
Sore hari, rintik hujan membasahi bumi, aku duduk sendiri di beranda menikmati secangkitr teh, sendiri saja tanpa mas dika di sampingku,sudah 9 bulan berlalu, kami masih perang dingin,tentu tak mudah untuk menjadi seperti dulu lagi, hati ku terluka amat dalam, setiap melihat mas dika aku terus terbayang hal-hal menyakitkan yang di lakukan mas dika dengan mantan kekasih nya itu.
"Assalamu'alaikum " mas dika pulang mengucap salam.
"Waalaikumsalam " jawabku.
Mas dika lantas duduk di sampingku, kulihat mas dika menggendong seorang bayi, mata ku menyipit heran.
"Anak siapa itu mas, mengapa membawa bayi ke sini" tanyaku.
"Ntahlah, mas juga tidak tau, tadi mas menutup toko dan melihat bayi ini tergeletak di depan toko dalam kardus, ntah siapa yang meninggal kannya" ucap mas dika sendu.
"Jadi mas bawa pulang? " tanya ku panik.
"Iya, mas tidak tega meninggalkan nya begitu saja, apa kembali kan saja ke tempat tadi ya!? ".tutur mas dika.
" Tidak mas, mana mungkin di letakkan kembali "sambung ku.
" Sayang, bolehkah kita adopsi saja anak ini, "tutur mas dika lagi.
__ADS_1
" Hah, mas mau adopsi anak itu, yakin mas?! "aku bertanya heran
pasalnya selama ini kami memang belum punya anak, tapi mas dika tidak pernah membicarakan soal anak.
" Iya sayang, hampir setahun mas tidak punya kesempatan bicara dengan sayang, tapi karena kedatangan anak ini sekarang sayang mau bicara dengan mas lagi" lirih mas dika.
Aku sebenarnya ragu akan diriku, mengasuh anak dari orang lain tidak lah mudah, tapi mungkin kehadiran anak ini bisa menjadi obat untuk hubungan ini.
"Baiklah, terserah mas saja" jawabku.
"Benar sayang, mas boleh adopsi bayi ini? " tanya mas dika girang.
"Terimakasih sayang, mas akan mengurus berkas-berkasnya".jawab mas dika sambil tersenyum.
Aku menatap lekat mas dika, Sesenang itukah mas dika karena seseorang anak. batinku.
...***************...
Akhir-akhir ini mas dika jadi sering tersenyum seperti dulu, aku pun mulai luluh, mungkin memang iya bahwa anak ini bisa menjadi obat dalam hubungan kami.
__ADS_1
Setiap hari mas dika membantu ku mengurus Amira,anak yang di bawa pulang mas dika tempo hari kami beri nama Amira, rasanya rumah ini menjadi hangat kembali hanya karena kehadiran Amira di tengah-tengah kehidupan kami.
Kini Amira sudah berusia 1 tahun, sudah lama waktu berlalu, Amira tumbuh dengan sehat, aku sudah jarang pergi keluar sejak adanya Amira, hanya sesekali aku keluar untuk memantau perkembangan salon ku. hubungan ku dengan mas dika pun berangsur membaik. ternyata kehadiran seorang anak bisa membawa perubahan sebesar ini.
"Mas, hari ini kita harus belanja,stok bahan makanan kita hampir habis", kataku.
" Baiklah, hari ini kita pergi belanja sekalian bawa Amira jalan-jalan" jawab mas dika.
Setelah bersiap, kami lekas berangkat.Tidak butuh waktu lama kita sampai di tempat tujuan.
"Mas tolong dorong troller Amira, aku mau pilih-pilih belanjaan", pintaku.
" Siap, mas akan jaga Amira, sayang belanja lah dengan nyaman ", ucap mas dika tersenyum.
" Ya udah aku kesana dulu ya mas", aku bergerak mencari barang yang di perlukan.
...****************...
Siap memilih-milih barang yang di perlukan, aku lanjut ke kasir untuk membayar, saat dalam antrian aku melihat mas dika dari kejauhan sedang berbincang dengan seorang wanita, namun posisi sang wanita membelakangi ku, aku tak bisa melihat wajah nya, hanya terlihat mas dika yang menggendong Amira, mas dika seperti sedang bertengkar, raut wajahnya terlihat lain.Aku merasa penasaran namun hanya bisa memperhatikan saja karena tidak mungkin aku keluar dari antrian.
__ADS_1
Ah.. nanti saja ku tanyakan pada mas dika. Batinku.