
"Fanya terbangun dari tidurnya.Pagi ini, suasana hatinya sedikit lebih baik dari kemarin. Dia mencoba untuk menata hidupnya kembali. Tidak apa-apa jika dia sudah hancur sebelumnya. Masa lalu tetaplah masa lalu, tidak ada yang bisa diubahnya.Sekarang dia hanya bisa fokus kemasa depannya yang masih panjang.
"Good morning, cinta! " sapa Harry.
"Bagaimana perasaanmu hari ini? sudah lebih baik? "Tanya Harry.
" Iya. aku tidak ingin larut dari keterpurukan. Aku harus bisa bangkit."Jawab Fanya.
"Boleh aku tanya sesuatu? " Tanya Harry.
"Iya, Apakah itu sangat penting? " jawab Fanya.
"Tidak, tetapi aku hanya ingin memastikan saja. Tetapi aku ingin kamu jawab dengan jujur. Tidak masalah jika kamu tidak menjawabnya sekarang. Kamu bisa memikirkannya terlebih dahulu. " Jelas Harry.
"Jika memang pertanyaan itu sangat mengganggumu, tanyakanlah. Aku akan menjawabnya semampuku. " Jawab Fanya.
"Hemm.. Apakah kamu mencintai Frans? maksudku, bagaimana sebenarnya perasaanmu kepada Frans? "Tanya Harry.
" Mendengar pertanyaan itu, Fanya hanya diam. Dia tidak menjawab tetapi memandang kearah jendela kamarnya.
"Jika kamu tidak ingin menjawabnya, tidak apa-apa. Tetapi aku harap kamu bisa mencari jawabanmu.Renungkanlah dengan baik, dan kenalilah hatimu apakah Frans ada disana atau tidak. Kamu bisa menjawabnya nanti jika sudah menemukan jawabannya. Tetapi jika kamu tidak ingin menjawabnya juga tidak apa-apa aku tidak akan memaksa. " jelas Harry.
Fanya kemudian menghela nafasnya dan berkata.
"Aku... "Suara Fanya tertahan.
*Aku apa sayang? ayo lanjutkan! " pintar Harry penasaran.
"Aku tidak tahu tentang perasaan cinta. Karena dari dulu aku tidak pernah jatuh cinta atau memiliki hubungan spesial dengan seorang pria. Tetapi yang aku rasakan dengan kak Frans mungkin berbeda. Aku selalu khwatir jika dia tidak pulang.Aku juga sakit melihat dia koma beberapa waktu lalu. Aku merasa nyaman tidur disampingnya meskipun kita tidur saling memunggungi. Dan aku merasakan sakit yang sangat sangat sakit ketika dia dia menuduhku pagi itu. "jelas Fanya.
" Aku mengerti perasaanmu. Sangat sakit jika orang yang kita sayang malah menuduh kita yang bukan-bukan. "Jawab Harry.
" Apakah ini cinta Harry? "Tanya Fanya.
" Aku tidak bisa menyimpulkan jika itu cinta atau bukan. Tetapi, tanyakan hatimu. Apakah kamu merasakan hal yang sama ketika kamu sedang bersama laki-laki lain? Atau ketika bersamaku misalnya? "Tanya Harry terkekeh.
" Meskipun gayaku seperti ini, aku masih lelaki normal Fanya, aku masih ingin hidup dengan wanita, bukan dengan pria.Tetapi kamu tidak usah khwatir karena yang aku rasakan kekamu itu murni sebagai saudara. Kamu bisa kan membedakan perasaan cinta kepada seorang kekasih dan kepada yang lainnya? "Sambung Harry.
" Aku mengerti aku juga bisa merasakan perasaan yang berbeda ketika bersama denganmu. Aku merasakan ketulusan seorang kakak yang menjaga adiknya. "Jawab Fanya.
" Iya aku menyayangimu sebagai Anne. Dia adalah Adikku yang hingga sekarang tidak aku temukan keberadaannya. "Ucap Harry sedih.
" Hmmm, kamu mau ikut aku ke boutique? "Tanya Harry.
