Cinta Setelah Sah

Cinta Setelah Sah
Jatuh Cinta Lagi


__ADS_3

    "Kamu suka musik? " Tanya Frans sebagai Juan.


    "Suka, terutama musik klasik. " Jawab Fanya.


    Frans bangun dari tempat duduknya menuju salah satu sudut musik yang ada diruangan tersebut. Dia mulai mengambil gitar dan memainkannya. Frans memainkan lagu Sheila on Seven yang berjudul "Anugrah terindah yang pernah aku miliki".Semua pengunjung di cafe tersebut menonton dan terkesima. Frans memainkan musiknya dengan sangat semangat hingga ketika lagunya habis semua orang yang ada disana bertepuk tangan. Mereka juga meminta Frans untuk menyanyikan lagu lainnya. Suara Frans sangat merdu. Fanya sekejap bisa melupakan kesedihannya.


    " Kamu pintar bernyanyi ternyata. "Puji Fanya.


    " Bernyanyi adalah hobiku. Dari kecil aku sering memainkan alat musik sambil bernyanyi. "Jawab Frans.


    " Ternyata penampilan urakan seperti ini, kamu bisa romantis juga yah. "Puji Fanya.


    " Sayang, tidak tahukah kamu jika ini semua aku lakukan agar aku bisa bersama kamu. "batin Frans.


    " Oya, kak Juan, kamu tinggal dimana. "Tanya Fanya.


    " Eh, aku... aku cuman ngontrak kok. Mana mungkin aku bisa beli rumah sedangkan pekerjaan aku tidak tetap. "Jawab Frans.


    " Ya, siapa tahu orang tua kamu orang yang berbeda, "Kata Fanya.


    " Owh. Aku sebatang kara. Aku tidak tahu dimana orang tuaku. Aku sempat mendapatkan info jika ibu kandungku menghilang setelah di ancam oleh ibu sambungku. Dia sempat di rawat oleh teman baiknya, tetapi teman baiknya juga dibunuh oleh ibu sambungku. Mereka mengalami kecelakaan mobil sekeluarga. "Cerita Frans. Dia sengaja mengarang cerita seperti cerita orang tua Fanya. Bukannya ingin membuat sang pujaan hati bersedih, tetapi dia ingin mengatakan kenyataan bahwa orang tua Fanya sengaja dibunuh.


    " Aku minta maaf telah membuatmu sedih. Fanya bisa melihat wajah Frans yang berubah sendu setelah menceritakan hal tersebut.


    "Orang tuaku juga meninggal dalam kecelakaan lima belas tahun yang lalu. " Fanya menambahkan.


    "Maaf, aku jadi membuatmu mengingat kejadian yang seharusnya kamu lupakan. " Kata Frans.


    "Tidak apa-apa. Oya, kamu bilang ibumu pernah di rawat oleh teman baiknya sebelum mengalami kecelakaan, apakah kamu tidak pernah mencari dia setelah itu? Ya, siapa tahu dia masih hidup. " kata Fanya.


    "Kamu benar juga. Mengapa aku tidak berfikir kesana ya! tetapi itu sudah belasan tahun yang lalu, apakah masih ada kemungkinan hidup.? Tanya Frans.


    " Bisa jadi. Dia tidak ada dalam mobil itu ketika kecelakaan kan? Bisa jadi dia masih hidup. "Kata Fanya.


    " Tetapi aku pernah mendatangi rumah yang pernah di tempatinya bersama teman baiknya itu, rumah mereka kosong. Bahkan sekarang mungkin rumah itu sudah rusak karena sudah lama tidak di tempati. "Kata Frans.


    " Iya juga sih. Tapi jika kamu berusaha lebih keras lagi, kamu mungkin bisa bertemu dengan ibumu. "kata Fanya.


    " Akan aku fikirkan. Terima kasih sarannya. "Ucap Frans.


    " Bagaimana denganmu? "Tanya Frans.


    " Hidupku bagaikan berada di tengah lautan. Terombang ambing oleh ombak. Dulu aku sangat bahagia sebelum kedua orang tuaku mengalami kecelakaan dan pamanku menikah. Tetapi setelah semua itu terjadi, aku tidak pernah lagi merasakan bahagia. Bahkan aku dijodohkan dengan seseorang pengusaha kaya sebagai pelunas hutang pamanku."Fanya bercerita dengan hati yang perih.


    "Maaf sayang. Seharusnya aku tidak membuat kamu menderita. Orang tua kamu saja dengan tulus menguras ibuku meskipun saat itu jiwanya terguncang. Mereka mengurusnya hingga sembuh. Tetapi aku malah membuatmu menderita. " Batin Frans mengingat betapa jahatnya dia dulu kepada Fanya.


