Cinta Setelah Sah

Cinta Setelah Sah
TERPAKSA MENERIMAH


__ADS_3

"Tapi paman! mengapa harus fanya? aku masih ingin kuliah paman! " fanya mencoba bertanya kepada pamannya.


"Terus siapa? zhasa? Ngak mau pa. zhasa masih harus mengejar mimpi zhasa. " zhasa membantah.



"fanya, kamu sudah di besarkan oleh paman sejak kecil. Sudah saatnya kamu membalas budi kami. lagipun pamanmu sudah tidak punya biaya lagi untuk berikan kamu biaya. sudah bagus dulu kami tidak menelantarkan kamu. " Tante Rina mulai buka suara.



"sudah, ma. fanya tidak tau apa-apa tentang itu. Dia adalah anak kakakku. sudah sepastinya aku menjaga dia. "Paman Rahman meminta Tante Rina untuk diam.



Paman Rahman adalah Satu-satunya adik mendiang ibu fanya. Saat fanya berumur 10 tahun. orang tuanya mengalami kecelakaan, sehingga menyebabkan mereka meninggal. Sejak saat itu pamannya Rahman mengasuhnya dengan penuh kasih sayang. Namun, kasih sayang pamannya harus terbagi dan Fanya mengalami banyak penderitaan ketika Pamannya menikah dengan tante Rina. Tantenya tidak Terima jika Fanya tinggal bersama mereka. Dia telah meminta Rahman agar menitipkan Fanya di panti asuhan, namun Rahman menolak dengan keras. Dia tidak bisa hidup tanpa Fanya.



kini, pamannya mengalami kesulitan. Pamannya terlibat hutang yang banyak kepada salah satu perusahaan besar yang bekerja sama dengan perusahaannya. Dia bisa saja menyerahkan semua sahamnya kepada pemilik perusahaan itu . Tetapi istrinya Rina tidak rela jatuh miskin. Oleh sebab itu dia berniat untuk menikahkan putrinya dengan CEO tersebut.



Awalnya Zhasa menginginkan pernikahan itu,. Dia yang matre, merasa akan bahagia menjadi istri CEO. Tetapi setelah dia mencari tahu siapa sebenarnya CEO itu sebenarnya, Zhasa mengurungkan niatnya. CEO itu adalah seorang gau yang kejam. Dia ingin menikah dengan anak pak Rahman hanya ingin membuatnya menderita karena hutang-hutang yang dimilikinya. Pak Rahman setuju karena dia masih bisa mempertahankan perusahaannya.



"Fanya, boleh paman bicara denganmu sebentar! Paman Rahman memohon kepada Fanya.



Fanya hanya mengangguk. Rahman kemudian meminta istri dan anaknya agar meninggalkan mereka berdua. Rahman kemudian berlutut dan memegang tangan Fanya.



" Fan, paman tahu ini akan sulit untuk kamu lalui. Frans memang di kenal dengan seorang gay yang tidak berprikemanusiaan. Namun paman tidak punya pilihan lain sayang. paman yakin kamu kuat dan kamu bisa melewati semuanya. "Rahman mulai menjelaskan.


" paman jahat.Dimana janji Paman dulu. Paman berjanji akan melindungi Fanya,akan menyayangi dan mencintai Fanya. Mengapa paman tidak pernah bisa melawan tante Rina. Semuanya ini untuk tante Rina kan paman? "Fanya mulai terisak.



" Fanya, bukan begitu maksud paman. paman akan selalu sayang dan melindungi kamu. sampai kapanpun. Meski nanti kamu menikah dengan Frans, paman akan selalu melindungi kamu. Paman akan selalu memantau kamu.Jika dia menyiksa dan membuat kamu sakit, paman akan mintanya untuk menceraikan kamu. "Paman mulai memaksa Fanya.



" Tapi tolong, untuk saat ini, Paman ingin kamu membantu paman agar paman bisa keluar dari masalah ini. "sambungnya.



" Apa tidak ada cara lain paman? Fanya masih ingin mengejar cita-cita Fanya menjadi designer.Tinggal selangkah lagi paman.Seperti Zhasa,Fanya juga punya mimpi."Fanya memelas.


__ADS_1


"Paman mengerti,tetapi paman juga memohon belas kasih kamu.jika tidak, paman akan kehilangan perusahaan,bahkan kita tidak akan punya tempat tinggal lagi.jadi, paman mohon,paman akan selalu mengingat jasa kamu Fan." Pamannya mulai terisak.



Dari kejauhan,tante Rina dan Zhasa masih menguping percakapan Fanya dan Pamannya.Karena belum ada jawaban dari Fanya,tante Rina mulai bersuara.



"Fanya, anggap saja ini adalah balasan kamu kepada pamanmu karena kamu telah di besarkan dan di biayayi hidup olehnya.Kamu mau jadi anak durhaka ya! Tinggal jawab iya aja susah bangat. To nanti kamu akan jadi nyonya dirumah mewah Frans. " Tante Rina mulai berbicara.



"ma, papa masih mau berbicara dengan Fanya.Sebaiknya kamu masuk kamar." Bentak paman



"Papa tega,demi anak pungut itu,Papa berani bentak mama!"Tante Rina mulai mengoyahkan hati Paman Rahman.



"Fanya bukan anak pungut ma," Paman Rahman mulai marah.



Tiba-tiba bel rumah mereka berbunyi.Paman Rahman sudah menduga,Frans akan datang hari ini.Menikah itu sebenarnya ide dari Frans.Dia ingin menutupi isu tentang dia yang di kenal sebagai gay.Dia juga ingin membuat hidup Rahman dan keluarga menderita.Dia memiliki dendam pribadi dengan ibunya Zhasa.