" Aku mau tetapi jangan hari ini ya. "Aku masih ingan menenangkan pikiranku dulu. " Ucap Fanya.
"It's ok.Membuatmu bahagia itu yang paling penting. " Ucap Harry.
"Habiskan makananmu dan lanjutkan istrahatmu lagi. " sambungnya.
"Harry, kemudian masuk kekamarnya untuk mengganti pakaiannya.Dia akan berangkat ke boutique. Sementara Fanya masuk kekamarnya untuk membaringkan tubuhnya. Tubuh dan hatinya sangat lelah.Setelah digempur habis-habisan oleh Frans, dia malah dituduh dan di usir, Fanya memilih untuk tidur. Dia tidak sangat ingin melakukan apapun. Saat ini yang dia inginkan adalah mengumpulkan tenanga kemudian melanjutkan mimpinya. Dia yakin jika dia bisa melakukannya.Butuh satu hari lagi untuk mengumpulkan energinya.
" Di Mansion, Frans membuka matanya. Dia merasakan kepalanya sangat berat dan tubuhnya pegal-pegal. Dia melihat Reino yang masih terlelap di sofa dengan pakaian yang kemarin. Frans menatap pakaiannya sendiri yang sudah terganti. Dia berusaha mengingat apa yang dia lakukan sehingga kepalanya terasa sangat berat. Saat dia mau bangun, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Dia sangat terkejut melihat Ayahnya di depan pintu. Dia bertanya-tanya mengapa tiba-tiba Ayahnya sudah ada di depannya.
"Mengapa Ayah disini? "Tanya Frans.
" Apa yang sudah kamu lakukan? "Tanya Wijaya.
" Mengapa Ayah malah bertanya? Aku tidak mengerti maksud Ayah? "Tanya Frans.
" Cepat mandi Ayah tunggu diruang makan, "Kata Wijaya kemudian pergi meninggalkan Frans.
" Sebelum masuk kekamar mandi, Frans lebih dulu membangunkan Reino. Lelaki itu kalau sudah tidur seperti kerbau. Susah banget bangunnya. Frans akhirnya menyiram Reino dengan air hingga dia terkejut dan langsung terduduk.
"Hujan-hujan! " Ucap Reino ketika dia tebangun.
"Hujan ngorokmu, cepat bangun, sudah pagi. Mandi di kamar sebelah. Ucap Frans yang kemudian kekamar mandi.
" Reino mengusap wajahnya. Dia memandang kamar Frans. Dulu sebelum ada Fanya, kamar ini sangat maskulin, tidak pernah ada bunga. Lalu tatanan dan warnanya juga. Pasti Fanya yang telah merubahnya. Dan Tuanya tidak pernah mengizinkan siapapun yang mengubah apa yang disukainya. Mengapa kepada Fanya dia malah membiarkan saja. Aneh, makhluk Tuhan yang satu ini. Kemudian Reino keluar dari kamar Tuanya.
"Akhirnya Frans keluar dari kamarnya. Kini tubuhnya terasa sedikit lebih segar setelah mandi dan berendam.Dia hanya ingat jika kemarin dia minta di antarkan ke club. Setelah itu dia tidak ingat apa-apa lagi.
" Duduk dan makanlah dulu. "Kata Wijaya.
" Mereka menghabiskan makanan dalam diam. Jujur, jika Frans tidak selera makan karena dia merindukan masakan Fanya. Rasanya sudah sangat pas dengan lidahnya. Hal itu terbukti, sejak Fanya yang memasak. Frans sangat jarang makan diluar kecuali jika ada meeting atau acara lainnya. Tetapi tetap saat pulang dia akan memakan masakan Fanya. Jika dia belum makan makanan yang dimasak Fanya, maka dia menganggapnya belum makan.
__ADS_1
"Mengapa tidak di habiskan? " Tanya Ayahnya.
"Aku sudah kenyang Ayah. "Frans menepikan piringnya.
" Kamu sudah kenyang atau tidak selera lagy? "Tanya Ayah lagi.
