Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik

Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik
Bab 7


__ADS_3

Roy mengantarkan Indah pulang sampai ke rumahnya, kondisi sore hari yang hujan deras itu membuat kenangan tersendiri bagi Roy dan Indah.


Greng...greng...greng!, suara motor Roy melaju di jalan becek, akibat hujan yang deras.


Roy pun mengajak indah mengobrol sambil mengendarai motornya.


"Sepertinya lain kali aku harus membawa jas hujan" ucap Roy.


"Dua ya Mas Roy", ucap Indah


"Maksudnya?", tanya Roy


"Ya siapa tau ada orang yang mau kamu antarkan lagi mas Roy, masa mau sendirian saja", ucap Indah sambil tertawa.


"Oh iya ya, untuk persiapan".


Roy pun ikut tertawa bersama Indah.


"Itu nanti belok kanan Mas Roy".


"Sudah hampir sampai kita?", ucap Roy.


"Ya, Itu rumahku mas Roy yang pagar warna putih".


"Akhirnya sampai juga", ucap Roy dan Indah


Indah pun turun dari motor Roy.


"Terimakasih mas Roy sudah mengantarkan indah".


"Sama-sama mba Indah".


"Mas Roy, mari mampir dulu?".


"Aku langsung saja ya, melanjutkan pulang ke rumah".


Ternyata langit sore itu tidak mengizinkan untuk Roy pulang cepat ke rumahnya.


Langit pun meneteskan hujannya kembali.


"Mari mas Roy cepat masuk!",ucap indah.


"Baiklah mba Indah".


Roy pun berlari menuju rumah Indah, meninggalkan motornya yg berada di pintu pagar.


"Ternyata Hujan lagi ya", ucap Roy sambil mengelap rambut di kepalanya, dengan sapu tangan yang iya bawa di saku celananya.


"Aku suruh mampir gak mau, akhirnya hujan yang Maksa Mas Roy mampir kan".


"Iya mba Indah, soalnya aku takut pulang kemalaman", Ucap Roy menjelaskan.


"Silahkan duduk mas Roy"


"Iya terimakasih mba Indah".


Akhirnya mas Roy pun duduk di ruang tamu rumah Indah.


"Luas juga rumah mba Indah ini" Ucap Roy dalam hati.


Rumah Indah termasuk perumahan lama, di daerah kawasan perumahan elit.


"Mas Roy mau minum apa? Teh atau kopi?".


"Tidak usah repot-repot Mba indah", ucap Roy.


"ah biasa saja cuma minuman, aku buatkan teh hangat saja ya?".


"Terimakasih, Mba indah".


"Ok ditunggu ya, aku buatkan tehnya!".


Indah pun masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian yang sedikit basah, lalu pergi ke dapur untuk membuatkan teh.


Sementara itu Ayahnya Indah yang berada di ruangan tengah sedang menonton Televisi bertanya pada indah.


"Indah ada tamu?", Tanya Ayahnya.


"Iya Pak, temennya Indah Pak, tadi indah diantar pulang karena motor indah mogok".


Sementara itu Indah pergi ke dapur membuatkan minuman teh untuk Roy.

__ADS_1


Ayahnya Indah pun beranjak dari sofa di ruang tengahnya menuju ruang tamu.


"Oh ada tamu rupanya",Ucap Ayahnya Indah.


Roy yang sedang duduk di sofa ruang tamu pun merasa kaget, dan langsung berdiri.


Roy pun menjabat tangan Ayahnya Indah.


"Iya Om, saya Roy teman kantornya Indah", Ucap Roy.


"Perkenalkan saya Joni Ayahnya Indah, silahkan duduk santai saja, Indah sedang membuatkan minuman di dapur".


Roy pun kembali duduk, sementara itu Ayahnya indah pun duduk berhadapan dengannya, dan bertanya kepada Roy.


"Sudah lama kenal dengan Indah?".


"Belum lama Om, saya pegawai baru pindahan dari kantor cabang".


"Katanya motor Indah mogok, jadi kamu yang mengantar indah pulang?"


"Iya, betul Om".


"Om Ucapkan terimakasih kepada kamu yang sudah mengantarkan Indah pulang".


"Iya, sama-sama Om".


"Om sebetulnya takut, mengizinkan Indah mengendarai motor sendiri, ya tapi gimana lagi indah tidak ingin Om antar jemput ke kantornya, karena Indah merasa sudah dewasa dan mandiri".


Akhirnya Indah membawakan minuman untuk mas Roy ke ruang tamu.


"Hayo... ayah lagi membicarakan Indah ya ke mas Roy", tanya indah


"Tidak Indah, ayah cuma ucapkan terimakasih loh ke nak Roy yang sudah mengantarkan kamu pulang", ucap Ayah indah sambil berkedip memberikan kode ke Roy.


"Ko cuma satu buat minumnya indah?, buat ayah mana?".


"Oh...ayah mau ikut ngobrol toh sama kita".


"Iya lah indah kan biar mengenal temanmu ini".


"Ha...ha..ha..ha.."!, ayahnya Indah tertawa.


"Baik ayahku yang Ganteng!", Kata indah gemas kepada ayahnya.


Roy pun merasa gugup karena ayahnya indah ingin mengajaknya mengobrol lebih jauh mengenalnya. Sesekali Roy menundukan pandangannya, menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Santai saja nak Roy".


