
Sekembalinya aku dari Bandara, Aku menuju rumah sakit, Aku melihat Mas Aryo sudah bisa duduk bersandar di ranjang rumah sakit.
Dari kejauhan aku melihatnya, Aku beranikan diri mendekat selangkah demi selangkah, Walau ragu menyelimuti hatiku,
Aku tahu dia akan bertanya tentang Khay tapi aku harus kuatkan hatiku demi senyum diwajahnya, Walau hatiku tersayat cemburu.
"Khay kemana mbak?" tanya mas aryo
"hmm.. khay pulang kejakarta mas" jawabku
"Kok dia gak pamit sama saya mbak??" tanyanya heran
"Tadi mau pamit tapi mas aryo masih tidur, Dan mbak Khay buru - buru" jawabku,
Dadaku semakin sesak melihat mas aryo suamiku yang tak mengenali aku.
"Mas saya mau pergi pulang sebentar, mau antarin cucian kotor, ini handphone kalau ada apa - apa mas telphon saya ya." kataku sambil memberikan handphone.
"Ya, tapi jangan lama - lama ya saya gak ada temannya" katanya mengingatkan aku.
Sesampainya dirumah aku beberes dan mencuci,lalu memasak, kira - kira 3 jam lamanya aku meninggalkan mas aryo, Lalu aku bergegas kembali kerumah sakit, Setibanya disana aku langsung masuk kamar mas aryo aku melihat mas aryo sedih, Matanya sembab.
"Khay bohongin aku mbak, dia sudah menikah" tiba - tiba dia berbicara seperti itu
"Mas aryo tahu dari mana??" tanyaku
"Dari Facebook" jawabnya
Aku lupa menghapus aplikasi facebook dihapenya,
"Saya buka, terus saya ketik namanya Khayla Puteri lalu muncul photonya, Dengan dua orang anak dan seorang pria, mereka menikah 10 tahun lalu, Apa yang terjadi sama saya sebenarnya tolong jelaskan" katanya sambil menanyakan keadaan yang sebenarnya.
"Mas aryo mengalami kecelakaan,dan sempat koma, lalu hilang ingatan, dan saya istri mas aryo" kataku menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Apa?? ini gak mungkin" mas aryo seakan tak percaya.
Aku ceritakan kejadian demi kejadian mulai dari dia kecelakaan samoai aku susah payah mencari khay, ya semuanya, Diapun menangis dipelukanku
"Maafkan saya, Pasti kamu berat melakukannya, tapi aku berterimakasih sama kamu, mau dan rela berkorban buat saya" tangisnya dipelukkanu
"Ya, mas ngak apa -apa, Asal kamu bahagia aku rela berkorban apa saja buat kamu" kataku kepadanya sambil mengusap air matanya
"Ok, mulai sekarang kita buka lembaran baru, dengan ingatan yang baru" ucapmas aryo mencoba merdahkan air matanya dengan senyumannya.
Keesokan harinya dokter menyatakan bahwa mas aryo boleh dibawa pulang, kami pun pulang, membawa cerita baru di kehidupan kami.
"Mas bagaimana kalau besok kita ke surabaya nemuin ibu mas??, pasti ibu bahagia lihat mas sudah sembuh!!!" tanyaku
"Boleh juga, lusa kita ke surabaya" jawabnya
Sesampainya di surabaya ibu mas aryo tersenyum menyambut kita kelihatan mereka semua bahagia, tetanggapun juga menyambut kedatangan kami.
"Boleh juga bu" jawabku.
Besoknya syukuran itupun terlaksana dengan lancar, tidak lama berselang ada mobil ford fiesta berhenti dirumah nomer 10 rumah Khay,
"We iku khey balik nak suroboyo, lha dalah due mobil barang cah kui (itu khay, kembali ke surabaya,wah punya mobil juga anak itu) " kata tetangga disebelah rumah kami
"Yo, iyo lha neg wong bojoe kwi kerjoe neng pertamina dadi direktur kok (ya,iya lha mbak suaminya itu kerja dipertamina jadi direktu)" sahut tetangga yang satunya,
Terlihat khay bersama suaminya turun dari mobil dan dua anaknya mereka bahagia disambut kerluarganya,
Keesokan harinya ibu - ibu tetangga pada ngerumpi di gerobak tukang sayur
" hey bu, khay balik katanya suaminya ditugasin disurabaya tapi khay ngak mau tingal disini" kata bu sum penjual sayur,
"lha kok bisa ya bu gak maukan kasihan ibunya sendirian disini?" kata bu tatik.
__ADS_1
Ah sudahlah aku ngak mau pusing dengan kata - kata ibu - ibu tukang gosip, lalu aku masuk rumah
"amy tolong belikan ibu obat ke apotik ya obat ibu habis" kata ibu mertuaku dari balik pintu kamar.
Aku pun pergi tapi yang tak ku sangka aku menemukan mas aryo dan khay ditaman depan perumahan mereka terlihat berbicara dan tertawa bersama dua anak khay.
"Mas, kemarin kamu bilang kita mau memulai hidup baru?? Sekarang kamu sudah lain lagi" kataku dalam hati.
** Sementara itu yang ada ditaman
"Maafin aku ya khay jaman dulu yang masih bandel - bandelnya" kata aryo
"Ya, aku sudah maafin, kalau aku gak maafin mana mungkin aku datang paskamu lagi sakit" kata khay sambil tertawa
"Oh ...iya ya mana mungkin ya" kata aryo kata aryo tertawa malu.
"Yang lalu biar berlalu, kita hidup bukan untuk masalalu, apapun yang ada atau yang terjadi pada kita dulu adalah bagian dari masa lalu " kata khay sambil tersenyum
" Aku ngak tahu harus berterimakasih seperti apa sama kamu"kata aryo
"Bukan sama aku tapi sama istri kamu yang rela jauh - jauh menemui aku, hanya untuk kamu, demi kamu dia relah melakukan semua, istri kamu hebat banget, jarang ada wanita seperti dia, aku sendiri gak akan pernah bisa dan sanggup melihat suamiku dengan wanita lain" kata khay memuji istri aryo.
"Dia berharga, jangan pernah kamu sia - siakan demi apapun, karena belum tentu kamu mendapatkan seseorang sebaik dia dan jaga dia baik - baik" kata Khay berdiri dan meningalkan aryo.
(7 tujuh langka dari aryo berdiri aryo memanggil)
"Khay aku mau tanya satu hal" kata aryo
"Apa" sahut khay yang membelakangi aryo
"Kamu masih suka gak sama aku atau benci??" tanya aryo, khay hanya menoleh dan tersenyum.
bersambung...
__ADS_1