Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik

Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik
Bab 26


__ADS_3

Yanti akhirnya pulang dari Rumah Roy menggunakan taksi yang sudah di pesan, Yanti sebetulnya masih ingin bersama Roy di rumahnya, sebetulnya Roy juga merasa senang Yanti berada disisinya, akan tetapi ada jurang penghalang di antara mereka berdua, karena Yanti masih bersama dengan tuangannya itu.


***


Roy akhirnya masuk kantor kembali setelah beberapa hari istirahat di rumah, karena sakit kakinya itu.


Roy terpaksa memakai taksi untuk mengantarkannya ke kantor, karena ia belum mampu mengendarai motornya itu.


Akhirnya Roy sampai dihalaman kantor di antar oleh pesanan taksi itu, Roy berjalan ke arah ruangannya memakai tongkat, sesekali orang-orang dikantor melihat Roy yang memakai tongkat berjalan itu dan menanyakan kabar Roy.


"Pak Roy apa kabar?, sudah baikkan?", tanya seorang pegawai di kantor


"Sudah membaik pak, terimakasih", ucap Roy


Setelah sampai di ruangannya Ia langsung duduk dimejanya dengan termenung, masih memikirkan kejadian kemarin, iya memikirkan perkataan Yanti yang kemarin itu.


Plak..

__ADS_1


Seseorang menepuk punggung Roy, seketika Roy yang sedang melamun itu pun kaget dan tersadar kembali


"Pak Roy sudah sembuh?", ucap Reni


"Iya sudah agak membaik dan bengkaknya sudah hilang hanya masih terasa sedikit sakit", jawab Roy


"Barusan pak Roy melamun ya?", tanya Reni sambil tersenyum


"Enggak ko, tidak melamun!, kalau teman-teman yang lain pada kemana mba Reni ?", ucap Roy


"Mereka pada ke kantin pak Roy", jawab Reni


Kemudian Roy kembali bekerja mengetik sesuatu, Reni memperhatikan gerak-gerik Roy itu, Roy sepertinya tidak berkonsentrasi terhadap pekerjaannya hari ini.


Lalu Reni menghampiri Roy yang sedang duduk itu dan mengajak Roy untuk berbincang-bincang.


"Pak Roy kalau butuh teman cerita tentang masalah, cerita saja ke Reni, siapa tau Reni bisa bantu, kita kan teman satu ruangan dan sudah pernah menyelesaikan tugas pekerjaan bersama", ucap Reni

__ADS_1


"Ini bukan tentang pekerjaan mba Reni, ini masalah pribadi, kalu boleh aku minta saran karena kemungkinan mba Reni lebih paham tentang sifat wanita", ucap Roy


"Oh.. masalah pribadi, baiklah jika pak Roy percaya sama Reni silahkan saja", Jawab Reni


Akhirnya Roy bercerita kepada Reni tentang masalah pribadinya itu, Roy menceritakan semuanya kepada Reni, karena Reni sudah dianggap Roy sebagai teman wanita yang paling dekat karena mereka sudah pernah melaksanakan tugas bersama ketika diberi tugas di daerah labuhan biru.


Roy menceritakan bahwa Yanti menginginkannya kembali ke pelukannya, akan tetapi Roy masih merasa tidak ingin hanya menjadi pelarian sesaat saja, karena mungkin Yanti sedang emosi terhadap tunangannya itu.


Roy hanya ingin menjalin hubungan pertemanan saja dahulu, Karena Roy merasa ragu terhadap Yanti. Sebetulnya Roy ingin sekali mencoba membuka hatinya untuk seseorang selain Yanti.


Akhirnya Reni pun memberikan saran dan menceritakan pengalamannya kepada Roy.


"Pak Roy masalah ini bukan hanya menimpa pak Roy, aku pun pernah mengalaminya, pria dan wanita sama saja pasti pernah merasa di kecewakan di dalam suatu hubungan", ucap Reni


Lalu Reni pun membuka rahasia pribadinya yang selama ini iya pendam, karena Reni ternyata mempunyai pengalaman buruk terkait kisah asmaranya dengan seorang pria, iya pernah di putuskan tanpa sebab yang jelas oleh pria pujaan hatinya itu, dan akhirnya pria itu menikah dengan orang lain , oleh sebab itu sampai sekarang Reni belum membuka hatinya kembali.


Reni menyarankan apabila Roy mencoba untuk kembali menjalin hubungan dengan Yanti asalkan statusnya jelas, jangan sekali-kali mau diberi harapan oleh yanti karena yanti masih mempunyai tunangan walaupun status ia pun tidak jelas.

__ADS_1


"Jadi Pak Roy harus berkata kepada Yanti dengan tegas, Yanti lebih memilih Pak Roy atau pria itu", ucap Reni


Roy hanya menganggukan kepalanya memperhatikan Reni berbicara, ternyata ia sebagai pria seharusnya tidak pantas untuk mengeluh dan merasa paling kurang beruntung, ternyata Reni yang seorang wanita saja mampu melalui masa sulitnya itu.


__ADS_2