
Di dalam kamar dika sedang duduk termenung, mengingat kejadian tadi di rumah dewi, kesalahan ini sudah begitu fatal untuk di maafkan bila istrinya tau, ntah setan apa yang merasukinya, saat sadar dari pengaruh obat tidur yang di campur dewi dalam minuman nya, dika bukannya menolak rayuan dewi, malah terbawa suasana dan ikut membalas sentuhan dewi.
Lagi, setelah puas melakukan perbuatan haramnya, dika malah pergi begitu saja meninggalkan dewi yang masih telanjang di atas kasur.
krieett. .
Sang istri membuka pintu lalu masuk ke kamar,
"Mas " Nanda menyodorkan ponsel pada suaminya.
Dika meraih ponsel nya lalu ia melihat pesan yang telah di baca istrinya tadi. dika diam seribu bahasa tak tau reaksi apa yang harus ia tunjukkan.
" Siapa mas ? ".tanya Nanda dingin.
" Dewi ".jawab dika jujur.
Rasanya mengelak pun percuma, insting wanita itu tajam.
" Jelaskan mas, aku tak ingin lagi berprasangka sendiri, "ucap Nanda sarkas.
" Mas melakukan kesalahan besar sayang, mas menyakiti teman dan juga istri yang mas cintai "jawab dika.
" Langsung saja mas, jangan bertele-tele " Nanda mendelik tajam.
Dika lalu menceritakan awal mula dia ke rumah dewi hingga minuman yang di campur obat tidur oleh dewi, namun tentu ia tak bercerita bahwa ia ikut terlena bersenggama dengan mantan kekasihnya itu.
Nanda terduduk di lantai mendengar penuturan suaminya,tak lagi kuasa membendung air matanya, tangis Nanda pun pecah, ia memukul-mukul dadanya,ia tak bisa membayangkan wanita lain bersama suaminya apalagi sampai melakukan hal sejauh itu.
Kemarahan nya, rasa sakit nya,sudah memuncak, mengingat bagaimana suaminya yang sangat ia cintai bisa terjerumus hubungan haram dengan wanita lain,dika sudah berjanji tidak akan menemui dewi lagi,namun ia ingkar, itu saja sudah membuat Nanda sangat kecewa, apalagi sampai berzina.
" Mas tau mas salah, mas juga tau sayang mungkin tidak akan bisa memaafkan mas kali ini, tapi sayang mas tetap akan menunggu sampai sayang membuka pintu maaf untuk mas "dika buka suara.
Nanda bangkit lalu keluar dari kamar tanpa mengatakan sepatah kata pun.
...****************...
__ADS_1
Sudah dua bulan sejak hari itu. Setiap hari berlalu tanpa ada perubahan seperti roda yang berputar. Sikap dingin Nanda amat kentara. Hari ini sama seperti kemarin. begitu juga dua hari lalu. Rasa sakit nya pun masih sama, ntah kemana hubungan ini akan membawa mereka. Saat bertemu muka, nanda selalu memasang wajah tanpa ekspresi, dika beberapa mencoba bebaikan dengan istri namun sikap Nanda masih sedingin es.
Bzzt.. bzzt...
Mas, aku mau bicara berdua sama kamu, kita harus bertemu, penting ! .
Dika membuka pesan dari dewi.Tapi dika tak peduli, rumahtangga nya dengan Nanda kini lebih penting.
Dika menyibukkan diri di toko, menata barang- barang yang sebenarnya sudah rapi,sejenak dika melamun sampai sebuah tangan menyentuh pundaknya.
" Mas ".
Seketika lamunan dika buyar ketika melihat dewi berdiri di dekatnya.
" Kamu ngapain lagi kesini dewi ".dika terkejut.
" Mas, dewi mau ngomong, ini penting ", ucap dewi
" Katakan, tolong jangan berlama-lama disini " hardik dika.
" Apa? "dika syok bukan main.
" Iya mas, ini anak kamu mas"ucap dewi.
Dika terduduk, ia mengusap kasar wajahnya, perasaan nya kini bercampur aduk, masalah yang lalu belum selesai, masalah baru yang lebih besar datang menghampiri.
" Dewi, pulanglah dulu, kita bicarakan lagi nanti"ucap dika.
" Tapi mas", dewi menyela.
"Beri aku waktu untuk berpikir".tegas dika.
" Baiklah mas", dewi berlalu pergi.
Bagaimana caranya menyelesaikan masalah ini, semakin lama semakin kusut, batin dika.
__ADS_1
Dika menutup tokonya dan bergegas pergi,ujang izin sakit sudah 2 hari, jadi tak ada yang menjaga toko.
mau tak mau dika harus menghadapi masalah ini, dika akhirnya tiba di rumah dewi.
"Assalamu'alaikum", dika memberi salam.
" Waalaikumsalam, masuklah mas" jawab dewi .
"Minum dulu mas" tutur dewi.
dika melirik ke arah minuman nya, takut ada sesuatu lagi yang di campur kan dewi.
"Tenang aja mas, ga ada obat nya kok" timpal dewi.
"Dewi, "
"Ya mas"
"Aku sudah memutuskan, aku akan rawat anak itu" ucap dika serius.
Dewi tersenyum senang.
"Tentu saja mas, kita akan merawat anak kita" jawab dewi senang.
"Tidak Dewi, aku akan merawat anak itu dengan istri ku, Nanda " tegas dika.
"Apa maksud kamu mas, kamu harus menikahiku mas, lalu kita akan merawat buah cinta kita ".pungkas dewi
" Aku tidak bisa menikahimu dewi, apa yang terjadi ini adalah kesalahan mu, engkau yang memulai memberiku obat tidur dan juga obat perangsang, aku sudah tau hari itu kau juga memberiku obat laknat itu " sarkas dika.
Dewi tak lagi bisa mengelak. dewi hanya bisa menggerutukkan giginya karena merasa kesal tak bisa mengikat dika, dan memisahkan dia dari istrinya.
"Besok aku akan kembali, berkemas lah engkau akan pindah dari tempat ini ke tempat tak ada orang yang mengenali, perutmu akan semakin membesar, apa kata orang jika tau engkau mengandung sedangkan kau tak punya suami " sambung dika.
Lalu dika beranjak dari tempat duduknya dan pergi, dewi gagal merayu dika untuk menikahi nya.
__ADS_1