Cinta Dua Warna

Cinta Dua Warna
bab 4


__ADS_3

“dek, abang mau ke stiker cutting dulu mau ngecek orderan


yang kemaren. Kata mama, bentar lagi mama pulang sama ayah. Lo jangan kemana


mana ya.” Ucap ali saat bertemu di dapur.


Alisa sedang membereskan bekas makan barusan. Ia melihat jam


di hp nya 15.30. setengah jam lagi mama pulang. “oke deh. Lagian hari ini gue


emang gak mau kemana mana kok. Cuma di rumah aja. Bosen maen terus.” Jawab


alias sambil berjalan ke arah tv.


Teman temannya sudah pulang sejak pukul 2 siang tadi.


Sekalian ardi menemani ridho cod knalpot rencana nya besok jika ridho libur


kerja seperti hari ini dia akan memasang knalpot nya di garasi alisa. Untuk


sekarang dia meninggalkan motor nya di garasi alisa dan pulang dengan


membonceng pada ardi.


“tumben lo bosen maen, Padahal gue udah ada rencana nyoret


lo dari KK Suwardi.” Canda ali sambil memasang jam tangan 50 ribuan yang di


beli nya di online shop orange.


“bangke lo, bang.” Sahut alisa sambil berjalan ke arah


jemuran handuk.


“mau ngapain lo ?” Tanya ali melihat alisa membawa handuk


hendak melangkah ke kamar .


“ngecat tembok, Ya mandi lah. Pake nanya lagi.” Jawab alisa


ketus


“halangan lo, dek ?” Tanya ali lagi penasaran


“ck, cerewet banget sih lo, bang. kayak emak emak komplek.


Udah pergi sono, Keburu tutup stiker cutting lo.” Alisa mendorong ali sampai ke


pintu ruang tamu. Ali tak mengerti dengan sikap alisa. Pasal nya alisa biasa


mandi sore di atas jam 7 malam. Dia hanya rajin mandi pagi sore ketika


halangan. Bahkan, saat halangan alisa bisa mandi sehari 5 kali. Tergantung


intensitas dia ganti pembalut. Tapi, jika di ingat ingat ini baru tanggal 7


biasanya alisa akan datang bulan antara tanggal 15 sampai 20.


Alisa menutup rapat pintu rumah meninggalkan ali yang masih


bingung di teras rumah.


“eh bentar, bentar.” Ali membuka pintu rumah, alisa yang


masih ada di balik pintu sigap menahan pintu yang di dorong ali.


“eh, itu kunci motor gue ketinggalan.” Kata ali


“alah, tipu-tipu lo kayak pejabat. Gak percaya gue. Pergi


sana.” Alisa tetap menahan pintu


“beneran, itu di meja dapur.”


“boong.”


“gue mau bawa motor nya gimana, itu kunci ketinggalan.”


Ngotot ali


“awas kalo lo bohong, Gue retas semua sosmed lo, Gue bilang


lo homo.” Ancam alisa lalu membuka pintu.


“apaan sih. gakjelas deh, sa lo hari ini, Aneh.” Ucap ali


lalu mengambil kontak motor yang di tinggalkannya di meja makan tadi.


Alisa mengerucutkan bibir.


“masih ada yang ketinggalan nggak ?” Tanya alisa


“nggak ada. Udah gue cek semua. Jangan lupa….”


“BERISIK !” potong alisa cepat lalu menutup pintu.


Saat ali baru keluar halaman Nampak mobil orang tua nya


masuk ke rumah. Ayah alisa biasa memarkir mobil di garasi kiri. Jadi rumah


alisa itu di apit oleh 2 garasi dengan 1 pintu gerbang lebar di depan halaman.


Halaman rumah alisa lumayan luas meski rumah nya sederhana. Tidak tingkat


seperti rumah mewah. Karena mamanya hanya mengerjakan rumah sendiri maka ia


tidak membangun rumah yang terlalu luas yang penting cukup untuk mereka


berempat.


“Assalamualaikum.” Sapa orang tua alisa sambil membuka pintu


“sepi amat padahal yang keluar tadi Cuma ali.” Gumam mama


alisa


Mereka langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.


Saat mereka keluar kamar pintu kamar alisa yang berseberangan dengan kamar


mereka masih tertutup rapat.


“sa.” Mama alisa mengetuk pintu kamar alisa.