"Tuan Frans tidak bisa datang karena sedang ada kunjungan kerja ke Ametika. Dia akan kembali besok pagi.Dia meminta saya menanyakan kepastian dari Pak Rahman." Kata suruhan Frans.



"Tolong katakan pada Tuan Frans,beri saya waktu seminggu lagi,saya akan meyakinkan anak saya dulu." Paman Rahman memohon.



"Tuan Frans tidak punya banyak waktu.Jika hari ini tidak ada keputusan maka semua asset bapak akan disita." Kata anak buah Frans.



Orang suruhan Frans kemudian menelfon Frans.Ketika panggilannya tersambung, dia memberikan handphonenya kepada pak Rahman.Fanya yang berdiri di balik tembok ruang tamu hanya bisa menangis.Hidupnya akan berubah dari sekarang.Dia tidak akan pernah merasakan lagi kebahagiaan. Ingin rasanya dia bunuh diri, akan tetapi bukanlah jalan terbaik.



"Ya Allah,berikanlah hamba kekuatan, " batin Fanya.



"Fanya bisa merasakan kesusahan pamannya. Apa lagi ketika berbicara dengan Frans melalui telpon.Meskipun Fanya tidak tau apa yang mereka bicarakan,namun dia dapat merasakan ketakutan dari wajah pamannya. Wajah Pak Rahman kelihatan sangat pucat. Akhirnya Fanya keluar dari tempat dia bersembunyi.

__ADS_1



" Paman, Fanya akan menikah dengan Tuan Frans, "Fanya akhirnya membuka suara



Dia tidak akan tega melihat pamannya yang telah merawatnya sejak kecil mendetita. Sudah saatnya dia membalas semua kasih sayang yang di berikan oleh pamannya selama 20 tahun.Terkenang kembali kebersamaan mereka saat Fanya masih kecil. Setiap hari minggu pamannya selalu mengajak Fanya ke taman dan membeli es krim cokeat kesukaannya. Setiap pulang sekolah Fanya selalu di ajak ke kantornya hanya untuk menemani pamannya bekerja. Fanya juga ingat bagaimana Paman Rahman panik ketika Fanya demam tinggi. Tak terasa air mata Fanya menetes.Paman Rahman kemudian memeluk Fanya dengan hangatnya.



" Paman sangat menyayangi kamu melebihi kasih sayang Paman pada anak paman sendiri. Paman akan selalu memantau kabar kamu. Paman yakin kamu akan kuat. Apapun yang Frans lakukan, katakan pada paman. "Pamannya mulai terisak.



" Fanya yakin fanya bisa paman. "Jawab Fanya.



" Pernikahan akan di lakukan lusa,Nona akan kami bawa ke kediaman Tuan Frans untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, "Suruhan Frans menjelaskan.



"Tidak perlu.saya akan tetap disini hingga lusa.Kalian kirimkan aja alamatnya. Kami pasti akan datang di pernikahan ini. Saya tidak akan lari. Kalian jangan takut. Fanya membantah.



" Fanya masih ingin berada didekat pamannya. Dia tahu hidupnya akan berubah.



"Ini perintah Nona. Jika anda membantah maka Tuan akan marah. Ini akan membuat jalan anda semakin rumit, " Jelas suruhan Frans.



Orang kepercayaan Frans merasah iba kepada Fanya. Gadis ini sepertinya gadis yang baik. Dia berbeda dengan informasi apa yang didapatkannya. Saat Frans menyuruhnya untuk menyelidiki bagaimana sikap anak dari Rahman. Dia menemukan sifat-sifat yang berbeda dari Fanya, apakah informasi yang dia dapa itu salah? yang dia ketahui, anak Rahman itu adalah seorang gadis yang ,manja, dan fashionable. Dia juga terkenal matre, hanya berteman dengan orang-orang yang memiliki kekayaan di atasnya hanya untuk menaikkan popularitasnya. Berbeda dengan gadis yang ada didepannya ini.Dari cara berpakaian dan berbicara. Gadis ini sangatlah baik dan lembut. Tidak terpancar aura sombong dan angkuh di wajahnya, Hanya ada wajah senduh dan penuh luka di hatinya.



"Nona, kami tidak punya banyak waktu. Sebaiknya anda bersiap-siap sekarang. " Orang tersebut meminta Fanya agar bersiap-sial.



"Pergilah, Paman akan baik-baik saja. Paman akan datang ke acara pernikahsnmu lusa. Paman akan memastikan kamu baik-baik saja. Paman kemudian mengantarkan Fanya ke kamarnya.



Fanya akhirnya pergi dari rumah pamannya. Dia hanya membawa satu koper. Tidak ada banyak barang yang dia punya.Hanya beberapa potong pakaian dan peralatan melukisnya serta foto Fanya kecil bersama kedua orang tuanya. Dia tidak lupa membawa fotonya bersama dengan pamannya ketika dia masih duduk diusia sekolah.Sangat imut wajahnya di saat itu. wajah ceria yang kini berubah dengan wajah sendu penuh duka. Sejak pamannya menikah, Hidup Fanya tidak seindah dulu lagi. Kejam



Sesampainya didalam mobil mewah milik Frans, Fanya menatap pamannya yang hanya mematung. Dia tidak melihat tante ataupun Zhasa. sepupunya,

__ADS_1


sepertinya mereka benar-benar ingin Fanya pergi.


__ADS_2