" Aku kenyang. "Jawab Frans.
" Mengapa harus kamu sembunyikan? "Tanya Ayahnya.
" Kamu tidak selera makan karena rindu masakan istrimu, kan? "Wijaya menegaskan pada kata istri.
" Aku sudah kenyang Ayah! "
"Frans kamu sudah dewasa. Berhentilah bersikap seperti ini. Ada yang ingin Ayah ceritakan kepadamu agar kamu bisa membuka mata juga hatimu. " Tegas Wijaya.
"Cerita apa? Apakah itu penting untukku? " Tanya Frans.
"Jika tidak penting tidak mungkin aku ceritakan.Dan jika kamu merasa itu tidak penting, maka kamu boleh melupakannya. " Tegas Wijaya.
"Wijaya kemudian bangun Dan mengambil salah satu kotak berukir. Dia menyerahkan kotak tersebut kepada Frans.
" Bukanlah! "perintah Wijaya.
" Tampak foto seorang gadis yang usianya kira-kira sebaya Fanya. Wajahnya sangat ayu dan senyumnya sangat manis, jika diperhatikan, Wajahnya sangat mirip dengan Frans, hidung dan matanya.
"Siapa ini? " Frans bertanya.
"Perhatikanlah, wajah siapa yang ada padanya. " Wijaya bukannya menjawab, tetapi malah menyuruh Frans menjawab sendiri teka teki itu.
"Ini seperti buku diary, kata Frans membuka buku diary usang tersebut.
" Iya, itu adalah catatan dari orang yang paling ayah cintai. "Jawab Wijaya.
" Maksud Ayah? Apakah ayah tidak pernah mencintai ibu? "Tanya Frans.
" Aku bahkan sangat mencintainya Frans, karena dia adalah ibumu. "Jawab Wijaya.
" Ayah tolong jangan bermain teka-teki. Tolong ceritakan yang sebenarnya? siapa dia? Apa hubungannya dengan Ayah dan apa maksud Ayah sangat mencintai ibu? "Tanya Frans penasaran.
"Ibu kandung?" Tanya Frans terkejut.
"Maafkan Ayah, Ayah baru tahu crita ini setelah menyelidiki kematian orang tua Fanya. Ayah melakukannya karena Ayah tidak mau orang yang dekat dengan anak Ayah memiliki hubungan dengan orang yang salah. Dan ternyata fakta yang Ayah temukan malah lebih penting dari semua ini. " jawab Wijaya.
***Flash back on***
"Tuan, maaf, saya harus mengabarkan berita ini. Tuan Frans akan menikah minggu depan. Apakah Tuan tidak diberi tahu? " Kata asisten pribadi Wijaya.
"Kamu Tahu dari mana? Tanya Wijaya.
" Andre yang memberi tahu ku, Tuan. "Jawabnya.
" Kalau begitu, cari tahu siapa yang akan menjadi istri dari anakku. "titahnya
" Baik,Tuan."Jawab asistennya.
"Dua hari kemudian.
" Tuan aku sudah mengumpulkan bukti siapa yang akan menjadi istri dari Tuan Muda. "Kata asistennya.
" Dia adalah anak dari pemilik perusahaan Global yang dikabarkan meninggal dalam kecelakaan mobil belasan tahun lalu. Sekarang perusahaan tersebut dipimpin oleh adik istri Tuan prasetya. Kabarnya perusahaan tersebut memiliki hutang kepada perusahaan Tuan Frans, jadi sebagai ganti rugi. Tuan Frans meminta agar menggantikan dengan anaknya. Namun, anaknya tidak mau, jadi terpaksa dinikahkan dengan ponakannya yang yatim piatu tersebut.
"Sebentar, prasetya? CEO PT. Global? sepertinya nama itu sudah tidak asing lagi. " Jawab Wijaya.
"Benar Tuan. Tuan pras adalah suami dari Nyonya Widya, ibu kandung Fanya. Dan Nyonya Widya ialah teman dari Nyonya Indah, istri Tuan. Ibu kandung dari Tuan Frans. " Jawab asistennya.
