
Pagi ini Fanya bangun lebih awal dari biasanya. Dia akan menyiapkan semua keperluan Frans dan mengikuti tes wawancara secara online dengan juri untuk ajang peragaan busana internasional yang diikutinya. Karyanya tempo hari di approve oleh salah satu juri dan dia berkesempatan mengikuti rangkaian tes lainnya. Fanya sangat senang karena mimpinya sebentar lagi akan terwujud.
Setelah membersihkan diri, Fanya turun kedapur untuk menyiapkan sarapan untuk Frans. setelah selesai, Fanya kembali keatas untuk membangunkan Frans. Jika biasanya Andre yang akan melakukannya, namun hari ini Fanya berinisiatif untuk mendekatkan diri dengan Frans. Dia bukan ingin membuat Frans jatuh hati padanya, namun dia ingin menghilangkan kelakuan antara mereka. Tidak apa jika Frans tidak menganggap Fanya sebagai istrinya. Tetapi bisa menjadikan Fanya sebagai temannya.
"Kak, apakah kakak kekantor hari ini? "Tanya Fanya dengan suara sangat lembut.
" Untuk apa? "Frans menjawab dengan khas bangun tidurnya.
" Jika kakak kekantor, hari sudah pukul delapan. Klau tidak bangun sekarang, kakak bisa terlambat, "kata Fanya.
" Ya sudah. Apakah kakak ingin sarapan? Atau sebentar lagi? "Tanya Fanya lagi.
" Aku sangat mengantuk, bisakah kamu tidak berisik
" Aku masih ingin libur, "Jawab Frans membalikkan badannya! " Frans mulai merasa terganggu.
"Baiklah.Lanjutkan istirahatmu, " Fanya menaikan selimut Frans, lalu keluar dan mematikan lampu.
"Sesampainya diluar, Fanya menghela nafasnya.Setidaknya Frans sedikit lebih lembut dari hari-hari yang lalu. Semoga ada kemajuan dalam hubungan mereka kedepannya.
Fanya mengajak semua pelayanan dirumahnya untuk sarapan bersama. Rasanya sangat sepi jika hanya duduk sendiri di meja sebesar itu. Dia juga mengatakan kepada semua pelayan untuk tidak khawatir karena Frans masih ingin tidur. Mereka bisa makan dengan cepat dan membersihkan meja sebelum Frans Bangun. semua pelayan dirumahnya merasa sangat senang mendapat perlakuan dengan baik dari majikannya. Mereka mengatakan bahwa sangat jarang mendapatkan majikan yang seperti Fanya. Tetapi Fanya menjelaskan bahwa dia pernah merasakan bagaimana pahitnya berada di status terbawah seperti mereka meski dirumah keluarga sendiri. Rasanya sangat menyakitkan. Makanya dia tidak ingin memperlakukan pelayan dirumahnya seperti itu. Semua manusia memiliki tempat yang sama dimata Tuhan. Hanya ibadahnya yang menjadi mereka berbeda. Setelah membersihkan ruang makan bersama pelayan, Fanya melanjutkan kuliah onlinenya diruang kerja pribadinya. Sebelum Ayah Wijaya pergi dari rumah itu, Fanya sudah meminta salah satu kamar yang ada di dekat ruang TV untuk dia jadikan ruang kerjanya. Dan karena itu permintaan dari Ayahnya, Frans tidak bisa menolak.
"Sementara Fanya sibuk diruang kerja, Reino datang untuk memberitahukan agenda penting kepada Frans. Dia lansung menemui bosnya itu dikamarnya. Tetapi, sebelum Reino masuk kekamar seperti dahulu. Dia lebih dulu mengetuk pintu kamar itu karena dia tau jika Fanya tidur sekamar dengan bosnya.
" Orang aneh, katanya tidak suka, tetapi kok tidur sekamar, seranjang lagi. Apa Tuan tidak tergoda, atau jangan-jangan memang benar dia gay. "Gerutu Reino tanpa tahu yang punya kamar sudah membuka pintunya.
" Kamu katakan aku gay? Memangnya kamu pernah lihat aku main sesama jenis, hah?"ucap Frans.
"Bukan begitu Tuan, kalau Tuan normal, apa tidak tergoda sama Nona? pasalnya kalian tidur sekamar dan seranjang sudah dia bulan lebih loh Tuan.Kan aneh? kalau saya mana bisa tahan lihat cewek imut seperti itu. " Ucap Reino asal.
