Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik

Cinta Pria Pemalu Dan Gadis Cantik
Bab 18


__ADS_3

Setelah dari rumah Orangtuanya Roy mulai mencoba untuk membuka hatinya lagi, dan membuka lembaran baru mencari sosok wanita yang iya inginkan, walau sosok Yanti masih ada dalam ingatannya, karena kenangan bersamanya yang tidak akan pernah iya lupakan.


iya ingin menepati janjinya malam minggu ini, iya akan mengajak Dewi dan Indah menonton Film genre kesukaannya, Film Romantis.


Roy pun bersiap dengan maksimal, memakai wewangian dan pakaian terbaiknya yang baru dibeli dari outlet pakaian.


“Kring....kring....Kring, bunyi handphone Roy.


Lalu Roy mengangkat telepon tersebut.


”Halo“, ucap Roy.


”Halo dengan mas Roy“


”Iya“.


”Ini Dewi, jadikan kita nonton bareng mas Roy?“.


”Oh iya Dewi jadi“.


”Mba Indah sudah menghubungi mas Roy?“, tanya Dewi.


”Belum Dewi“.


”Oh ya, biar aku saja yang menghubungi Mba Indah mas Roy!“.


”Ok kalau begitu Dewi saja yang menghubunginya ya!“.


”Mas Roy nanti kita janjian di Mall ya, nanti aku tunggu di dekat pintu bioskop sekitar jam 7 malam“.


”Ok Dewi“.


”Jangan telat loh mas Roy, nanti kita ketinggalan Filmnya“.


”Ok, Dewi tenang saja“.


Malam minggu pun tiba.


Akhirnya Roy menaiki motor tua nya itu untuk menuju Mall tempat janjian mereka untuk menonton Film.


”Wah gawat, bensinnya sudah mau habis lagi“, ucap Roy dalam hatinya.


Roy lupa tadi isi bensin dulu dijalan ketika pulang dari rumah orang tuanya.


”Bisa mati di jalan ini motor“.


Akhirnya Roy pun mencari pom bensin terdekat, apalah nasib kurang mujur pom bensin yang Roy kunjungi habis Stoknya., akhirnya iya berputar-putar mencari pom bensin eceran di pinggir jalan.


"Akhirnya dapat juga nih bensin", ucap Roy bersyukur.


Lalu Roy pun melihat jam tangannya.


”Waduh bisa telat aku janjian dengan mereka“.


Memang hari itu Roy kurang beruntung, waktu tidak mengijinkan Roy untuk datang tepat pada waktunya, jalanan pun Macet Total, ditambah lagi hujan deras.


"Gawat turun hujan deras malam-malam begini".


”Aduh sepatuku bisa basah ini!“.


Lalu Roy pun memberhentikan motornya dan beristirahat di halte Bus Kota.


”Untung aku bawa jas hujan, aku pakai jas hujan saja, tapi sepatuku pasti basah ini, haduh mana ini sepatu kulit lagi”


”Kring....Kring....Kring“, suara bunyi handphone Roy.


"Wah ada telepon masuk, jangan-jangan dari Dewi“, ucap Roy.


”Ya Halo“.


”Mas Roy Dimana?, ucap Dewi.


“Aku Masih Di jalan”.


“Aku sudah sampai Mall ini sama Indah naik taksi, di luar hujan deras ya”.

__ADS_1


“Iya Hujan deras, tapi aku nanti kesitu”, ucap Roy.


“Cepat ya mas Roy”, ucap Dewi


“Ok, tunggu ya”, ucap Roy.


“Ya mas Roy, hati-hati di jalan takut licin”.


“Ok terimakasih”.


Roy pun akhirnya menerobos hujan deras itu, dengan memakai jas hujan mengendarai motornya, iya takut terlambat ketinggalan jam tayang Film dan ditunggu oleh Dewi dan Indah.


Kondisi jalan cukup licin terpaksa Roy memperlambat kecepatan motornya.


Sepatu yang Roy kenakan sudah basah kuyup dan Roy merasa pasti iya akan terlambat ketika tiba disana, tetapi iya sudah berjanji kepada Dewi dan Indah untuk menonton di Bioskop.


“Ayolah cepat aku harus tiba disana”, ucap Roy dengan semangat.


Akhirnya Roy pun tiba di Mall itu.


"Bagai mana ini sepatuku basah, jika tahu akan hujan aku pergi pakai taksi saja".


Lalu Roy memakirkan motornya, dan berlari masuk ke dalam Mall itu dengan sepatu yang basah itu.


“Bruk...” suara Roy terpeleset di lantai Mall.


“Aduh...kakiku”, pengunjung lain pun melihat ke arah Roy yang terjatuh karena terpeleset.


“Mas tidak apa-apa”, kata satpam mall sambil membangunkan Roy yang terjatuh.


“tidak apa-apa pak, terimakasih pak”, ucap Roy sambil menahan malu karena terjatuh.


