Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik

Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik
Bab 14


__ADS_3

Sudah hampir satu minggu Roy menghabiskan waktu di kota labuhan biru melaksanakan tugasnya bersama Reni memberikan bimbingan dan pengawasan di kantor cabang yang terletak di kota Labuhan biru, sebuah kota indah yang diapit oleh perbukitan dan memiliki laut yang membiru.


Mereka berdua pun semakin dekat, Roy pun sepertinya sudah merasa tidak canggung lagi kala berbincang dengan Reni, Roy yang pemalu dan Reni yg perhatian membuat keduanya saling mengisi satu sama lain karena disebabkan oleh keseharian mereka yang selalu berdua di kota tersebut.


Setelah 6 hari berlalu, saatnya esok hari Roy dan Reni akan pulang kembali ke kota asalnya dan menjalani rutinitas seperti biasa.


"Pak Roy!", ucap Reni memanggil.


"Iya mba Reni", ucap Roy.


"Tidak terasa ya besok kita sudah harus pulang!", ucap Reni.


"Mba Reni masih betah ya?"


"Iya Pak Roy, kota ini udaranya bersih, sejuk, pemandangannya indah tidak seperti kota metropolitan yang berpolusi dan padat.


"Aku merasa tenang dan nyaman Pak Roy!".


"Pindah kesini saja kalau begitu mba Reni".


"Ah pak Roy, masa harus pindah juga sih!".


"Kan aku hanya memberikan pendapat mba reni!", ucap Roy


"Iya sih pak Roy, tapi tetap tempat kelahiran dan keluargaku di sana semua, pasti suatu saat ingin kembali juga ujung-ujungnya".


"Ya seperti pengalamanku mba Reni", ucap Roy.


"Oh iya Pak Roy, dulu kan begitu ya".


"Aku dulu di kantor kota baru disana, sering melihat Senja di pantai yang indah, sama seperti senja di kota ini yang katanya indah itu, pasti indah sekali".


"Pak Roy kalau begitu ayo kita lihat senja di pantai, kita turun kebawah, turun dari bukit jodoh ini sambil melihat laut yang biru di sore hari, lagian tugas kita kan sudah beres tinggal menunggu pulang besok", ucap reni dengan semangat.


"Iya mba Reni ide bagus itu", ucap Roy sambil mengacungkan jempolnya.


"Ayo Kita minta tolong pak Agus untuk minta antarkan kesana dengan mobil", ucap Reni


Akhirnya Roy dan Reni pun menuju ke ruangan pak Agus untuk meminjam kendaraan.


"Sore pak Agus!", ucap Roy dan Reni.


"Sore juga pak Roy dan bu Reni, ada perlu apa ya?".


"Ini pak Agus kita mau melihat pantai di kota labuhan Biru".


"Oh bapak dan ibu mau kesana!".


"Iya pak Agus kalau boleh, besok kan kita sudah pulang jadi masih ada kesempatan sore ini untuk jalan ke tempat itu pak".


"Oh iya boleh, Ini sudah jam pulang kantor juga, Ok nanti saya antar kesana bapak ibu ya, bapak ibu mau sekalian cari oleh-oleh kan buat keluarga di rumah nanti saya antarkan!"


"Baik pak Agus terimakasih atas kesediaannya mengantar kami".

__ADS_1


"Ah tidak usah sungkan-sungkan bapak ibu, Kita kan teman, saya mau sekalian pulang kerumah, kebetulan rumah saya di bawah, jadi harus menuruni bukit ini, nanti bapak ibu setelah selesai diantarkan lagi oleh supir saya ke Mes kantor", ucap Agus.


"Jadi sekalian jalan ya kita pak", ucap Reni dengan perasaan senang


"Iya bapak ibu", ucap Agus sambil menganggukan kepala.


Reni dan Roy sangat senang sekali karena sudah 6 hari ini tinggal di Mes kantor di Bukit Jodoh, jadi belum pernah menikmati suasana di bawah, di bawah itu merupakan pusat kota Labuhan Biru yang berdekatan dengan pantai".


"Ayo mari bapak ibu, naik ke mobil".


"Baik terimakasih pak agus".


Akhirnya Roy dan Reni pun menaiki kendaraan menuruni bukit jodoh menuju pantai di kota Labuhan Biru.


Disela perjalanan menuruni bukit pak agus mengajak ngobrol Roy dan Reni.


"Pak Roy dan Bu Reni, maaf ini saya baru ajak turun, ucap pak agus".


"Tidak apa-apa pak, lagian kita tidak sempat juga untuk turun jika masih ada tugas kegiatan di kantor pak", ucap Roy.


"Iya ya pak", ucap Agus.


"Rata-rata pegawai yang kita beri arahanan sangat antusias pak mengikuti bimbingan, sehingga tidak jarang sampai malam kita berikan arahan", ucap Reni.


