
Hari sabtu pagi, kebetulan Roy libur pada hari itu, karena hari sabtu dan minggu kantor meliburkan pegawainya.
Roy pun mencari kesibukan di waktu senggangnya dengan membersihkan akuarium yang berisikan ikan sapu-sapu tersebut.
"Ah bosan juga di rumah", ucap Roy.
Roy merasa setiap hari liburnya sangat membosankan, sarapan, membersihkan akuarium, menonton televisi, makan siang, tidur siang, main game, lalau tidur lagi, kegiatan di hari libur Roy berulang-ulang seperti itu.
"Mau ngapain lagi ya", ucap Roy.
Lalu Roy membuka handphone nya, melihat iklan di aplikasi sosial media, ada Film yang baru keluar, tentang drama romantis. Kebetulan Roy sangat suka sekali dengan Film yang bergenre Romantis ini.
"Main ke Mall saja lah nanti malam, ada film baru genre kesuakanku", ucap roy dalam hati.
Roy bermaksud menonton Film tersebut di waktu malam hari, dengan pergi ke Mall terbesar di Kotanya.
"Tapi aku masa menonton sendirian, pasti tidak seru, apa aku telepon Yanti saja ya". Roy bergumam.
"Tapi jangan!, masa aku telepon Yanti dia kan sudah bertunangan, ya sudahlah aku nanti nonton sendirian saja".
"Ah aku cuci motor tua ku dulu, supaya kinclong mengkilat, aku bermalam mingguan dengan motor tua ku saja".
Akhirnya malam pun tiba.
"Ok aku sudah siap".
Roy hari itu bersiap-siap dengan pakaian terbaiknya, celana jeans terbaru, sepatu kulit yang terbuat dari kulit domba , dan parfum asli dari Paris hasil membeli dari online shop.
Roy memacu motor tuanya sambil menikmati suasa malam yang gemerlap, Kebetulan suasana jalan pada malam itu sangat ramai, karena malam itu adalah malam minggu, tentu saja muda-mudi banyak yang menghabiskan waktu malam.
"Ramainya..", ucap Roy, sambil mengendari motornya itu.
Roy melihat sepasang kekasih berboncengan dengan mesranya, sebetulnya Roy teringat akan kenangannya bersama yanti, andaikan Yanti masih bersamanya tentu saja ada yang menemaninya bermalam mingguan.
Akhirnya Roy sampai ke tujuannya, sebuah Mall terbesar di Kota itu, Roy pun memakirkan motornya di lokasi parkiran motor paling pojok.
"Ramai sekali parkiran ini, pasti kondisi mall penuh pengunjung", ucap Roy.
Akhirnya Roy memasuki Mall dan menuju tempat Bioskop berada.
Roy pun berjalan ke arah pintu bioskop, dan ikut mengantri di antrian loket tiket menonton.
Ketika sedang mengantri ada yg menepuk bagian punggung Roy.
"Puuukkk", suara punggung ditepuk.
Roy lalu berusaha menoleh ke belakang, ternyata yang menepuk punggung Roy adalah Dewi.
"Loh...Mba Dewi", ucap Roy kaget.
"Mas Roy mau nonton Film ini juga", ucap Dewi.
"Iya Mba Dewi, sedang mengantri tiketnya"
"Kebetulan Mas Roy, ini Aku sudah punya tiketnya dua".
Dewi pun menjelaskan bahwa iya sedang sendirian karena kakaknya dewi, Mas Dewa tidak jadi menonton di telepon mamanya untuk segera pulang untuk mengantar mamanya Arisan di rumah teman mamanya.
"Sudah mas Roy, pakai tiket kakaku saja, karena tidak jadi di pakai, bisa temani aku nonton juga kan", ucap Dewi.
__ADS_1
"Oh iya mba Dewi, terimakasih.
Roy pun merasa seperti ada Dewi Fortuna yang selalu mengikutinya, karena beruntung mendapatkan tiket gratis menonton Film berikut teman menonton.
"Untung ada Mba dewi", ucap Roy bersamaan.
"Untung ada Mas Roy" ucap Dewi bersamaan.
"Berarti kita sama-sama beruntung donk ya" ucap Dewi.
"Ha..ha..ha...ha...", suara tertawa
mereka pun tertawa bersama.
Akhirnya Roy keluar dari barisan antrian tiket Film itu.
"Dewi tunggu disini ya", ucap Roy.
"Mau kemana Mas Roy?".
"Aku mau membeli sesuatu, tunggu ya".
Lalu Roy menuju tempat gerai berjualan Popcorn dan minuman dingin.
