
Jam dinding menunjukan pukul 7.30 pagi, seperti biasa aku bersiap berangkat ke salon, sudah rutinitas ku setiap pagi aku akan pergi bekerja di salah satu salon kecantikan di kotaku,dan hari ini aku berangkat lebih awal dari biasanya karena akan ke kota B untuk menghadiri acara pembukaan cabang salon milikku,
Yaa...aku adalah owner dari salon kecantikan yang berada di kota A dan kini Alhamdulillah kami akan membuka cabang baru di kota B "Sayang cepatlah, perjalanan kita sedikit jauh" ucapku, melihat suamiku tak kunjung keluar, padahal kami harus segera berangkat.
Hari ini sangat cerah secerah suasana hatiku, mobil melaju menuju tempat acara di adakan,kami telah sampai di kota B,Di depan kami lampu merah menyala, kamipun berhenti sebentar, tiba-tiba sebuah sepeda motor melaju dengan kencang dari arah yang sama dengan kami dan menerobos lampu merah, Lalu
BRAKK..... "
"Di depan ada kecelakaan sayang, mas lihat dulu ya mungkin butuh pertolongan" ucap suamiku
Tanpa menunggu jawaban ku mas Dika pergi keluar dari mobil, aku hanya melihat dari dalam mobil, ada beberapa orang juga mengerumuni korban, lalu tiba-tiba ku lihat suamiku menggendong seorang korban sambil sedikit berlari ke mobil kami.
"Sayang kita ke rumah sakit dulu"
" Tapi mas"!
Ku lihat korban satu lagi di bawa dalam mobil di sebelah kami, aku pun menurut saja, hati nurani ku tak tega melihat korban yang sudah bersimbah darah.
Tiba di RS pasien langsung di tangani petugas,akupun teringat harus segera ke tempat acara.
__ADS_1
"Mas, kita sudah terlambat, ayo kita pergi"
"Sayang, bisakah mas tidak usah ikut dulu,, mas akan menyusul, nanti mas jelaskan"
DEG !
perasaanku terasa aneh, ada apa dengan mas dika " batinku.
Karena sudah sangat terlambat, akhirnya ku putuskan untuk segera pergi, meninggalkan mas dika di RS dengan sejuta pertanyaan di kepala.
Aku tiba di tempat acara dan segala sesuatu urusan ku di sini berlangsung lancar, mas dika tak kunjung datang hingga acaranya selesai.Hari sudah sore, akupun berniat untuk pulang, tapi mas dika masih di RS, tidak mungkin meninggalkan mas dika disini, akupun berinisiatif untuk menjemput mas dika di RS.
Dalam perjalanan aku mulai menerka-nerka mengapa mas dika lebih mementingkan tinggal di RS daripada ikut menemani ku, apakah orang asing yang di tolong nya lebih penting dari aku, bukan kah nanti pihak RS akan menghubungi keluarga korban, kenapa harus mas dika yang tinggal menemani.
Tiba di rumah sakit, pucuk di cinta ulam pun tiba, aku melihat mas dika sedang ke arah parkiran.
" Sayang "!
" Bagaimana urusan mas, sudah selesai? "tanyaku
" Kita pulang dulu sayang, sambil jalan mas jelaskan "!
Dalam perjalanan pulang, mas dika diam saja, gatal mulutku ingin bertanya, tapi aku ingin mas dika langsung menjelaskan tanpa ku tanya. tapi sudah setengah jalan kami di mobil mas dika tak kunjung buka suara.
"Mas "!
__ADS_1
" Ya sayang "
" Bagaimana kondisi korban kecelakaan tadi ?" tanyaku basa-basi.
" Alhamdulillah dia selamat sayang, dan sudah di tangani dokter, juga sudah ada keluarga yang menemani, tapi na'asnya suami nya meninggal sayang "jawab mas dika
" innalillahi wainnailaihi rajiu'n "
" Mas minta maaf ya sayang, tadi mas benar-benar panik, bahkan mas tidak sempat menyusul sayang "
" Hmm memang nya mas kenal ya dengan wanita itu " tanyaku lagi.
" Dia teman mas sayang, mas sudah lama tidak bertemu dia, jadi sayang pasti belum kenal teman mas yang ini " ucap mas dika sedikit gugup
" Ohh " jawab ku singkat
Kami tiba di rumah, aku langsung keluar dari mobil dan masuk ke rumah tanpa menunggu mas dika, penjelasan mas dika tidak membuat pikiran ku yang kacau menjadi lebih baik. Nyatanya ia lebih mementingkan wanita tadi daripada aku istrinya sendiri, benarkah itu hanya temannya mas dika. ah, aku lelah dan ingin beristirahat..
" Sayang marah sama mas "tanya suamiku
Peka juga dia" batinku.
" Tidak mas, aku lelah, aku ingin istirahat ".ucapku cuek.
Mas dika duduk di sampingku setelah membersihkan diri, diapun pasti kelelahan seharian di RS. lalu berbaring perlahan tanpa bertanya lagi apapun.
__ADS_1
Pagi hari aku sudah sibuk menyiapkan sarapan mas dika, lalu bersiap ke salon..
Mas dika sudah bangun sejak tadi, Usai kami melaksanakan shalat subuh berjamaah, aku langsung sibuk menyiapkan ini dan itu.