"Jaga mulut kamu ya! saya potong gaji kamu, baru tau rasa, "Ucap Frans yang langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Reino dengan sabar menunggu Tuanya yang sedang mandi . Sekilas dia melihat bahwa Frans memakai pakaian yang sudah diletakkan didekat walk in closet. Reino bisa pastikan, Fanya Fanya melayani Tuanya dengan baik. Tetapi mengapa Tuanya masih menjaga gengsinya ya. Reino hanya bisa menggeleng kepala mengingat kelakuan Tuanya itu. Berharap Tuanya akan kesurupan dan menyatakan cintanya untuk Fanya. Akal busuk Reino mulai berkelana. Apapun dia harus menyatukan Taun dan Nonanya itu.
"Apa yang ingin kamu sampaikan? " Tanya Frans setelah dia rapi dengan pakaian santainya.
"Ada salah satu klien yang ingin berjumpa dengan Tuan malam in tetapi tuan harus datang sendiri. Bahkan saya juga tidak boleh menemani Tuan nanti. "Jawab Reino sambil memperhatikan penampilan Tuanya yang sangat santai. Ternyata Fanya sudah mampu merubah penampilan kaku Tuanya itu.
" Malah melamun, kamu yakin itu klien? "Tanya Frans mengejutkan lamunan Reino.
Reino menjadi salah tingkah saat ketahuan melamunkan tingkah Tuanya itu.
" Saya sudah selidiki Tuan. Pertemuan itu ada hubungannya dengan Nona Rachel. Sepertinya dia sangat terobsesi dengan Tuan. Makanya dia ingin Tuan sendiri yang datang tanpa ada asisten.Dan Nona Rachel sedang merencanakan sesuatu."Jawab Reino.
"Aku jadi penasaran apa yang ingin dilakukan perempuan itu. Sepertinya dia memang sangat menginginkan diriku. " Frans berkata.
"Menurutmu, Aku lebih baik datang atau tidak? " Tanya Frans.
"Jika Tuan tidak datang, maka kita tidak tahu rencana Nona Rachel. Tetapi jika Tuan datang sendiri maka Tuan akan mengalami hal yang buruk. " kata Reino.
"Aku akan penuhi keinginan gadis itu. Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan? " Frans berkata.
"Iya, Tuan kami pasti akan melakukan yang terbaik." kata Reino.
"Aku percayakan nasibku kepada kalian. Aku harap kalian tidak melakukan kelalaian. " Perintah Frans.
"Siap Tuan, kami akan lakukan yang terbaik. " jawab Reino.
"Jam berapa mereka memintaku untuk bertemu, " Tanya Frans.
"Sekitar pukul 9 malam ini Tuan. Di club seberang alfa**t." Kata Reino.
"Baiklah persiapan semua kebutuhanku. " Perintah Frans.
"Kalau begitu, saya balik dulu Tuan, saya akan atur strategi bersama tim dulu. Oya, nanti malam, Tuan ingin saya antar atau bagaimana? " Tanya Reino.
__ADS_1
"Sebaiknya aku pergi sendiri. Kamu cukup mengawasiku saja, "kata Frans.
" Baik Tuan, "kata Reino.Kemudian pergi meninggalkan Frans.
" Seperginya Reino,Frans keluar dari kamar dan hendak makan siang. perutnya sangat lapar. Dia mencari Fanya, namun tidak dia temukan. Akhirnya dia memutuskan langsung makan. Saat diruang makan, dia melihat Andre sedang menata makan siang.
"Kemana dia, " Tanya Frans.
"Nyonya, maksud Tua"Andre balik bertanya.
"Iya.Siapa lagi? "Jawab Frans ketus.
"Nona Fanya sedang diruang kerjanya Tuan. Sepertinya dia sedang kuliah online, " jawab Andre kemudian pamit kedapur.
Frans makan sendiri. Dia menghabiskan dua piring nasi dan lalap. Tidak pernah dia makan selahap ini. Tetapi memang semenjak menikah selera makannya menjadi meningkat. Untuk Frans rajin olahraga, jadi dia bisa menjaga postur badannya agar tetap semampai.
Setelah makan, Frans pergi keruang TV. Dia hanya membaca korang yang ada di meja tersebut. Karena merasa bosan, Frans ingin melanjutkan pekerjaannya, saat melewati ruang kerja Fanya yang pintunya terbuka, dia melihat gadis itu tertidur di atas meja.Mungkin dia sangat kelelahan. Sementara computer didepannya menyala. Frans masuk dengan pelan dan melihat emai yang masuk ke computer Fanya.Frans membaca surat undangan ke New york. Ternyata design Fanya terpilih sebagai design terbaik dan akan di tampilkan dalam acara New York Fashion week bulan depan. Frans juga melihat beberapa rancangan Fanya yang menurutnya sangat bagus. Frans kemudian menatap wajah Fanya sedang tertidur. Sangat damai dan anggun, Mata, hidung dan mulutnya yang serba kecil membuat Frans terpana. Wajah alami tanpa polesan sedikitpun. Hanya lipgloss berwarna pink yang mewarnai bibir mungilnya. Kulit kuning langsat yang mulus membuat Frans ingin mempelainya. Rambutnya juga sangat lembut. Frans seharusnya bisa menerima Fanya sebagai istrinya. Tetapi sekuat mungkin Frans mencoba membuang pikiran untuk membuka hatinya kepada Fanya.
