
18 februari '99
Empat hari aku tidak melihatnya, Entah khay kemana, mungkin dia lagi nangis dikamar , Tapi jika dipikir aku keterlaluan juga maki maki dia. tapi aku sudah menyiapkan kejutan ulang tahun buat dia ,kurang lebih 2 minggu lagi
3 maret '99
Aku beri kejutan kecil sebagai permintaan maafku, aku bawakan kue tart bentuk hati dan setangkai mawar merah,
"Selamat ulang tahun " aku memberi ucapan tepat didepan pintu rumahnya yang saat itu dia sedang nonton televisi.
5 mei `99
Aku mau ngerjain khay dengan cara aku kasih dia payung yang didalamnya ada bunga, terus aku "tembak " dia,
jreeeng setelah dia terima aku akan bilang "emang enak gue kerjain hehe pasti seru kan romantis gimana gitu"
Hari itupun tiba rencanaku berjalan mulus dengan wajah yang meyakinkan ,
Bunga itu berjatuhan bersamaan ketika dia membuka payung, dan aku mulai berlutut didepannya.
" kamu mau ngak jadi pacarku" tanyaku pada khay dalam hati, geli sih pengen tertawa
"Ya aku mau" jawab khay
Setelah itu aku tertawa terbahak bahak
"gila ya kamu percaya sama aku"
seketika itu dia diam lalu pergi menahan air mata
"Kamu jahat" kata khay sambil berlari kencang.
Itu lha kali terakhir aku berjumpa dengannya,
Selang beberapa hari kemudian aku melihat didepan rumahnya ada taxi dan tas koper besar, ternyata Khay pergi meningalkanku, meningalkan kesalahan yang tanpa maaf.
7 juni 2000
Setahun lamanya Khay pergi tanpa kabar, disini hanya ada aku dan kenangan.
__ADS_1
Tapi untuk kaliini aku juga harus meningalkan kota ini aku harus pergi ke kalimantan untuk bekerja entah sampai kapan.
ketika aku kehilangan dia baru aku sadar bahwa aku mencintainya .
Tulisnya dibuku diary itu"
***
Tliliit tililit tlilit bunyi ringtone hand phoneku ternyata dari rumah sakit
"Hallo dengan bu amy, kami dari rumah sakit bisa datang kesini bu ada yang ingin kami bicarakan"kata salah satu staff
"Ya saya akan kesana,segera, tapi saya ada disurabaya" jawabku
"Ya bu kami tunggu terima kasih"
Aku bergegas pergi dari kamar mas aryo dan berpamitan,
"mas bimo aku pulang ya mas,ada telphon dari rumah sakit" kataku berpamitan pada mas bimo
"ya am, hati hati dijalan" jawab mas bimo.
Setibanya aku dirumah sakit,dokter menyatakan bahwa suamiku koma.
"Suami anda mengalami koma" kata dokter yang menangani suamiku
"Kami tidak bisa memprediksi, itu semua tergantung individu masing - masing ada yang bulanan ada pula yang tahunan" kata dokter memberi penjelasan.
Aku lalu memberi kabar kepada keluarganya mereka semua sedih, hampir setiap hari kita bergantian jaga hingga 5 bulan lamanya, mas aryo tak bergeming dan tidak menunjukan tanda - tanda apapun.
Akhirnya aku harus memutuskan satu hal, aku meminta persetujuan keluarga mas aryo untuk mencari Khay,
"Waktu saya mencari berkas tidak sengaja menemukan buku diary ini, dan disini tertulis nama Khay, apakah ibu tahu?" tanyaku pada ibunya
"Ya khay adalah tetangga kami, mereka berteman" kata ibunya mas aryo
"ndak bu, mereka lebih dari teman ,mereka saling mencintai, saya ingin mencari Khay bagai mana pendapat ibu??" katakumeminta pendapat ibu mas aryo,
"ndak... ndak ibu ndak setuju, Kamu sudah gila, mau menghancurkan rumah tanggamu?? lagian Khay juga sudah berkeluarga, kamu mau menghancurkan rumah tangga orang" kata ibu mas aryo menolaknya,
"am, kamu sudah gila ya" kata mas bimo
"Ndak saya ndak gila, ini demi kesembuhan, mas aryo ,percaya sama aku" kataku meyakinkan mereka.
