
Fanya bangun Pagi-pagi sekali. Hari ini adalah hari pertamanya menjadi seorang istri. Sebenarnya dia ragu jika Frans mau dilayani olehnya. Tetapi tidak ada salahnya jika dia mencoba untuk menjadi istri yang baik bagi suaminya. Dia hanya ingin menjalani tugasnya, diterima atau tidak oleh Frans akan dia pikirkan nanti. Lagi pula tidak ada pekerjaan yang bisa dia lakukan disini. Jika dirumah pamannya dia selalu mengurus pekerjaan rumah tangga dan melayani kebutuhan seluruh orang rumah. Dirumah Frans, semuanya sudah dikerjakan oleh pelayan.
Setelah membersihkan diri, Fanya turun kedapur. Disana sudah ada andre yang sedang memasak.
"Andre, boleh aku tanya sesuatu, " Tanya Fanya.
"Silakan nyonya! " andre pun menjawab
"Untuk sarapan, Tuan muda biasanya makan apa? " Tanya Fanya.
"Tuan muda biasanya hanya sarapan dengan secangkir kopi dan roti, Nyonya!" Kawan andre.
"Tuan suka kopi pahit atau manis? " Tanya Fanya lagi.
"Biasanya tuan suka kopi yang tidak terlalu manis dan tidak terlalu pahit, Untuk apa Nyonya? Apakah tuan ingin kopi ini diantarkan kekamarnya? " Tanya Andre lagi.
"Tidak... tidak. dia masih tidur. Saya hanya ingin membuatkan sarapan untuknya. Tetapi jika dia bertanya, Katakan saja bahwa semua kamu yang membuat ya! " kata Fanya.
"Tidak Apa-apa, Nya! Biarkan saya yang membuatkan sarapan. Nonya tinggal katakan saja apa yang Nyonya butuhkan, "Lanjut Andre.
"Tidak Apa-apa. Saya sudah biasa mengerjakan semua pekerjaan rumah. jika saya hanya duduk tidak mengerjakan Apa-apa, rasanya membosankan. Jadi mulai sekarang, semua kebutuhan tuan saya yang buatkan. Tapi mohon jangan katakan pada tuan. Saya tidak ingin dia marah. " Fanya memohon kepada andre agar mengizinkannya menyediakan semua kebutuhan suaminya.
Fanya kemudian mencatat semua kebiasaan dan kebutuhan dari Frans yang dijelaskan oleh Andre. Tidak satupun terlewatkan. Dia hanya berharap jika Frans puas dengan pelayanannya, meskipun dia tidak bisa mengharapkan cinta dalam pernikahannya, tetapi dia hanya ingin hidup damai bersama Frans. Dia sudah cukup menderita dengan perlakuan tante dan sepupunya.
"Itu semua adalah kebiasaan dan kebutuhan dari tuan, Nyonya.Saya berharap Nyonya tidak membuat kesalahan, karena meskipun itu adalah kesalahan kecil, Tuan tidak akan pernah memaafkan, " Andre menjelaskan.
"Saya mengerti. Saya berharap kamu juga mau membantu dan merahasiakan semua ini pada tuan. Saya tidak ingin ada kemarahan dalam rumah ini. " pinta Fanya.
"Baik,Nyonya.Klau begitu saya permisi kebelakang dulu untuk mengerjakan yang lainnya. Andre kemudian pamit menigalka Fanya.
kemudian, Fanya menyiapkan sarapan untuk Frans, Dia berusaha dengan sangat hati-hati agar tidak diketahui oleh Frans dan juga tidak mengecewakan Frans. Sebelumnya. Fanya juga sudah menyiapkan baju kerja Frans seperti yang dikerjakan oleh Andre selama ini. Melihat Frans turun dengan memakai setelan kerja yang sudah disiapkan Fanya, Fanya tersenyum karena setelan itu sangat pas dengan Frans. Warna yang sangat cocok dengan kepribadian Frans yang dingin.
