapa namanya atau identitas lainnya, bertahun berlalu, ingatannya
semakin rapuh tentang masa lalu. Buket bunga yang cantik terus ia pandangi di
sudut meja kerja nya dengan pita biru muda yang memberi kesan manis. Ia
tersenyum mengingat senyum seorang gadis yang menempati rongga hati diam-diam.
“hai, bro ! wow ! you falling in love. Kamu jatuh cinta. Are
you sure ?!” seru seorang laki laki dengan setelan jas rapi membuka pintu tanpa
mengetuk, membuat sam terkejut dan melebarkan senyum.
“hai, mike. Kamu baru sampai ? sudah kerumah atau langsung
kesini ?” Tanya sam seraya berdiri menyambut sepupu nya tersebut. Mike sepupu
“sedang berbasa basi ya, nggak liat bag sebesar ini masih ku
bawa-bawa.” Jawab mike. Sam tertawa,
“ya, badan mu terlalu besar sampai bag mu tidak terlihat
oleh ku.” Gelak sam.
“so, gimana, pembunuh itu sudah dapat balasan ? lalu sudah
dapat info keluarga nya ?” Tanya mike langsung pada inti maksud kedatangannya.
Sam menggeleng.
“aku buntu mike. Aku tidak dapat info satu nama pun.
Pengacara ku pun belum mendapat informasi apa-apa. Terakhir info yang di dapat,
anak dan istri nya pergi keluar kota, kemungkinan di kota L. tapi, mencari
mereka di sana tanpa mengantongi identitas pasti akan sulit.” Jelas sam, ia
menarik nafas kasar dan menyandarkan punggungnya di sofa di sebelah mike.
__ADS_1
“kopi.” Ucap mike menatap sam sambil mengangkat sebelah
alis.
“oh, sorry, aku sampai lupa.” Kekeh sam lagi, lalu meminta
pada karyawannya untuk membawakan secangkir kopi untuk mike.
"ya, baiklah mari kita mulai dari kota L. aku ada beberapa teman disana, siapa tau mereka bisa membantu." ucap mike sambil menyesap kopi nya.
sam mengernyitkan dahi "teman ?" tanya sam lagi.
"iya, teman. kenapa ?" tanya mike.
"kamu hidup di negara lain, dan kamu punya teman di negara ini, di kota lain lagi. memang nya kapan kamu kesana ?" tanya sam heran dengan pergaulan sepupu nya.
mike terkekeh "astaga sam, apa kamu lupa ? aku juga punya bisnis, tidak semua pebisnis itu datang dari kota besar." jawab mike.
"ya, mike. tapi, di kota L sangat minim pebisnis, kalo pun ada itu hanya pebisnis kecil, receh." bantah sam lagi.
"itu lah kamu, selalu mencari ikan besar di samudera, kamu lupa bahwa ikan kecil pun ada harga nya, apalagi mereka yg masih pemula, tidak selamanya bisnis itu kita yg mendapat untung, gak ada salah nya kita ikut berinvest pada bisnis2 kecil. 1 dolar pun atau 1000 rupiah pun tetap uang namanya." jelas mike panjang lebar.
"sudah lah, nanti lagi ku jelaskan pada mu bro, tentang bisnis, sekarang kita fokus saja meringkus target yg kita belum tau di mana arah nya." lanjut mike lagi.
sementara di tempat lain seorang wanita sedang tegang bertemu dengan seorang lelaki yang terus menghantui hari nya.
"gue akan kasih tau lo dimana anak haram itu gue simpen, asal lo mau bantu gue." ujar wanita dengan pakaian minim itu.
"nisa, nisa, gila, jadi bener, kan dugaan gue, lo gak gugurin anak sialan itu." laki-laki yang di temui nya terkekeh, ia memandang tajam wajah anisa, ya wanita itu adalah anisa. dia sedang menemui laki-laki yang pernah di temui nya di pelataran tempat kerjanya waktu itu.
"udahlah, gak usah bahas anak itu lagi, belum tentu juga kamu mau rawat dia kan ?!" seru anisa emosi. hati nya sakit saat mengingat masa lalu, dimana ia harus mengandung anak dari laki-laki di depannya saat ini tanpa tanggung jawab dari si laki-laki sama sekali. selama setahun harus membohongi ibu nya dengan alasan kerja, dan harus tinggal di kontrakan sempot sahabat nya yang bekerja sebagai wanita malam. beruntung sahabat nya orang baik yg bersedia menampung anisa saat itu. dari sahabat nya itu juga anisa mengenal dunia malam. setelah melahirkan di sebuah klinik, sahabat anisa segera mengirim bayi anisa ke sebuah panti asuhan. persis seperti adegan film, hanya yang membedakan suasananya tidak hujan. hehe.
setelah anisa cukup kuat untuk tahu semuanya, anisa di beritahu lokasi panti asuhan itu dan foto bayi nya.
malam ini ia kembali harus mengingat kejadian kelam itu demi sebuah hasrat dalam diri nya.
"jadi gimana ? mau nggak lo bantu gue ?"
tanya anisa.
"gue gak butuh bayi itu, ngapain gue bantu lo. gue cuma pengen tau aja, ternyata bener lo pilih ngelahirin bayi itu. dan lo telantarin gitu aja. ibu macam apa lo ?!" sarkas laki-laki tersebut.
"heh, disini itu yang salah gak cuma gue ya, lo juga, dimas. kemana lo waktu tau gue hamil. lo pergi, lo menolak dan minta gue buat gugurin bayi itu." ketus anisa. mereka sedang di taman kota saat ini, tempat yang luas membuat obrolan mereka tidak terlalu di perhatikan orang.
laki-laki bernama dimas itu menarik nafas berat.
"lo lupa gue pernah pergokin lo lagi mantap-mantap sama jodi, bahkan di rekam sama dia. dan lo menuntut itu anak gue, ckckck." ujar dimas ia menyilangkan tangan di dada dan memperhatikan anisa dari atas sampai bawah dengan tatapan sinis.
pias wajah anisa saat ini, bakat wanita malam memang seperti nya sudah ada sejak SMA, bermula dengan pergaulan bebas hingga ia pun bisa di gauli dengan bebas oleh banyak lelaki.
hai gais selamat malam, mohon maaf ya bestie ku selama ini aku sibuk. alhamdulillah sekarang mbak author sudah tinggal di rumah sendiri, rumah ortu sih sebenernya, hehe tapi di pinjemin buat belajar mandiri. setelah ini di usahakan mbak thor rajin update cerita ya gaes ya. miss you bye bye
__ADS_1
.