Cinta Setelah Sah

Cinta Setelah Sah
Kembali Kuliah


__ADS_3

Hari ini, Frans sudah dipindahkan keruang inap VVIP. Dia melarang Fanya untuk menemaninya. Dia hanya ingin dijaga oleh Reino atau anak buah lainnya. Dia masih bersikap dingin terhadap Fanya. Menurut Reino, Tuanya itu hanya mempertahankan gengsinya.Padahal sudah ada bibit-bibit cinta didalamnya. Kelihatan sekali ketika Reino mencoba bersenda gurau dengan Fanya, Frans memarahinya. Jika bukan karena cemburu untuk apa Frans melakukan hal tersebut. Reino sengaja melakukannya karena ingin melihat bagaimana reaksi bosnya itu. Jika memang Frans benar-benar mencintai Fanya,dia sangat senang. Itu artinya pria kulkas 4 pintu sudah menjadi panggangan dua tungku.


Fanya yang tidak di izinkan menjaga Frans merasa senang meskipun dia masih mengkhawatirkan keadaan pria keras kapala itu. Dia bisa memanfaatkan banyak waktu untuk mengikuti kuliah onlinenya yang tertinggal.Dia juga bisa menyelesaikan design dress untuk mengikuti perlombaan yang diselenggarakan brand ternama di dunia secara virtual. Fanya berusaha dengan keras agar dia bisa mewujudkan impiannya menjadi designer terkenal kali ini.Dengan itu dia bisa mengumpulkan uang untuk bisa hidup mandiri.Dirumah Frans dia sangat kecukupan.Dia diratukan oleh semua pelayan dan anak buah Frans. Meskipun demikian,dia juga harus menjaga hati agar tidak terjatuh dalam pesona dan harta yang dimiliki Frans.Untuk apa dia hidup dalam kemewahan Frans jika tidak ada cinta dan kasih sayang didalamnya. Itu sama saja dengan menyiksa lahir dan batin.


"Permisi, Nona! Tuan Wijaya berpesan untuk menjawab telfon dari beliau." Tiba Andre menghampiri Fanya yang sedang asyik menggambar.


"Apa, Ayah menelfon. Aku terlalu sibuk sehingga tidak mendengar telfon masuk. " Jawab Fanya meletakkan pensilnya.


"Anda sedang melukis? " Tanya Andre.


"Oh, ini, saya sedang mengikuti kuliah online dan sedang mengerjakan tugas yang dosen saya berikan. ini hanya design dress biasa. " Jawab Fanya.


"Tetapi, itu sangat indah, Nona.Bahkan saya sebagi seorang laki-laki sangat menyukainya.Dress itu tampak sederhana, tetapi terkesan mewah. Anda sangat berbakat ternyata, " Puji Andre.


"Ah, itu terlalu berlebihan Pak. Saya bukanlah designer hebat. Masih perlu banyak belajar. " Jawab Fanya.


"Kalau begitu saya permisi dulu Nona. Silahkan lanjutkan pekerjaannya. Oya, jangan lupa untuk menghubungi Tuan besar Nona. " Andre kemudian keluar dari kamar Fanya.


Fanya langsung mengecek HPnya untuk melihat panggilan dari Wijaya. Ada beberapa panggilan tidak terjawab termasuk dari Harry, MUA yang meriasnya saat hari pernikahannya dengan Frans. Termasuk dari teman baiknya saat baru-baru masuk kuliah dulu. Karena terlalu sibuk dengan tugasnya dan designnya, Fanya lupa mengecek HPnya. Dia akan menghubungi orang tersebut satu persatu


"Hallo, Ayah apa kabar? " Fanya menghubungi Wijaya terlebih dahulu.


"Anaku, Apa kabarmu? Ayah baik-baik saja. " Jawab Wijaya.


"Aku baik2 saja Ayah, Hanya Tuan Frans... " Fanya menggantungkan Jawabannya.


"Frans kenapa? Dan mengapa kamu masih saja memanggil Frans dengan sebutan itu? Dia adalah suamimu, nak. Bukan Tuanmu. " Tanya Wijaya.


"Maaf Ayah Saya sudah terbiasa. Saya tidak tahu panggilan apa yang lebih baik untuk Tuan Frans.Dia juga merasa nyaman dengan sebutan itu, " Jawab Fanya.


"Lalu apa yang terjadi dengan Frans,?Tanya Wijaya penasaran.


" Tuan Frans diserang Ayah. Dia sempat koma selama seminggu lebih,saya tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi.Mungkin Ayah bisa langsung tanyakan itu kepadanya. Jawab Fanya.


"Fanya, Jangan sebut sebutan itu lagi Frans ya. Sebut dia dengan sebutan yang pantas. Kamu adalah istrinya. Baik, Nanti Ayah akan tanyakan apa yang tejadi, " Jawab Wijaya.