"Apa yang kamu katakan? Tanya Wijaya tidak percaya.
" Selama ini Tuan sudah ditipu oleh Nyonya Celine. Nyonya Celine bukanlah ibu kandung Tuan Frans. Dia telah menculik Tuan Frans dari Nyonya Indah sehingga membuat Nyonya Indah frustasi. Dan yang membantu Nyonya Indah selama ini ialah Nyonya Widya. Ibu dari Nona Fanya. "Jelas asistennya.
" Aku masih bingung dengan apa yang kamu katakan. Mengapa hidupku seperti teka-teki yang aneh. "Wijaya menjadi bingung.
" Tim kami menemukan ini disebuah rumah yang diduga sempat menjadi rumah Nyonya Indah sebelum Nyonya meninggal. Dan mereka menemukan sebuah kotak yang usang yang berisi Foto-foto Tuan bersamanya dan sebuah diary yang diduga merupakan diary Nyonya Indah. "Jelas asisten tersebut.
" Mengapa banyak sekali misteri dan orang-orang baru? sementara aku tidak mengetahuinya sama sekali. Istriku pernah dibantu orang lainpun aku tidak tahu. "Wijaya memukul kepalanya.
__ADS_1
" Semua sudah berlalu Tuan. Sebaiknya kita tunggu kotak itu sampai dan Tuan bisa memecahkan sendiri teka-teki itu. "Kata asistennya.
***Flash back off***
" Ayah mendapatkan kotak itu karena penasaran ingin tahu siapa gadis yang kamu nikahi. Dan ketika tahu gadis itu adalah anak yang telah menyelamatkan ibu kamu, Ayah sangat bahagia. Karena Ayah yakin hatinya akan tulus seperti ibunya. Oleh karena itu, mengapa Ayah selalu mengingatkan kamu untuk membuka hatimu kepada Fanya. Dia bukan seperti gadis liar seperti yang kamu maksud. Kamu seharusnya membalas budi baik ibunya yang dengan setia menguras ibumu bertahun-tahun. "Wijaya menjelaskan.
" Frans,hanya terdiam dan membuka lembaran demi lembaran buku yang ditinggalkan oleh ibunya. Dia membacanya dengan sangat serius.
"Jadi, ibu celine bukan ibu kandungku. Pantas saja aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang yang tulus darinya. "Kata Frans.
" Ayah dan ibu kandungmu adalah dua orang yang saling mencintai. Hubungan kami ditentang oleh keluarga Ayah karena ibumu bukan berasal dari keluarga berada . Dia hanya seorang guru di taman kanak-kanak. Tetapi Ayah sangat mencintai kelembutan dan sifat keibuannya. Ayah sangat yakin jika dia bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak-anak Ayah. "Wijaya mulai bercerita.
" Tetapi Ayah dan ibu nekat untuk menikah. Ayah rela tidak diakui oleh keluarga agar bisa menikahi ibumu. Senjak saat itu, Ayah penuh kesederhanaan. Ayah dan ibu tinggal dirumah peninggalan orang tua ibumu hingga akhirnya ibumu merelakan tanah sawah peninggalan orang tuanya dijual agar Ayah bisa mendirikan perusahaan yang kini kamu kelola. Dan perusahaan itu bisa berkembang pesat di tahun pertama. Tahun kedua kami menikah,ibumu hamil. Berita yang sangat membahagiakan Ayah. Tetapi ternyata,kebahagiaan kami hanyalah sementara. "Ucap Wijaya terhenti menghapus air matanya.
" Mengapa Ayah tidak menceritakan ini dari awal kepadaku? jika saja Ayah menceritakannya, mungkin aku bisa mencari orang yang telah membuat ibu menderita. "Ucap Frans.
" Ayah baru saja tahu alasan mengapa ibumu pergi Frans. "Ucap Wijaya.
" Dan itu berkata Fanya. Jika saja Ayah tidak mencari tahu siapa sebenarnya Fanya, mungkin Ayah juga tidak akan tahu kebenarannya. "sambungnya.