“iya ma, bentar.” Ujar alisa dari dalam. Mengetahui anak nya


masih di dalam kamar mama alisa segera ke dapur menghangat kan makanan yang

__ADS_1


sudah dimasak tadi pagi untuk makan malam. Lalu menyapu rumah dan halaman


belakang. Ayah alisa membantu menyiram tanaman dan bunga bunga kesayangan mama


alisa. Saat selesai mengerjakan semua itu waktu sudah 16.30.


“ hemmmmm wangi banget ini, Ih jadi merinding.” Gumam mama


alisa yang sedang menutup pintu belakang.


“mama beli parfum baru apa gimana sih ma ?” Tanya ayah yang


baru masuk dari halaman depan dan sedang mencuci tangan di wastafel.


“nggak, yah.” Jawab mama sambil terus mengendus mencari tau


asal bau tersebut.


Saat alisa membuka pintu kamar bau harum menyengat itu


semakin menjadi-jadi.


“ASTAGHFIRULLAH ALADZIIM  !!” seru mama alisa


“YAH CEPET YAH KESINI YAH !!!” mama alisa berteriak


histeris.


“kenapa ma ?” Tanya ayah yang langsung berlari ke depan


pintu kamar alisa dengan panik juga.


“a..alisa yah.. alisa.. alisa kesurupan yah.” Jawab mama nya


gugup


“astaghfirullah pantes pake parfum banyak banget.” Ujar ayah


Ayah langsung memegang kepala alisa “


a’uudzubillahiminassyaithoonirrajiim…”


Alisa yang sedari tadi bengong langsung mundur melepas


tangan ayah nya yang ada di kepalanya


“mama sama ayah ngapain sih ?” Tanya alisa dengan wajah


heran  “aneh deh.” Ucap alisa lalu


melangkah ke ruang tv


Mama dan ayah nya kini ganti bengong dan langsung mengekor


alisa dengan pandangan tak percaya.


“sa, kamu kesambet ?” Tanya mama yang duduk di samping


alisa. Ayah nya berjalan ke arah kamar. Mama mengendus kembali baju alisa.


“ugh bau banget, sa. Nyegrak tau nggak.” Ucap mama


“apaan sih, Biasa aja kali ma. Emang gak boleh alisa pake


parfum ?” Ucap alisa


“ya gak gitu.” Ucap mamanya salah tingkah lalu menemani


BYURR !!! ayah alisa langsung menyiram segayung air yang di


bawa nya ke kepala alisa. Sebagian air nya keluar dari mulut alisa


“AYAAAAAAAHHHHHHHH !!!!!!!!!” seru alisa


“huhuhuhu.. ini alisa yah. Alisa Cuma mau wangi sehari


doang. Ya ampun..” alisa menangis melihat penampilannya kini sudah basah kuyup.


Sungguh ayah yang konyol sekali. Di saat anak gadisnya tomboy di suruh feminim


giliran pake parfum malah di guyur di kira kesurupan. Ajaib. Hahaha


Alisa melirik jam dinding pukul 16.45 dengan cepat ia


berlari ke kamar.


BRAAKK !! menutup pintu dengan keras dan langsung berganti


pakaian lagi. Penampilannya masih sama sih kaos oblong hanya tidak jeans pendek


lagi celana yang ia pakai melain kan jeans panjang model pensil. Kali ini ia


tidak memakai parfum dan berpenampilan seperti biasanya. Ia melirik ke orang


tua nya yang menatap nya dengan salah tingkah karna sudah berprasangka buruk


terhadap anak nya sendiri.


Alisa manyun sambil duduk di ruang tamu bermain hp.


“Assalamualaikum.” Ucap seorang pria di depan pintu. Suara


nya sangat lembut dan sopan. Alisa yang baru duduk langsung beranjak membuka


pintu


“wa alaikum salam.” Jawab alisa. “masuk, ham.” Alisa


mempersilahkan ilham yang ternyata jadi tamu nya sore ini. Yang membuat sore


nya jadi kisruh.


“iya, makasih.” Ucap ilham. Ia melangkah kan kaki nya ke


ruang tamu


“duduk dulu. Mau minum apa lo ?” Tanya alisa ramah


“gak usah repot-repot sa, aku nggak lama kok.” Jawab ilham


sambil duduk di sofa ruang tamu


“oh, bentar ya, buku yang mau gue pinjemin ke lo masih di


kamar.” Ucap alisa. Saat ia membalik kan badan ia hamper bertabrakan dengan


mamanya

__ADS_1


“eh ada tamu.” Mama alisa tampak sumringah melihat ilham.


“sore tante.” Ilham beranjak dan menyalami mama alisa.


