Cinta Membawa Luka

Cinta Membawa Luka
Mulai curiga


__ADS_3

Hari ini suasana hatiku mulai membaik, aku berpikir mungkin kemarin aku terlalu lelah jadi membuat aku berpikir macam-macam, nyatanya suami tetap penuh kasih sayang seperti biasanya, dan aku mulai tenang menjalani aktivitas ku lagi.


Siang hari aku kembali ke rumah, karena sebenarnya tidak ada pekerjaan juga di studio salon, aku hanya memantau saja, karena salon ku lumayan berkembang dan makin besar jadi aku tak lagi bekerja dan mempekerjakan beberapa karyawan profesional.


Aku sampai di rumah dan hendak turun dari mobil, tampak seorang wanita sedang berbincang dengan mas dika, dan seorang wanita lagi berdiri di belakangnya...


" Ada apa ini mas "tanyaku


" Ini temen mas yang kita tolong kemarin sayang, dan ini saudaranya" jawab suamiku


" Oh, salam kenal mba, saya Nanda istrinya mas dika "ucapku menyalami tangan keduanya


" Masuk dulu mba, siapa namanya "ucapku


" Saya Dewi mba dan ini Ratih saudara saya "


DEG !!


Aku tau salah satu mantan kekasih mas dika namanya dewi, dulu temannya mas dika pernah keceplosan nyebut namanya, apakah ini dewi mantan mas dika, atau..


" Masuk dulu yuk mba Dewi mba Ratih "ucapku mencoba tenang.


" Tidak apa mba, kami hendak pulang,kami kesini hanya ingin mengucapkan terimakasih karena sudah menolong Dewi "ucap mba Ratih


" Mari mas, mari mba, kami pamit dulu,assalamu'alaikum "ucap mba Ratih tergesa-gesa


" Waalaikumsalam " jawab ku


" Mas kok tamunya ga di ajak masuk ? "tanyaku


" Sudah Sayang, tadi sudah ngobrol di dalam "jawab suamiku


" Cepat sekali sembuhnya mba Dewi ya mas, alhamdulillah sudah jalan-jalan aja "sindirku,


Ntah mengapa aku tidak senang dengan kedatangan kedua wanita tadi.


" Hmm dia hanya luka ringan sayang, cuma lecet jadi cepat sembuh nya "jawab mas dika

__ADS_1


Aku masuk ke dalam di ikuti mas dika, aku meneguk segelas air putih lalu duduk di sofa, walau tidak melakukan apa-apa di salon, tapi ntah kenapa aku merasa lelah.


" Mas balik ke toko dulu ya sayang, tadi toko mas titipin sama ujang " ucap mas dika


" Iya mas "jawab ku


Lagi-lagi pikiran ku bergerilya kemana-mana, tapi aku tidak ingin memikirkan nya lagi.


Selama ini mas dika ngga pernah macam-macam,mungkin aku saja yang sedang sensitif.


Sebulan berlalu kehidupan kami tetap harmonis seperti biasa, mas dika juga tidak berubah, kami sering kali masih bercanda ria bersama, sungguh tak ada lagi nama Dewi mengusik pikiran ku.


" Sayang, mas berangkat ke toko ya " ucap mas dika mengecup keningku


" Iya mas, hati-hati " balas ku manja


Hari ini ingin rasanya aku di rumah saja, sudah sebulan ini aku lembur dari pagi sampai malam karena pelanggan yang sangat ramai, jadi aku ikut bekerja membantu para karyawan, itupun karena aku berusaha menyibukkan diri bekerja agar tidak banyak pikiran tentang Dewi.


Aku masak aja deh, lalu menyusul mas dika ke toko" pikirku


Toko kami hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumah, sehari-hari mas dika bekerja di toko kelontong kami yang lumayan besar, bisa di sebut seperti Minimarket.


" Ujang, bapak mana "? tanyaku tak melihat keberadaan suamiku di toko


" Bapak baru saja keluar buk "jawab ujang


" Kemana ujang " tanyaku lagi


" Ujang kurang tau buk, beberapa minggu ini bapak sering keluar buk "jawab ujang


" Oo ya udah ini buat kamu aja "ucap ku sambil menyodorkan bekal yang ku masak tadi


" Makasih buk " jawab ujang


" Iya, kamu jangan bilang bapak ya kalau saya kesini, saya pulang dulu "ucapku


" baik buk " jawab ujang

__ADS_1


Kemana mas dika, biasanya kalo kemana mana mas dika selalu bilang sama aku " batinku.


Aku menunggu mas dika pulang,sampai sore hari mas dika pulang seperti biasa, seperti jamnya dia pulang dari toko, aku tidak bertanya apapun berharap mas dika cerita tadi dia kemana apa acara apa.


tapi mas dika tak mengatakan apapun tentang kepergian nya yang kata ujang sudah seminggu terakhir mas dika sering keluar pergi dari toko baru kembali pada sore hari.


Esoknya. . .


drrtt,,, drrtt,,


Kulirik handphone mas dika bergetar di atas meja, UJANG CALLING "Syukurlah batinku, ntah kenapa aku merasa yang akan muncul nama Dewi.


" Assalamu'alaikum pak, hari ini ujang izin ya pak, ujang kurang sehat "kudengar suara ujang di seberang telepon.


" Oh, baiklah ujang, cepat sembuh "Jawab mas dika


" Kenapa ujang mas " tanyaku


" Sakit katanya sayang,mas sudah siap, mas berangkat ke toko ya sayang" jawab mas dika sambil mengecup keningku.


" iya mas,adek juga mau siap-siap dulu ke salon" aku salim cium tangan suamiku


Mas dika sudah berangkat ke toko 1 jam lalu, aku merasa penasaran dengan yang di katakan ujang, lalu bergegas aku pergi ke toko menyusul suamiku.


Ku lihat dari jauh toko kami masih buka, berarti hari ini mas dika nggak keluar, batinku.


Aku masuk ke toko, tapi tidak tampak keberadaan mas dika, mungkin di ruang istirahat nya, aku terus berjalan hingga aku mendengar suara yang cukup mengganggu telinga ku.


" Hmmp "


"Hmmp "


"Dewi, ini masih pagi, kita tidak bisa melakukan ini di sini"


DEG !!


Aku membuka pintu dan melihat seorang wanita yang di panggil dewi duduk di pangkuan mas dika sambil berciuman.

__ADS_1


Lututku lemas tak berdaya, ingin rasanya aku berteriak namun suara ku seperti tertahan.


" Mas, kamu mengkhianati aku mas " ucapku lirih


__ADS_2