Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik

Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik
Bab 10


__ADS_3

Hari senin pagi Roy kembali ke dalam rutinitas pekerjaannya sehari-hari di Kantornya, Roy pun berbincang dengan teman kerja satu ruangannya.


"Pak Roy", ucap Roni


"Eh Pak Roni".


"Gimana pak liburannya?", tanya Roni


"Biasa lah pak dirumah saja, dan paling pergi ke Mall pak nonton jika bosan, klo orang bujang seperti saya", jawab Roy.


"Saya hari sabtu malam ke Mall juga loh pak!", ucap Roni


"Oh iya pak", ucap Roy.


"Ya, sebetulnya saya mau menyapa pak Roy, tetapi tidak enak, pak Roy sepertinya sedang dengan pasangannya, tetapi Sepertinya saya kenal wanita itu, wajahnya itu loh tidak asing, saya pernah lihat dia dimana ya?", ucap Roni sambil menggaruk garuk kepala.


"Ah...salah lihat kali pak Roni, kan saya belum punya pacar pak Roni".


"Masa saya salah lihat, pak Roy habis nonton bioskop kan malam minggu?, saya liat Pak Roy keluar dari pintu bioskop bersama seorang wanita".


"Waduh, itu Kan mba Dewi!", ucap Roy berbicara dalam hatinya.


Akhirnya Roy pun menjelaskan kejadian sebenarnya.


"Itu hanya teman pak Roni, mba Dewi namanya, dia bekerja kantor ini juga bagian promosi!".


"Oh pantas saja perasaan wajahnya tidak asing, seperti pernah melihatnya, ternyata satu kantor toh sama kita".


"Cantik loh orangnya mas Roy".


"Sudah dekati saja mba Dewi mas Roy", ucap Roni.


"Ah...pak Roni ini, bisa saja".


"Klo saya yang sudah dekat begitu, langsung saya nyatakan suka, cinta atau apalah bahasanya untuk mendapatkanya", ucap Roni.


"Itu masalah hati kan pak Roni, susah dimengerti dan sulit ditebak arahnya", ucap Roy.


"Ah, pak Roy ini suka menyia-nyiakan kesempatan yang sudah di depan mata".


"Kenapa-kenapa, ada apa ini pak Roni, perbincangannya sepertinya seru sekali dengan Pak Roy?", tanya Bobi.


"Ini loh, saya melihat pak Roy dan mba Dewi, jalan bareng di malam minggu", ucap Roni.


"Oh..!Ha..ha..ha..", pak bobi pun tertawa.


"Mba Dewi pegawai bagian promosi di kantor kita kan, ucap Fajri mengikuti obrolan.


"Iya pak, hanya sekedar berteman saja kok", ucap Roy.


"Sudahlah pak Roy ayo kapan lagi, bagian promosi itu orangnya cantik-cantik loh, klo ga salah mba Dewi itu masih lajang juga" ucap Fajri.


"Pak Roy masih punya kesempatan besar", ucap Roni.


"Kita dukung ya pak Roy dengan mba Dewi", ucap pak Bobi.


"Ya pasti harus kita dukung, klo itu suatu hal kebaikan", ucap Roni dan Fajri.


"Mana ini yang bapak sudah berkeluarga, Mas zulmi suaranya?".


"Siap!


"Saya dukung Pak Roy dengan mba Reni!"


"Salah pak Zulmi bukan mba Reni, tapi Mba Dewi!", ucap Roni.

__ADS_1


Ketauan pak zulmi tidak mengikuti obrolan mereka. Lalu mereka pun tertawa, sementara Roy hanya bisa tersipu malu.


"Nanti sebaiknya jam istirahat temui mba dewi di ruangannya, ajak makan siang bareng", ucap Roni


"Biasanya mba Dewi itu makan siang sama teman-temanya Pak".


"Makannya dari itu kamu ajak duluan lah pak Roy".


Akhirnya Roy pun terpengaruh mengikuti saran teman seruangannya.


"Ok lah pak, nanti saya coba ajak makan siang mba Dewi", ucap Roy.


"Gitu donk pak Roy mantap"


"Pendekatan dahulu", ucap Roni.


"Kalau cocok, ya lanjut pak Roy".


"Ayo kerja dulu ayo..ayo.., ngobrol saja dari tadi" sahut pak Zulmi.


Akhirnya mereka pun melanjutkan pekerjaannya masing-masing di meja kerjanya.


Ternyata mba Reni dan Lina mendengar obrolan bapak-bapak itu.


"Pak Roy benar sedang dekat dengan mba dewi?, mba dewi itu cantik loh pak Roy kan teman kita juga", ucap reni dan lina.


"Hanya teman mba!", ucap roy dengan nada gugup.


"Hi..hi..hi..", Reni dan Lina tertawa.