Dengan wajah datar yang tidak pernah ramah, Frans duduk di meja makan, Andre yang menyadari Tuan mudanya ingin sarapan, segera datang dan menyodorkan apa yang telah disiapkan Fanya.
" Panggilkan dia. Apa dia tidak tahu aturan dirumah ini, saya tidak ingin telat sarapan. "perintah Frans.
" Baiklah tuan. "Andre segera, Andre segera naik keatas memanggil fanya.
"Nyonya, anda sudah di tunggu Tuan diruang makan. Tolong turun segera, " kata Andre setelah mengetuk pintu.
Tidak lama Fanya membuka pintu dan kelihatan jika dia sudah siap. Dia hanya berdandan seadanya. Dengan dress biru bermotif bunga lili sangat pas ditubuhnya. Panjang dress yang hanya melewati lutut memperlihatkan kaki jenjangnya yang putih dan mulus terawat. Fanya langsung duduk di kursi yang berada disamping Frans. Mereka sarapan dalam diam.
"Mulai hari ini kamu harus melakukan apa yang saya perintahkan. Saya tidak suka dibantah. Dan satu lagi, saya tidak suka jika ada orang rumah yang melakukan apa yang tidak saya suka dan tanpa seizin saya. Kamu jngan berbesar kepada dulu, jangan karena kamu istriku kamu bisa berbuat seenaknya. " Frans membuka percakapan.
*Saya mengerti tuan. "jawab Fanya dengan gemetar.
" Selamat pagi, tiba-tiba ayah Frans menghampiri, sementara fanya
"Ayah sudah bngun? " tanya frans sementara Fanya hanya tersenyum.
"Ayah sudah bangun dari tadi. Tadi Ayah keliling komplek ini sebentar, sudah lama Ayah tidak melihat-lihat daerah sini. Sudah banyak berubah ternyata, "
"Ayah sarapanlah, Frans harus buru-buru. Akan ada meeting penting hari ini. Bolehkan Frans tinggal? "Frans mengakhiri sarapannya. Dia memang sedang buru-buru ingin kekantor.
" Pergilah. Ada Fanya yang menemani Ayah, "jawab Ayah Frans.
Frans sudah menghilang. Kini tinggal Fanya dan Wijaya yang sedang menikmati sarapan.
" Bagaimana tidurmu semalam, menantu? "Wijaya membuka percakapan.
" Sangat nyaman, Tuan! "jawab Fanya.
__ADS_1
Hay.. mengapa kamu memanggil Tuan, saya adalah Ayah kamu juga, bukan Tuanmu. Panggillah Ayah, seperti Frans memanggilku, sayang! "Wijaya tersenyum dengan tingkah Fanya yang malu-malu. Hanya sehari mengenalnya, Wijaya yakin jika Fanya adalah pendamping yang tepat bagi putrajaya.
" Baik Ayah, maafkan saya! "Fanya menjawab.
" Kamu sibuk hari ini? "Tanya Wijaya.
" Tidak Ayah, saya tidak ada kegiatan. "Fanya menjawab.
Bagaimana jika kamu temani Ayah jalan-jalan hari ini.
" Tapi Frans melarang saya keluar tanpa izinnya, Ayah! "Fanya berusaha menolak karena takut akan menghadirkan amarah Frans.
" Jangan khawatir, saya akan menelfon frans, dan akan meminta izin padanya. Lagipula kita hanya jalan-jalan ditaman dekat mansion ini, "Jelas Wijaya
" Baiklah Ayah, klau begitu saya akan bersiap-siap dulu. "Fanya pamit meninggalkan Wijaya dan Andre yang sedang membersihkan meja makan.
" Andre, kemarilah! "Wijaya berniat menanyakan sesuatu pada Andre.
" Iya, Tuan. Ada yang ingin Tuan besar sampaikan? "Tanya Andre.
" Kamu sudah mengenal gadis itu berapa lama? "Tanya Wijaya.
" Baru Tuan, Sejak dia di bawah kerumah ini, "Andre menjawab dengan jujur.
