
Akhirnya Roy dan Reni kembali ke kantornya di Pusat, hari itu Roy dan Reni lebih sering berbincang mungkin karena tugas bersama itu membuat mereka berdua semakin dekat.
Mereka seperti tidak terpisahkan, kemana-mana berdua, karena mereka harus mengerjakan tugas laporan hasil perjalanan bimbingan dan pengawasan yang telah mereka laksanakan di kantor cabang Labuhan Biru.
"Aduh...Pak Roy dan Mba Reni kemana-mana terlihat selalu bersama", ucap Roni
"Kasihan mba Lina tidak di ajak", ucap Fajri.
"Shuttt...., ah kalian bercanda saja", ucap Lina.
"Kan mereka baru jadian, kayanya cinta lokasi di labuhan biru, lihat saja mereka lebih dekat sekarang", ucap Roni.
"Aduh apa-apaan sih bikin gosip, kita ini lagi buat laporan bareng bapak ibu", ucap Reni.
"Saya doakan saja yang terbaik", ucap zulmi.
"Pak zulmi ini mendoakan apa? ikut-ikutan saja ", ucap Reni.
"Soalnya pak Zulmi supaya punya teman yang berkeluarga juga ya di ruangan ini?", ucap Bobi.
"Ha...ha...ha..ha..!", mereka pun tertawa bersama.
"Tau saja", ucap Zulmi.
"Ini oleh-olehnya buat kalian, supaya tutup mulut jangan bikin gosip!", ucap Reni.
"Berarti betul kan kalian jadian", ucap Roni.
"Enggak lah", ucap Reni.
"Coba kita tanya pak Roy kayanya serius banget ngerjain laporannya!".
"Pak Roy, apakah benar kamu jadian sama mba Reni?".
"Iya", kata Roy.
Waktu itu Roy sedang fokus mengerjakan laporan sehingga dia tidak jelas mendengar apa yang di tanyakan oleh Roni.
"Tuh kan mba Reni", ucap Roni.
"Apaan sih Pak Roy", ucap Reni sambil mencubitnya.
"Aaww...awww", ucap Roy kesakitan.
"Mba Reni, sudah-sudah, aku salah apa?", ucap Roy.
"Tadi Pak Roy jawab apa?", ucap Reni
"Cuma jawab iya", ucap Roy.
"Dengar tidak yang sedang dibicarakan tadi?", ucap Reni bertanya.
"Ya samar-samar, aku lg fokus ngerjain laporan ini, jadi aku kurang mendengarnya!", ucap Roy.
Lalu Reni pun berbisik kepada Roy apa yang sedang dibicarakan rekan-rekan seruangan, Roy hanya merasa bingung kenapa iya bisa di gosipkan.
"Oh begitu pak Roy dan mba Reni, Rahasia ya sepertinya sampai bisik-bisikan segala", ucap Roni.
Akhirnya mereka pun tertawa bersama.
"Sudah-sudah itu privasi mereka berdua, mari kita nikmati oleh-olehnya", ucap Bobi.
"Mba Reni", ucap Roy
"Ya pak Roy".
"Ini laporan perjalanan kita sudah selesai, nanti kita mungkin habis makan siang menghadap bapak pimpinan kantor ya".
"Baik pak Roy", ucap Reni.
"Menghadap penghulu ya pak Roy dan mba Reni", ucap Roni.
"Apaan sih Roni dan Fajri ini selalu aja ikut-ikutan obrolan kita", ucap Reni.
"Amin.....", ucap pak zulmi.
"Aduh...Roy ayo kita ke kantin saja makan siang sambil membicarakan laporan ini, kalau kita masih di ruangan ini diganggu terus oleh mereka".
"Kita ga di ajak ya", ucap Roni dan Fajri.
"Ayo Lina ikut aku", kata Reni.
"Iya Reni", ucap Lina.
Akhirnya mereka bertiga pergi ke kantin.
Ketika Roy baru keluar dari pintu ruangan menuju kantin, iya berpapasan dengan Indah, Dewi dan Suci.
"Eh mas Roy, kemana aja ko jarang kelihatan di kantor sih", ucap Dewi.
"Sakit ya", ucap Indah.
"Enggak mba, aku ada tugas kantor ke luar kota", ucap Roy.
"Oh, begitu", ucap Dewi.
