Cinta Satu Malam Mama Muda

Cinta Satu Malam Mama Muda
How Dare You


__ADS_3

Setelah kejadian barusan. Miranda was-was jika suatu saat Alfredo akan menjamahnya kembali. Ia tak munafik kadang kala khayalan nakalnya sempat terbersit dibenaknya tapi karena perasaan gengsinya yang menggunung, Miranda tak mau jatuh ke dalam samudra cinta lagi. Dia sangat trauma dengan yang namanya lelaki. Apalagi pernikahan ia dan Alfredo hanya sebatas pernikahan bisnis saja.


Ceklek!


Bunyi pintu terbuka berhasil membuat Miranda lupa bahwa dirinya masih telanjang bulat. Secara cepat dia menyambar selimut di samping dan menutup tubuhnya. Lalu memejamkan kedua matanya seketika.


Aduh, mengapa di dekatnya aku seperti orang bodoh? Seharusnya aku keluar dari tadi, ish bodoh sekali kamu, Miranda.


Miranda mengumpat di dalam hati, karena keasikan melamun membuatnya lupa dengan keadaan tubuhnya saat ini. Dan betapa bodohnya pula ia masih di dalam kamar, yang bisa saja akan menaikan birahi Alfredo lagi, pikirnya.


Alfredo menutup perlahan pintu toilet kemudian melangkah cepat, mendekati kasur dan merebahkan dirinya di samping Miranda yang sedang berpura-pura tertidur. Ia menyeringai tipis, kala melihat mata Miranda berkedip-kedip sedikit.


"Miranda, apa kamu tak gerah?"


Alfredo mengeser tubuhnya lalu melingkarkan tangannya di perut Miranda.


Astaga, apa dia tahu kalau aku sedang berpura-pura?! Ah biarkan saja, dia sepertinya sengaja, sudah lebih kamu tidur saja.


Miranda tak mengubris sama sekali pertanyaan Alfredo dan hanya menggerakkan kakinya sedikit. Sementara itu Alfredo mendekap erat tubuh Miranda. Entah apa yang pria itu lakukan, tapi yang jelas, Alfredo sudah mulai menyukai Miranda tanpa ia sadari.

__ADS_1


*


*


*


Esok harinya.


Miranda bangun kesiangan karena sepanjang malam Alfredo selalu menganggunya. Dari menciumnya hingga memainkan aset pentingnya, tentu saja ia berusaha tak membuka matanya karena tak mau berada di situasi yang sangat canggung tapi dia heran, mengapa Alfredo seperti sengaja, entahlah... Dan dini hari ia baru bisa tertidur.


Miranda sangat malu saat Theresa tersenyum jahil padanya dan melontarkan kata-kata vulgar. Dia pun meminta maaf pada mertuanya sebab ia tak bisa mengantarkan Rikardo ke sekolah barunya tadi.


"Sudahlah, sayang, tak usah kamu pikirkan, sekarang kamu sarapan," ucap Theresa sambil menyodorkan segelas susu dan sandwich pada Miranda.


"Tak masalah, sudah jangan kamu pikirkan sekarang kamu sarapan, hari ini Mommy akan mengenalkan pada bodyguard yang akan menjagamu selama Mommy dan Daddy pergi ke New Zealand besok."


Perkataan Theresa barusan, berhasil membuat Alfredo menghentikan gerakan tangannya yang sedari tadi tengah memotong-motong daging steak.


"Bodyguard? Untuk apa?"

__ADS_1


Theresa menoleh. "Tentu saja untuk menjaga menantu Mommy, Al. Ada apa? Apa kamu keberatan?"


Alfredo kembali mengalihkan pandangannya pada piringnya. "Tidak." Nyatanya hati Alfredo membara kala mendengar Miranda akan memiliki bodyguard yang pastinya seorang pria.


"Hm, baguslah, ayo sekarang makanlah yang banyak sayang," perintah Theresa dengan lembut.


Miranda mengangguk lalu mengunyah pelan potongan sandwich sambil sesekali melirik-lirik Alfredo. Dia penasaran, apa yang suaminya itu pikirkan sekarang. Saat ini ia berharap memiliki kekuatan super agar bisa membaca isi pikiran Alfredo.


"Nah itu, dia, kemarilah John." Theresa tersenyum sumringah ketika seorang pria bertubuh kekar menyembul dari balik pintu ruangan.


John membungkuk sedikit, pria berambut blonde dan memiliki warna biru laut itu melirik Miranda sekilas lalu menatap Theresa.


"John, aku memberikan perintah agar menjaga Miranda selama aku dan suamiku seminggu ini tak di rumah."


"Baik, Nyonya."


"Good, nah sekarang ayo kita sarapan bersama, duduklah di sini." Theresa menunjuk kursi di sebelah Miranda yang masih kosong.


John menurut kemudian hendak menggeser kursi namun dia tersentak kala seseorang menarik pakaiannya dari belakang. Hingga ia hampir saja terjatuh.

__ADS_1


"Berani-beraninya kamu duduk di situ? Apa kau masih mau hidup?" Entah sejak kapan Alfredo berada di belakang John. Pria itu mengertakkan giginya sejenak.


Semua tercengang, baik Theresa dan suaminya terkejut dengan tindakan Alfredo barusan. Termasuk Miranda yang saat ini mulutnya membuka sedikit. Kini suasana di ruangan seketika mencekam.


__ADS_2