“iya sama-sama mas, hati-hati mas jalannya jangan terburu-buru”, ucap satpam Mall.


“Aduh aku bikin malu saja terjatuh di kerumunan banyak pengunjung Mall, aku jalan pelan-pelan saja”.


Akibat terjatuh tadi Roy pun berjalan agak kesakitan, karena kakinya Roy terkilir.


“Nah itu dia Dewi dan Indah”.


Dewi dan indah pun melihat ke arah Roy yang sedang berjalan menuju mereka dengan kaki yang tertatih-tatih, karena terkilir.


“Dewi, Indah maafin aku ya”.


“Mas Roy kita telat masuk studio teater bioskop”.


“Mas Roy kakinya kenapa?”.


"Aku tadi terpeleset jatuh, karena berlari".


"Sepatu mas Roy basah ya?".


"Iya, kehujanan barusan".


"Ya sudahlah mas Roy tidak usah di paksakan kalau begitu, kita pulang lagi saja!".


"Jangan-jangan aku sudah janji mengajak kalian nonton Film, kita tonton Film yang berikutnya saja tayang".


"Ayo kita masuk kita lihat dulu Film yang akan tayang apa saja".


Akhirnya Roy, Dewi dan Reni memilih film lain, karena film yang mereka akan tonton sudah terlewat.


Lalu mereka pun bertanya kepada petugas tiket bioskop.


"Mba", ucap Roy.


"Iya ada yang bisa dibantu", ucap petugas tiket bioskop.


"Film yang akan tayang apa saja ya".


"Oh ada Film misteri, Film horor, bisa dilihat di poster Filmnya".


"Genrenya horor semua ya?".


"Iya mas", ucap petugas tiket bioskop.

__ADS_1


"Kalau Film action ada yang tayang mba?",


"Kebetulan sedang tayang satu jam yang lalu".


"Bagaimana Mba Dewi dan Mba Indah?", ucap Roy.


"Kalau aku sih sebetulnya suka Film horor juga, jadi tidak masalah, ucap Indah.


Kalau mba Dewi gimana?


"Sebetulnya aku takut Film Horor mas Roy tapi mau bagaimana lagi tidak apa-apa lah nonton Film horor juga", ucap Dewi.


"Tenang Dewi, kan ada Mas Roy", ucap indah.


Padahal Roy kurang suka Film bergenre horor karena iya agak takut karena tinggal sendirian di rumahnya.


"Berarti kita jadi ya nonton Film horor?", ucap Roy bertanya.


"Iya mas Roy", ucap Indah dan Dewi.


"Mba pesen tiket tiga ya yang Film Horor itu!"


"Tiga tiket film horor untuk jam 20.30 ya, semuanya seratus lima puluh ribu rupiah".


"Ini mba ya uangnya pas seratus lima puluh ribu rupiah".


"Ini tiketnya mas, selamat menonton", ucap petugas tiket bioskop.


"Ini tiketnya nya, mba Dewi dan Mba Indah, maaf ya jadinya kita nonton Film horor deh", ucap Roy.


"Mba Dewi dan Indah tunggu disini ya, aku pesankan popcorn dan minuman ringan dulu".


"Tidak usah mas Roy, kita saja yang pesankan".


"Mas Roy duduk saja kasian tadi kakinya kan terkilir, jangan terlalu banyak bergerak".


"Ah tidak masalah cuma terkilir sedikit".


"Jangan mas Roy, mas Roy duduk saja tunggu disini!", ucap Dewi.


Akhirnya Dewi dan Indah pun pergi memesan Popcorn dan minuman Ringan tersebut.


"Ini mas Roy popcron dan minuman ringannya".


"Terimakasih mba".


Lalu terdengar suara panggilan dari petugas bioskop.


Pintu teater studio tiga telah dibuka, bagi yang telah memiliki tiket, agar segera memasuki ruangan, karena Film akan segera dimulai", Suara pemberitahuan dari petugas bioskop.


Akhirnya Roy, Dewi dan Indah pun memasuki studio tersebut.


Roy kebetulan duduk pinggir disebelah kanan dewi dan indah.


"Aku di pinggir saja ya", ucap Roy.


"Dewi kan takut Film horor jadi duduk di tengah saja", ucap Indah


"Ide bagus", ucap Dewi.


Film pun dimulai, Dewi yang memang takut Film horor sesekali memegang tangan indah dengan erat.


"Seram sekali Film nya indah", ucap Dewi.


"Tutup matamu saja Dewi kalau kamu takut", ucap Indah.


Lalu terdengar teriakan yang memekikan telinga.


"AAAAAaaaaa...Aaaaaaa..Aaaa." suara Roy berteriak.


Ternyata bukan Dewi saja yang penakut ternyata Roy juga penakut hanya saja iya pura-pura berani di depan wanita.


Indah dan Dewi pun tertawa terbahak-bahak.


Akhirnya suasana yang tadinya seram dan menakutkan menjadi lucu karena Roy selalu berteriak ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2