    "Ketika di nikahkan, aku merasa sedikit bahagia. Aku berfikir jika aku bisa keluar dari penjara tante Rina dan Shaza. Ya, meski suamiku tidak akan pernah bisa mencintaiku, paling tidak aku bisa berlindung dari sikap istri dan anak pamanku itu yang semena-mana. " Lanjut Fanya.


    "Tetapi ternyata tidak seperti yang aku fikirkan. Aku bersyukur bertemu dengan kak Harry. Dia begitu tulus menyayangiku seperti adiknya sendiri. " Jelas Fanya sambil tersenyum.


    "Sekarang kamu juga punya aku. Kamu bisa bercerita apapun dan meminta apapun padaku. Aku akan jadi teman yang baik untukmu. xKata Frans.


    " Tetapi, apakah kamu tidak malu kak Juan? " Tanya Fanya.


    "Malu? Mengapa? "Juan malah bertanya.


    " Aku sedang hamil, tetapi suamiku tidak bersamaku. "Kata Fanya.


    " Siapa bilang suamimu tidak bersamamu, Fanya. Aku adalah Frans, suamimu. "Batin frans.


    " Owh.... untuk hal itu tidak usah kamu fikirkan. Aku bukanlah orang penting yang akan malu dengan hal-hal begituan. Yang penting kamu tidak hamil di luar nikah. Persetan dengan pendapat orang. "Kata Frans.


    " Dan aku adalah suami yang bodoh, Fanya, Menyia-nyiakan berlian seindah dirimu. "Batin Frans.


     " Eh, kita kok malah curhat ya. Kakak juga, serius banget dengarnya. "Kata Fanya tersipu.


    " Nggak papa, yang penting kamu nyaman.Aku jadikan kekasih olehmu juga senang bangat,kok! "Goda Frans.


    " Kak Juan. Kita temanan aja ya. Aku ini istri orang lho. Apalagi aku sedang mengandung anaknya. Aku tidak mau menjadi wanita yang tidak setia. Bagiku menikah cukup sekali seumur hidup. Kata Fanya.


    "Beruntung sekali suami kamu dicintai oleh wanita secantik dan setulus kamu. Meskipun dia sudah menyakitimu, tetapi kamu masih mengakuinya sebagai suami, " Frans menjadi terharu dan sangat menyesal.


    "Mengapa aku terlambat menyadari jika Fanya adalah wanita hebat dan wanita yang sangat lembut hatinya. Ya Tuhan, satukanlah kami kembali. Aku berjanji tidak akan pernah menyia-nyiakan dia lagi, "Mata Frans mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


    " Kita pulang ya, kasihan kak Harry menunggu di boutique. Aku juga harus singgah di butiqeu untuk memastikan para pekerja. "kata Fanya.


    " Baiklah, ayuk aku antar. "Tawar Frans.


    " Apa tidak merepotkan kak Juan?" tanyanya.


    "Tidak pernah tuan putri. " Goda Frans.


    "Frans kemudian memakaikan helm di kepala Fanya. Dia bisa mencium wangi rambut Fanya, ingin rasanya dia memeluk calon ibu dari anaknya itu, tetapi dia tidak ingin kebersamaan berakhir hari ini.


    " Jadi ini boutique kamu? "Tanya Frans pura-pura tidak tahu.


    " Iya, sebenarnya ini adalah boutique kak Harry. Dia ingin membuka cabang, aku hanya akan mengurusnya. Kebetulan aku punya keahlian Mendesign, jadi kami punya tujuan yang sama. "Jawab Fanya.


" Boleh aku sering-sering main kemari?" Tanya Frans.



"Boleh.Tetapi jaga sikap yah? " Goda Fanya.



"Pasti dong. " Jawab Frans.



"Aku balik dulu ya. Kalu kamu butuh bantuan, kabari aku.Aku pasti akan senang bisa membantu kamu. " Kata Frans.



"Baik.Tetapi bagaimana aku bisa menghubungi kamu kak. Aku kan tidak punya nomor handphone kamu. " Kata Fanya.



"Ah benar.Bagian aku nomor kamu, nanti akan aku ping. " Kata Frans.



"Frans pura-pura menyimpan nomor Fanya. Yah, dia sudah memiliki nomor Fanya. Untung saja dia berfikir dengan cepat. Kalu tidak, penyamarannya akan ketahuan.