" Mengapa ibu tidak temui Ayah? "Tanyanya lagi.
"Kamu bisa baca curhatan hati dia kan? karena dia tidak ingin kamu menderita. Dia memilih untuk melihat kamu dari jauh hingga jiwanya terguncang melawan ancaman daripada melihatmu disiksa oleh celine. Dan Ayah tidak menyangka jika celine menukar bayinya. Jika saja Widya, ibunya Fanya tidak melihat, mungkin ibumu tidak akan pernah tahu bahwa kamu, anaknya masih hidup. Dia akan berfikir jika kamu sudah tiada Frans. Dan Ayah juga tidak akan tahu bahwa anak yang ada didalam kandungan Celine itu bukan anak Ayah, melainkan anak selingkuhannya. Jadi kamu harus berterimakasih kepada orang tua Fanya, dengan membahagiakan anaknya. Dan kamu mau tahu mengapa kedua orang tua Fanya mengalami kecelakaan? mobil mereka sengaja disabotase oleh orang suruhan Celine. Karena orang tua Fanya ingin menemui Ayah untuk menceritakan yang sebenarnya terjadi. "jelas Wijaya.
Frans menatap Wijaya dengan perasaan bersalah. Dia sudah menyebabkan Fanya pergi. Dia akan menerima apapun hukuman yang diberikan Ayahnya, tetapi dia ingin mendapatkan kesempatan untuk meminta maaf kepada Fanya.
" Ayah, aku akan mencari dimana keberadaan ibu dan aku akan membalas semua kelakuan celine kepada Ayah. "Tegas Frans.
" Ayah tidak menyangka jika ternyata Celine telah berhasil mempengaruhi orang tua Ayah jika Ayah telah menghamilinya. Bahkan memberikan Foto-foto yang sudah diedit untuk memisahkan Ayah dengan ibu kamu. "Ucap Wijaya.
" Lalu, kemana Fanya? mengapa hal ini bisa terjadi? "Tanya Wijaya kemudian.
" Maafkan aku Ayah. Semua karena egoku. Aku menuduhnya telah menjebakku. Padahal jelas-jelas yang menjebakku adalah Rachel. Kisahku hampir sama dengan kisah Ayah. Hanya saja Aku masih sadar dan melakukannya dengan istriku. Tetapi aku malah membuatnya pergi. "Frans terlihat telah menyesali perbuatannya.
" Sekarang Ayah tanya, pernahkah fanya membuatmu marah? pernahkah dia melanggar dengan peraturan yang pernah kamu buat? atau pernahkah dia menyakiti hatimu? "Tanya Wijaya.
" Frans tidak menjawab, dia hanya menggelengkan kepalanya.
"Lalu, Apakah kamu merasa kehilangan dia? " Tanya Wijaya lagi.
"Iya, " Jawab Frans menganggukan kepalanya.
"Kamu memang lekaki bodoh. " Wijaya menjadi geram.
"Hilangkan egomu, carilah dia sampai dapat, minta maaf dan jangan pernah kamu mengulangi perbuatan bodohmu itu.Ayah hanya berharap jika Fanya akan memaafkanmu dan kembali kepadamu.Ucap Wijaya yang kemudian meninggalkan Frans yang masih memandang foto dan buku diary ibunya.
" Meskipun Frans sangat kejam, namun dia akan tulus dengan Ayahnya. Satu-satunya orang yang membuat Frans tidak berkutik ialah Wijaya, Ayahnya. Frans kemudian meninggalkan ruang makan dan masuk kekamaya. Disana dia mengambil Haenpone dan membuka galeri HP nya. Ternyata selama ini Frans selalu mengambil foto Fanya tanpa diketahui gadis yang ada difoto itu.
__ADS_1
Maafkan aku Fanya. Aku janji akan membawamu kembali dan akan menjaga kamu sepenuh Hati. Aku tidak akan membuatmu terluka lagi. "Ucap Frans melihat Foto-foto itu.