
Esoknya heru datang lagi, setelah kemarin bertemu saat ia ikut menemani mamanya di salon.
Namanya heru hardianta...
Yang ku tau dia adalah anak dari temannya bunda, dan lagi heru cukup populer, sekali lihat saja sudah tau karena Karyawan-karyawan bunda terus saja bisik-bisik membicarakan heru.
Apalagi heru masih muda, mapan juga (uhuk) tampan.
Aku melihat nya dari balik ruangan bunda yang berdinding kaca, tampaknya sedang mengobrol dengan salah satu staf bunda.
Ah.. untuk apa pula aku memperhatikan nya. batinku.
Aku kembali menyibukkan diri melihat-lihat majalah.
"Assalamu'alaikum buk"
"Waalaikumsalam, ada apa put", tanya bunda".
" Anu buk,ini ada titipan buat teh mira".jawab mba Putri.
"Loh, dari siapa put ", tanya bunda lagi.
" Itu buk, anak langganan kita bu risma yang sering kesini, mas heru ", sambung mba Putri.
Aku kaget,ketika melihat ke arah mas heru dia mengangguk ke arah ku.
" Ya udah makasih ya put", ibu menyudahi pertanyaan.
"Mari buk ",
" iya put".
__ADS_1
"Wah, baru kemarin ketemu udah perhatian aja, ternyata heru naksir kamu mir ", bunda sengaja meledek ku.
" Apasih bun, mungkin mau ngasih ke bunda, mba putrinya salah kali ".
Aku malu setengah mati, karena baru kali ini aku mengenal seorang lelaki dan berdebar.
" Kenapa sayang, mukamu merah lho, demam "?.
Bunda terus saja menggodaku.
Aku buka bingkisannya ternyata donat.
" Bun, tau darimana orangnya kalo mira suka donat ".
" Lha, yang paling deket tempat kita kan toko donat di depan mir, ga pa pa sayang bunda dukung kok, semangat anak muda, he he",bunda tambah menjadi-jadi.
Besoknya. .
"Jangan lupa di makan ya"
"Bunda kan juga baru sampek mir, mungkin punya staf kali ".
Sejak kemarin, setiap hari aku ikut bunda ke salon,aku enggak betah di rumah sendirian.
" Mba putri, sini deh ".
" Iya mba, ada apa ya ".tanya mba Putri.
" Ini kotak bekal punya siapa mba ", tanyaku.
" Oh, itu tadi mas heru nitip, buat mba mira katanya, jadi saya letakkan di ruangan ibuk", jawab mba mira.
__ADS_1
"Oh ya udah mba put, makasih ya".
" Sama-sama mba".
Mba Putri berlalu pergi melanjutkan pekerjaan nya.
Kalau gini terus lama-lama aku luluh beneran. Batinku.
"Bun ini si mas ngasih ginian tiap hari maksudnya apa,senang sih, tapi kalo gini terus diet ku gagal bun ".
"Terima aja sayang, kalo ga mau biar bunda yang makan sini ".
" Damai-damai deh bun, kita makan berdua ", tutur ku manja.
...****************...
Malam hari. .
" Mas, tak terasa anak kita sudah dewasa ya", tutur ku.
"Iya sayang,sekarang anak kita sudah menjadi gadis soleha yang cantik kayak kamu", goda mas dika.
" Aku serius lho mas".
"Mas ga becanda sayang, yang mas bilang kenyataan".
"Kayaknya bentar lagi, anak gadis soleha mas dika itu bakal ninggalin kita lagi deh mas", sambung ku.
" Maksudnya apa sayang, mira mau lanjut S2 ya",tanya mas dika serius.
"Bukan lho mas, mira kan sudah besar mas, mungkin nanti mira menemukan tambatan hatinya lalu menikah, kita jadi tinggal berdua aja dong mas".ucapku sedikit merajuk.
__ADS_1
" Udahlah sayang jangan di jadikan beban pikiran, toh anak gadis kita itu selama ini bahkan tidak punya teman lelaki, kalo mau menikah sepertinya masih jauh".jawab mas dika menenangkan.