"Baik, Ayah mungkin aku akan memanggil dengan sebutan kakak. Apakah itu lebih baik?" Tanya Fanya


"Ya, sebutan itu lebih baik, " kata Wijaya.


"Bagaimana dengan kuliahmu? " Tanyanya.


"Saya sedang mengikuti kuliah online Ayah, Dan dalam waktu dekat saya juga mengikuti sebuah kontes peragaan yang di selenggarakan oleh brand G**i.Acaranya digelar secara virtual. " Jawab Fanya.


"Itu sangat bagus. Kamu harus menyelesaikan kuliahmu dengan baik.Ayah akan membantumu. Jika kamu selesai nanti, Ayah akan meminta Ayah akan meminta kepada Frans agar kamu bisa pindah ke Singapura saja. Disini kamu bisa mengembangkan karirmu dengan baik. " Wijaya berkata.


"Tetapi Ayah, Fanya lebih baik di jakarta. Disini Fanya masih bisa menguras kak Frans. Fanya juga masih bisa bertemu dengan paman. " Fanya berusaha menolak.

__ADS_1


"Nanti kita akan bicarakan dengan Frans terlebih dahulu ya. Untuk masalah keluargamu, Ayah akan mengaturnya nanti. Kamu tenang saja. Ayah ada di pihak kamu dan akan selalu membantu kamu. Ayah ingin kamu bahagia, sayang! " Wijaya menjelaskan.


"Terimakasih Ayah. Fanya sangat beruntung memiliki Ayah. " Kata Fanya.


"Baiklah, Ayah akan menelfon Frans dulu. Anak itu tidak pernah berubah. Selalu saja membuat masalah. " Kata Wijaya.


"Jangan marahi kak Frans Ayah. Kasihan dia baru saja sadar dari komanya." Kata Fanya.


"Bahkan dia selalu bersikap dingin terhadapmu, Kamu masih membelanya? " Tanya Wijaya.


"Fanya hanya menghormati kak Frans sebagai suami Fanya, Ayah!" Kata Fanya.


"Ya sudah, Ayah tutup telfonnya ya! " Kata Wijaya.


"Baiklah, Fanya kemudian menutup telfonnya.


Kemudian Fanya menelfon sahabatnya saat pertama kali kuliah. Teman yang sangat mengerti Fanya. Ya, dia adalah sahabat tempat dia mengadu semua kejahatan yang di lakukan oleh Tante Rina dan juga Anaknya Shaza. Fanya mengobrol banyak dengan sahabatnya itu. Saat ini dia tidak bisa menemuinya. Saat menikah Fanya tidak bisa lagi berkumpul dengan Teman-temannya. Dia hanya duduk dirumah atau keluar jika ingin berbelanja kebutuhan rumah. Hidup seperti dipenjara. Fanya menceritakan semua tentang rumah tangganya kepada temannya itu, kecuali tentang penyerangan Frans.Meskipun dia adalah Nyonya dan Ratu dirumah Frans, tetapi hidupnya tidak sebebas Nyonya yang menikah dengan orang yang dicintai. Dia lebih mirip dengan burung yang tinggal di sangkar emas. Meskipun demikian Fanya mencoba untuk bertahan dan bahagia.Obrolan mereka terhenti saat bel mansion Frans berbunyi.Fanya bergegas turun untuk membuka pintu, tetapi Andre sudah melakukannya lebih dulu. Fanya sangat bahagia melihat siapa yang datang. Sosok yang paling dia rindukan.


"Paman, Fanya berlari memeluk Pamannya.


" Sayang, Apa kabarmu? "Tanya Paman.


*Fanya baik-baik saja Paman. Paman kelihatan sangat kurus.Mengapa Paman? " Tanya Fanya.


"Paman baik-baik saja. Hanya selama ini paman kurang istirahat. Paman harus bekerja keras untuk membenahi perusahaan yang sempat jatuh. Paman juga memikirkanmu sayang. Bagaimana hidupmu disini, Apakah Frans bersikap baik kepadamu? " Tanya pamannya.


"Kak Frans baik, paman.Disini semua orang menghormati Fanya. Apalagi Ayah Wijaya, dia sangat menyayangi Fanya. " Kata Fanya.


" Silakan diminum, Tuan! "Andre menawarkan.


" Terimakasih."Jawab Paman Fanya dengan tersenyum.


"Jadi bagaimana keadaan perusahaan Paman sekarang? " Tanya Fanya.


"Sekarang sudah lebih baik, pendapatan dan proyek meningkat.Tetapi Paman harus mengatakan sesuatu kepadamu."Jelas Pamannya.


" Apa yang ingin Paman katakan? . Tanya Fanya.Tetapi Paman mohon agar kamu nengerti. Paman juga minta maaf sebelumnya."Kata Paman.


