
"KOK BISA?" aku engak nyangka bahwa lukanya sampai separah itu
"tadi gw liat johan lari ke fakultas teknik , gw manggil dia tp dia engak nyaut perasaan gw gak enak gw ngejar johan , sampai tiba di kantin fakultas teknik dia dah ribut ama mantan lu yovi , gw mencoba melerai tp gw gx bisa bahkan anak-anak lain juga hasilnya sama aja , baru kali ini gw liat johan semarah itu gw gx tau apa yang terjadi hingga saat johan berteriak ke yovi untuk gx deketin pacarnya lagi atau bahkan nyakitin pacarnya lagi dari situ gw tau bahwa johan marah karna ada orang yang nyakitin seseorang yang berharga dalam hidup johan yaitu lu rina "
penjelasan erik membuat air mata aku kembali menetes , aku gx bisa saat melihat orang lain terluka karna aku
" setelah johan memperingati yovi untuk menjauh dari lu niat johan ingin pergi tp tiba-tiba yovi berdiri dan ambil pisau yang tergeletak di atas meja gw panik saat liat johan ketusuk di bahu bagian kanan ,beberapa orang mau bantu gw bawa johan tp mereka dilarang mendekat oleh yovi ...karna gw gx mau terjadi apa-apa ama sahabat gw akhirnya gw bawa johan sendiri kesini "lanjut erik dengan mata yang memerah , aku tau bagaimana perasaan seseorang saat melihat sahabatnya sendiri terluka didepan mata
aku nenangin erik sedang kan aku sendiri keadaan ku sedang kacau , aku berharap gx ada hal buruk yang terjadi
aku berdiri dari duduk
"erik gw titip johan ke lu , tolong jaga buat gw bilang ke dia gw ada urusan bentar " saat mau melangkah johan pegang pergelangan tangan aku
"mau kemana?"
__ADS_1
"gw bakal beri perhitungan ama orang yang udah nyakitin johan "
selepasnya aku pergi , tujuan pertama aku sekarang adalah rumah yovi satu-satunya tempat yang bisa aku kunjung i
depan rumah nya banyak montor-montor
"dari kapan dia suka naik montor?" batin ku
aku melangkah kan kaki kepintu utama , menekan bel dan menunggu untuk seseorang membukan pintu
"iya non cari siapa ?"seorang wanita agak tua membukan pintu yang aku rasa sepertinya pembantu yang ada di rumah yovi
"maaf bi, yovi nya ada?"
" ada non ...non mau cari den yovi?"
__ADS_1
" iya bi tolong panggilkan ya "
"iya non sebentar " bibi masuk kedalam dan aku menunggu diteras rumah
" non den yovi menyuruh non masuk katanya kalau gx didalem den yovi gx mau keluar"
aku mengaggu dan mengikuti bibi yovi masuk keruang tengah , sebelumnya aku dah berjanji gx akan pernah melangkahkan kaki lagi kesini tp sekarang aku disini , melangkah kesini lagi ada perasaan rindu yang tiba-tiba menyerang tempat ini yang dulu sering aku kunjung i tempat yang selalu rindukan
"wihhh sape ni yang dateng , cantik bener" kata salah satu pemuda di sana
ruang tengah yovi sekarang kayak kapal pecah minuman , asap rokok terasa menjadi hiasan disini , bau yang tak sedap mengaur keluar menusuk hidung
aku melihat sekeliling kira-kira ada 20 orang pemuda dan sudah pasti itu temannya yovi ,diantara semua pemuda 1 orang yang menjadi pusat perhatian ku dia sedang berbaring disofa dengan tangan yang menutup ke matanya
aku mendekat ke arahnya tak menghiraukan rayuan temen-temen nya yovi , sampai di depan yovi bau akohol yang pertama kali tercium
__ADS_1
" bangun , gw mau ngomong ma lu "