Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik

Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik
Bab 25


__ADS_3

Malam hari sekitar pukul 19.00 WIB akhirnya teman sekantor Roy pulang dari rumah Roy, mereka memberi semangat kepada Roy agar bisa melewati musibah yang menimpanya itu.


Setelah teman-temannya pergi kembali menggunakan mobilnya itu, Roy yang masih terduduk di teras itu mencoba kembali ke dalam rumahnya dengan berjalan menggunakan tongkatnya, ketika iya akan membuka pintu rumahnya terdengar suara wanita yang berteriak memanggilnya dengan keras.


“Mas Roy”


Roy Menengok ke arah pagar rumanya itu, ternyata Yanti mendatangi rumahnya malam-malam dengan masih mengenakan pakaian kerja dan membawa sebuah bungkusan makanan.


lalu Roy menyuruhnya masuk dengan berkata sambil melambaikan tangannya


“Yanti, kenapa kamu malam-malam kesini?, ayo cepat masuk!”


Akhirnya Yanti berjalan masuk kerumah Roy, Yanti rupanya ingin mengetahui perkembangan keadaan Roy setelah berobat ke alternatif, Yanti memperhatikan kaki Roy sepertinya sudah agak membaik, lalu Yanti membuka sebuah bungkusan coklat berisi nasi ayam kesukaan Roy.


“Mas Roy, aku bawakan ayam kesukaanmu, kita makan malam bareng ya?”

__ADS_1


“iya Yanti, asal jangan makan ayam masakan kamu aja ya, rasanya ASIN....”, ucap Roy sambil tersenyum


“Mas Roy Kamu becanda saja, ga lucu tau, ini aku beli di warung makan khusus buat kamu!”


Muka yanti yang tadinya cantik berseri menjadi muram karena tersinggung dengan perkataan Roy itu, bibirnya yang tersenyum itu berubah menjadi cemberut.


Roy melihat ke arah Yanti yang berubah raut wajahnya itu, Roy merasa tidak enak hati akhirnya meminta maaf ke yanti, dan memujinya bahwa Yanti orang yang paling baik dan perhatian terhadapnya.


Mendengar perkataan itu memunculkan kembali harapan di hatinya Yanti, hati Yanti berbunga-bunga dan wajahnya kembali berseri.


Mereka pun makan bersama sambil menonton Televisi, tidak lama berselang waktu jam sudah menunjukan pukul 21.00 WIB, Roy menyuruh Yanti agar segera pulang kerumahnya karena sudah larut malam.


Roy sebetulnya senang ada Yanti menemaninya, tapi Roy tetap menyuruh Yanti untuk pulang takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan apalagi status Yanti yang masih tunangan orang lain, Roy akhirnya berbicara kepada Yanti.


“Yanti, Nanti aku pesankan taksi ya, untuk mengantarmu pulang.”

__ADS_1


"Iya mas Roy terimakasih."


Yanti akhirnya mendekati Roy yang sedang duduk menonton dan memegang tangannya Roy.


Lalu Yanti mengungkapkan apakah masih ada kesempatan jika dirinya ingin kembali menjadi kekasihnya lagi.


Roy merasa terkejut dengan perkataan Yanti, detak jantungnya berdebar dengan kencang seperti ingin copot dari tubuhnya, Akan tetapi Roy masih ingat kejadian yang dahulu dan merasa tidak ingin hanya menjadi pelarian sesaat saja, karena mungkin yanti sedang emosi terhadap tunangannya yang tidak memperdulikannya lagi, lalu Roy berkata kepada Yanti


"Apa yang kamu barusan katakan Yanti?, kamu kan sudah bertunangan dengan orang lain, aku tidak mau merusak hubunganmu itu", Roy berkata dengan tegas


"Iya mas Roy, Maafkan aku yang dulu sudah pernah mencampakkanmu, malah sekarang aku yang meminta Mu untuk kembali.”


Yanti lalu melepaskan genggaman tangannya itu, Yanti merasa kalau Roy tidak menginginkannya lagi, karena Yanti merasa bahwa Roy sekarang berbeda dengan Roy yang dahulu, Roy sekarang sudah memiliki banyak teman wanita yang mungkin menjadi pesaingnya dalam merebut hati Roy kembali.


Roy menatap mata Yanti dan berusaha menenangkan Yanti dengan menggenggam tangannya kembali, untuk menenangkan Yanti yang secara emosional sedang tidak stabil.

__ADS_1


Roy mencoba menjadi bijak dengan memberi saran kepada Yanti agar dapat menyelesaikan masalahnya dengan tunangannya itu, dan tidak berlarut-larut dalam keadaan seperti ini, dan Yanti harus mengerti mengerti kondisi yang mereka hadapi saat ini.


Yanti pun mengerti dengan apa yang Roy katakan, akhirnya Yanti berpamitan untuk pulang ke rumahnya menggunakan mobil taksi yang sudah dipesan.


__ADS_2