Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik

Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik
Bab 4


__ADS_3

Sore hari yang cerah Roy pun menepati janjinya untuk bertemu yanti di sebuah cafe yang biasa mereka berdua kunjungi dahulu.


Dahulu mereka berdua memang sering menghabiskan waktu berdua di cafe tersebut, bisa di bilang cafe ini menjadi tempat yang menyimpan berjuta kenangan bagi Roy dan Yanti sang mantan kekasihnya itu.


Cafe yang berada di persimpangan jalan itu menjadi saksi bisu cinta mereka berdua. Roy Akhirnya datang ke Cafe itu tepat pada waktunya, lalu iya memakirkan motornya di tempat parkir di sebrang jalan Cafe tersebut.


"Ah....untung saja cuaca mendukung tidak seperti biasanya hujan deras", ucap Roy.


Dari kejauhan sudah terlihat Yanti duduk di meja luar cafe sudah menunggu Roy dengan pesanan segelas kopi di mejanya.


Sore itu Roy sudah mempersiapan diri maksimal memakai baju yg terbaik dan memakai wewangian minyak wangi bermerek dari Paris, karena Roy ingin terlihat menarik lg di hadapan Yanti.


Sebetulnya Roy masih sedikit memendam rasa terhadap Yanti, akan tetapi Roy ini pemalu untuk mengungkapkan masih ada rasa cinta di hatinya terhadap yanti. Roy menghampiri Yanti yang sudah duduk di meja pelanggan.


"Hallo Yanti", ucap Roy menyapa dengan nada semangat.


" Eh Mas Roy apa kabar?"


" Kabar baik Yanti, sudah menunggu lama kah?".


"Aku juga baru tiba Mas Roy".


"Bagaimana Kabarmu Yanti apakah baik-baik saja?".


"Baik Mas Roy".


"Untung sore ini cerah ya?", ucap Yanti.


"Mungkin bisa jadi karena hatiku sedang cerah Yanti", ucap Roy.


"Bisa saja kamu Mas Roy", ucap yanti tersipu malu.


"Oh iya mau pesan apa Mas Roy, aku pesankan ya?".


"Tidak perlu repot-repot Yanti nanti aku bisa pesan sendiri Yanti".


"Ah..sudah lah aku yang pesan kan ya Mas Roy".


Lalu yanti memanggil pelayan di cafe tersebut.


"Pelayan, Sahut Yanti sambil melambaikan tangannya ke arah pelayan.


Sang Pelayan pun menoleh kearah nya dan menghampiri Yanti".


"Oh iya mba mau pesan, mau pesan makan dan minum apa?", ucap pelayan cafe.


"Iya mba , Saya tanya mas nya dulu ya", ucap Yanti".


"Mas roy mau pesan makan atau minum apa mas?"


"Ini mba saya pesan kopi capucino saja mba ya gulanya sedikit" Ucap Roy ke pelayan cafe.


"Ada pesanan lainnya?", ucap pelayan cafe.


"Ini tambahkan pesanannya dua roti bakar keju coklat ya".


"Ok mba ada pesanan yang lainnya lagi", ucap pelayan cafe.


"Mas Roy mau ada yang di pesan lagi?" Ucap yanti bertanya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sudah Yanti itu saja".


"Mba sementara itu saja dulu mba ya!", ucap Yanti.


"Baik klo begitu mba nanti saya siapkan pesanannya, mohon ditunggu sebentar ya!",ucap pelayan.


"Ok mba..terimakasih".


"Kamu masih ingat saja makanan yang sering kita pesan di cafe ini!".


"Iya donk Mas roy masa lupa,...he..he...he" yanti tertawa malu.


"Dahulu roti bakar keju kita makan sepiring bedua kan mas roy?"


"Iya yanti, lucu ya dulu!".


"Ah sudahlah namanya juga masa lalu klo kisahnya indah ya lucu, klo ga indah ya ngeselin ha...ha..ha.." sahut Yanti.


"Oh iya mas Roy bukannya kamu kan waktu itu kerja di kantor cabang di luar kota?"


" Iya Yanti, baru saja minggu kemarin aku pindah".


Roy merasa mungkin kepindahannya kembali ke kota ini jadi penyebab Yanti mau menghubunginya lagi.


"Aku tahu dari status media sosial milikmu Mas Roy! Mas Roy Ko bisa pindah kembali kesini? Yanti memancing informasi dengan pertanyaan".


"Aku kangen kota ini yanti, kangen suasananya walaupun ya kota macet dan berpolusi tapi aku lahir disini jadi aku kangen kota ini yanti".


"Bukan kangen akan seseorang kan Mas roy?Ucap yanti sambil tersenyum".


"Emmm...seseorang ya!


Roy pun menjadi agak sedikit malu, dan berusaha mengutarakan alasan kepindahannya kembali.


"Oh...gtu mas Roy kangen sama orang tua mu mas roy Aku kira kangen terhadap seseorang yang sangat spesial yang pernah hinggap di hati kamu mas Roy".


