Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik

Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik
Bab 17


__ADS_3

Hari Sabtu pagi rutinitas Roy seperti biasa di rumahnya, membersihkan akuarium kecil yang sudah hampir seminggu ditinggalkannya. Roy tidak salah memelihara ikan sapu-sapu karena ikan itu jenis ikan kuat bertahan hidup, sebelum iya berangkat tugas iya menitipkannya ke rumah orangtuanya.


Roy ingin mengambil ikan peliharaannya tersebut sambil menengok keadaan orangtuanya, karena sudah beberapa lama ini Roy tidak menjenguknya dan ingin memberikan oleh-oleh dari perjalannya tersebut.


Roy pergi menuju rumah orang tuanya, yang tidak begitu jauh jaraknya dari rumahnya itu.


“Akhirnya aku sampai juga dirumah masa kecilku", ucap Roy.


“Permisi, permisi, tok..tok..tok..", ucap Roy sambil mengetuk pintu.


Pintu rumah itu pun dibuka, terlihat sosok pria yang sudah berumur tersenyum ke arah Roy.


“Roy, ucap bapak itu".


“Iya ayah, ayah sehat, ucap Roy sambil mencium tangan Ayahnya".


“Ayah sehat Roy".


“Ibu ada ayah?".


“Ada, sedang di dapur bersama adik perempuanmu Noya, kebetulan sedang masak makanan kesukaan kamu".


“Asik", ucap Roy.


“Nanti makan bareng saja ya", ucap Ayahnya Roy.


“Kakak Roy", ucap seorang pria masih muda dan tampan.


“Eh Boy gimana kuliahmu?".


“sudah hampir selesai Kakak Roy".


“Hebat nih jagoan, bentar lagi sarjana ya", ucap Roy.


“Iya Roy, Boy sebentar lagi jadi sarjana muda", ucap Ayahnya Roy.


“Ayah berarti sudah Keliatan tua yah, anak-anak ayah sudah pada besar".


“Tidak ko ayah, Awet Muda", ucap Roy.


“Kalau awet Muda tidak apa-apa, asal jangan awet tua", ucap ayah Roy tertawa.


Boy adalah adik kandung dari Roy, Roy kebetulan anak tertua di keluarganya, mereka terdiri dari tiga bersaudara Roy, Boy dan Noya adik perempuannya yang masih sekolah menengah atas.


Lalu Roy menuju dapur menghampiri ibu dan adiknya.


“Ibu", ucap Roy.


“Eh, Roy", ucap ibunya Roy sambil memeluk erat.


“Anak ibu yang ganteng, kamu sudah pulang nak dari tugasmu?".


“iya ibu, maaf ibu baru sempat mampir hari ini!".


“Eh kakak Roy, mana oleh-olehnya", ucap Noya.


“Oh iya lupa masih ketinggalan di gantungan motor", ucap Roy.

__ADS_1


“Ih kakak Roy ini, suka pelupa", ucap Noya.


“Kamu ini langsung nanya oleh-oleh, salim dulu sana sama kakakmu", ucap ibunya Roy.


“Oh iya Lupa".


“Huhhh....sama-sama pelupa kan!", ucap Roy sambil mengusap kepala adiknya.


“Iih.. kak Roy rambut noya nanti rusak, habis perawatan dari salon ini", ucap Noya.


“Sudah mulai centil ya mainannya kesalon aja nih adikku yang manis", ucap Roy.


"Ibu sedang masak apa nih, sibuk sekali?", ucap Roy


“Ini Roy, Ibu memasakkan Ayam goreng makanan kesukaanmu", ucap ibunya Roy.


“Asik...ibu tau ajah Roy belum sarapan pagi ini".


"Nah ini sudah beres, ayam goreng, tempe mendoan, tumis kangkung, sayur asam dan sambal terasi".


“Mari kita ke meja makan untuk makan bersama", ucap ibunya Roy.


“Akhirnya Roy pun makan Bersama dengan keluarganya.


“Ayah, kakak Boy kesini makanan sudah siap, mari kita Makan bersama dengan kakak Roy, ucap Noya sambil membantu ibunya membawakan makanan.


“Wah....makan besar ini, ucap Ayahnya Roy.


“Iya ibu tau saja kakak Roy mau kesini, ucap Boy.


“Ah itu sudah naluri ibu, sudah ikatan bathin, ucap ibunya Roy.


Mereka pun tertawa bersama.


“Roy kapan membawa calon menantu kesini, ucap ayah Roy.


“Iya Roy kapan nih, ibu udah pengen gendong Cucu", ucap ibunya Roy.


Roy yang sedang makan lahap itu pun akhirnya tersedak.


”Ukhukkk....ukhukkkk, suara Roy tersedak.


“Kakak Roy minum! Ayo cepat minum dulu ini”, ucap Noya sambil memberikan segelas air putih untuk Roy.


“Haduh...Kakak Roy ditanya calon menantu sama ayah dan ibu malah tersedak makanan”, ucap Boy sambil menggelengkan kepalanya.


Ayah dan ibunya Roy pun saling melirik satu sama lain memberikan kode atas pertanyaan tersebut.


