Cinta Membawa Luka

Cinta Membawa Luka
Episode 16


__ADS_3

aku terharu saat melihat anak -anak itu , mereka sudah hidup tampa kedua orang tua mereka sejak kecil ,saat aku masih menangis kak rama mendekat dan berkata padaku


" dek kamu nggak papa?" tanyanya


"iya kak aku nggak papa, aku cuma terharu aja liat anak -anak kecil seperti ini hidup tampa kedua orang tua , pasti sangat sulit untuk mereka ya kak?" jawab ku dengan menyeka air mata ku dan ku paksakan bibir ku untuk tersenyum


"iyh kamu benar , sangat sulit untuk mereka, yh udah jangan nangis nanti mereka juga ikut nangis"


aku menjawab perkataan kakak hanya dengan anggukan kepala tanda setuju


Hari ini aku menghabiskan waktuku di panti asuhan dengan kak rama, disana aku membagi ceritaku dengan mereka ,memberi tau mereka tentang hidup menjadi orang dewasa dan berdongeng tentang kisah yang mama ceritakan padaku dulu ,


mereka tersenyum ,tertawa dan mereka terlihat bahagia mendengarkan nya ,tak jarang mereka bertanya tentang banyak hal yang tak mereka mengerti sebelumnya sementara kak rama memotret untuk dokumentasi pembuatan skripsi , aku senang berada di sana ,bukan hanya mereka yang belajar tapi aku disini juga belajar betapa beruntungnya aku masih memiliki keluarga yang lengkap .


sampai dirumah aku menceritakan kejadian tadi dengan mama dan ayah mereka tersenyum dan antusias mendengarkan ceritaku , setelah bercerita panjang lebar aku dan keluarga ku makan ,setelah makan aku kembali ke kamar untuk mandi dan aku langsung merebahkan tubuh ku ke kasur hingga terlelap tidur.

__ADS_1


2 minggu liburan aku menghabiskan waktu ku dengan keluarga , akhirnya hari ini tiba , hari pertama masuk sekolah setelah liburan yang panjang ,aku sekarang kelas 11 sma ,saat aku melewati parkiran montor terdengar seseorang memanggilku ,aku menoleh karna suara itu ternyata orang yang memanggil adalah kak yovi senior ku


" hai rin "sapa nya


"hai juga kak" jawab ku


" mau kekelas kan , bareng ya?" dia melangkah kedepan ku tampa tau reaksiku tentang ajakan nya barusan


"ayok"


"i iyah" aku tersadar saat dia menoleh ke belakang


"aku masuk dulu ya udah sampek ni" saat sudah tiba di depan kelas 12


"oh iyah silahkan " jawab ku , aku melangkah ke kelas ku sendiri ,sampai di kelas aku disambut tatapan tak menyenang kan dari ketiga teman ku

__ADS_1


"aduh firasat gue kenapa nggak enak ya ?" gumama ku pelan


"hai " sapa ku pada saat aku sudah di dekat mereka ,bukan nya menjawab sapaan ku tp mereka malah balik bertanya


" sama siapa lu tadi rin?" tatapan cika menginstrogasi ku


"gue... gue tadi sendiri kok nggak sama siapa -siapa"


jawab ku gugup


" alah nggak usah bohong deh lu rin , lu pacaran kan sama senior resek itu?" ucap alex yang tiba -tiba dan sukses membuatku terkejut


"lu tu apa-apaan sih gue itu nggak pacaran sama tu orang , gue tadi ketemu dia diparkiran ,jadi dia ngajak bareng udah itu aja , jangan ngomong kalo lu engak tau apa yang sebenernya terjadi "jawab ku ngegas karna aku tak ingin mereka tau yang sebenarnya soal perasaan ku tapi emang bener kalo aku engak pacaran sama kak yovi


"udah-udah kenapa kita jadi ribut sih cuma gara-gara si senior itu, kita tu baru masuk sekolah masak udah ribut aja sih" riko mencoba menengah i perdebatan diantara kami yang mulai memanas

__ADS_1


" denger ya rin gue nggak mau lu deket sama orang itu apa lagi pacaran ma dia , gue ngalarang lu itu karna gue takut lu disakitin ama dia" jelas cika , aku hanya diam mendengarkan ,


setelah cika selesai menjelaskan aku langsung duduk tak berkutik , aku tak memperhatikan pelajaran yang sedang berlangsung , aku terus memikirkan perkataan cika, aku merasakan sakit hati karna perasaan ku ke kak yovi mulai tumbuh sedang kan teman -teman ku melarangku " aku harus gimana" batin ku


__ADS_2