Roy pun agak sedikit malu dan kebingungan.


"Jadi kamu tinggal dengan orang tuamu lagi mas Roy".


"Tidak Yanti aku kebetulan sudah membeli rumah di dekat orang tua ku, jadi sesekali bisa mampir ke rumah orang tua ku Yanti".


"Oh begitu mas Roy".


"Oh iya bagaimana kabarmu sekarang Yanti?, dahulu aku dengar kabarnya kamu akan menikah waktu itu".


"Iya mas Roy tp ada sesuatu hal jadi diundur jadi aku belum menikah mas Roy".


"Belum menikah Yanti?".


"Kamu kan sudah bertunangan sudah sejak lama Yanti".


Di dalam hati Roy sebetulnya ada sedikit rasa bahagia karena masih ada kesempatan untuk bersama Yanti lagi akan tetapi Roy tidak mau mengutarakan isi hatinya karena tidak mau merusak hubungan orang lain apalagi orang yang pernah iya sangat sayangi.


Roy pun tidak berusaha mencari tahu siapa sosok pria yang dulu merebut hati kekasihnya itu.


"Yanti kenapa bisa begitu?" Tanya Roy kepada yanti dengan rasa penasaran.


"Aku pun tidak tau mas Roy, setelah kami bertunangan ada saja alasan ketika di ajak untuk lebih serius ke jenjang pernikahan.

__ADS_1


"Aku sudah ajak dia berkali kali untuk mempercepat tentukan tanggal pernikahan dan aku pun sudah ditanya oleh orang tuaku tentang keseriusan hubungan ini".


Orang tua Yanti menayakan kenapa belum ada lamaran juga yang datang karena sudah tiga tahun Yanti bertunangan.


"Sabar Yanti, mungkin ini ujian untuk menguji hubunganmu dengan pasanganmu".


"Terimakasih atas dukungannya Mas Roy".


"Aku akan selalu mendukungmu klo itu yang terbaik untuk kamu dan membuat kamu bahagia".


"Mas roy, aku minta maaf ya atas kejadian yang dahulu".


"Minta maaf untuk apa yanti?".


"Tentang hubungan kita dulu".


"Apa yg perlu di maafkan Yanti, aku pun sudah melupakannya".


"Yanti pun menjelaskan kepada Roy


Aku memutuskan hubungan kita sepihak lewat telepon karena kamu bekerja di daerah mas Roy".


"Kamu kan tau aku ga bisa, jika pacaran harus jarak jauh mas Roy, sejak itu aku tidak pernah menghubungi kamu lagi mas roy menanyakan kabarmu, baru kali ini aku menghubungi kamu lagi."


Yanti merasa bersalah karena setiap Roy menghubungi Yanti , Yanti selalu tidak menjawab teleponnya dan mematikannya. Sampai Roy saat itu tidak menghubungi Yanti lagi.


"Aku kira kamu marah sama aku Roy".


"Sudah lah lupakan yanti tidak perlu di permasalahkan lagi ya, aku sudah terima ko keadaan kita dulu, aku tidak pernah marah sama kamu, aku hanya sedikit bingung apa yang membuat kamu jadi begitu".


Oleh sebab itu setelah tiga tahun berlalu, Roy merasa terkejut yanti menghubunginya.


"Pesananan datang!", ucap seorang pelayan.


"Ini mba dan mas pesananya tadi kopi kapucino dan roti bakar keju coklat dua".


"Sudah lengkap ya pesanannya", ucap seorang pelayan.


"Sudah mba trimakasih", ucap Yanti.


"Mas roy boleh aku bertanya?"


"Mau tanya apa yanti?"


" Mas Roy mengapa tidak mencari pasangan atau teman wanita lagi?"


"Belum yanti aku belum punya pasangan lagi klo teman wanita sih ada beberapa hanya sekedar teman".


Yanti sebenarnya sudah tau sifat Roy yang agak pemalu jika didekati seorang wanita.


"Hanya teman mungkin banyak tapi tidak tau mereka suka atau tidak sama aku Yanti, aku pun jarang mendekati seorang wanita Yanti, kamu yang pertama dan terakhir yang menjadi pacarku Yanti", ucap Roy.


"Oh iya aku mengerti hubungan kita saja aku yang mengutaran duluan kan roy, sahut yanti sambil tertawa".


"Ha..ha..ha..kamu bisa saja yanti" Roy tertawa lebar.


"Itu mungkin yang menyebabkan aku masih sendiri".


"Mas Roy kalau aku boleh kasih saran rubahlah sikapmu Mas Roy, Laki-laki itu harus berani mengungkapkan perasaan duluan jangan malu-malu kucing, nanti ikan asin nya di samber kucing lain gimana, kan gigit jari jadinya.

__ADS_1


Roy dan Yanti pun tertawa terbahak-bahak.


Sore hari di cafe itu senda gurau Roy dan Yanti membuat terjalin kembali keakraban mereka yang selama ini terputus.


__ADS_2