
Pagi ini sama seperti kemarin, tanpa tatap muka dia terus memberiku hadiah. namun hari ini tidak ada makanan, hanya satu kotak hadiah berisi voal.Bunda yang melihat hanya senyum-senyum saja tanpa meledek ku seperti kemarin.
Aku harus bertemu dengan nya, apa maksud nya dengan segala hadiah ini, bikin terbebani saja. batinku.
Pucuk di cinta ulam pun tiba, mas heru baru saja memasuki salon dan berjalan ke arah ruangan ini,aku panik setengah mati karena bunda lagi mantau salonnya ke ruangan spa.
Aku sendirian, bagaimana ini, batinku.
"Assalamu'alaikum "ucap mas heru.
"Waalaikumsalam " jawabku.
"Loh mir, kamu sendirian?" tanya mas heru.
"Ah, iya mas "
"Kamu sudah buka hadiahnya mir, suka engga? ".
" Ah, ini mas saya mau mengembalikan hadiahnya,karena rasanya ini terlalu berlebihan mas".
"Mira keberatan ya, kalau saya beri hadiah? ".
" Eh.. bukan begitu, hanya saja.. ".
" Terima lah. . tidak di pakai juga tidak apa-apa, maaf jika merasa terbebani, saya hanya ingin menyenangkan gadis yang saya sukai".ucap mas heru
"Tapi mas.. "
"Kalau mira merasa tidak nyaman, saya tidak akan melakukan nya lagi".sambung mas heru.
__ADS_1
"Baiklah mas, aku terima", jawabku .
" Saya tau ini mendadak,dan kita baru bertemu dua kali dengan hari ini,dan maaf sebelumnya saya sudah cari tau dan diam-diam memperhatikan mira".
"Eh, maksud mas heru.. ".
"Akhir pekan ini saya akan datang ke rumah mira bersama orangtua saya untuk melamar mira, menikahlah dengan saya", ucap mas heru jelas.
" Uhuk..yang benar saja,mas serius? ".
" Iya, saya serius lho".
"Mas maaf, bunda telfon, saya keluar dulu ya, assalamu'alaikum".
" Waalaikumsalam ".
Aku buru-buru keluar dari ruangan bunda menuju rooftop,wajahku terasa panas, aku tidak tau bagaimana harus berekspresi, pokoknya lari dulu ke tempat sepi buat menenangkan diri dan mencerna kejadian barusan.
Mas heru, aku bahkan tidak begitu mengenalnya bagaimana aku harus menyikapi lamarannya, namun hatiku seperti tidak menolak kehadirannya,bagaimana harus menyampaikan nya pada ayah dan bunda, aku malu sekali.
...****************...
Di rumah saat makan malam. . .
"Mas kapan mbok siti bakal ke sini ".
" Besok pagi sudah mulai masuk katanya bun", ucap dika.
"Oo kebetulan kamar untuk di tempati si mbok sudah di bersihkan tadi mas".
__ADS_1
" Iya mulai besok kita bisa fokus kerja saja, urusan kerjaan rumah sudah ada mbok siti ".
" Mas kita besok ada undangan kan, mira juga ikut kita ya".
"Boleh saja, asal mira nya mau ikut, gimana sayang kamu ikut? ",
" Hmm, Mira ke salon aja yah, bunda dan ayah pergi lah berdua ke tempat undangan, mira tidak begitu nyaman ke tempat-tempat yang ramai ".ucapku santun.
" Besok mira mau ke salon sendiri, tidak apa-apa? ".tanya bunda.
" Ngga apa-apa bun, jika di rumah saja mira akan bosan ".jawabku.
" Ya sudah bunda sama ayah gak masalah, asal mira senang ".sambung ayah menyudahi.
" Ayah bunda mira masuk kamar dulu ya".
"Ah, iya sayang, selamat istirahat ya ".
Keesokannya. . .
" Sayang ayuk ayah antar mira dulu ke salon dulu baru lanjut ke tempat undangan ".
" ga papa ayah, mira sudah pesan taxi".
"Oh.. ya sudah ayah dan bunda pergi dulu ya, mira baik-baik ya nak" kata ayah.
"iya ayah, nanti mira kabari kalau sudah di salon".
. . .
__ADS_1
Hari ini tidak ada hadiah. Gumamku.
Lho, kenapa aku malah kecewa padahal kemarin aku yang melarangnya.