
Frans yang mendengar berita Fanya pingsan, langsung berangkat ke New York menggunakan pesawat pribadinya. Dia sangat mengkhawatirkan keadaan Fanya. Reino yang melihat perubahan Tuanya menjadi heran. Apa yang membuat Frans berubah dalam sekejap. Tetapi untuk ketegasan di kantor dan di markas masih tidak berubah, namun menyangkut Fanya, sedang rapatpun akan dia tunda.
"Setelah beberapa jam, akhirnya pesawat yang membawa Frans tiba. Dia langsung menuju hotel yang dimana Fanya menginap. Dia tahu Fanya masih marah dengannya, tetapi Frans akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan maaf dari Fanya.Frans memilih untuk beristirahat sebelum menjumpai Fanya, karena menurut orang suruhan Frans yang mengikuti Fanya hingga ke New York, Fanya sudah baik-baik saja. Hanya perlu istrahat agar kondisinya kembali pulih.
" Keesokan harinya, Fanya dan Harry sedang bersiap-siap menjumpai salah satu pemilik brand fashion dunia terkait dengan design yang dikerjakan Fanya, mereka ingin membeli dan bekerja sama dengan Fanya terkait design tersebut. setelah itu, mereka berencana untuk mengelilingi kota New York sebelum pulang ke Indonesia. Setibanya di lobi, Fanya kembali kekamar karena melupakan sesuatu hingga Harry menunggu dilobi. Saat itu,Harry melihat Frans yang sedang menatapnya. Harry menjadi terkejut, karena bisa-bisanya Frans mengikutinya hingga ke New York.
"Untuk apa kamu kemari." Tanya Harry.
"Aku ingin tahu kesehatan istriku. " Kata Frans.
"Istri katamu? masih menganggap Fanya adalah istrimu? Bukannya kamu bilang jika Fanya telah merayumu? sebagai wanita terhormat, dia tidak akan begitu muda memaafkanmu. Apalagi kini Fanya di anggap sebagai istri kontrak. Apa kamu tidak merasakan bagaimana perasaannya? " Ucap Harry.
"Harry, Aku menyadari jika aku salah. Dan Aku berjanji akan menebus semua kesalahanku. Aku tidak akan menyianyiakan Fanya lagi. Kamu tahu, aku tidak bisa hidup tanpanya. Separuh jiwaku dibawah pergi olehnya Harry. Kamu adalah temanku sejak kecil. Kamu pasti tahu bagaimana aku. Jadi Aku mohong, bujuklah Fanya agar mau memaafkan dan kembali kepadaku. Akan aku lakukan apapun yang bisa membuatnya memaafkanku."kata Frans.
" Aku akan mencoba, tetapi aku tidak bisa janji, semua itu tergantung keputusan yang diambil oleh Fanya. "Ucap Harry yang merasa iba dengan Frans.
" Harry menatap mata Frans dan melihat ketulusan di matanya. Dia sangat mengenal Frans, jadi dia tahu apa yang dirasakan lelaki itu.
"Fanya sangat sakit dengan tuduhanmu Frans. Dia selalu memikirkannya.Aku hanya ingin agar kamu bisa merubah sikapmu. Tidak semua wanita itu murahan. Dan kamu juga tidak bisa berfikir bahwa wanita yang ingin medekatimu itu ingin hartamu. Selama dia bersamamu, apakah dia pernah memintamu untuk meberikan hadiah,atau pernahkah kamu melihat Fanya pergi ke mall dan Tempat-tempat berkumpulnya wanita sosialita? "Harry mencoba untuk menyadarkan Frans atas apa yang telah dilakukannya kepada Fanya.
"Aku benar-benar menyesal Harry. Aku akan melakukan apa saja untuk membahagiakan dia. Kamu saksinya, jika memang aku kembali menyakitinya, kamu bisa menghukumku. " jelas Frans.
"Aku berharap jika kamu tidak akan pernah menyakitinya. Apalagi saat ini Fanya sedang mengandung anakmu. " Ucap Harry.
"Frans yang mendengar berita gembira itu menjadi sangat bahagia.Dia akan menjadi seorang Ayah. Akan ada buah hati akan menyatukan hubungannya dengan Fanya dan bisa menjadi pewarisnya kelak. Frans juga berjanji akan mengembalikan perusahaan Fanya yang kini sedang di kelolah oleh pamannya. Frans tahu jika perusahaan itu adalah milik almarhum Ayahnya Fanya.