“bikinin minum dong sa, ada tamu kok di anggurin.” Ujar mama


alisa


“gak usah repot-repot tante, ilham Cuma sebentar kok.” Ujar


ilham masih dengan senyum ramah nya.


Alisa bergidik dan terus masuk kamar.


“yah, ada tamu ni yah.” Mama alisa memanggil suami nya. Ayah


alisa melihat ilham dan tersenyum ramah


“sore, om.” Ilham pun menyalami ayah alisa dengan sopan.


“pacar atau temen nih sama alisa ?” Tanya ayah alisa


terkekeh membuat ilham salah tingkah.


“ayah, ilham ini temen alisa dari SMA.” Alisa menjawab ayah


nya dengan membelakangi ilham sehingga raut wajah galak nya hanya mama dan ayah


nya yang tau. Bukannya diam mama alisa justru tersenyum-senyum melihat wajah


anak nya. Lalu ia membalikkan badan menghadap ilham yang tersenyum ramah dan


agak salah tingkah.


“temen hidup, sa ?” ayah alisa menggoda lagi membuat hati


alisa berdentum membunyikan genderang perang.


“liat besok ya, suwardi gue bikin lo naek taksi online ke


kecamatan.” Batin alisa geram tapi wajah nya masih menampil kan senyum ramah.


“ayah Cuma becanda kok ilham. Jangan di ambil hati. Hehe”


ucap ayah nya kemudian mencairkan suasana


“iya, om.” Jawab ilham bingung mau jawab apa.


“ya sudah di lanjut ngobrol nya ayah mau ke belakang dulu,


nanti kalo ayah ganggu, bisa-bisa besok ayah kerja naik taksi online.” Ucap


ayah alisa berdiri sambil menepuk nepuk punggung alisa dengan keras. Mengucap


seolah olah tau apa yang di pikirkan alisa. Alisa tersenyum kaku di hadapan


ilham.


“ayok ma, dua sejoli lagi mau ngobrol, gak enak kalo kita


ganggu.” Ajak ayah alisa pada istri nya sambil terkekeh.


“iya yah, kalo di ganggu takut alisa ngamuk.” Celetuk mama


nya.


“SUWARDI !!! BENER BENER YA LO JADI BAPAK GAK ADA AKHLAK.


ROSALINA MAHARANI JUGA. KAMPRET,  KAMPRET. !!!” tentu saja umpatan itu hanya di


teriak kan dalam hati alisa. Ia menarik napas panjang dan menghembuskan dengan


panjang juga. “sabar alisa…” gumam alisa pelan. Ilham justru tertawa


melihat  alisa yang terus di ledek orang


tua nya.


“orang tua kamu lucu, sa.” Ucap ilham


“iya lucu. Mau lo jadi anak nya ? biar berasa di kuping sama


kepala lo kalo akhlak nya lagi minus gitu.” Sahut alisa kesal lalu duduk di


hadapan ilham


“mau. Jadi anak mantu nya, kan ? pasti rame.” Jawab ilham


asal


“e..eh hah ??” alisa terkejut mendengar jawaban ilham wajah


nya merah menahan malu. Tidak menduga ilham akan menjawab seperti itu.


“hahahahaha biasa aja kali sa. Cuma bercanda aku, Serius


banget. Lagian dosa tau kamu ngomong gitu tentang orang tua kamu.” Ilham


tertawa melihat alisa salah tingkah.


“ati-ati ham, diaminin malaikat lo ntar.” Kata alisa dengan


wajah cemberut. Ilham menaik kan sebelah alis nya “takut kamu ??” Tanya ilham


menggoda lagi.


Alisa menarik napas singkat “nih buku yang suka gue baca.


Udah selesai baca gue. Bagus banget nih cerita nya tentang perjuangan cinta


gitu.” Alisa menyodorkan novel tebal di tangan nya. Ia mengalihkan pembicaraan


yang membuat hati jadi jedag jedug.


“nih, buku yang aku janjiin kemaren.” Jawab ilham. Ia


melihat jam di tangannya yang sudah semakin sore.


“kalo gitu aku pulang dulu ya, sa.” Pamit ilham. Alisa pun


mengantar ilham sampai ke depan pintu.


Setelah bersantai ilham mengambil buku novel milik alisa


yang tadi ia pinjam. Membuka nya halaman demi halaman. Belum terlalu malam


untuk membaca 2 sampai 3 judul. Sampai tiba tiba

__ADS_1


“ALISA SIALAN !” Ujar nya kesal


“AARRRGGGHHH !!.......”


__ADS_2