Cinta Satu Malam Mama Muda

Cinta Satu Malam Mama Muda
Aku dan Alfredo Saling Menyukai


__ADS_3

"Om, mama mana? Kok belum bangun?" Rikardo penasaran, mengapa mamanya tak turun juga. Sebab Miranda jarang bangun kesiangan. Apa mamanya sakit? Pikir bocah itu sejenak.


Tono menghentikan gerakan tangannya yang sedang menaruh selai di atas roti tawar. "Mungkin mama kecapean, sebentar lagi pasti ke sini, udah, sekarang Rikardo makan ini ya," ucapnya sambil mengoles kembali selai dan menyodorkan roti itu pada Rikardo.


Rikardo mengangguk kemudian menyambar roti berselai coklat tersebut dan makan dengan lahap.


"Nah, itu mama!" celetuk Tono, melihat kedatangan Miranda di ujung sana tengah berjalan cepat menuju meja makan.


Rikardo menoleh. "Yei! Rikardo pikir mama sakit, mama kok tumben bangun kesiangan?" tanyanya penasaran saat Miranda sudah duduk dihadapannya.


Miranda merekahkan senyuman. "Maaf, sayang, badan mama pegal-pegal," terangnya. Memang benar, tubuhnya terasa remuk. Belum lagi dia muntah-muntah di toilet tadi yang menandakan, mengalami morning sickness. Sampai saat ini Miranda tak memberitahukan perihal kehamilannya. Dia berniat akan memberi kejutan pada Rikardo nantinya.


"Mama sakit?"


Miranda menggeleng. "Mama kelelahan saja, sekarang Rikardo habiskan sarapannya ya, biar nggak telat."


"Oke, Ma!" seru Rikardo dengan semangat.

__ADS_1


Sementara itu, Tono yang memperhatikan dua orang berbeda generasi tersebut, menanggapi interaksi keduanya dengan tersenyum sumringah. Seketika pria gemulai itu mengerutkan dahi kala mendengar bunyi tepukan dan di susul suara seorang wanita dari belakang.


Prok, prok, prok!


"Wah-wah, coba lihat wanita j@lang ini, mentang-mentang tak ada orang di rumah, dia malah membawa pria asing ke mansion! Unbelievable!" Wanita itu melayangkan tatapan mencemooh pada Miranda dan Tono secara bergantian.


Lantas Tono tak langsung menanggapi perkataan wanita tersebut. "Siapa?" Melempar pandangan ke arah Miranda. Kedatangan sosok yang tak ia kenali membuatnya risih. Belum lagi di setiap kata yang wanita itu lontarkan terkesan mengejek.


"Anne," jawab Miranda kemudian menghela nafas pelan.


Tono mendelikkan mata kemudian menatap sinis Anne. Semalam Miranda curhat mengenai wanita yang sepertinya menaruh rasa suka pada Alfredo. Tentu saja sebagai seorang sahabat ia akan berpihak pada Miranda. Meski dia tahu bahwa Anne adalah keluarga Alfredo tapi tak menutup kemungkinan wanita berambut coklat itu akan menghancurkan hubungan Miranda dan Alfredo.


Tono beranjak kemudian mendekati Anne. "Aduh, biji jambu bisa diem nggak sih, j@lang kok teriak j@lang! Iyuh!" ucapnya lalu menaikan sudut bibirnya sedikit.


Anne meradang. "Haha, ternyata selera Miranda pria gemulai!" serunya kemudian melotot ke arah Tono.


Tono melipat tangan di dada. "Heh biji jambu!" semburnya sambil melirik aset penting Anne yang menyembul keluar. "Dengar ya, Alfredo nyuruh eyke jagain Miranda dari d@jal, kayak you! Nggak usah asal nuduh deh, lagian you kenapa ke sini? Ada keperluan apa?!"

__ADS_1


Kedua tangan Anne terkepal kuat mendengar cercaan Tono. "Oh ya? Apa kamu tahu kalau majikanmu itu berselingkuh?! Aku kesini hanya ingin memastikan apa Alfredo sudah memberikan hukuman pada Miranda atau belum, aku ini keluarganya, jadi, sah-sah saja aku datang kemari!"


Miranda dan Tono melemparkan pandangan sejenak, tampak bingung dengan arah pembicaraan Anne.


"Maksudmu?" Akhirnya Miranda membuka suara. Sedari tadi dia malas berdebat dengan Anne. Mengingat dirinya tengah hamil muda, yang bisa saja membuat emosinya meletup-letup.


Anne menatap nyalang Miranda lalu berkata,"Pikir saja sendiri! Sangat disayangkan, mengapa Alfredo bisa memilihmu sebagai istrinya!"


"Idih pakai di tanya segala lagi! Ya, jelas lah, gunung saja besaran Miranda, nah you sekecil biji jambu! Tentu saja Alfredo akan memilih wanita seksoy dan membahenol seperti Miranda. Tidak seperti you kebanyakan di vermak! Haha!" Tono menimpali sambil meliuk-liukkan tubuh dengan gemulai.


Mendengar hal itu, mendidih darah Anne, sampai-sampai tanduk merah muncul di atas kepalanya.


"Kamu perlu tahu, Miranda, Alfredo tak mungkin mencintai dirimu dengan tulus! Sebab wajahmu dan mantan pacarnya sangatlah mirip! Dan asal kamu tahu juga Alfredo dan aku saling menyukai satu sama lain, walau kami berkeluarga." Anne sengaja berbohong, padahal Alfredo tak pernah dekat dengan wanita sedari dulu. Alfredo adalah pria yang sulit di tebak. Apalagi dengan perangainya yang sangat dingin dan jarang berbicara. Menjadikan para wanita yang memujanya hanya bisa mengaguminya dalam hati.


"Apa maksudmu, Anne?!" tanya seseorang dari balik pintu.


Anne memutar tubuh seketika, secara bersamaan pula kedua matanya terbelalak melihat kedatangan Theresa tiba-tiba.

__ADS_1


🍀 Ket


Unbelievable - Sulit di percaya


__ADS_2