
“kenapa ?” Tanya ilham
“o..oh nggak apa-apa. Hmm oke iya tanggal 15. Pagi
kan ?” alisa dengan gugup memastikan.
“kalo sekiranya nggak bisa ya jangan di paksa.”
Ucap ilham lagi. Alisa merasa tidak enak hati dengan aisah. Akhirnya ia
menyetujui ajakan aisah dan ilham. Ia menarik napas berat setelah menerima
telepon.
……..
Sekitar setengah 6 sore aan dan ardi datang membawa
motor yang akan di jadikan kendaraan balap di lintasan.
“lho, lho, ini apa ini ? kok motor ini ke sini lagi
? padahal udah lama lho nggak kesini. Alisa mau balapan lagi ?!” seru mama
alisa sambil membawa cemilan keripik singkong buatannya ke garasi. Aan dan ardi
saling pandang. Mereka bingung dan juga takut di marah mama alisa.
“mama ini kalo udah liat motor begini, pikirannya
balapan aja. Ini motor mau di servis ma, kalo nggak di servis nanti karatan
nganggur, kan, sayang ma.” Jawab ali. Ia baru bergabung di garasi dengan
membawa sekardus kecil kaleng kaleng pylox untuk mengecat motor nya. Di
belakang ali ada alisa yang membawa es teh se teko penuh. Dan beberapa gelas di
nampan. Masih ada waktu 15 hari lagi untuk mereka modifikasi motor dan latihan.
Mama alisa meletakkan keripik di lantai di dekat es
yang di buat alisa.
“bener ya Cuma servis, awas kalo balapan lagi.”
Ancam mama alisa ikut duduk di garasi.
“emang kenapa sih, ma kalo alisa balapan ? kan
dapet duit, ma ?” Tanya alisa penasaran. Ia duduk di dekat kaki mama nya yang
duduk di atas kursi plastic
“kan kamu cewek, lagian balapan tu bahaya. Mama gak
bisa bayangin kalo pas lagi balapan jatoh gitu, ih serem. Kayak di tv itu.
Sampe ada yang meninggoy kan.” Kata mama nya.
“widih, meninggoy.” Aan yang sedang membongkar
motor tertawa kecil mendengar ucapan mama alisa yang seperti anak jaman now.
“haha gini, gini mama gue gaul tau. Belum tau aja
isi tiktok nya. Postingannya. Fyp terus, iya nggak, ma ?” goda ali menaik
turunkan alis tebal nya.
“iyalah, usia tu soal angka. Jiwa tetep muda.” Ujar
sang mama ikut terkekeh.
“ngeri juga ya, bang. Ini kalo abis ini, terus
tante kepikiran ikut balapan gimana coba.” Canda ardi. Wajah nya di buat
seserius mungkin.
“gak apa-apa, bokap gue nanti yang jadi mekanik
nya.” Ujar alisa yang langsung mendapat jitakan di kepala dari mama nya.
“haha, ya abis mama segala pake kata meninggoy.
Meninggal gitu lho..” kata alisa lagi.
__ADS_1
“halah, bilang aja kamu takut kalah saing kalo mama
nya gaul. Iya, kan ?” mamanya mencebik.
“dih, absurd banget ya keluarga ini.” Ali tersenyum
lebar mendengar debat mama dan alisa.
“udah, ah, mama mau masuk dulu. Mau siapin makan
malem. Nanti kalian kalo udah selesai, cuci tangan terus makan bareng ya.
Jangan lupa sholat udh deket magrib ini.” Mama alisa mengingatkan.
“oke, cantik !” seru mereka berempat kompak lalu
tertawa. Mama alisa tersipu mendengar candaan anak-anak muda itu. Ia segera
masuk bersiap untuk sholat magrib dan menyediakan makan malam. mbkmjkhkyijuhSelesai
makan malam, para anak muda kembali berkumpul di garasi, mereka masih memasang
apa-apa yang di perlukan untuk balapan bulan depan.
Hari berganti dengan cepat waktu lomba sudah
sebentar lagi. Alisa masih merahasiakan rencana nya iuikut acara ulang tahun
aisah dari teman teman nya juga merahasiakan balapan dari orang tua nya. dia
masih bingung untuk memberitahukan hal itu. Teman temannya pasti melarang dia
ke panti asuhan, karena untuk pertandingan semua sudah siap dari segi biaya dan
penginapan. Ridho sudah mengatur penginapan untuk mereka berlima di rumah teman
ridho.
……..
“malem ini kita berangkat dari rumah gue.” Ujar
ridho kepada teman nya. Gue udah hubungin Samuel buat nyiapin tempat nginep
buat kita di sana, dan semua keperluan kita selama seminggu.
“gue udah bilang sama mama sama ayah, sa. Mau
sana. Gue udah bilang sama reza buat bialng ke ortu, kalo mereka ngecek ke
reza.” Ujar ali.
