
"Lepaskan aku, Anne!" Alfredo mendorong kuat wanita itu hingga ia terhuyung ke belakang sejenak.
"Al, mengapa kamu kasar?" Sang wanita berambut coklat yang disinyalir bernama Anne nampak kesal karena Alfredo seakan memberi jarak padanya.
"Aku sudah menikah, ketahuilah batasanmu." Alfredo melirik Miranda sekilas malah sibuk memandangi Rikardo yang belum siuman sedari tadi.
Anne terkekeh sesaat. "Jangan bercanda, Al, itu tidak lucu," ucapnya. Sebab tak mungkin pria yang sudah lama ia cintai secara diam-diam telah menikah tanpa sepengetahuannya.
"Apa wajahku terlihat sedang bercanda." Suara Alfredo yang dingin berhasil membuat Anne bungkam.
"Sudah, sudah. Anne, Aunty kan sudah mengatakan padamu tadi, kalau putra bungsuku ini sudah menikah." Theresa mendekat kemudian mengelus perlahan dada Alfredo.
Anne tersentak, tak menyangka obrolan ia dan Aunty-nya itu saat dalam perjalanan ke rumah sakit, benar adanya.
Anne menahan amarah karena Alfredo sudah berkeluarga. Dia begitu kecewa, mengapa sepupu jauhnya itu, tak memberitahu dirinya. Dan mengira sosok yang berjarak dua meternya adalah istri Alfredo, apalagi ia dapat melihat dengan jelas ada seorang bocah munggil tergolek tak berdaya di atas kasur.
"Tapi Aunty, itu tidak mungkin, bukan kah Al tak menyukai perempuan..." Anne menjeda kalimatnya sesaat, lalu melirik-lirik Miranda di ujung sana masih mengacuhkan keberadaan mereka. "Em maksudku, Al–"
"Diam, Anne! Kamu pikir aku ini gay, sudahlah lebih baik kamu tak usah bersuara!" potong Alfredo cepat. Lalu beralih menatap mommy-nya.
__ADS_1
"Siapa yang mengatakan pada Mommy, kalau aku di rumah sakit?" tanyanya, datar.
Theresa mengulas senyum, lalu menuntun Alfredo mendekati Miranda."Cole, sayang. Mengapa kamu tidak mengatakan pada Mommy, kalau kamu sudah menikahi wanita Indonesia yang sangat cantik ini." Tadi wanita berwajah keriput itu menginterogasi Cole terlebih dahulu sebelum datang ke rumah sakit.
Satu alis Alfredo terangkat, keheranan terhadap sikap Mommy-nya yang seakan memuji-muji Miranda. Padahal dia tahu jelas, Theresa adalah tipe mertua yang pilih-pilih bebet dan bobot.
"Son, kenapa kamu diam? Kenalkan pada Mommy." Sedari tadi Theresa mencuri-curi pandang Miranda di ujung sana. Sementara itu, Miranda tak peduli apa yang dibicarakan Alfredo dan mama mertuanya karena mereka saat ini berbahasa Jerman. Dan Miranda sama sekali tak mengerti.
Alfredo menghela nafas. "Mir, perkenalkan ini Mommyku. Mom Theresa."
Miranda menoleh, tersenyum simpul sambil menjabat tangan Theresa. "Perkenalkan namaku, Miranda dan ini putraku, Rikardo." Melirik Rikardo sekilas yang masih bergeming di atas kasur.
"Apa ini cucu sambungku?" tanyanya terlihat panik.
Miranda sedikit terkejut kala mertuanya mengatakan Rikardo cucu sambungnya dan hal itu membuktikan bahwa Theresa menerima Rikardo dan dirinya.
Tersenyum kikuk. "Iya, dia sakit, karena mabuk perjalanan," jelas Miranda singkat.
"Kasihan sekali, apa lebih baik bawa dia ke mansion, Mommy akan mempersiapkan ruangan khusus untuknya."
__ADS_1
Lagi dan lagi perkataan Theresa membuat Miranda dan Alfredo terkejut. Begitupula dengan Anne yang sedari tadi diam bagai patung di dalam ruangan.
"Tak usah, Aunty, di sini saja." Miranda tak enak hati pada mertuanya.
"Eits, panggil aku Mommy," sergah Theresa. "Jangan membantah!" Ia segera menghubungi pihak rumah sakit dan para asisten di mansion.
Sementara Miranda menarik nafas panjang. Ketika baru menyadari sifat Alfredo sepertinya menurun dari mertuanya namun ada sedikit perbedaan diantaranya. Walau Theresa memiliki wajah yang nampak judes namun dia murah senyum dan pandai bereskpresi, tak seperti Alfredo sangat dingin dan bermuka datar.
Sesampainya di mansion. Rikardo langsung dibaringkan di ruangan khusus yang di dalamnya sudah tersedia peralatan medis dan fasilitas lengkap. Miranda bersyukur karena mertuanya begitu perhatian dan peduli pada anaknya.
Saat ini, Miranda dan Theresa berada di dalam kamar Rikardo. Keduanya tengah memandangi Rikardo yang belum sadarkan diri. Sementara Alfredo di dalam kamarnya tengah mengistirahatkan tubuhnya. Sedangkan Anne pamit pulang dengan membawa perasaan dongkol karena harus menahan cemburu, melihat kedekatan Theresa dan Miranda sedari tadi.
"Ternyata Alfredo sangat nakal, hm, apa cucuku akan launching sebentar lagi? Mommy sudah tak sabar, berapa bulan?" tanya Theresa tiba-tiba sembari mengelus perut Miranda yang datar.
Miranda terlonjak kaget."Sebenarnya–"
"Sepertinya sudah satu bulan, Mom, aku tidak nakal, justru dia yang menggodaku," sela Alfredo cepat dari balik pintu kamar.
"Benarkah?" Mertuanya terkekeh jahil sejenak. "Wah, akhirnya Mommy akan memiliki cucu darimu, Al." Ia tersenyum bahagia mendapat kabar baik tersebut.
__ADS_1
What?! Kenapa Alfredo malah berbohong? Ini kan bukan anaknya? Apa katanya tadi, nakal, cih!