Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik

Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik
Bab 15


__ADS_3

Hari senin pagi, Roy dan Reni pun pamitan dengan para pekerja di kantor cabang, karena sudah selesai melaksanakan tugas mereka dan akan melakukan perjalanan pulang menuju bandara diantar oleh pak Agus.


Roy dan Reni memberikan salam perpisahan terhadap para pekerja di lingkungan kantor cabang tersebut yang dihadiri oleh pak Agus sebagai pimpinan cabang.


"Bapak ibu, saya dan Bu Reni mohon pamit dari kantor cabang labuhan biru ini, mohon maaf apabila ada kesalahan dalam memberikan bimbingan dan pengawasan yang kami lakukan", ucap Roy.


"Saya ucapkan terimakasih juga kepada bapak agus selaku pimpinan kantor cabang di labuhan biru ini karena telah memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap kehadiran kami berdua, sehingga tugas yang kami lakukan di kantor ini dapat berjalan dengan baik, ucap Roy.


"Iya pak Roy dan bu Reni, kami yang harusnya berterima kasih atas kehadiran dari pak Roy dan bu Reni yang telah memberikan bimbingan terhadap pekerja di kantor ini", ucap Agus.


Akhirnya Roy dan Reni diantar oleh pak Agus dan supirnya menuruni bukit Jodoh meninggalkan kantor cabang tersebut, setelah kurang lebih hampir satu minggu melaksanakan tugasnya.


"Ayo pak Roy dan bu Reni kita naik ke mobil, sebelum ke bandara kita cari sarapan dulu, setelah itu baru kita lanjutkan perjalanan ke bandara, karena perjalanan ke bandara lumayan jauh", ucap Agus.


"Oh iya pak, terimakasih", ucap Roy dan Reni.


"Pesawat siang kan ya Pak Roy dan Bu Reni?", ucap Agus.


"Iya pak, keberangkatan pesawat jam 1.30 waktu setempat , karena satu hari cuma ada satu penerbangan saja, karena rutenya pesawat itu yang sudah tiba akan kembali lagi terbang kebandara asalnya", ucap Roy.


Mereka pun menuju tempat rumah makan, untuk sarapan pagi bersama.


"Nah disini pak Roy dan bu Reni ada tempat sarapan yang enak, kita coba makanan khas di daerah ini, ada sup ikan", ucap Agus.


"Kalau ikan bakar kan sudah coba kemarin malam ya di cafe dekat pantai?", tanya Agus.


"Iya pak, benar-benar enak pak ikan bakarnya masih segar itu", ucap Reni.


"Murah lagi harganya bu Reni!, disini itu kalau ikan laut harganya sangat murah karena hasil laut melimpah", ucap Agus.


"Ibu-ibu biasanya kalau masalah harga murah paling seneng pak agus, sampai ke ujung dunia pun dia cari itu yang harganya yang paling murah ya kan", ucap Roy.


"Apa sih pak Roy, buka kartu saja", ucap Reni.


Nah sebentar lagi kita sampai di rumah makan Sup ikan paling enak di Kota Labuhan Biru ini.


Akhirnya mereka pun mampir di tempat rumah makan sup ikan kakap.


"Ayo mari pak Roy dan bu Reni", ucap Agus mengajak.


"Silahkan duduk kita di meja ini saja ya".


"Baik pak agus terimakasih".


"Tunggu sebentar disini saya pesankan dulu menu sup ikannya", ucap Agus.


"Baik pak, terimakasih!".


Pak agus pun memesankan 4 sup ikan kakap masakan khas daerah itu.


"Pak pesan sup ikan kakapnya 4 porsi ya!"


"Baik pak untuk pesanananya sup ikan Kakap 4 porsi, untuk minumnya mau pesan apa pak?".


"Pak Roy dan bu Reni minumnya mau apa biar sekalian".


"Es teh tawar saja!", ucap Roy.

__ADS_1


"Saya es kelapa muda pak", ucap Reni.


"Kalau begitu yang 2 lagi es teh teh manis saja!", ucap pak Agus.


"Baik pak, saya siapkan dulu ya", ucap pelayan warung makan.


Setelah beberapa lama menunggu makanan dan minuman yang mereka pesan pun tiba.


"Ini pesanannya sudah lengkap ya Bapak Ibu, selamat menikmati", ucap pelayan warung makan.


"Terimakasih."


Setelah berdoa mereka pun mulai menyantap makanannya.


"Bagaimana rasa makanannya Pak Roy dan bu Reni?".


Srryupppp...syurp! suara kuah ikan di makan.