" Menurutmu, apakah dia perempuan baik-baik? "Tanya Wijaya lagi.
" Jika aku diizinkan mengeluarkan pendapat, Nona Fanya sangat cocok untuk tuan muda. Dia memiliki kepribadian yang lembut. Yang saya lihat, Nona Fanya tidak sombong. Tidak seperti kebanyakan gadis yang mendekati Tuan Muda. Nona Fanya sangat sederhana, dia juga pintar memasak dan mengurus rumah. Keliatan dari sikapnya yang ingin melayani Tuan Muda. Menyiapkan keperluannya. Padahal tidak ada perintah dari Tuan Muda, "Jawab Andre.
" Aku sependapat dengan kamu. Meski baru melihat kemarin, tetapi Aku beraninya jamin jika dia adalah pelindung dan penyelamat anakku. Dia adalah perempuan baik-baik yang bisa membahagiakan Frans dan anak-anaknya kelak. Tolong jaga dia untukku dan Frans. Buat dia nyaman dan bahagia dirumah ini Andre. "Pintar Wijaya
" Baik, Tuan besar, Apapun yang Tuan minta akan saya kerjakan. Klau begitu, saya pamit kebelakang Tuan. Banyak yang harus saya kerjakan. "Andre pergi meninggalkan Wijaya.
Tak butuh waktu lama menunggu, Wijaya sudah melihat Fanya turun dari atas. Fanya sangat sederhana. Meskipun sekarang sudah menjadi istri dari pengusaha yang sangat kaya raya, tetapi dandanannya sederhana saja, tidak seperti kebanyakan perempuan yang gila harta dan tahta.
Sementara di tempat lain, Frans sangat sibuk dengan dokumen-dokumen yang ada di tangannya. Tiba-tiba, pintu ruangannya di buka paksa. Frans masih belum menoleh
" Maaf Tuan,Nona Rachel memaksa untuk masuk, "kata Richard, asistennya.
"Frans, aku hanya ingin bertemu denganmu, apakah kamu tidak merindukanku? " Rachel berusaha mengendalikan pandangan Frans
"Richard, kamu boleh pergi. " Frans memerintahkan Richard untuk meninggalkan ruangannya.
"Mau apa kau kemari? " Frans bertanya.
"Kau bukannya menyuruhku duduk, tetapi langsung menanyakan mengapa aku kemari. Aku merindukanmu? " Rachel memulai menampakkan kesan manja.
"Aku tidak punya waktu untuk melayani rindumu. Jadi, katakan apa yang membawamu kemari dan apa yang bisa kubantu. " Tanya Frans dengan singkat.
"Aku hanya ingin bertanya, bagaimana dengan tawaran yang Ayahku berikan padamu setahun yang lalu. Apakah kamu setuju jika kita di jodohkan. Aku mencintaimu Frans, " Rachel berusaha untuk merayu Frans.
"Rachel, maaf, aku sudah menikah. jadi tawaran itu tidak berlaku untukku. " Frans menjawab singkat.
"Apa, tidak mungkin. Aku akan mengadukan ini pada Ayahku.Kau akan merasakan apa akibatnnya. Bukankah kita sudah berteman sejak kecil, dan kamu juga sudah mengenal bagaimana aku? " Rachel meminta penjelasan Frans.
"Sudahlah Rachel. Dari awal aku belum menjawab apakah aku setuju dengan tawaran Ayahmu atau tidak. Jadi aku tidak punya janji apapun yang mengikatku dengannya. Sebaiknya kamu pulang dan tidak usah menggangguku. Kamu. mau di sebut pelakor, ha? "Jawab Frans cuek.
" Kamu keterlaluan, Aku akan pastikan kamu tidak akan pernh bahagia bersama istrimu. Lihatlah, akan aku buktikan jika akulah yang pantas untuk jadi pendampingmu. "Rachel kemudian pergi dari kantor Frans.