"Oleh-olehnya donk mas Roy", ucap Indah.
"Oh iya ada di ruangan, nanti ya aku antar ke atas ya oleh-olehnya", ucap Roy.
__ADS_1
"Bercanda ko mas Roy", ucap Indah.
"Ga papa mba, masih banyak ko", ucap Roy.
"Kita makan siang bareng aja yu!", ucap Dewi
"Ok mba reni, mba lina kita bareng mereka ya", ucap Roy.
"Akhirnya mereka pun pergi ke kantin",
"Hari ini mas Roy yang teraktir ya, kan baru pulang dari tugas", ucap Dewi.
"Iya siap mba Dewi", ucap Roy.
Akhirnya mereka pun duduk bersama di meja makan kantin, kebetulan Roni dan Fajri juga menuju kantin untuk makan siang.
"Pak Roy", ucap Roni dan Fajri memanggil.
"Ya pak", ucap Roy.
Lalu Roni dan Fajri mengacungkan jempolnya.
"Pak Roy, hebat!".
"Pak Roy ini lelaki idaman para gadis di kantor ini sepertinya, dahulu makan siang ditemani 3 wanita sekarang ditemani 5 wanita.
"Aduh pak Roy bagi donk rahasia ilmunya",
"Nanti tak kasih tau kalau mau tau?", ucap Roy bercanda.
"Apa pak Roy ilmunya", Tanya Roni dan Fajri.
"Sering traktir mereka makan, pasti mereka mau menemani makan kalian", ucap Roy.
"Bangkrut donk kalau itu pak Roy", ucap Roni.
"Ha...ha...ha...ha..!", Roy pun tertawa.
Roy pun memilih meja untuk iya tempati.
"Ayo pesan aku yang teraktir", ucap Roy.
Akhirnya mereka pun memesan makanan, sambil makan mereka pun berbincang-bincang.
"Mas Roy berangkat tugasnya sama siapa dan kemana mas Roy?", tanya Indah.
"Sama mba Reni, Ke kantor cabang di Labuhan Biru".
"Sama mba Reni?", ucap Indah.
"Iya mba" ucap Reni.
"Apaan sih indah!", ucap Dewi.
"Ha...ha...ha", indah tertawa.
"Mas Roy indah tuh yang sebenernya nyariin mas Roy, dia kalau dikantin makan siang selalu menayakan dimana ya mas Roy, ko ga keliatan sudah hampir seminggu", ucap Suci
"Ih Suci jangan buka kartu donk, malu kan sama orangnya", ucap indah.
"Bercanda ya mas Roy", ucap Indah.
"Beneran juga ga papa", ucap Roy.
Lalu mereka pun tertawa.
"Mas Roy pernah antar Indah kerumahnya kan", ucap Suci.
"Ih kamu tuh bicara mengada-ada saja Suci!", ucap Indah.
"Jadi mas Roy pilih Dewi atau Indah?", ucap Suci.
Roy pun diam tidak menjawab pertanyaan suci, Roy hanya bisa tersenyum saja.
"Pak Roy kita duluan ya", ucap Reni dan Lina.
"Oh iya, ko buru-buru", ucap Roy.
Reni dan Lina meninggalkan kantin menuju ruangan kerja mereka.
"Kayanya mba Reni naksir mas Roy deh kita liatin tatapannya ke mas Roy terus, kita godain mas Roy, mba Reni langsung pergi".
"Hayo ngapain aja mas Roy sama mba Reni waktu tugas berdua?", ucap Dewi.
"Enggak ngapa ngapain cuman menyelesaikan tugas saja!", ucap Roy.
"Kayanya ada kenangan deh", ucap Dewi.
"Ada juga kenangan dengan mu Dewi nonton bioskop bareng", ucap Suci.
"Ha...ha..ha..ha...", mereka pun tertawa bersama.
"Nanti malam minggu kita nonton yu mas Roy ada Film bagus drama romantis", ucap Dewi.
"Boleh", ucap Roy.
"Aku ikut donk" kata Indah.
"Jangan Indah masa mau ganggu mereka", ucap Suci.
__ADS_1
"Iya deh", ucap Indah.
"Indah ikut saja, boleh ko", ucap Dewi
"Suci mau ikut ga?", ucap Dewi.
"Aku sepertinya kalau malam minggu ada janji dengan seseorang", ucap Suci.
