Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik

Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik
Bab 21


__ADS_3

Roy merasa harus meminta maaf kepada Yanti atas kejadian tadi siang, bagaimanapun Yanti sudah bersusah payah meluangkan waktunya untuk merawatnya.


“Aku harus meminta maaf kepada Yanti, kalau begitu aku harus cepat menghubunginya”, ucap Roy dalam hatinya.


Roy dengan berjalan yang masih tertatih-tatih mengambil handphonenya yang tergeletak di meja ruang tengah.


“Aku coba hubungi Yanti”, ucap Roy.


Ternyata telepon dari Roy tidak langsung dijawab oleh Yanti, Roy merasa Yanti pasti masih merasa marah kepadanya.


“Teleponku tidak dijawab-jawab ya”, ucap Roy.


Kemudian Roy beberapa kali mencoba lagi untuk menghubungi Yanti tetapi tidak ada jawaban.


“Sudahlah mungkin iya masih marah kepadaku!”.


Sore hari di rumah Roy tidak seperti biasanya hujan deras, hari itu terasa cerah sekali.


Suara mobil di depan Rumah.Ternyata Ayah, ibu dan adik-adiknya Roy datang untuk menjenguknya


“Sampai juga kita di Rumah Roy, ucap Boy sang adik”


“Ayo ayah, Ibu kita turun”, ucap Noya sang adik.


“Bersyukur akhirnya kita sampai juga ke Rumah Nak Roy”.


Mereka pun membuka pagar rumah Roy, dan mengetuk pintu Rumahnya.


“Tok...tok...tok..tokk”, suara pintu di ketuk.


“Permisi, Roy...Roy..., Kakak Roy...”, Ucap ibu dan Adiknya Roy memanggil.


Roy yang sedang di ruang televisi pun, terbangun berjalan tertatih-tatih menuju Ruang tamu untuk membuka pintu.


Kemudian kunci pintu itu pun dibuka oleh Roy, betapa terkejutnya Roy melihat keluarganya datang menjenguknya.


“Roy”, ucap Ayah dan Ibunya Roy


“Kak Roy”, Ucap Boy dan Noya adiknya Roy


“Ayah, Ibu, wah ini Boy dan Noya ikut juga kerumah Kak Roy, Ucap Roy dengan perasaan senang karena di jenguk oleh keluarganya.


”Roy Katanya kakimu sakit karena terkilir saat jatuh?“


”Iya Ibu“, jawab Roy.


”Sudah membaik?“, tanya Ayahnya Roy.


”Sedikit membaik Ayah“.


”Ayah, ibu tahu dari mana kalau Roy sedang sakit kakinya?“, tanya Roy.


”Itu Ibumu biasa ditelepon Yanti waktu pagi hari, katanya iya ketemu kamu di Apotik dan menceritakan kalau kamu sedang sakit kakinya dan iya ikut ke rumahmu“.


”Oh tahu dari Yanti!“, ucap Roy.


”Sekarang Yantinya kemana Roy?“, tanya Ibunya Roy.


”Sudah pulang Ibu“, jawab Roy.


”Ko Yanti pulang cepat!, tadi pagi Yanti telepon ibu katanya mau menunggu ibu di rumahmu Roy!“, ucap Ibunya Roy dengan rasa heran.


”Kalian Bertengkar ya?“, tanya ibunya Roy.


"Biasa bu, Roy dan Yanti cuma ada salah paham", ucap Roy.


”Iiihhh...Kak Roy ini udah besar berantem terus“, ucap Noya adik perempuan Roy.


”Biasa Kak Roy ini benci-benci tapi Rindu“, ucap Boy adik laki-laki Roy.


"Ah...bisa saja kalian ini", ucap Roy sambil tertawa.


Ayah ibu, kita keruang tengah saja biar lebih santai. Roy mengajak keluarganya ke ruangan tengah di rumahnya.


"Ini kamar kak Roy berantakan banget siy, Noya bantu rapihkan ya?, sapu dimana Kak Roy?".


"Iya, Ada di dapur", ucap Roy.


"Noya rajin banget bantu kakanya yang lagi sakit", ucap Ayahnya Roy.


"Iya donk ayah, Noya kan anak paling Rajin", ucap Noya membanggakan dirinya.

__ADS_1


"Berarti anak ayah yang paling malas siapa?", tanya ayahnya Roy.


"Yang jelas bukan Boy ayah", ucap Boy adik laki-lakinya Roy


"Berarti Roy donk ya!", ucap Ayahnya Roy.


Akhirnya mereka pun tertawa bersama.


"Aduh nasib-nasib lagi sakit kaki malah dibecandain", ucap Roy dalam hati.


"Becanda ya Roy, hiburan supaya kamu tidak memikirkan sakitmu itu", ucap Ayahnya Roy.


"Ayah ini, suka bercanda saja!", ucap ibunya Roy sambil ikut tertawa.


"Roy kamu sudah baikan lagi dengan Yanti?", tanya Ibunya Roy.


"Aku barusan telepon dia bu, tidak diangkat olehnya".


"Oh berarti dia masih marah itu!, nanti ibu bantu menghubungi Yanti supaya iya dapat menerima telepon dari mu Roy"


Kemudian ibunya Roy pun menasehati Roy agar meminta maaf kepada Yanti.


"Kamu sebagai Laki-Laki harus meminta maaf terlebih dahulu, biasa kan wanita! Masa Roy sampai sekarang masih belum mengerti". Ucap Ibunya Roy.