" Ternyata banyak gunanya aku menikah. Meskipun aku tidak pernah mencintai Fanya, tetapi gadis itu bisa ku manfaatkan untuk menjauhkanku dari wanita-wanita menyebalkan seperti Rachel. Apalagi Fanya gadis penurut, jadi aku tidak kewalahan menghadapinya. "Gumam Frans dan melanjutkan pekerjaannya.
Wijaya dan Fanya kini berada di lapangan golf. Dengan bangga dia memperkenalkan Fanya kepada Teman-temannya
__ADS_1
" Wow, Tuan Wijaya hari ini ditemani oleh wanita cantik ya! "kata salah satu temannya.
" Mana masih muda lagi. "Sambut yang lainnya.
" Kalian jangan begitu, dia adalah menantuku, istri Frans. "Jawab Wijaya.
" Frans sudah menikah? Mengapa kami tidak dapat undangan? "Kata mereka serempak.
" Acara keluarga saja, menantu saya tidak suka kemeriahan. iya kan Fan, "Wijaya menjelaskan Fanya hanya mengangguk.
Wijaya sangat gembira mengobrol dengan teman-temannya, Fanya pun terlihat nyaman, meskipun dia tidak bicara, namun dia diterima dengan baik oleh teman-teman Wijaya. Apalagi mereka memperlakukan Fanya seperti anak mereka sendiri. Menjelang sore, Wijaya mengajak Fanya pulang. Dia ingin tiba dirumah lebih awal dari Frans.Karena Fanya takut jika Frans nanti marah dengannya. Dia berusaha agar tidak mencari masalah dengan suami es nya itu.
" Wijaya dan Fanya tiba di mansion Frans. Mansion tersebut nampak sepi, itu artinya Frans belum pulang, Fanya langsung meminta izin sama Wijaya untuk kembli kekamarnya. Dia langsung membersihkan diri dan turun menuju dapur untuk menyiapkan makan malem sebelum Frans kembali. Setelah meminta Andre untuk menata semua makanan di meja makan, Fanya bergabung dengan Wijaya diruang keluarga.
Tidak lama kemudian, Frans masuk bersama asistennya. Fanya langsung menghampiri Frans dan mengambil tas kerjanya.
"Tidak usah berlagak perhatian padaku. Tidak usah mencoba merayuku, " Kata Frans menepikan tangan Fanya yang berusaha mengambil tasnya.
"Aku tahu, pernikahan kita hanya di atas kertas. Tetapi apa salahnya jika aku berbakti padamu. Jika kamu tidak bisa menganggap aku istri, tetapi biarkan aku membalas budimu karena telah mengizinkan aku menumpang di rumahmu. Aku tidak ingin menjadi benalu dirumah ini. "Jawab Fanya dengan tegas.
Bukan tanpa alasan Fanya melakukan itu. Dia hanya tidak ingin mengecewakan Wijaya. Ayah mertua yang sangat baik padanya dan meminta agar Fanya meluluhkan hati Frans yang beku seperti batu.
" Baguslah jika kamu menyadarinya. Tetapi aku tidak ingin ada cinta di pernikahan ini. Kamu tidak usah berharap Apa-apa dari pernikahan ini. "Tegas Frans
" Aku tidak akan pernah berharap agar kamu mencintaiku. "Fanya meninggalkan Frans yang masih terpaku.
" Ada apa dengan gadis itu. "Human Frans.
"Mengapa kamu bersikap seperti itu dengannya." Tanpa di ketahui oleh Frans, Wijaya memperhatikan mereka dari tadi.
"Ada apa dengan Ayah. Apakah Ayah menyukainya juga? " Tanya Frans dengan tatapan mengancam.
"Iya, Ayah menyukainya sebagai seorang menantu. Apakah itu salah? "Tanya Ayah kembali.
" Huh. "Frans menghela nafas dan pergi meninggalkan Ayahnya sendiri.