"Memang Suci ini cowoknya misterius, kita saja teman dekatnya tidak diberitahu!", ucap Dewi dan Indah.
"Roy mengembalikan ingatannya, oh cowok yang anter Suci pulang, suka janjian di toko depan itu", ucap Roy dalam Hatinya.
"Ah, aku belum punya cowo ko, masih sendiri!", ucap Suci.
"Berarti masih ada kesempatan donk buat mas Roy", Ucap Dewi dan Indah.
"Apaan sih kalian", ucap Suci.
"Makanannya sudah habis nih, Ayo kita masuk kantor lagi", ucap Roy terburu-buru karena ingat ada janji dengan Reni untuk menghadap pimpinan setelah makan siang.
"Bang jamal berapa semuanya pesanan tadi?", ucap Roy.
"Jadi seratus ribu rupiah pak Roy", ucap bang Jamal.
"Ini pas ya uangnya", ucap Roy.
"terimakasih mas Roy atas traktirannya", ucap Dewi, Indah dan Suci.
"Iya sama-sama mba".
Akhirnya mereka pun keruangan kerja masing-masing untuk bekerja kembali.
"Mba Reni", ucap Roy memanggil.
"Ya pak Roy".
"Ayo kita keatas menghadap bapak pimpinan, memberikan hasil laporan tugas perjalanan kita", ucap Roy.
"iya, baiklah pak Roy".
"Maaf ya tadi aku duluan Pak Roy!", ucap Reni
"Oh dikantin tadi!".
"Iya tidak apa-apa", ucap Roy.
Padahal Roy bertanya dalam hatinya kenapa mba Reni tiba-tiba ingin buru-buru untuk menyelesaikan makan siangnya.
Akhirnya Roy dan Reni menuju ruangan pimpinan dan bertemu dengan ibu sekretaris Regina.
"Bu regina", ucap Reni.
"Eh Bu Reni dan Pak Roy, mau ketemu bapak pimpinan ya, sebentar saya cek dulu ya kebetulan bapak pimpinan sedang tidak sibuk sepertinya", ucap Regina.
"Bu regina sebentar ini ada oleh-oleh buat ibu dan bapak pimpinan", ucap Reni.
"Aduh jadi ngerepotin, tidak usah bu Reni"
"Kan sudah terlanjur di belikan", ucap Roy.
"Oh iya ya, terimakasih ya Pak Roy dan Bu Reni".
"Sama-sama bu Regina", ucap Roy dan Reni.
Akhirnya bu Regina masuk ke ruangan pimpinan menyampaikan bahwa ada yang ingin menghadap beliau.
"Pak Roy dan Bu Reni, silahkan masuk", ucap Regina.
"Baik ibu, terimakasih", ucap Roy dan Reni.
Roy dan Reni akhirnya masuk keruangan pimpinan kantor.
"Permisi bapak pimpinan", ucap Roy dan Reni.
"Oh pak Roy dan Bu Reni, bagaimana perjalanan tugasnya lancar kan?", ucap bapak pimpinan.
"Bersyukur perjalanan kami berdua lancar pak tidak ada kendala sedikit pun", ucap Roy.
"Syukurlah kalau begitu, yang penting kalian dapat melaksanankan tugas dengan baik dan kembali dalam kondisi sehat", ucap bapak pimpinan.
"Iya Pak, ini laporan tugas perjalanan kami melaksanakan bimbingan dan pengawasan di kantor cabang Labuhan Biru", ucap Roy.
"Ada salam dari pak Agus pak", ucap Reni.
"Oh iya, pak Agus pimpinan cabang disana ya".
"Baik kan orangnya?", ucap bapak pimpinan.
"Sangat baik pak dan perhatian terhadap pegawainya", ucap Reni.
"Bagus kalau begitu!", ucap bapak pimpinan.
"Ya sudah, terimakasih saya ucapkan kepada pak Roy dan Bu Reni karena telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab", ucap bapak pimpinan.
"Sama-sama bapak pimpinan, kami ucapkan terimaksih, kami mohon pamit", ucap Roy dan Rina.
"Iya silahkan bapak ibu", ucap bapak pimpinan.
Akhirnya Roy dan Reni pun kembali ke ruangan kerjanya untuk melanjutkan aktifitasnya.
__ADS_1