" Harry yang baru saja sampai tersenyum melihat wajah Fanya yang tampak ceria hari ini. Sejak dia dituduh oleh Frans, baru kali ini Harry melihat wajah Fanya yang segar seperti tidak ada beban dalam hidupnya. Dan yang lebih mengherankan adalah sikap Frans. Bagimana dia bisa bersikap sesantai, selembut dan seramah itu. Secara Frans terkenal sebagai orang yang cuek, dingin, kejam dan arrogan.



"Apakah ini awal yang baik? Banyak sekali perubahan kepada Frans. Dia sangat banyak bicara sekarang. " Batin Harry.



"Bahagianya adik kakak. Dari mana saja? " Tanya Harry.



"Owh, tadi aku ke minimal market, terus bertemu dengan Shaza dan tante Rina. Kakak kan tahu sendiri mereka itu kaya apam.Mulutnya pengen ku cabein. Untung tadi kak Juan juga disitu. Terus dia ngajak aku ngopi. " Jelas Fanya.



"Dua orang itu benar-benar ya! " Kata Harry geram.



"Belum puas apa mereka dengan penderitaan yang kamu alami. Kalau kamu bertemu lagi dengan kedua syetan itu, langsung hubungi kakak biar kakak sumpel kondong bekes ke dalam mulutnya. " Kata Harry penuh amarah.



"Ihh.. jorok banget sih kakak. " Kata Fanya.



"Habis mulut mereka itu lebih jorok dari pada yang aku sebutin tadi. Beneran kaya comberan itu mulut. " Tambah Harry.

__ADS_1



"Semua pekerja yang sedang merapikan tempat sontak tertawa mendengarkan kata-kata Harry dengan gayanya yang khas.



" Hey. Kalian mengejekku ya? Mau aku sumpal juga mulut kalian, huh? Kata Harry membuat seluruh pekerja diam seketika.



"Kak, udah ah. Mereka kan nggak salah. Kakaknya sih buat lucu. Kan benar mereka tertawa apalagi jika mereka membayangkan apa yang akan dirasakan kedua wanita ular itu ketika kedua benda menjijikkan itu masuk kedalam mulut mereka. Aku aja bakal sakit perut tertawa membayangkan hal itu. " kata Fanya.



"selesaikan pekerjaan kalian secepatnya. Minggu depan aku akan membukanya. " Kata Harry.



"Baik Tuan, jawab para pekerja melanjutkan tugas mereka masing-masing.



" Sementara di tempat berbeda, Frans seperti orang yang baru jatuh cinta. Dia memeluk tubuhnya sendiri merasakan tangan Fanya yang memeluknya dari belakang saat mereka naik motor tadi. Frans juga tersenyum saat mengingat bagaimana dia memasangkan helm ke kepala Fanya, rasanya seperti dalam mimpi. Frans juga tersenyum mengingat hari ini dia banyak sekali berbicara padahal sebelumnya Frans adalah orang yang paling irit berbicara. Wijaya yang memperhatikan tingkah anak lelakinya menjadi heran. Apa yang terjadi dengan Frans hari ini.



"Kamu terlihat bahagia sekali. Apakah ada sesuatu yang membuatmu sangat bahagia. " Tanya Wijaya.



"Menurut Ayah? Apa yang bisa membuatku tersenyum? " Tanya Frans.



"Jangan bilang jika kamu bertemu dengan Fanya hari ini. " Tebak Wijaya.



"Ayah menang yang terbaik selalu bisa tahu apa yang membuatku bahagia dan sedih. " Ucap Frans.



"Jadi benar kamu baru saja bertemu dengan Fanya? Apakah dia memaafkanmu dan mau kembali kerumah ini? " Tanya Wijaya penasaran.



"Aku belum bisa membawa dia kemari yah. Tetapi aku janji aku akan berusaha untuk membawanya kembali bersama kita. " Jawab Frans.



"Ayah sangat berharap jika kamu dan Fanya bisa bersatu kembali. " kata Wijaya.



"Dia adalah gadis yang baik untukmu, nak. " Tambahnya lagi.



"Iya, Ayah.Aku akan menebus semua kesalahanku padanya. Semoga aku mendapatkan maaf darinya. " Jawab Frans.



"Kalau begitu aku kekamar dulu ya. Aku ingin mandi dulu." Jawab Frans.



"Baik.Cepatlah turun setelah itu. Kita akan makan malam bersama. " Kata Wijaya.



"Frans hanya mengangguk dan langsung memasuki kamarnya.


__ADS_1


" Fanya lagi apa ya sekarang? "Batin Frans.


__ADS_2