
Setelah dari kantin Roy berjalan kembali menuju ruang kerjanya, Roy berjalan dengan langkah tanpa semangat seperti orang yang sedang melamun, iya membayangkan dua kejadian yang kurang mengenakan di pagi ini yang harus iya lalui di hari pertamanya bekerja.
Tiba-tiba seseorang menepuk punggungnya dari arah belakang.
plakkk!
Akhirnya Roy tersadar dari lamunannya itu, lalu Seseorang itu berbicara kepadanya dengan nada yang sedikit keras
"Pak Roy, ibu sekretaris pimpinan memberitahukan pak Roy untuk menghadap bapak pimpinan kantor sekarang"
"Baik terimakasih pak atas informasinya, saya akan menghadap bapak pimpinan sekarang".
Akhirnya Roy menghadap pimpinan untuk melapor bahwa Roy hari ini sudah memulai bekerja di bagian teknis di kantor tersebut.
Roy sangat diterima baik oleh atasannya itu, mereka berbincang-bincang mengenai pengalaman Roy di kantor cabang dan bapak pimpinan memberikan arahan kepadanya tentang tugas dan haknya selama menjadi pegawai di kantornya itu.
Roy merasa dihargai sebagai statusnya pegawai pindahan karena semuanya menerimanya dengan baik termasuk bapak pimpinan yang baik hati itu.
***
__ADS_1
Setelah melapor kepada atasannya Roy akhirnya kembali ke ruangannya untuk memulai pekerjaannya, sebagai pegawai baru di bagian teknis Roy sudah menguasai dengan baik berdasarkan pengalaman kerjanya terdahulu di kantor cabang di daerah.
Roy sangat menikmati pekerjaan barunya itu lalu terdengar bunyi panggilan dari sebuah handphone.
Kring...kring...kring
Lalu Roy Pun Menoleh ke arah Handphone nya yang disimpan di dalam saku tasnya, akhirnya Roy mengangkat Handphonenya lalu terdengar suara seorang wanita memanggilnya.
"Halo bisa bicara dengan Mas Roy"
"Ya betul saya Roy, kalau boleh saya tau dengan siapa saya bicara?", jawab Roy.
Mata Roy langsung melotot dan mulai serius menanggapi suara wanita itu, Roy merasa terkejut dan kaget karena selama ini Roy dan Yanti sudah lama tidak pernah menjalin komunikasi lagi.
Sepengetahuan Roy dahulu Yanti sudah bertunangan setelah mencampakannya dan segera akan menikah dengan kekasih barunya.
Setelah berbincang-bincang, akhirnya Yanti mengajak Roy untuk bertemu di suatu tempat.
"Mas Roy bisa kita ketemu?"
__ADS_1
"Kalau boleh tau ada apa ya Yanti"
"Aku tidak bisa membicarakannya lewat telepon, kita harus bertemu!"
"Ok Yanti, kalau begitu kita mau ketemuan dimana?"
"kita bertemu di cafe biasa dekat persimpangan jalan braga saja mas Roy".
"Baiklah nanti aku kesana".
"Terimakasih mas Roy".
Lalu yanti mematikan sambungan handphonenya itu sedangkan Roy masih saja menggenggam telepon di telinganya, Roy merasa badannya kaku tidak berkutik.
Roy pun masih bingung dengan apa yang dia dengar barusan, masih tidak percaya bahwa Yanti yang selama ini tidak mau menjalin komunikasi lagi dengannya tiba-tiba saja menghubunginya dan mengajaknya bertemu.
Ada perasaan berkecamuk di dalam hatinya antara senang dan sedikit rasa sakit hati bercampur aduk, karena Yanti pernah mencampakkannya begitu saja, lebih memilih bertunangan dengan pria lain, karena masalah sepele, Yanti tidak bisa berhubungan jarak jauh dengan Roy yang kala itu Roy mendapatkan tugas pertama dari kantor dan ditempatkan di cabang daerah.
Roy mencoba menepis semua rasa sakit itu, iya mencoba untuk tegar menghadapi kenyataan selama ini dan tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan yang berkepanjangan, menurutnya itu adalah masa lalu yang harus iya kubur dalam-dalam, dan menjadi perjalanan kisah percintaannya dengan seorang wanita.
__ADS_1