
sampai di lapangan kami langsung hormat bendera dibawah teriknya matahari yang sangat panas,
beberapa menit kami berdiri disana tak ada obrolan , tiba-tiba kepalaku terasa sakit dan mata ku berkunang -kunang sebenarnya aku udah sarapan pagi tadi tapi entah kenapa kepalaku sangat nyeri ,aku masih menahan agar aku tidak pingsan
"aduh gimana nih, kepalaku pusing banget kalo aku pingsan gimana" batin ku dalam hati , sampai pada saat aku tak bisa menahan nya lagi ,aku pingsan di lapangan
saat aku siuman aku sudah ada di rumah sakit dengan infus yang menancap di tangan ku entah siapa yang membawaku kesini ,
saat aku melihat sekitar tak ada orang selain aku diruangan itu,
tak berapa lama dokter datang dengan perawat
"atas nama rina maheswari ?"
" iya dok"
" saya akan mengecek kondisimu " kata dokter yang berdiri di dekat ku
" iya " aku bertanya pada dokter itu saat pemeriksaan berlangsung
" dokter maaf saya mau tanya tadi yang membawa saya kesini siapa ya ?"aku melihat wajah sang dokter
" tadi ada beberapa orang yang membawamu , sepertinya mereka temen kamu "jalas dokter , aku langsung bisa menebak siapa orang yang dokter itu maksud
"apa kamu akhir -akhir ini pusing yang berlebihan?" tanya dokter itu
__ADS_1
" nggak sih dok , cuma tadi saat saya menjalan kan hukuman saya di lapangan sekolah" jelas ku pada dokter yang memeriksaku
" ada yang aneh dikepalamu tapi saya tak bisa memastikan nya sekarang , sebaiknya kamu perbanyak istirahat kamu terlalu lelah dan makanlah makanan yang sehat misal sayur , biji-bijian dan ikan , itu untuk menambah energi mu, 2 bulan nanti kamu datang lagi ke sini saya ingin memeriksa apa yang aneh dikepala mu itu , kamu mengerti?"
" apa ada sesuatu dok ?"
" entah lah penyakit itu belum bisa dideteksi"
"apa saya akan baik-baik saja ?"
" semoga " pak dokter tersenyum kearah ku dan aku hanya membalas ucapan dokter dengan anggukan kepala
"dok lalu kapan saya boleh pulang ?"
" kita lihat perkembangannya dulu, jika kondisimu tak memungkinkan maka kamu harus rawat inap"
"iya , ya sudah saya pamit dulu, kalo nanti sakitnya datang lagi kamu panggil saya , okeee?"
"iya dok , makasih " pak dokter berjalan keluar ruangan ,setelah melewat i pintu
beberapa saat keluargaku masuk kedalam
" sayang rina kamu nggak papa mana yang sakit nak ?" mama masuk dan langsung memeluk ku
" ma aku nggak papa , kata dokter tidak ada yang harus di takutkan mama bisa nglepas pelukan nya nggak aku nggak bisa nafas ma" kata ku yang masih berada didekapan mamaku
__ADS_1
" mah tu anak nya kasihan jangan dipeluk erat banget " ayah bicara sambil mengangkat mama dari badan ku
"yah , mama kan kuwatir wajar lah mama peluk rina"
"iyh ayah tau , tapi biar in rina istirahat kita kemusollah dulu udah azan tu " ayah mencoba menenang kan mama dan mengajak nya untuk keluar ruangan ,
"kamu bener-bener nggak papa?" kak rama yang dari tadi diam akhirnya angkat bicara
"iyh kak aku nggak papa, dokter aja bilang gitu " jawabku pelan
"kalau kamu baik-baik saja kenapa kamu pucet banget ?" tanya kak rama sembari memperhatikan wajahku
"mungkin karna aku dari tadi belum makan kak, aku laper bangettttt beli in makan dong kak" aku merengek ke kakak ku agar dia mau ngebeli in makanan
"kan dirumah sakit udah disediak in makanan ,kamu tinggal makan itu" menyodorkan semangkok bubur yang ada diatas meja samping ranjang ku , sebelumnya suster yang memberikan nya kepada ku
"ih kak aku nggak mau , kakak kan tau kalau aku nggak suka bubur buatan rumah sakit , rasanya nggak enak kak" memang dari dulu aku nggak suka bubur yang berasal dari rumah sakit
"lha terus kamu mau nya apa?" tanya kak rama
" ayam penyet , hihihih" kata ku sambil tertawa kecil
"lah kamu kan masih sakit ya kalik kakak beli in kamu ayam penyet , ada -ada aja kamu ini, ya udah kakak beli in makanan tapi bukan ayam penyet ,okeee"
"hmmmm, ya udah deh kak , hihihi makasih kakak ku sayang " kak rama berjalan keluar untuk membeli makanan untuk ku
__ADS_1
saat kak rama pergi hampir 30 menitan , pintu kamar ku di ketuk dan aku menyuruhnya untuk masuk siapa pun itu orang nya