"Marah Itu hanya emosi sesaat Roy nanti pasti Kamu dan Yanti yang akan merasa menyesal", ucap ibunya Roy.


"Iya ibu, nanti Roy yang akan meminta Maaf kepada Yanti".


"Nah begitu Roy, ini baru Anak ibu yang paling ganteng dan baik hatinya", ucap Ibunya Roy.


"Ibu bantu kamu menghubungi Yanti ya!", ucap Ibunya Roy.


"Noya tolong ambilkan handphone ibu kesini!"


"Dimana bu?", tanya Noya.


"Itu disitu di meja ruang tamu".


"Ini, handphonenya ibu".


"Terimakasih anak ibu yang paling cantik", ucap Ibunya Roy sambil tersenyum.


"Iya ibuku sayang.", ucap Noya.


"Nah diangkat Roy". Ucap ibunya Roy.


"Halo Yanti".


"Iya tante, ada apa tante?", ucap Yanti.


"Tadi katanya janji mau tungguin tante mau masak makan malam bersama, ini tante sudah ada di rumah Roy", ucap Ibunya Roy.


"Oh iya tante", jawab Yanti dengan gugup.


"Yanti kenapa? Sedang marahan ya sama Roy?".


"Enggak ko tante", Jawab Yanti


"Jangan Bohong?", ucap Ibunya Roy.


"Ini tante habis bicara dengan Roy, kataya dia mau minta maaf sama kamu Yanti, Yanti mau kan terima telepon dari Roy?", tanya Ibunya Roy.


"Emmm....bagaimana ya tante?", ucap Yanti merasa Ragu-ragu.


"Kamu mau kan angkat teleponnya?".


"Iya tante".


"Ya sudah, tante bicara itu saja kepadamu Yanti, baik-baik ya!".


"Terimakasih tante"


"Sama-sama Yanti"


Roy memperhatikan ibunya yang sedang telepon Yanti dengan serius.


"Bagaimana bu?"


"Kamu telepon Yanti sekarang Roy!", ucap Ibunya Roy.


"Dia sudah mau terima telpon dari Roy bu?", tanya Roy.

__ADS_1


"Iya ibu jamin, dia bakal angkat telponmu!"


"Baiklah kalau begitu bu", ucap Roy sambil menganggukan kepalanya.


Roy pun mengambil handphonenya lalu menghubungi Yanti.


"Halo Yanti".


"Ya, mas Roy".


"Maafin aku ya, atas perkataanku tadi siang”.


“Sama-sama mas Roy, Yanti juga mau minta maaf sudah marah dan lari dari rumah mas Roy”.


“Yanti kalau begitu mau kan kerumah mas Roy lagi, katanya ada janji mau ketemu ibuku, kebetulan ibuku mengajak kamu makan bersama di rumah”.


“Iya mas Roy nanti Yanti ke sana sore ya”.


“Ok baiklah kalau begitu hati-hati ya di jalan”.


“Iya mas Roy”.


Sore hari Yanti pun datang ke rumah Roy memakai mobil taksi.


“Tokk....tokk...tok”, Suara pintu diketuk oleh Yanti.


“Permisi, Selamat Sore”, ucap yanti.


“Itu pasti Yanti”, Ucap Ibunya Roy.


“Noya tolong bukakan pintu, ada tamu didepan”.


“Iya bu”, ucap Noya.


Lalu pintu depan rumah Roy pun di buka.


“Noya”. Kata Yanti menyapa.


“Eh, Kak Yanti, Noya baru ketemu lagi sama Kak Yanti”.


“Noya sudah kelihatan besar sekarang!”.


“Iya, Memang kita sudah lama ya kita tidak bertemu!”.


“Ayo Masuk Kak Yanti, sudah ditunggu sama ibu dan Mas Roy”


“Masa sih Noya?”.


“Masa Noya Bohong sama Kak Yanti!”.


“Sini Noya tak Bisikin”


Yanti pun mendekati Noya.


“Dari tadi Ibu sama Mas Roy membicarakan mba Yanti terus!”.


“Oohhh.....", ucap Yanti tersipu malu.


”Nak Yanti ayo masuk sini jangan di ruangan tamu kita ngobrol disini di ruangan tengah saja ya!, ucap ibunya Roy.


Lalu Yanti pun menuju ruang tengah rumah Roy.


“Eh mba Yanti”, Ucap Boy adiknya Roy.


“Kamu Boy, adiknya Roy?”, ucap Yanti.


“Iya Mba”, ucap Boy.


“Ya ampun, sudah dewasa sekarang”.


“Iya Mba terakhir dulu bertemu aku masih SMA”.


“Ada tamu lagi Nih”, ucap Ayahnya Roy.


“Eh....Yanti mari duduk disini”, ucap Ibunya Roy.


“Iya Om dan tante, Om dan tante sehat”, ucap Yanti sambil menjabat tanggan Ayah dan Ibunya Roy.


“Sehat Yanti, Gimana kabarnya?”.


“Baik Om dan Tante!”, ucap Yanti.

__ADS_1


“Ayo Roy temui Yanti, kalian sudah baikan kan jangan malu-malu lah, sudah sama-sama dewasa juga malu-malu”, ucap Ibunya roy.


Akhirnya mereka pun tertawa bersama dan melanjutkan perbincangan yang sangat mengasikkan untuk menghibur Roy yang sedang sakit kakinya.


__ADS_2