
Setelah berobat ke tabib alternatif di temani adiknya, kaki Roy yang sakit sudah berangsur membaik. Kakinya yang bengkak itu mulai tidak terasa begitu sakit lagi.
"Untung kemarin ke pengobatan alternatif ditemani boy, kakiku sudah agak baikan, mudah-mudahan besok atau lusa bisa sembuh dan berjalan dengan normal lagi", gumam Roy.
Roy melihat dengan memicingkan matanya ke arah kakinya itu dan mencium aroma kurang sedap.
"Bau sekali kaki ku ini, karena bengkak jadi susah di bersihkan".
Roy mulai mengalihkan pandangannya dari kakinya itu ke arah teras rumahnya, Roy sudah merasa bosan berada di dalam rumah selama seharian iya duduk di ruang televisi di temani tontonan yang membosankan.
lalu iya mengambil cemilan dan teh di mejanya dengan berjalan secara tertatih-tatih menuju teras rumahnya dengan memakai tongkat alat bantu berjalan yang sudah iya beli di tempat pengobatan alternatif itu.
Sore itu Roy duduk sendirian diteras dan menikmati minuman teh hangatnya, ditemani oleh biskuit dan makanan ringan lainnya.
"Sruuuppppptt".
Minuman teh hangat itu iya minum dengan perlahan karena masih sedikit panas.
"Ah segarnya teh ini".
Roy merasakan dengan meminum teh itu iya melupakan semua beban dalam hidupnya.
__ADS_1
Lalu Iya menatap sepasang muda-mudi yang sedang berjalan di depan rumahnya saling bergandengan tangan dengan mesra, iya membayangkan andaikan saja iya memiliki istri pasti selalu ada yang memaninya setiap saat apalagi ketika sakit begini.
terdengar bunyi panggilan masuk dari handphone yang sangat keras.
Kring....kring....kring....kring
Roy pun kaget dan tersadar dari lamunannya yang semu itu.
"Ah mengganggu hayalanku saja", ucap Roy kesal
Diambilnya handpone tersebut yang terletak diatas meja terasnya. Ternyata panggilan telepone dari pak bobi teman sekantornya itu.
"Oh iya pak bobi tidak apa-apa, ada apa ya pak bobi menelepon saya?".
Roy kira ada urusan kerjaan kantor yang sangat mendesak sehingga pak bobi harus meleponnya ternyata teman sekantor bermaksud menjenguk Roy yang sakit itu, Pak bobi dan rekan-rekan seruangan sedang menuju rumah Roy disore hari ketika jam pulang kantor dengan memakai mobil.
"Ini pak Roy, kita sudah menuju rumah pak Roy dan bermaksud menjenguk pak Roy, alamatnya sudah dikasih tau oleh orang bagian kepegawaian tadi di kantor.
"Oh ya pak, kalau begitu hati-hati di jalan pak ya!".
"Ya pak Roy".
__ADS_1
Akhirnya pak bobi mematikan sambungan teleponnya itu.
****
Akhirnya sekitar pukul 17.00 WIB Pak bobi dan rekan-rekan yang lain pun tiba di rumah Roy, pak bobi melihat ke arah Roy yang sedang duduk bersantai menunggu kedatangan mereka dengan memakai sarung kotak-kotak di depan teras rumahnya itu.
Lalu pak bobi melambaikan tanggannya sambil memasuki halaman rumah Roy, Roy pun membalas melambaikan tangannya ke arah mereka, mereka pun menanyakan kabar Roy.
"Pak Roy apa kabar, sudah baikan?".
"Sudah pak bobi, kemarin sudah di obati".
"Ini ada sedikit bingkisan buah-buahan dari kantor".
"Wah..jadi merepotkan saya ini ya, padahal cuma sakit kaki karena terkilir".
"Kan terkilir juga sama-sama sakit pak Roy".
Mereka pun tertawa bersama dan mencoba mengibur Roy yang sedang kesepian itu dengan bercanda riang hanya sekedar obrolan ringan di teras rumahnya.
Roy merasa beruntung memiliki teman-teman yang perhatian itu, walaupun mereka suka bercanda tetapi mereka tidak melupakan temannya yang sedang kesusahan.
__ADS_1