“gue bawa motor sendiri aja. Gak usah di bonceng.”
Kata alisa, membuat yang lain tercengang.
“kenapa ?” Tanya ali mengerutkan dahi.
“ya, gak papa bang, gue pengen bawa motor sendiri
aja. Kita berangkat jam berapa ?” alisa bertanya. Dia berusaha mengalihkan
kecurigaan abang nya. Pasal nya, selama ini jika bepergian balapan, alisa akan
di bonceng oleh alia tau salah satu teman nya. Agar tidak kelelahan di
perjalanan. Sehingga kondisi saat di lintasan ia akan stabil. Beda, jika dia
balap liar di sekitaran tempat tinggal nya, ia akan bawa kendaraan sendiri. Ali
tidak bisa begitu saja menerima alasan alisa. Dia paham adik nya seperti apa.
Se garang garang nya alisa, dia akan manja jika harus turn ke lintasan, kalo
perlu makan aja dia bisa minta di suapi. Ia akan menganggap diri nya bak ratu,
dewi fortuna yang akan membawa kemenangan telak bagi tim nya.
“elo, sedang tidak merencanakan sesuatu kan ?”
selidik ali memicingkan mata.
“udah to, yang penting, besok kita menang.” Jawab
alisa yakin.
“lo gak lagi rencanain hal curang, kan ? selama ini
__ADS_1
kita menang sportif lo, sa. Nggak pake curang curangan.” Ujar ardi.
“gak bakal curang. Gue janji kita bakal pulang bawa
uang 25 juta.” Alisa tersenyum meyakinkan.
“oke.” Jawab ali pasti.
…………
Malam di rumah ridho sangat riuh dengan suara 5
motor modifikasi. Mereka berbaris menyusun formasi, ali di depan sebagai
pemimpin, yang akan menjadi mata bagi teman teman yang lain, di ikuti oleh ardi
yang akan bergerak ke depan dan ke belakang sebagai sweeper atau pembersih
jalan untuk mereka berkendara, agar tidak mengganggu laju kendaraan yang lain.
Alisa di tengah, karena dia satu satu nya cewek yang bawa motor sendiri, jadi
dia akan dijaga dari depan dan belakang. Di belakang alisa ada aan dan ridho
yang akan membuat portal saat nanti mereka akan menyebrang di setiap
persimpangan yang di lewati, mereka juga bergantian dengan ardi untuk membantu
kendaraan lain melaju. Awal nya semua berjalan baik baik saja, alisa juga
terlihat beberapa kali bercanda dengan mereka. Beberpa kali ikut bertukar tukar
posisi, sampai saat mereka lengah. Alisa menghilang dari barisan. Mereka segera
berhenti memastikan alisa tidak jauh tertinggal dari rombongan.
“bang, adek lo kemana ?” Tanya aan khawatir.
“gak di angkat telpon nya.” Jawab ali, wajah nya
pucat. Dia takut terjadi sesuatu dengan alisa.
“ada chat nih, alisa !” seru ridho tiba tiba.
[lo semua lanjut perjalanan aja ke sana. Gue udah
simpen sharelok alamat yang gue comot dari ridho. Gue pastiin kita menang
besok, untuk sekarang gue ada urusan dulu.] chat alisa langsung pada inti nya.
“telpon nya gak aktif. Dia juga gak online.” Kata
ali lesu. Akhir nya dengan berat hati, mereka melanjutkan perjalanan tanpa
alisa.
Di kamar penginapan tidak jauh dari tempat tinggal
alisa, alisa sedang merebahkan tubuhnya di kasur empuk dengan sprei putih.
“sorry, tapi gue janji, kita pasti
menang besok.” Batin nya, ia lalu memejamkan mata.
Kruyuk kruyuk !!
“ck, ah, laper lagi gue, kebiasaan nih perut jam
segini. Hadeuh… makan apa ya ?” gumam alisa. Ia lalu mengantongi dompet dan
ponsel nya, di saku jaket oversize nya. Karena terburu-buru ia tidak sengaja
menabrak pasangan yang sedang mabuk. “heh, pake mata dong kalo jalan !” seru
cewek dengan baju minim yang terbuka di bagian dada.
“maaf, mbak.” Alisa tersenyum kecut sambil meminta
maaf, ia memperhatikan gadis mabuk itu yang sedang merangkul lelaki paruh baya
mungkin seusia ayah nya.
“apa liat-liat ?!” sentak gadis itu lagi sambil
berlalu. Karena mabuk ia tidak menyadari bahwa gadis tomboy di depannya adalah
alisa. Saingan berat nya untuk mendapatkan hati ilham. Ya, wanita itu adalah
__ADS_1
anisa. Ia sedang melakukan “kerja
sampingan”untuk dapat cuan.