
Roy harus terhenti karena di tilang polisi tadi, dengan semangat Roy memacu motor tua itu dengan kecepatan tinggi agar tidak terlambat.
Sekitar pukul 7.30 WIB, Roy sampai di kantor barunya, lalu Roy memakirkan motornya di tempat parkir yang paling ujung, motor Roy terlihat paling antik dan butut.
Roy melangkahkan kakinya menuju kantor barunya dan menanyakan ke pak satpam yang sedang berjaga di Pos.
Pak satpam kantor menunjukan lokasi ruangan bagian teknis tempat Roy bekerja yang letaknya dibawah tangga kantor.
Akhirnya Roy berjalan menuju ruangan bagian teknis itu, sesekali iya hanya memanggutkan kepalanya ketika berpapasan dengan orang-orang yang belum dikenalnya.
Tibalah Roy di ruangan bagian teknis, lalu iya mengetuk pintu ruangan itu dengan sangat keras.
Tokkkk...tokkkk....tokkkk!
Lalu seseorang dengan perawakan yang masih muda berumur sekitar 25 tahun berkepala plontos membukakan pintu ruangan bagian teknis tersebut.
"Maaf bapak siapa dan ada perlu apa?".
"Saya Roy pak, pegawai baru dibagian teknis ini".
__ADS_1
"Oh pak Roy pegawai baru dibagian teknis, mari silahkan masuk pak".
Roy masuk dan menempati meja yang sudah disediakan, Roy pun berkenalan dengan teman kerja seruangannya itu, ketika sedang duduk dan memperiapkan meja kerja barunya perut Roy mulai terasa lapar karena meninggalkan sarapannya di rumah tadi pagi.
Akhirnya Roy pergi ke kantin, suasana kantin hari itu seperti biasanya ketika jam sarapan sangat penuh, lalu ada tiga orang wanita mendekatinya karena mereka sedang mencari meja untuk sarapan pagi.
Meja makan ditempati Roy memang belum terlalu penuh hanya di isi Roy seorang diri. Kemudian salah satu wanita tadi berbicara kepada Roy.
"Maaf pak bolehkah kita duduk disini?, soalnya meja yang lain sudah penuh".
"Oh iya, silahkan mba".
Roy merasa beruntung hari pertamanya bekerja bisa bertemu dengan wanita-wanita cantik, karena iya membayang kan kalau suatu saat nanti memiliki istri yang sangat cantik tapi sialnya Roy ini agak pemalu sehingga iya kurang piawai dalam berbicara dengan seorang wanita.
Perkenalan yang singkat itu pun menjadi sesuatu hal yang istimewa untuk Roy karena iya jarang sekali memiliki teman wanita.
Setelah menyelesaikan sarapannya salah satu wanita tadi berpamitan kepada Roy.
"Mas Roy kami duluan ya"
__ADS_1
"Iya silahkan mba"
Ketiga wanita itu pun pergi menuju ruangan kerjanya kembali.
Roy yang masih terduduk dikantin mencoba merogoh saku celananya, Roy lupa membawa dompetnya, surat-surat kendaraan saja iya lupa membawanya ketika di tilang polisi tadi pagi.
Roy lalu menepuk jidat di kepalanya itu dengan tangannya
Plak..!
"Dasar Pikun!"
Keringat dingin mulai mengucur dari badannya, sesekali iya mengelap wajahnya itu dengan tisu di meja makan.
Roy lalu menemui, si abang penjual nasi campur dikantin dan berbisik kepada si abang itu.
"Bang saya ngutang dulu ya, besok dibayar"
Si abang penjual nasi campur itu memicingkan matanya, melihat Roy dari atas sampai kebawah, iya merasa aneh pegawai baru yang iya lihat sudah berani berhutang.
__ADS_1
Akhirnya Roy dengan rasa malu meninggalkan kantin menuju ruangannya kembali.