
" tadi saya mencari kalung saya yang hilang ,itu kalung hadiah dari kakak saya ,kalung itu sangat berharga untuk ku ,maaf kak udah bikin kakak kuwatir " jawabku menunduk
" tunggu maksud mu kalung dengan liontin huruf?"
"iya dari mana kakak tau?" jawab ku kembali bertanya
"ini kan ?" menunjuk kan kalung berliontin haruf dan benar saja itu adalah kalung ku , aku terkejut saat kalung ku berada di tangan kak yovi dan aku juga senang kalung itu tidak jadi hilang
" iyh itu itu kalung saya " ku ambil kalung iku dari tangan kak yovi
"tadi saat saya berjalan untuk mencari mu saya menemukan kalung itu jadi saya membawanya"
"makasih ya kak , makasih banget " katamu sambil akan memasang kalung itu tapi sangat sulit memasang kalung sendiri
__ADS_1
" sini biar saya bantu " dia langsung mengambil kalung nya dan memasangkan ke leherku, saat dia sedang memasang kan kalung itu dia berkata kepadaku
" ingat perkataan saya ini , sepenting apa pun barang itu tapi kamu harus lebih mementingkan diri mu dulu ,coba kalo kalung ini jatuh ke jurang ,apa kamu tetap akan lompat kejurang untuk mengambil kalung ini dan nyawa mu jadi taruhan nya, entah siapapun yang memberi dan dengan cara apapun orang itu membelinya dia tidak akan marah jika barang pemberian nya hilang tampa kamu sengaja menghilangkannya dan sebaliknya dia akan sangat marah kalo kamu yang terluka sebab kalung ini, toh kalung ini pemberian kakak kamu juga kan percayalah dia tidak akan marah seandainya kalung ini hilang" nasehat nya panjang lebar , setelah memakaikan kalung kepadaku ,aku menghadap ke arah nya ,
"saya sangat menghargai barang pemberian orang lain apalagi orang itu membelinya dengan kerja keras , kamu benar kakak saya tidak akan marah ke saya tp di dalam hatinya mesti ada rasa kecewa dan saya tidak ingin kakak saya merasakan hal itu,
makasih , kakak udah tolongin aku dan makasih atas nasehat yang kakak ucapkan ke aku , aku akan terus ingat kata-kata itu "
"iya kak" jawab ku , aku dan kak yovi menelusur i hutan ber dua untuk kembali me lokasi perkemahan
saat berjalan agak lama kami pun bisa kembali ke perkemahaan dengan selamat, sampai sana semua teman-teman ku menghampiriku , sebagian besar pertanyaannya sama ,kamu nggak papa rin? itu pertanya an yang mereka ajukan padaku dan aku hanya menjawab , iya aku baik-baik saja ,
aku langsung di bawa ketenda untuk istirahat bukan nya istirahat aku malah sibuk memikirkan kejadian tadi di dekat sungai dengan kak yovi
__ADS_1
"kenapa dia bersikap seperti itu ke aku tadi , bukan nya dia benci aku , kenapa dia sangat kuwatir dengan ku ? ada apa ini , apa yang sebenar nya terjadi dengan nya " pemikiran itu terus datang di benak ku , tiba-tiba cika datang dengan riko dan alex
" rin lu mikir in ap ? "tanya riko mengaget kan ku
"ha ,enggak kok gue nggak mikirin apa-apa" jawab ku cepat
"eh bentar deh rin ,kenapa lu bisa tersesat dan kenapa lu bisa kembali dengan senior yang sok itu?" tanya alex too the poin ke aku
" gue tersesat karna kalung pememberian kakak ku ini hilang lalu gue mencarinya tadi, tapi sekarang sudah ketemu karna kak yovi yang udah nemuk in dan untuk pentanyaan kenapa gue bisa bareng dia karna dia yang udah nemuin gue , gitu ceritanya" jawab ku dengan menatap mereka satu persatu
" oalah gitu ya ceritanya ,oh yh rin lu nggak boleh lagi deket -deket ama tu senior resek, karna dia udah banyak bikin susah hidup lu, aku berfikir sejenak dengan perkataan alex dan perkataan kak yovi yang saling bersaut an lalu mulut ku menjawab dengan mengatakan "ya " tapi dalam hati ku beda, dalam hati ku aku tak ingin meninggalkan kak yovi , setelah kejadian itu kegiatan berjalan dengan lancar sampai waktunya untuk kembali ke sekolah
saat aku duduk dikursi bus tak kusangka kak yovi duduk di sebelah ku
__ADS_1