
Tak tahan dengan pemandangan di depan mata, aku berbalik pulang ke rumah, dengan wajah sembab penuh air mata, seluruh tubuh bergetar, aku merasakan seolah dunia ku runtuh.Mas dika ikut mengejar ku pulang.
" Sayang mas minta maaf ,mas bisa jelaskan ".
Aku tak mampu menjawab lagi, air mataku terus mengalir, kejadian tadi masih jelas terbayang jelas di mataku.
" Sayang dengarkan mas, itu tidak seperti yang sayang lihat, mas terpaksa " tegas mas dika.
" Kamu menikmati nya mas " ucapku terisak
" Aku lihat dan aku mendengar suara kalian bercumbu, penjelasan macam apa yang ingin mas katakan padaku, " ucapku sarkas.
"Dewi menjebak mas sayang, mas minta maaf karena terbuai rayuan dewi " ucap mas dika.
" Kamu sudah mengkhianati cinta kita mas, kamu berselingkuh dengan mantan kekasih mu dulu, dan aku melihat nya langsung " aku mendelik tajam
"selama ini aku diam dan tak ingin berprasangka padamu mas " ucapku lagi
" Selama ini, apa maksud nya sayang, mas tidak pernah berselingkuh, hari ini pun dewi datang katanya mau minta tolong, saat mas bertanya tiba-tiba dewi...
"Sudahlah mas, aku lelah, aku ingin istrahat " ucapku sendu.
__ADS_1
"Tapi sayang "
"Pergilah mas, aku sedang tidak ingin melihat wajahmu " ucapku
Mas dika pun berlalu pergi meninggalkan ku di kamar.
Di tempat lain. .
"Dewi mengapa masih disini, pulanglah, apa kamu lakukan hari ini sungguh tak pantas, padahal kamu masih dalam masa iddah " tegas dika
Dewi sejak tadi masih di toko, ia yakin dika pasti akan kembali ke toko, dan benar saja, dika kembali.
" Pulang lah dewi,aku tidak ingin menyakiti perasaan istri ku lagi, apa yang kau lakukan itu salah, namun aku juga salah karna sesat aku terbuai "ucap dika.
" Selama ini aku membantu mus murni karena niat ku membantu sesama teman, hubungan diantara kita sudah lama selesai, aku tidak ingin istriku salah paham, jadi kita tidak akan bertemu lagi " tegas dika lagi
" Tapi mas, dewi tidak punya siapa-siapa, tidak bisakah kita tetap berteman seperti beberapa saat terakhir ini "bujuk dewi.
" Maaf dewi, aku ingin menjaga perasaan istriku ".ucap dika serius.
" Baiklah mas, dewi minta maaf atas kelancangan dewi, dewi pergi dulu "ucap dewi sambil berlalu pergi.
__ADS_1
Dika terduduk di sofa ruangan istirahat nya sambil mengusap wajahnya dengan kasar, ia sesekali memijit pelipisnya.
Bagaimana caraku membujuk nya, istriku pasti membenciku sekarang, seandainya aku menolak kedatangan dewi ke toko, pasti hal ini takkan terjadi, batin dika.
**Sore hari**. .
"Assalamu'alaikum, mas pulang ".
" Waalaikumsalam "ucapku datar.
" Sayang, masih marah "? tanya mas dika.
" Aku tidak marah mas, aku benci, aku jijik dengan kelakuanmu mas " aku mendelik tajam
"Sungguh sayang, mas tidak berselingkuh, percayalah ".ucap mas dika
" Lalu bagaimana dengan sebulan belakang, kemana mas dika pergi, saat aku ke toko, selalu ujang sendiri yang berada di toko "? tanyaku penuh selidik.
DEG ! !
Bagaimana ini, kalau jujur istriku akan semakin salah paham, kalau berbohong, mungkin saja istriku sudah tau, tapi sengaja bertanya untuk mengetes ku,haruskah aku jujur,batinku resah.
__ADS_1