"Memang bapak ibu, karena kantor kita merupakan cabang baru jadi harus banyak belajar dan mendapatkan arahan dari yang sudah berpengalaman, agar kantor cabang kita ini berjalan dengan baik", ucap Agus.


"Betul pak saya setuju", Ucap Roy dan Reni.


"Nah pak Roy dan Bu reni kita hampir sampai, itu di depan tempat spot terbaik untuk melihat senja di pantai ini!".


"Wah...Pak agus bagus ya pemandangannya", ucap Reni.


"Kalau malam minggu banyak pasangan muda mudi disini pak, menghabiskan mereka berdua".


"Pak Roy dan Bu Reni sudah bekeluarga?


"Belum pak Agus", ucap Roy dan Reni.


"Bagus kalau begitu!". ucap Agus.


"Memang kenapa ya pa Agus ?", ucap Reni bertanya dengan nada heran.


"Konon katanya cerita kepercayaan penduduk disini, jika ada sepasang pria dan wanita ke sini, mereka akan berjodoh", ucap Agus.


"Masa sih pak!", ucap Roy dan Reni dengan nada kaget.


"Iya kisahnya sama kaya bukit jodoh itu", ucap Agus.


"Baru tau pak saya ceritanya!".


"Oleh sebab itu tempat disini dinamakan pantai jodoh", ucap Agus.


"Berarti bukit jodoh dan pantai jodoh saling berhubungan ya pak?", ucap Reni.

__ADS_1


"Iya saling berhubungan, dikisahkan bahwa si bukit jodoh adalah sang pria dan si pantai jodoh adalah sang wanitanya, itu kisah dahulu nenek moyang kami, asal muasal penduduk disini, seorang pria yang tinggal di bukit menikahi sang wanita yang tinggal di pesisir pantai".


"Pantas saja bukit jodoh dan pantai jodoh namanya persis sama ternyata ada kisah di balik itu toh", ucap Roy.


"Bagaimana apakah pak Roy dan bu Reni berani untuk melihat senja di pantai jodoh ini?", ucap Agus


"Ya berani lah pak, kalo saya dan mba Reni harus berjodoh ya mau gimana lagi", ucap Roy.


"Apaan sih Pak Roy, bicara begitu!", ucap Reni merasa malu dengan ucapan Roy.


"Ah itu kepercayaan saja kan pak, klo menurut saya ya jodoh di tangan tuhan", ucap agus.


"Iya pak di tangan tuhan bukan di tangan hansip", ucap Roy.


"Klo di tanggan hansip namanya jodoh paksa karena di grebek warga ya", ucap agus.


"Ha...ha..ha...!" Mereka pun tertawa bersama.


"Bisa saja jawaban pak Agus ini", ucap Roy dan Reni.


Roy dan Reni pun terkesan dengan keindahan Senja di pantai jodoh, Labuhan Biru.


"Indah sekali ya Reni?", ucap Roy


"Ya pak Roy, sangat indah senja di pantai ini, perasaanku senang sekali pak Roy bisa melihatnya".


Roy dan Reni merasa takjub dengan senja sore hari di pantai yang membiru dengan hembusan angin yang membawa ombak ke tepian pantai yang berpasir putih itu.


Hari semakin sore dan semakin gelap, akhirnya senja pada hari itu pun menghilang, pak agus mengajak Roy dan Reni untuk makan malam di cafe dekat pantai.


Ayo pak Roy dan bu Reni, kita mampir di cafe itu!, ucap Agus.


"Baik pak", jawab Roy dan Reni.


"Kita makan malam disini saja ya suasananya bagus, biar saya yang teraktir", ucap agus.


"Wah...terimakasih pak agus, nanti kita malah merepotkan".


"Tidak bapak ibu, masa cuma segitu saja merepotkan!,


"Ayo mari, silahkan kita duduk di meja ini saja, ucap Agus"


"Baik pak, terimakasih!", ucap Roy dan Reni.


"Sama-sama bapak ibu, saya langsung pesankan ya menu makananya pak Roy dan bu Reni".


"Pak Agus apakah cafe ini satu-satunya yang ada di dekat pantai ini pak ya?", ucap Reni bertanya.


"Iya baru ini yang dibangun, hanya untuk pariwisata penduduk sini saja".


"Oh sayang sekali ya pak, keindahan alam seperti ini belum sepenuhnya di ketahui oleh orang-orang!", ucap Roy.


"Ya kalau ada investor pariwisata ke kota ini, bisa jadi destinasi tempat wisata bukan hanya hanya level domestik mungkin sudah level internasional bapak ibu!", ucap Agus.

__ADS_1


Mereka pun berbincang-bincang sambil menghabiskan makan malam mereka dan setelah itu Roy dan Reni kembali ke Mes kantor untuk istirahat memulihkan tenaga untuk melanjutkan perjalanan kepulangannya keesokan harinya.


__ADS_2