Saat masuk kamar, Frans melihat Fanya duduk di meja rias memunggunginya. Nampaknya Fanya sudah membersihkan dirinya sendiri. Meskipun penasaran apa yang dilakukan Fanya, Frans memilih untuk tidak mendekatinya. Dia tidak ingin di anggap kepo dengan kegiatan yang di lakukan Fanya. Terlalu gengsi.
" Saat Frans keluar dari kamar mandi, Fanya sudah tidak lagi disana. Yang ada hanya baju ganti Frans yang sudah dipilihkan Fanya di dekat walk in closet. Frans mengambil baju tersebut dan mengenakannya. Ternyata selera Fanya tau selera Frans. Baju yang di pilihannya dari tadi pagi benar-benar mencerminkn karakter Frans yang dingin dan arrogant.
Suasana makan malam, malam itu sangat hening. Hanya suara sendok yang bersentuhan dengan piring yang terdengar. Hans merasakan selera makannya menjadi meningkat sejak dia menikah. Dia merasakan ada yang aneh dengan masakan Andre, tidak seperti biasanya. Setelah makan malam, Frans masuk keruang kerjanya sementara Fanya menemani Wijaya di ruang keluarga. Fanya mencoba membuat sketsa design untuk mengusir rasa bosannya. Wijaya memperhatikan menantunya yang sedang serius menyelesaikan designnya.
"Kamu pintar mendesign,? Tanya Wijaya.
" Iya Ayah, saya kuliah di bidang ini. Sebenarnya saya ingin melanjutkan kuliah, tetapi keadaan tidak memungkinkan. Saya terpaksa berhenti. "Wijaya jadi iba menatap menantunya yang berubah menjadi sedih.
" Kamu mau melanjutkan kuliahmu? "Tanya Wijaya.
" Sangat ingin Ayah. Tetapi itu tidak mungkin terjadi,"Fanya menjawab. "Kata Wijaya.
"Ayah akan meminta Frans untuk memberikanmu izin untuk melanjutkan kuliahmu.
" Tidak usah Ayah. Saya sudah mengambil non aktif untuk setahun ini. Setelah ini saya akan memikirkan bagaimana caranya agar saya bisa mengambil kuliah online. "Jelas Fanya.
"Mengapa kamu harus menunggu selama itu, Jika kamu mau Ayah akan membantu kamu mengikuti kuliah online dalam bulan ini. Katakan, dimana kamu kuliah?"
"Tidak usah Ayah. Fanya merasa tidak enak jika merepotkan Ayah dan Frans. " Kata Fanya.
"Tidak akan merepotkan. Kamu adalah istrinya, sudah seharusnya Frans bertanggung jawab terhadap semua kebutuhanmu." Kata Wijaya lagi.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Ayah. Fanya suka ko berada di rumah. Fanya bisa mengurus semua keperluan rumah tangga. Yaa.. belajar jadi istri saleha, " Jawab Fanya tersenyum.
Wijaya merasa sangat beruntung memiliki Fanya sebagai menantu. Hidupnya lebih menjadi bermakna. Baru beberapa hari berada di dekat Fanya, Wijaya mendapatkan perhatian dari seorang putri, kasih sayang yang belum dia dapatkan dari istri-istrinya. Malam itu Wijaya bercerita tentang seseorang yang dia cintai di masa lalu. Dia masih sangat ingat mengenang semua nostalgia bersama kekasihnya itu. Fanya juga merasa memiliki kasih sayang seorang Ayah. Berada di dekat Ayah Frans. Dia mengingat bgaimana Ayahnya memanjakannya dan pamannya menyayanginya ketika beliau belum menikah.Fanya mendengarkannya dengan serius sesekali dia tertawa riang mendengar celotehan Wijaya,hingga mereka tidak sadar jika Frans sudah berdiri didekat mereka dalam waktu lama. Karena merasa tidak di perhatikan., Akhirnya Frans kembali kekamar untuk tidur. Entah pukul berapa Fanya masuk kekamar, Frans tidak lagi menyadarinya karena memang sangat lelah.