Cinta Membawa Luka

Cinta Membawa Luka
Pov dika


__ADS_3

      Setelah hari itu, aku mengurus kepindahan dewi, kucarikan kontrakan di tempat lain, aku juga mulai membiayai hidup dewi tanpa sepengetahuan istriku. Semua kulakukan semata karena empati ku sebagai sesama manusia, karena aku juga sudah lalai menjaga martabatku hingga perzinahan itu terjadi. Itu adalah bentuk pertanggungjawaban ku terhadap dewi, hanya sebatas membantu segala biaya dan kebutuhan hingga bayi itu lahir.


        Ku akui, hari dimana aku mengantar dewi ke RS dulu aku merasa sedih sekaligus senang karena kami bertemu lagi, perasaan ku bercampur aduk hingga sesaat aku terbuai dengan kenangan masalalu.


Adalah kesalahan ku karena dulu aku tak ikut menemani istriku malah menetap di Rs menemani mantan kekasih ku, kalau saja hari itu aku tidak menunggu dewi sadar kan diri maka kejadian ini takkan menimpa keluarga kecilku ini.


Bahkan setelah dewi keluar dari RS, aku datang menemuinya, karena kami sudah bertukar kontak, sangat mudah bagiku menemukan tempat tinggal dewi, Lagi-lagi aku terjebak kenangan masa lalu, aku dengan senang hati datang menemuinya, mendengar kan keluhannya, menghibur kesedihannya,aku berpikir kami bisa berteman lagi setelah sekian lama tak bertemu, walau tidak memiliki ikatan seperti dulu, tapi kami bisa sekedar berteman dan melihatnya sesekali cukup membuatku senang, bagaimanapun kami pernah menjalin cinta.Ntah mengapa aku senang bertemu dengan mantan kekasihku itu.


       Mungkin aku merasa jenuh dengan istriku karena kami sudah menikah bertahun-tahun namun belum juga di karuniai buah hati, sampai aku mencari kebahagiaan di tempat dewi, aku terus datang menemui dewi tanpa prasangka, tanpa tau bahwa dewi ingin memiliki ku kembali, dewi tak ingin hanya sekedar menjadi teman, ia ingin hubungan lebih, namun aku tak menyadarinya hingga hari ia datang ke toko saat itu, dan mencoba merayu ku.


Dewi beralasan ada yang ingin dia katakan, kali ini dewi yang datang memhampiriku ke toko, kebetulan aku sendiri yang menjaga toko, ujang sedang izin.

__ADS_1


"Mas ada yang mau aku bicarakan, bisakah kita bicara di tempat yang nyaman" ucap dewi.


"Disini hanya ada aku, bicaralah " ucapku.


" Keruangan itu saja mas, nanti kalau ada pembeli datang, kita tidak bisa leluasa mengobrol" jawab dewi.


"Baiklah " ucap ku tak curiga.


"Mas dewi rindu " bisik dewi manja.


aku kaget dan segera menepis tangan dewi.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan dewi" ucapku terheran.


"Dewi sudah cukup menahan nya mas,dewi rindu mas dika".ucap dewi.


" Kamu jangan begini dewi, aku sudah punya istri, kamu pun masih dalam masa iddah "tegas ku


Dewi tak menghiraukan perkataan ku


Lagi-lagi dewi bertindak di luar kendaliku, ia pindah duduk ke pangkuanku, lalu mencium ku dengan paksa, aku berusaha mendorongnya namun ia tak bergeming, ia tetap melakukan aksi nya hingga tangannya pun meraba-raba area sensitif ku, pertama memang aku tak mendorong nya dengan sekuat tenaga karena ku pikir dewi akan berhenti karena aku sudah menunjukan penolakan terhadap nya, sampai peristiwa ini di saksikan istriku barulah dewi melepaskan ku.


Aku yang bodoh karena tidak mendorongnya lepas dengan keras, aku yang bodoh karena takut jika ku dorong dengan kasar ia akan tersingggung atau terpelanting jatuh, nyata nya karena keegoisan ku menjaga perasaan dewi, aku sudah menyakiti hati istriku.

__ADS_1


Penyesalan memang datang belakangan, kini masalah datang bertubi-tubi karena kebodohanku sendiri, bagaiamana nanti setelah bayinya dewi lahir, bagaimana aku harus merawat nya, apa yang harus ku katakan pada istriku, sekarang saja hubungan kami sudah hampir seperti orang asing, bagaimana nanti aku menjelaskannya agar istriku mau menerima anak itu.


__ADS_2