__ADS_1
Akhirnya aku beranikan diri mencari info tentang Khay, dari telphon sampai alamat dia tingal.
Akupun pergi kejakarta menemuinya,dan tibalah aku dirumahnya
"Dengan khay?? "tanyaku
"Ya, siapa anda??" tanya khay
"Saya amy aisha, Istri dari aryo" kataku memperkenlkan diri, diapun kaget mendengar itu
"Aryo?? ada apa ya anda menemui saya jauh - jauh" tanyanya
"Aryo sakit dia mengalami kecelakaan dan koma, kami sekeluarga sudah berusaha,tapi nihil, jalan satu - satunya adalah kamu, seseorang yang pernah ada dihidupnya dan hatinya, aryo mencintai kamu, kita ndak akan pernah tahu dan siapa tahu ini adalah saat terakhirnya aryo dan kamu orang terakhir yang ingin aryo temui, aku mohon khay bantu aku" pintaku pada khay
"Aku gak bisa ambil keputusan sekarang aku punya suami, akan aku bicarakan dengan suamiku terlebih dahulu" jawab khay
"Kalau begitu aku pamit, dan aku tunggu kabar selanjutnya" pamitku pada khay.
Tiga bulan tidak ada kabar dari khay, sedangkan infus dan selang oksigen masih terpasang ditubuh mas aryo, dokter sudah pasrah, hanya keajaiban yang bisa menyembukkannya.
Khay tiba - tiba menelphonku bertanya dimana mas aryo dirawat, setibanya khay di rumah sakit aku tunjukan kondisi mas aryo dan aku memberikan buku diary itu.
Khay meneteskan air mata, dan dia meminta masuk keruangan itu.
"Hay aryo, apakabar??" sapa khay pada mas aryo dan menyentuh tanganya,dan mencium keningnya, Rasanya hatiku bagai disayat melihatnya,aku cemburu ya aku cemburu dengan kecupan mesra itu
"Aku kangen kamu aryo"bisik khay pada telinga mas aryo.
Dan keajaiban itu terjadi tangan mas aryo bergerak menunjukan reaksi, lalu khay membelai kepalanya mencium tangannya
"Bangun yo, aku janji gak bakal pergi lagi, dan gak akan tingalkan kamu, asal kamu bagun" kata khay memcoba membagukan mas aryo, khay menyalakan mp3 lagu itu adalah lagu favorid mereka, lagu sheila on 7
"anugrah indah yang pernah kumiliki"
Perlahan mata itu terbuka,dan senyumpun mengembang dibibir mas aryo,ya.. mas aryo telah sadar dari komanya, dan kata pertama yang terucap adalah "Khay",
Aku menyampingkan rasa cemburuku,demi rasa bahagiaku melihat suamiku tersadar,
dan parahnya lagi suamiku dia tidak ingat siapa aku,
"Suami anda mengalami amnesia, yang dia ingat adalah teman nya ingatanya terhenti di 20tahun kalu" kata dokter memberi tahu kondisi mas aryo,
"Kira - kira sampai berapa lama dok?" tanyaku
__ADS_1
"sekalilagi kami mohon maaf,saya pribadi tidak tahu itu tergantung orang sekitarnya,tapi ingatan itu tidak bisa dipaksakan biar dia ada dengan sendirinya, yang terpenting anda harus menjaga kesehatan mentalnya." kata dokter memberi penjelasan.
Aku hanya diam dan berharap agar bisa kembali normal seperti dulu.