"Mas mau pesan apa", ucap Mba penjual Popcron.
"Mba pesan dua popcorn dan dua minuman dingin ya"
"Iya mas, mau ukuran large apa yang small".
"Paket yang Large saja Mba".
"Ini Mba uangnya pas seratus ribu rupiah ya".
"Ok, mohon ditunggu saya siapkan dulu pesananya", ucap mba penjual popcorn.
"Ok mba".
"Ini mas sudah, pesanannya, mohon di cek kembali!"
"Sudah, mba".
"Ok, sudah lengkap ya pesanannya, terimaksih selamat menikmati", ucap mba penjual popcorn.
Lalu Roy pun menghampiri Dewi yang sedang duduk di tempat duduk dekat pintu masuk bioskop studio 1,
"Mba Dewi", ucap Roy menyapa sambil tersenyum
"Ya, mas Roy".
Mba dewi melihat mas Roy membawakan sesuatu untuknya.
"Ini mba Dewi pegang satu popcornnya?, aku belikan buat kamu".
"Aduh gak enak jadinya, merepotkan mas Roy".
"Sudah lah, sama-sama ko, ambil ini mba dewi ya!".
"Terimakasih mas Roy", ucap Dewi.
__ADS_1
Lalu Roy duduk di samping Dewi, selang beberapa lama suara panggilan pun berbunyi.
"Pintu teater studio satu telah dibuka, bagi yang telah memiliki tiket, agar segera memasuki ruangan, karena Film akan segera dimulai", Suara pemberitahuan dari petugas bioskop.
"Ayo mas Roy kita masuk, sudah di buka itu pintu teater studio satu!", ajak mba dewi.
"Ok, Mba Dewi", ucap Roy.
Roy dan Dewi pun masuk untuk nonton film romantis tersebut.
Selang beberapa lama film pun diputar, sesekali Dewi melihat ke arah Roy.
"Mas Roy orangnya ganteng juga ternyata klo dilihat dari dekat", ucap Dewi dalam hatinya.
Sementara Roy sangat serius menikmati alur cerita Film tersebut.
"Mba Dewi", ucap Roy.
"Aku ga nyesel nonton Film ini, bagus ya alur ceritanya", tanya Roy.
"Iya lah mas Roy, penulis skenario dan Sutradaranya kan sudah terkenal", jawab Dewi.
"Mas Roy, kamu ganteng banget deh hari ini!".
"Apa mba Dewi, aku tidak mendengarnya?".
Karena memang suara sound dari efek Film tersebut menghalangi pendengaran Roy.
Lalu Dewi pun berbisik di telinga Roy.
"Mas Roy kamu ganteng"!
"Hah...apa?, ucap Roy tidak mendengar suara Dewi.
"Sudahlah Mas Roy ga bisa di ulang kata-kataku", ucap Dewi kesal.
Lalu Dewi pun melanjutkan menonton Film itu dengan serius mengikuti alurnya.
Memang Roy kalau sedang menonton Film kesukaannya iya sangat fokus menikmatinya, sampai-sampai melupakan ada teman di sebelahnya.
Tanpa sengaja tangan Roy pun menggenggam tangan Dewi, saking seriusnya menonton Film itu iya tidak sadar mengenggam tangan seseorang, teringat kenangan ketika masih menonton bersama Yanti mantan kekasihnya yang selalu iya genggam tangannya ketika menonton Film di Bioskop.
Sementara itu Dewi hanya diam saja, tidak melepaskan genggaman tangan Roy, iya hanya bisa tersipu malu, iya merasa Roy orangnya romantis juga.
Film pun akhirnya selesai, Roy masih saja menggenggam tangan Dewi.
Lampu-lampu penerangan teather bioskop pun di hidupkan kembali.
"Selesai juga Filmnya Mas Roy", ucap Dewi
"Iya ya Yanti, Eh..salah maaf Mba Dewi!", ucap Roy kaget sambil melepaskan genggamanya dari tangan Dewi.
"Maaf Dewi, Maaf...aku Mohon Maaf ya tidak sengaja?", ucap Roy merasa bersalah dan sedikit malu.
"Tidak Apa-apa mas Roy!, inget yang dahulu ya?", tanya Dewi sambil tertawa.
"Iya", ucap Roy.
Roy dan Dewi pun tertawa bersama.
__ADS_1
Roy dan Dewi pun keluar dari ruangan Bioskop itu. Lalu Roy mengajak Dewi untuk pulang bersama untuk mengantarkan Dewi ke rumahnya karena sudah larut Malam.