
-----SKIP-----
Paginya johan menjemputku , saat aku ingin turun aku mengecek penampilanku dahulu di cermin pakaian
"bekas gengaman nya belum hilang, gilak banget sampek biru gini "
gengaman yang terlalu kuat dari yovi semalem masih membekas sampai sekarang ,karna aku tak mau di tanya i macem-macem jadi aku menutupinya dengan jaket yang aku gunakan
setelah beres aku langsung turun kebawah menuju ruang tamu yang disana sudah ada johan yang sedang mengobrol dengan ayah
" pagi yah" sapa ku ke ayah
" pagi sayang"
" lah aku kok enggak di sapa ?" protes johan melihatku
"apa sih nggak usah ikut-ikut"
" sayang nggak boleh gitu sama pacar sendiri enggak baik"
tiba -tiba mama datang dari dapur membawa kotak bekal serta kopi yang tentu saja untuk ayah
__ADS_1
" iya ni mah ,rina ini sering KDRT sama aku ...jahat banget ma kayak macan betina yang lagi ngamuk "
aku melotot tajam kearahnya , ya mana terima kalau kita di sama in ama hewan , sebenarnya pagi ini aq tak mau marah-marah dulu tp kalau udah berhadapan ama pacar yang enggak ada akhlak kayak johan gini
" biarin lu nya dulu yang bikin gue naik darah , dah diem deh " kataku untuk membela diri
"ya udah sana berangkat nanti telat lagi " ucapan ayah menghentikan perdebatan kami
"ya udah deh yah kalau gitu kami berangkat dulu ,mah berangkat ya " pamit johan ke ayah dan mama sementara aku mengikuti apa yang johan lakukan
" iya nak johan hati-hati ya bawa montornya " kata mama dan memberikan kotak bekelnya padaku
"iya ma "bales johan agak teriak karna dia dah sampai pintu
" iya mah ,nanti johan cium aja rina nya kalau nakal lagi " aku memukul hlem yang johan kenakan supaya dia diem
setelahnya kita berangkat kesekolah , diperjalanan sampai kelas aku diem dan johan terus minta maaf kepadaku , padahal aku sendiri enggak marah kedia cuma pundung aja dikit
sampai ditempat duduk aku membuka jaket yang aku kenakan , saat jaket ku terlepas aku tak mendengar johan meminta maaf lagi , karna aku merasa sedang ditatap tajam jadi aku melihat kesamping ternyata ada johan yang sedan menatapku eh bukan ...bukan kepadaku tp lebih tepatnya kepergelangan tangan ku , aku mencoba menutup i nya dengan tangan satunya tp tak jadi karna johan menggegam tangan ku supaya tak menutupi
"kenapa?" suara johan yang dingin membuatku gugup setengah mati
__ADS_1
"e-enggak p-papa kok" jadi gagap tiba- tiba kan
" kenapa?" johan mengulang pertanyaan nya lagi
" jatoh "
" jangan bohong "tatapan johan semakin menajam , auranya sungguh menyeramkan saat johan pada mode seperti ini , jujur aku takut jika harus jujur tp aku pun tak bisa bohong karna johan sangat sulit jika harus dibohong i , karna situasinya enggak memungkinkan untuk berbohong jadi aku jujur
"kemarin aku keminimarket depan komplek aku ketemu yovi dia narik tangan aku sampe seperti ini" aku menunduk tak mau menatapnya
"bang**t apa yang dia bicarakan ke kamu?"
" di dia memintaku untuk kembali lagi menjadi pacar nya "
" anji** harus dikasih pelajaran orang nggak ada otak itu" lalu johan beranjak bangun sebelum dia pergi aku memegang tangan nya
"jangan pergi "
johan menatapku lekat
"kenapa?"
__ADS_1
"aku nggak mau kamu luka , aku nggak papa "
" iya kamu nggak papa tp aku nggak terima kalau ada orang yang udah nyakitin orang yang penting untuk ku "