"Aduh...jadi pada tau semua ini teman-teman kerja di ruangan", ucap Roy dalam hati.


Akhirnya pun Roy bekerja di mejanya kurang berkonsentrasi karena memikirkan hal tersebut.


"Jam makan siang", Ucap Bobi.


"Ayo kita, ke kantin istrirahat". Ucap zulmi


"Untuk pak Roy jangan lupa ya, samperin Mba Dewi". Kata mas Roni


"Iya betul pak Roy" kata Fajri


"Kami duluan ya pak Roy, kami dukung dengan doa dari belakang", ucap bapak-bapak".


"Siap pak!", ucap Roy.


Roy pun memberanikan diri untuk bertemu dengan Dewi di ruangan bagian promosi di lantai 2.


Sampailah Roy di ruangan bagian Promosi, ternyata ruangan tersebut lebih besar di bandingkan ruangan tempat Roy bekerja dan banyak pegawai wanitanya di banding dengan laki-laki.


"Betul kata bapak-bapak ternyata pegawai wanita di bagian promosi cantik-cantik semua", ucap Roy dalam hati.


"Maaf Pak mencari siapa?", ucap salah satu pegawai wanita di ruangan tersebut.


"Ada mba Dewi di ruangan?", ucap Roy.


"Oh mencari mba Dewi! mari saya antarkan ke mejanya ya".


"terimakasih mba", ucap Roy.


Roy pun mengikuti arahan mba itu untuk menuju meja mba Mba Dewi.


"Ini loh mejanya mba Dewi".


"Dewi ada yang nyari tuh", ucap pegawai wanita itu.

__ADS_1


Dewi pun menoleh melihat Roy yang menatap Dewi dengan gugup.


"Mba Dewi", ucap Roy menyapa.


"Eh...Mas Roy, Mas Roy cari aku", ucap Dewi.


"Iya, mba Dewi".


"Ada apa toh mas Roy nyari mba Dewi? ", ucap Indah dan Suci sambil tersenyum.


Ternyata meja kerja Indah dan Suci berdekatan di sebelah meja Dewi.


"Aduh....kacau ini", ucap Roy dalam hati.


Semakin tambah gugup saja tingkah Roy karena ada mba Indah dan Suci juga di situ.


"Mas Roy ada apa cari mba Dewi?, ko Indah sama Suci ga di cariin sih sama mas Roy!", ucap Indah dengan nada manja.


"Iya deh tau... yang habis nonton bareng malem minggu", ucap Suci.


"Ciiyeeeeeee....so sweat banget sih kalian", ucap indah dan Suci.


Roy pun kehabisan kata-kata karena gugup, bibirnya seperti rapat sulit untuk berucap.


"ini....loh,....ini...itu....loh, lah aku lupa mau ngomong apa"!, ucap Roy sambil menepuk jidatnya.


"Mas Roy mau ngomong I love You kan, ke mba Dewi"!, ucap Indah menggoda Roy.


"Bukan, bukan....bukan itu!", ucap Roy


"Ayo jawab Mas Roy", ucap Suci.


"ini...Mau makan siang, iya itu yang saya mau ucapkan", ucap Roy.


"Kan memang jam makan siang, Mas Roy", ucap Dewi.


"Aku mau mengajak mba Dewi makan siang, itu maksudku!".


"Oh...gitu Mas Roy, cuma mba Dewi saja yang di ajak mas Roy, masa kita Enggak?". Ucap Indah dan Suci.


"Iya betul maksudnya kalian bertiga!, nanti Aku yang traktir" ucap Roy.


"Asik....kita-kita di traktir nih"


"Ayo kita ke kantin", ucap Roy.


Lalu mereka pun menuju kantin dan melewati tempat meja makan bapak-bapak teman seruangan Roy di kantin.


Roy menyapa teman kerja seruangan nya tersebut.


"Permisi bapak-bapak", ucap Roy dan tiga teman wanitanya.


Bapak-bapak teman kerja seruangan Roy pun menoleh ke arahnya, sambil melotot matanya.


"Wah pak Roy hebat....., disuruh ajak mba Dewi makan siang, malah tiga wanita sekaligus iya bawa ke kantin" ucap pak Roni sambil mengelengkan kepalanya.


"Ha...ha..ha..ha..",Bobi, Fajri dan Zulmi pun tertawa terbahak-bahak".


"Pemalu tetapi sang Penakluk", ucap Roni.


Bapak-bapak teman kerja Roy pun kompak mengacungkan kedua jempol tangannya ke arah Roy.


"Hebat pak Roy, mantap!", ucap bapak-bapak teman kerja Roy tersebut.


Roy pun duduk di sebelah meja bapak-bapak itu, dan memenuhi janjinya untuk mentraktir makan siang mba Dewi, Indah dan Suci.

__ADS_1


__ADS_2