“Kompakan nih ibu dan ayah bertanyanya masalah calon menantu”, ucap Noya.


“Oh iya Noya ikan sapu-sapu yang kakak titipkan di akuarium punya mu sehat kan, mau kakak bawa lagi kerumah”, ucap Roy mengalihkan alur pembicaraan.


“Sehat kak ikannya, mau di ambil lagi kan", ucap Noya.


“Aduh Roy ini, ikan sapu-sapu melulu yang dipikirkan, kamu itu harus memikirkan calon istri buat mu, masa mau menikah sama Ikan?”, ucap ibunya Roy sambil menggelengkan kepalanya.


“Iya Ayah ganteng dan Ibuku yang paling cantik sedunia, Roy segera akan cari calon menantu buat bapak sama ibu”, ucap Roy.

__ADS_1


“Tidak perlu cantik-cantik Roy yang penting dia Baik dan berbakti kepadamu”, ucap Ibunya Roy.


“Iya cari yang seperti ibumu ini”, ucap ayah Roy.


“Ayah gimana sih berarti ibu tidak cantik ya!”, ucap ibunya Roy.


“Tunggu dulu ayah belum selesai bicara, kalau ibu bukan cantik lagi tapi bidadari surga, dan maksud ayah sifatnya harus baik dan berbakti pada suami”, ucap Ayahnya Roy.


“Ih ayah so sweat banget sih”, ucap ibunya Roy.


Roy, Boy dan Noya pun terpana dengan sikap Romantis pasangan Ayah dan ibu mereka, walaupun sudah berumur tetap menjaga keharmonisan di keluarganya.


Bagaimana Roy kapan kira-kira ayah dan ibumu ini bisa bertemu dengan calon menantu“, ucap ayahnya Roy.


Iya Roy Kapan?”, ucap ibunya Roy.


"Aduh kapan ya, aku harus bawa siapa aku belum punya kekasih lagi", ucap Roy dalam hatinya.


"Iya secepatnya bu, Roy kebetulan sedang dekat dengan beberapa teman wanita".


"Ayah dan ibu masalah hati tidak bisa dipaksakan, nanti cepat- cepat mencari malah tidak cocok kedepannyakan Repot", ucap Noya.


"Hush...anak bawang, ikut-ikutan saja", ucap ibunya Roy.


"Maksud ayah dan ibumu ini baik Roy, supaya kamu semangat mencari pasangan hidupmu, sejak kamu putus dengan Yanti, kamu tidak pernah mengenalkan seseorang kekasihmu lagi kepada Ayah dan Ibu", ucap ibunya Roy.


"Ibu takut kamu trauma nak karena ditinggalkan oleh Yanti mantan Kekasih mu itu".


"Iya Roy mengerti maksud baik ayah dan Ibu".


"Ibu mendapat kabar dari teman ibu, kebetulan yanti itu anak dari saudaranya teman ibu, katanya iya belum menikah Roy!".


"Kamu masih punya kesempatan untuk mendapatkanya kembali", ucap ibunya Roy.


"Tetapi iya sudah bertunangan lama ibu, Roy tidak bisa ibu, Roy tidak mau menggangu hubungan orang lain", ucap Roy menjelasakan.


"Yanti sebetulnya pernah menghubungi ibu, iya juga meminta maaf kepada kita ketika iya memutuskan hubunganmu secara sepihak, sepertinya dari nada pembicaraannya iya masih suka terhadapmu Roy, Yanti berkata masalahnya hanya ketika itu iya tidak bisa berhubungan jarak jauh dengan mu Roy“.


”Roy sudah tau bu,kebetulan Roy baru-baru ini sempat bertemu dengan Yanti, dia menceritakan semuanya penyebab kandasnya hubungan kami".


"Kalau memang jodoh Roy tidak akan mengelak bu, tapi Roy tidak mau mengganggu hubungan Yanti dengan tunangannya itu, jadi Roy tidak bisa mengungkapkan perasan Roy yang masih ada ini".


"Kalau Yanti memutuskan pertunangannya dan memintamu kembali kamu mau Roy?".


"Roy pun kebingungan untuk menjawab pertanyaan ibunya itu,ternyata akhir-akhir ini Yanti sering menghubungi Ibunya Roy dan memohon agar ibunya membantu Roy untuk kembali kepadanya".


"Roy Tidak tahu bu, Roy belum tentu menerimanya, karena Roy mulai mengenal sosok gadis yang Roy impikan".


"Kalau begitu keputusannya itu tergantung kamu menerima Yanti kembali atau mencari gadis yang lain, ibu dan ayahmu hanya mendoakan yang terbaik bagimu", ucap ibunya Roy.


Acara makan sarapan pagi pun menjadi momen yang sangat serius.


"Aduh bagaimana ini malah jadi serius, ayo cepat makannya enak ini ayam gorengnya, gratis lagi", ucap Boy.


"Gratis dari mana, itu uang belanja ibu", ucap ibunya Roy.


"Jadi uang shooping ibu berkurang deh!", ucap Noya bercanda.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun tertawa bersama disela-sela makan sarapan pagi bersama.


__ADS_2