
"Alisa terus, alisa terus. apa sih, hebat nya Alisa itu. huh." dengan hentakan kesal anisa melangkah masuk ke dalam kamar tempat nya menumpahkan semua kecewa nya pada hidup. ibu yang tadi menyambut nya dengan kasih sayang pun tak lagi di pedulikan, senyum manis nya di depan Ilham sirna berganti umpatan emosi yang terus keluar dari mulut nya. segera ia berganti pakaian kurang bahan, memoles make up nya yang menggoda untuk menepati janji dengan pelanggan yang sudah membooking nya malam ini. "untung aja malem ini, gue dapet yang megalodon, lumayan gendutin rekening." gumamnya lagi. Ia menatap dirinya sekali lagi di depan cermin memandang lekuk tubuh nya yang begitu membuat lelaki menginginkan. ia menutup pundak nya yang terbuka dengan jaket jeans, dress model torso berwarn maroon dengan panjang semata kaki itu tidak benar-benar menutup kaki jenjang nya, karen belahannya sendiri yang hampir sampai ke pangkal paha mulus nya.
"nak, jika kamu ingin Ilham jadi suami mu, apa nggak lebih baik kalo kamu berubah, berhenti seperti ini. berubah lah jadi lebih baik, kamu menyukai nya, kan ? dia lelaki baik pasti akan memilih wanita yang bisa menjaga diri nya." ujar Ibu nya lembut.
"Halah, Ibu tau apa soal perasaan ku, bu. berubah jadi apa maksud ibu, jadi perempuan polos dan bodoh yang gampang di tinggal laki ?!" hardik anisa sambil memakai sepatu nya, ibunya hendak bersuara kembali ketika di dengar nya suara klakson mobil yang terparkir di depan rumah nya.
"nggak usah ikut keluar, aku nggak mau di tanya macem-macem sama orang yang jemput aku." cegah Anisa saat ibu nya mengikuti nya melangkah menuju teras. ibu nya hanya bisa menangis sambil mengelus dada. ia terkenang ketika Anisa masih berusia 3 tahun waktu itu
__ADS_1
"mas, kenapa kamu khianatin aku ? kurang apa aku ?!" seru seorang wanita berusia 22 tahun sambil memeluk bocah kecil nan cantik.
"aku mencintai nya, diana. jika saja kita tidak melakukan kesalahan itu pastilah aku dan dia sudah menikah. aku masih mencintai dia, sangat mencintai dia. maaf." ucap pria dengan rahang kokoh, ia adalah ayah anisa, arlando hutama. dia terpaksa harus menikah dengan Diana, ibu dari anisa karena kesalahannya membuat perempuan itu hamil karena pesta di salah satu rumah teman mereka saat itu, sebenarnya semua adalah rencana diana yang begitu terobsesi pada arlando, lelaki berwajah blasteran yang begitu memikat hati nya. meski blasteran, tapi lelaki itu cukup bertingkah laku baik, tidak aneh-aneh seperti kebanyakan pria tampan lainnya, terlebih di dukung dengan harta nya yang tidak bisa di bilang ecek-ecek. saat itu diana menjebak nya dengan memberi sejenis obat perangsang di dalam makanan lelaki itu, lelaki yang selalu bersikap baik dan berfikir positif pada semua orang. saat obat nya bekerja, dengan sigap ia membawa pria tersebut ke dalam hotel, dan mengatakan kepada teman yang lain bahwa ia akan mengantar arlando pulang karena kondisi nya yang kurang bagus, diana gadis yang juga cukup baik saat itu, tidak ada yang menaruh curiga pada gadis dengan rambut hitam se bahu itu. mereka bahkan mengucap terimakasih dengan tulus. malam setelah peristiwa panas di hotel, diana mengecek kembali kalender memastikan hitungan masa subur nya sudah tepat dan semoga keajaiban terjadi. seperti takdir ikut mendukung nya, ia terlambat datang bulan dan di nyatakan positif hamil, arlando begitu terkejut dengan kenyataan yang di bawa diana, tentu saja diana juga mengarang cerita agar arlando semakin merasa bersalah padanya. terpaksa Arlando