"Puas nengagumi Fanya, Frans keluar dari ruangan itu sebelum Fanya terbangun. Dia tidak ingin ketahuan jika sedang terpesona kecantikan Fanya. Masih gengsi. Frans memutuskan untuk masuk kerudung kerjanya dan mengecek beberapa pekerjaan yang tertunda selama dia sakit. Menjelang sore hari, Fanya baru tebangun. Dia merapikan semua designnya dan meletakkannya di tempat yang aman. Berdasarkan pengalaman dirumah pamannya, saat dia lupa merapikan karya designnya, langsung dibuang oleh Shaza dan tante Rina. Padahal saat itu karya yang akan dikumpulkan untuk ujian akhir semester. Sejak saat itu,Fanya mulai menjaga karyanya dengan baik. Dia tidak ingin karyanya terbuang sia-sia, apalagi designnya ini adalah design yang akan dilakukan saat New York Fashion week nanti. Meskipun semenjak dirumah Frans, tidak ada yang berani menyentuh barang-barang miliknya, namun apa salahnya jika dia berhati-hati.
" Fanya pergi kedapur untuk menyiapkan makan malam. Dia sudah terbiasa memasak sendiri. Sejak jadi istri Frans, Fanya tidak pernah membiarkan pelayan yang memasak. Dia melakukan pekerjaan itu sendiri. Sedangkan pelayan hanya melakukan tugas-tugas lainnya. Dia juga menata sendiri makanan di meja makan. Saat pelayan memintanya duduk saja, dia tidak mau.
"Saya sudah terbiasa bekerja keras, jadi kalau hanya duduk dan tidur saja, akan membuat Saya bosan. Jadi biarlah saya mengerjakan bagian saya sendiri seperti memasak. "begitulah jawabannya saat dilarang oleh para pelayan dirumah Frans.
" Fanya juga sangat pandai membuat kue. Dia sering membuat cemilan untuk para pelayan di rumahnya. Bahkan jika dia sedang membuat banyak, dia akan meminta Andre untuk membagikannya kepada anak-anak di pinggir jalan. Andre menjadi sangat menyayangi istri majikannya itu. Bahkan sekarang Fanya terlihat manja dengannya seperti Ayah dan Anak. Memang usia Andre tidak lagi muda. Dia sudah menjadi pelayan di keluarga Frans saat ayah Wijaya menikah dengan ibunya Frans. Dialah yang paling mengenal Frans karena dari Frans kecil Andre selalu mengurusnya.
"Nona ingin memasak apa? " tanya Andre.
"Melihat bahan yang tersisa di kulkas, saya ingin memasak soto Banjar deh pak. Apa Tuan suka ya? " Tanya fanya.
"Sebenarnya Tuan Muda tidak terlalu pemili Non. Asalkan tidak bermasalah di lidahnya, dia akan memakan apa saja, " jawab Andre.
"Baiklah soto banjar plus perkedel dan ayam bakar kayanya enak deh pak, kata Fanya
Fanya mulai mengeluarkan semua bahan yang ada dikulkas dan mulai meraciknya. Dia dibantu oleh Andre dan beberapa pelayan yang bertugas didapur. Fanya mengerjakannya dengan cekatan sehingga semuanya bisa diselesaikan dengan cepat. Setelah memastikan rasanya, dia langsung menatanya di meja makan. Seperti biasanya, Fanya selalu memasak dalam jumlah yang banyak karena akan dia sisakan untuk seluruh pelayan dan satpam dirumah tersebut. Tidak lupa juga supirnya.
"Mandilah, sekarang kita keluar, "tiba-tiba Frans mengajak Fanya keluar.
" Eh, iya. Tetapi kita akan kemana ya? "tanya Fanya.
"Kemana saja. Cepat mandi, jangan membuatku menunggu, " jawab Frans.
"Ditanya baik-baik malah marah. Dasar manusia aneh. "Fanya Menggerutu sambil masuk kekamar mandi.
" Terus Menggerutu. Gak takut dosa, hah? "kata Frans.