"Oh iya pak", ucap Roy agak gemetar.


"Nak Roy tinggal di daerah mana?".


"Saya tinggal di perumahan bukit residence pak".


"Oh itu perumahan baru masih di daerah dekat sini kan".


"Iya betul pak".


"Suasananya masih asri itu memang bagus untuk tempat tinggal, didekat bukit itu masih banyak pohon rindang dan udaranya masih bersih".


"Itu dahulu tempat main favorit Om dengan ibunya Indah, waktu masih muda, bukit itu dulu tempat rekreasi pemandangan yang indah".


"Iya betul Om, hanya sekarang banyak perumahan berdiri disitu".


"Wah sayang ya tapi masih ada tempat wisatanya kan?".


"Masih Om, hanya beberapa yang sudah tutup dan beralih jadi perumahan".


Akhirnya Indah pun kembali ke ruang tamu membawakan secangkir kopi untuk ayahnya.


"Hayoo...ayah, membicarakan tentang Indah lagi ya".


"Ah.. menguping pembicaraan saja kamu", ucap ayahnya Indah.


Indah pun tertawa.


"Mana minuman ayah bawa kesini!".


"Ini ayah, Indah buatkan kopi spesial buat ayah ku yang paling Ganteng!".


"Ini loh nak Roy katanya sudah dewasa tapi masih manja sama ayahnya", ucap ayahnya Indah sambil tertawa.

__ADS_1


"Iih.. ayah, malu kan sama Mas Roy!".


Ternyata tidak sesuai bayangan Roy klo bapaknya indah itu galak, Ayahnya indah seorang yang penyayang dan humoris, jauh dari kesan itu jika dilihat dari penampilannya yang berbadan besar dan bertubuh kekar.


"Indah duduk sini", ucap ayah Indah".


"Masa ayah saja yang ajak mengobrol nak Roy".


" Iya ayah".


Akhirnya mereka pun mengobrol bertiga di ruang tamu, menemani Roy yang sedang menunggu hujan yang deras itu reda.


"Hujannya Akhir-akhir ini deras sekali ya nak Roy"


"Iya pak, sepertinya hujan turun terus menerus setiap hari".


"Makannya sedia payung sebelum hujan nak Roy".


"Eh...ayah, salah!, ucap Indah


"Sedia jas hujan, sebelum hujan, kan mas Roy mengendarai motor!".


"Oh iya ya, pinter juga anak gadis Ayah"


Mereka pun akhirnya tertawa bersama.


"Tapi hujan itu membawa berkah", ucap ayahnya Indah.


"Iya Om", ucap Roy.


"Syukuri saja, karena hujan nak Roy kan bisa bersilaturahmi dengan Om, betul kan nak Roy?".


"Iya Om".


"Dari tadi mas Roy ini cuma menjawab, iya om, iya om, saja!", ucap Ayahnya Indah sambil tertawa.


"Mas Roy ini agak pemalu ayah, apa lagi sama orang yang baru dikenalnya", ucap Indah sambil tersenyum.


"Oalah.....betul nak Roy?".


"Betul Om", ucap Roy dengan suara kecil.


"Kalau Om boleh kasih saran, sebagai laki-laki kamu harus jadi pemberani, jangan jadi pemalu apalagi penakut, nanti malu-maluin diri kamu sendiri", ucap ayahnya Indah.


"Memang sifat susah berubah, tapi jika kamu bisa mengurangi sifat yang kurang baik alangkah baiknya kan", ucap Ayahnya indah menasihati Roy.


"Sedikit-sedikit nak Roy harus banyak besosialisasi dengan Orang-orang disekitar lingkungan kehidupan nak Roy dan mulai membuka diri, jangan memendam masalah sendiri itu kuncinya, terbuka dan jangan jadikan kehidupan ini suatu beban".


"terimakasih Om, atas nasihatnya", ucap Roy


"Nak Roy kalau butuh teman mengobrol kesini saja, mungkin Om dan Indah bisa menemani nak roy, Om juga semenjak pensiun jadi sering dirumah, hanya membaca koran dan main catur dengan adiknya Indah".


"Suka main catur nak Roy?".


"Suka pak, tapi tidak terlalu ahli pak".


"Nanti kapan-kapan kalau kesini lagi, kita main catur, Ok!".


"Sering-sering lah main kesini, kalau ada waktu, nak Roy!"


"Baik pak", ucap Roy.


Tidak terasa disela perbincangan mereka, akhirnya hujan pun reda, teh yang disuguhkan pun sudah habis diminum Roy.


"Sudah reda hujannya!", ucap Indah.


"Nak Roy, minum tehnya mau tambah?".


"Sudah pak cukup pak, terimakasih!", ucap Roy


"Hujan sudah reda, kalau begitu saya pamit Om, Indah, takut kemalaman di jalan".


"Oh iya nak Roy, hati-hati di jalan!", ucap ayahnya Indah.


"Iya Om".


"Mas Roy, hati-hati ya?", ucap Indah.


"Iya Indah, dah...!", Roy melambaikan tangannya.


Akhirnya, setelah mampir di rumah Indah dan berpamitan, Roy pun melanjutkan perjalanannya untuk pulang kerumahnya.

__ADS_1


__ADS_2