meninggalkan kekasih nya karena diana pun mengadu pada keluarga Arlando, mau tidak mau, nama baik adalah hal yang sangat di jaga bagi keluarga kaya raya itu, sehingga pernikahan pun terjadi saat kandungan nya sudah masuk usia 3 bulan. seolah bom waktu, rasa cinta untuk mantan kekasih yang di pendam nya kini meledak sudah, arlando meninggalkan diana dan anisa kecil demi seorang gadis yang amat di kasihi nya itu. keluarga sudah membujuk arlando untuk tidak meninggalkan diana, bagaimana pun anak diana adalah anak nya, tapi arlando bersikeras untuk tetap kembali pada mantan kekasih nya. mereka bahkan nekat meninggalkan keluarga arlando waktu itu, sementara diana dan anisa di janjikan hidup layak dan tetap di anggap keluarga, namun sakit hati seorang diana begitu besar hingga dengan egois dia membawa pergi putri semata wayang nya, jauh dari keluarga arlando. hidup sederhana, seadanya seperti saat ini, siapa sangka, anisa yang sudah dewasa justru haus kasih sayang lelaki serta harta dunia yang begitu di pujanya, hingga ia terperosok dalam kehidupannya. diana kini menangis kembali dalam ruangannya. isakannya seiring dengan suara hewan malam saat ini. di tempat lain ada juga suara yang sedang memecah keheningan malam, membasahi setiap malam dengan keringat haram sepasang insan tanpa status itu. suara ******* anisa yang terus terdengar di iringi kata-kata kotor pelanggannya. demi mereguk harta dunia, harga diri anisa tinggalah sebuah bahasa. tak ada lagi rasa malu apa lagi penyesalan di mata nya. meskipun ia hampir saja membuang bayi nya, beruntung sahabat nya masih waras hingga menitipkan anak anisa di sebuah yayasan panti asuhan.
"om, bonus buat aku jangan lupa loh. kata nya mau ngajak liburan juga." ucap nya manja bersender di tubuh lelaki yang berstatus suami orang tersebut.
"iya sayang, tunggu dong, om masih ada kerjaan, nanti kalo udah kelar janji deh kita liburan. kamu sebut aja mau kemana. kalo bonus, cek aja sendiri." pelanggan itu tersenyum sambil terus memeluk gadis tanpa busana di sisinya. dengan cepat anisa mengecek mutasi rekening yang membuat matanya berbinar.
__ADS_1
"mas, aku nggak suka deh, sama mbak anisa, dia itu kaya sengaja banget tau deketin mas. mas ngerasa nggak sih ?" suara aisyah daritadi terus mengomel di kamar ilham. dia sedang melakukan protes nya kepada kakak yang setiap hari menemani nya, ilham sendiri rebahan di tempat tidur dimana aisyah juga duduk di situ. ia memposisikan dirinya telungkup sambil menghadap buku yang sudah berhenti di balik halamannya sejak 10 menit yang lalu.
"kalo emang dia nggak berani pulang sendiri, ya udah ngapain juga dia kesini sore-sore. lagian ketemu di tempat kerjakan juga bisa. alesan aja tuh pasti mulangin buku, padahal cuma mau ketemu mas sama ayah, ibu. mas juga sih, kenapa sih cewek kayak gitu gak di tegasin aja. aku tuh lebih suka sama mbak alisa tau daripada dia. matanya itu loh jelalatan, kayak kucing liat ikan koi. iya kan, mas ?" aisyah mencari persetujuan kakaknya yang sejak tadi di omeli nya.
"mas.." ulang nya karena melihat ilham diam saja.
"mas.. mas." ia beranjak mengecek kesadaran kakak nya sebelum akhirnya ia jengkel sendiri.
__ADS_1
"ih, mas ilham di ajak ngobrol malah tidur." geram nya yang langsung beranjak keluar dari kamar ilham dan tidur di kamar nya sendiri dengan kesal.
"awas kamu, mas. jangan sampe ya Allah mamas ku yang tampan nya kayak alwi assegaf ini jatuh ke tangan wanita kucing goreng, eh, kucing garong. aamiin." monolognya dalam doa sebelum mata nya terpejam tidur.