"Mengapa paman berkata demikian. Ada apa sebenarnya Paman? " Tanya Fanya.


"Paman bawakan surat-surat perusahaan untuk kamu simpan. Tempat ini lebih aman dari pada tempat Paman. Paman harap kamu bisa menyimpannya dengan baik." Kata Pamannya.


"Bukankah itu milik Paman? Aku tidak bisa menerimanya. "Kata Fanya.


" Itu adalah milikmu. Perusahaan itu adalah perusahaan yang dibangun oleh kedua orang tuamu. saat mereka tiada, Ibumu menitipkannya pada Paman dan jika umurmu sudah sampai 21 tahun, Paman harus mengajarkanmu berbisnis agar bisa memimpin perusahaan itu. Dan memang Pamanlah yang memajukannya. Tetapi dia tetap menjadi milikmu.Dan paman harus menyerahkan semuanya padamu, meski Paman masih akan mengurusnya. Paman tidak ingin Tante Rina dan Shaza mendapatkan kambali sertifikat itu dan membuat kekacauan lagi.Kamulah pemiliknya sekrang. "Paman Fanya mulai bercerita.


" Paman, Fanya tidak bisa menjalankannya. kata Fanya.

__ADS_1


"Tenanglah, Hanya kita yang tahu mengenai hal ini. Jadi Paman harap kamu bisa menjaga rahasia kita. Paman akan mempertahankan dan menjaganya untukmu hingga akhir hayat Paman. Ambil dan simpanlah! Paman tidak bisa berlama-lama karena tidak ingin membuat Tante Rina dan Shaza curiga. Paman harus pergi sekarang, " Paman menyerahkan sertifikat dan beberapa berkas penting perusahaan kepada Fanya dan meninggalkan mansion.


Fanya hanya bisa melihat kepergian Pamannya. Dia sangat sedih, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Maaf Nona, Tuan Muda menginginkan Sandwich tuna. Saya sudah membuat dan mengirimkannya, tetapi Tuan Muda tidak suka. Dia ingin yang seperti biasa Nona buat. " Andre berkata saat Fanya masuk kembali mansion setelah mengantarkan Pamannya.


"Mengapa Bapak tidak bilang dari tadi. Seharusnya tadi saya bisa membuatnya, jadi tidak harus bekerja dua kali. " Jawab Fanya.


"Maaf Nona, saya hanya tidak ingin mengganggu aktifitas Nona dengan Paman Nona. Jadi saya berinisiatif untuk membuatnya sendiri. Ternyata, Tuan Muda sudah terbiasa dengan masakan Nona, jadi masakan saya rasanya sudah hambar, " Kata Andre.


"Baiklah, saya akan buatkan sekarang. Apakah bahannya masih ada m" Tanya Fanya.


"Masih Nona,semuanya masih lengkap. " Jawab Andre.


Fanya bergegas kedapur untuk membuat Sandwich tuna. Dengan cekatan, dia membuat pesanan Frans.


"Kalau lagi berhadapan sombongnya kehangatan. Tetapi kalau jauh begini banyak maunya. " Gumam Fanya sambil menyelesaikan sandwichnya.


"Sudah selesai! Siapa yang akan mengantarkannya? " Tanya Fanya.


"Biar saya suruh pak Manav,Nona! " Kata Andre.



"Baik, saya masukan kedalam boxnya dulu ya! " Jawab Fanya.


"Setelah memasukkan sandwich kedalam box, Fanya masuk kedalam kamarnya untuk menyelesaikan designnya.


" Baunya sangat enak Andre, "Kata pak Manav ketika mengambil paket yang akan diantar kerumah sakit.


" Ini adalah milik Tuan, janganlah kamu sentuh. "Kata Andre sang kepala pelayanan.



" Siapa juga yang mau menyentuhnya. Aku hanya suka mencium baunya. Ternyata Nona Fanya sangat pandai memasak ya! "kata pak Manav.



" Sangat pandai, semua masaknya juga sangat lezat. Lebih baik kamu segera mengantarkan makanan ini sebelum Tuan Muda memecat mulai, "Kata Andre.



Manav segera meninggalkan mansion untuk mengantarkan makanan itu kepada Frans. Sesampainya dirumah sakit, dia menitipkan kepada anak buah yang berjaga didepan pintu kamar Frans. Mencium bau sandwich tunanya datang. Frans langsung duduk dan meminta Reino untuk menghidangkannya. Frans makan sangat rakus. Reino yang melihatnya hanya bisa bernafas.


" Katanya tidak suka sama orangnya, tetapi makannya malah dimakan rakus. "Goda Reino.


" Maksud kamu apa,Reino? "Frans memasang wajah marah.

__ADS_1


" Sebaiknya kamu keluar "Frans menambahkan.


" Tanpa terasa,Frans menghabiskan bekal tersebut.


__ADS_2