"Wah mantap sekali rasa dari kuah sup ikan kakap ini", ucap Roy.


"Iya pak agus ini sungguh luar biasa rasanya itu loh terasa bumbu rempah-rempahnya, ucap Reni.


"Itu dia rempah-rempah di daerah timur ini memang Ok, tidak heran dari jaman dahulu banyak dicari", ucap Agus.


"Ternyata tempat ini bukan sekedar surga pemandangan saja ya, tapi surga kuliner tradisional", ucap Roy.


"Coba kita dari kemarin-kemarin sering turun bukit untuk makan malam, pasti kita jelajahi kuliner di kota ini", ucap Reni.


"Maaf pak Roy dan Bu Reni, selama di mes kantor hanya diberi nasi boks, giliran mau pulang baru kita ajak untuk makan-makan!", ucap Agus dengan perasaan tidak enak.


"Iya..ya...hanya bercanda ko pak", ucap Roy.


"ha..ha..ha..ha", mereka pun tertawa bersama.


"Ada kecap?", ucap Roy meminta tolong diambilkan.


"Ini pak Roy!", ucap Reni.


Roy menambahkan kecap tersebut banyak sekali ke sup ikan kakapnya.


Syruup....syrupp!, Roy mencicipi kuah ikan yang di tambahi kecap itu.


"Aduh Asin....asin banget ini", ucap roy sambil menjulurkan lidahnya.


"Pak Roy baca dulu itu kecap apa", ucap Agus.


"Wah...ini kecap Asin", ucap Roy.


"Mba Reni aku minta kecap manis ko malah kecap asin sih yang dikasih!", ucap Roy.


"Maaf pak Roy aku ga baca", ucap Reni sambil tertawa.


Mereka pun tertawa terbahak-bahak.


"Pak Roy mungkin ingin segera menikah dapet makanan yang asin-asin", ucap Agus.


"Pak Agus bisa saja!", ucap Roy sambil tertawa.

__ADS_1


"Ya sudah saya pesankan yang baru saja pak Roy ya sup ikannya, dari pada pak Roy tidak bisa makan itu sup karena asin!".


"Aduh pak agus maaf merepotkan, tidak usah pak agus biar saja saya yang pesan sendiri!".


"Sudah pak Roy, sekalian kan pesanannya", ucap Agus.


"Aduh pak agus saya jadi ga enak hati?", ucap Roy merasa bersalah.


"Udah enakin saja, yang ga enak itu loh sup ikan yang asin", ucap Agus.


"Iya betul Pak Roy", ucap Reni.


Pak Agus dan Reni pun tertawa dengan tingkah pak Roy yang gugupnya kambuh.


"Santai saja pak Roy, pokoknya kita nikmatin makanan ini, kapan lagi kan menikmati makanan khas kota ini di tempatnya langsung".


"Iya pak terimakasih", ucap Roy.


Pesanan sup ikan yang dibuat baru pun tiba di meja makan.


"Mari lanjut makannya pak Roy".


"Baik pak, terimakasih", ucap Roy.


Mereka pun makan dengan lahap.


"Kalau mau tambah pesan lagi saja, jangan sungkan-sungkan".


"Sudah pak cukup, ini sudah kenyang sekali terimakasih pak Agus", ucap Roy.


"Mba Reni ayo tambah lagi", ucap Agus.


"Sudah pak terimakasih pak Agus".


"Kalau sudah ayo kita lanjutkan perjalanan kita ke bandara", ucap Agus.


Akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan menuju bandara.


Nanti di bandara pak Roy dan bu Reni ada toko souvenir jika ingin membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah.


"Oh iya pak agus terimakasih infonya".


Roy dan Reni pun merasa bersyukur karena telah menyelesaikan tugas mereka.


Setelah 2 jam perjalanan akhirnya merekapun sampai di bandara, lalu Roy dan Reni membeli sedikit oleh-oleh untuk keluarga dan orang-orang kantor.


Pak Agus saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya karena sudah banyak merepotkan, ucap Roy dan Reni.


"Sama-sama saya ucapkan terimakasih kepada Pak Roy dan bu Reni, hati-hati di jalan, salam untuk keluarga di rumah", ucap Agus.


Mereka pun saling melambaikan tangan.


"Mba Reni akhirnya kita pulang juga ya, sungguh jalannya waktu tidak terasa begitu cepat", ucap Roy.


"Iya pak Roy kita akan kembali ke rutinitas kita lagi, ucap Reni.


Akhirnya Roy dan Reni memasuki pintu keberangkatan pesawat menuju kembali ke kota asalnya.

__ADS_1


__ADS_2