Dosa? Fanya bertambah heran melihat tingkah Frans, si manusia kulkas.Tanpa berlama-lama, Fanya keluar dari wc, dia lebih dulu mengecek keberadaan Frans.Ternyata lelaki itu ad di balkon kamar sedang memainkan handphonenya. Fanya bergegas memakai dress selutut bermotif bung-bunga. Rambutnya dia ikat keatas seadanya dan menggunakan lipstik pink yang senada dengan warna motif bunga didresnya. Tidak lupa menyemprotkan parfum lembut favoritnya. Saat sudah selesai. Dia menghampiri Frans. Frans yang melihat penampilan Fanya mulai menelisik dari ujung rambut sampai ujung kaki.
" Ada yang aneh, kak? "tanya fanya
" Kamu tidak pernah dandan ya? "Frans malah bertanya.
" Tidak, saya terbiasa seperti ini, "jawab Fanya lembut.
" Baguslah. Paling tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menunggumu, "jawab Frans.
Fanya hanya bisa menghela nafasnya. Sebenarnya watak orang ini seperti apa sih?Saat Frans mengambil mobilnya, Fanya menyempatkan diri pamit pada Andre. Andre tersenyum bahagia melihat majikannya sudah bisa bersikap lembut kepada Fanya.Mereka kemudian hilang dari pandangan Andre.
Frans mengajak Fanya kesalahan satu cafe favoritnya.Dan ternyata cafe itu adalah tempat favorit Fanya juga. Dia sering menghabiskan waktu bersama teman baiknya saat masih SMA. Maka tak heran sebagian pelayan bahkan menejer disana mengenal Fanya.
__ADS_1
" Hi, kelinci cantik. apa kabar? sudah lama tidak berkunjung, "kata salah satu pelayan senior di cafe tersebut saat menyerahkan menu kepada Frans dan Fanya.
'Hi, kak.Kabarku baik. Ternyata kakak masih disini? " tanya Fanya.
"Iya, kakak kan pegawai terbaik disini. Ternyata tebakanku tidak salah. Pasti kamu yang datang. Karena jarang ada yang memilih kursi ini selain kamu dan Tuan Muda, " Jelas pelayan itu yang sudah sangat mengenal kedua pelanggan ini.
"Kamu mau pesan apa? " Tanya Frans tanpa memperdulikan pelayan tadi.
"Saya seperti biasa saja ya,kak! "Jawab Fanya.
" Saya tidak tahu kamu sukanya apa, apa susahnya jika kamu katakan, supaya saya bisa menulisnya disini, "Kata Frans.
" Tidak apa-apa Tuan,saya sudah tahu apa yang dipesan Fanya. Jawab pelayan itu dan mengambil menu yang ada ditangan Frans.
Frans menghela nafasnya kasar.
Kamu sudah sering je cafe ini? "Tanya Frans.
" Iya, cafe ini adalah tempat favoritku. Dulu aku sering kemari sebelum pulang kuliah.Kadang sendiri kadang bersama teman-teman, "Jawab Fanya.
" Tumben kakak ajak aku kemarin?"sambungnya.
"Ini adalah tempat favoritku. Aku sering datang kemari sendiri saat aku sedang ada masalah. Aku hanya ingin berterimakasih karena sudah merawatku saat dirumah sakit, " Jawab Frans dengan wajah nanpa tersenyum.
"Owh, ternyata kita punya tempat favorit yang sama ya. " Jawab Fanya.
"Jangan besar kepala dulu. Walaupun kita punya kesamaan belum tentu kita bisa bersama. " Jawab Frans ketus.
Fanya hanya bisa tersenyum smirk. Tidak bisa bersama, nyatanya sudah dua bulan lebih bersama. Memang pria ini benar-benar aneh.
Pesanan mereka datang dan benar-benar mereka menikmati minuman dan makanan itu dalam diam. Tidak ada yang berbicara. Bahkan saat makanan tidak ada lagi yang tersisa, tidak ada satu katapun yang keluar. Fanya mersa jengkel sendiri. Ini mau kencan atau cuman mau makan. Ada orang se aneh Frans di muka bumi ini. Fanya tidak ingin ambil pusing. Asal tidak membuat Frans marah saja sudah bagus. Dari pada harus dikurung lagi digudang.
__ADS_1
Dan malam hari mereka sampai dirumah.Frans langsung kekamar dan mengganti pakaian santainya dengan pakaian casual. Dia akan bertemu klien penting malam ini. Sementara Fanya melanjutkan pekerjaannya. Dia tidak berani bertanya kemana Frans akan pergi malam-malam begini. Meskipun dia khwatir dengan kejadian tempo hari terulang kembali.