" Kamu sedang tidak berbohong kan? "Tanya Frans.
"Untuk apa aku membohongimu. Semalam Fanya pingsan bukan karena kelelahan, tetapi karena dia setres mikirin perkataanmu, dan itu sangat mempengaruhi kesehatan janinnya. Jadi, untuk apa aku berbohong. Apa gunanya aku berbohong. Nggak ada untungnya untukku. " Harry menjelaskan.
"Tampak Fanya sedang menuju ke lobi.
" Frans, aku tahu perasaan bersalahmu itu kepada Fanya tulus, tetapi aku mohon, dekati dia dengan perlahan. Tunjukkan jika kamu benar-benar mencintainya. Jika memang kamu benar-benar ingin berubah aku akan membantumu untuk merebut hatinya, tetapi jika kamu masih ingan menyakitinya, maka aku yang akan memisahkan kalian berdua. Sekarang pergilah, jangan buat dia semakin stress. Ingat, sudah ada kehidupan yang harus dia jaga sekarang. "Harry meminta agar Frans tidak mengganggu Fanya untuk saat ini. Cukup menunjukkan jika kamu benar-benar mencintainya.
" Frans yang tidak ingin membuat Fanya semakin stress akhirnya mengalah. Dia akan memantau keadaan Fanya dari jauh. Sebelum Fanya melihatnya, Frans lebih dulu pergi. Dia memutuskan untuk menemui teman lamanya yang ada di New York. Frans juga menyerahkan kartu kredit tanpa limit kepada Harry untuk membeli semua kebutuhan Fanya. Jika dia yang memberikan, sudah pasti Fanya tidak akan menerimanya. Dia mempercayakan Fanya kepada Harry, awalnya Harry tidak menerimanya, karena dia masih sanggup memberikan biaya kepada Fanya. Apalagi sekarang Fanya sudah memiliki kontrak kerja sama dengan brand fashion ternama dari Amerika. Tetapi Frans bersikeras untuk memberikannya sebagai bentuk tanggungjawab sebagai suami Fanya. Bahkan Frans meminta Harry untuk membukakan boutique kepada Fanya. Hal ini akan dibicarakan saat mereka sudah kembali ke Indonesia.
"Maaf, kakak sudah lama menunggu ya? " tanya Fanya.
"Tidak, malah kakak memiliki waktu untuk mengecek email dari pelanggan. Rasanya kakak ingin. buka cabang deh Fan. Ntar kamu yang jagain. " Kata Harry.
"untuk apa buka cabang kak. Aku bisa bantu kakak klau mau, tanpa harus buka cabang. Modalnya itu kan gede kak kalau ingin buka lagi. " Bantah Fanya.
"Bukannya kan jauh dari boutique yang sekarang wilayahnya semakin luas. Dekat-dekat kampus kamu mungkin, biar kamu bisa sekalian kuliah. " Ucap Harry.
"Kita lihat dulu saat kita sampai ke Indonesia kak. " Jawab Fanya.
"Terus kamu kekamar tadi ambil apa? Apanya yang ketinggalan?" Tanya Harry.
"Owh, tadi aku lupa mengambil kartu debitku. Siapa tahu ada yang menarik mataku nanti. " Jawab Fanya.
"Astaga Fanya.kalau cuman itu, ngapain coba kamu balik kekamar. Ingat kandunganmu sayang. Nggak boleh capek! "Tegas Harry dengan gayanya yang khas.
" Nggak apa-apa kok kak. Aku sudah baikan. Obat sudah aku minum, susu hamil yang semalam kita beli juga sudah aku minum. Jadi kakak tidak usah khawatir. "Ucap Fanya.
__ADS_1
" Nih, ambillah! "Harry menyerahkan kartu kredit yang diberikan Frans kepadanya tadi.
" Back card no limit! "Ucap Fanya melongo melihat kartu yang ada di tangannya sekarang.
" Iya, ambillah. Ini untukmu. "Ucap Harry.
" Kak, ini tidak cocok untukku. Aku tidak bisa menerimanya? "Ucap Fanya.
" Untuk orang-orang yang kita cintai, itu bukan apa-apa sayang. Ambillah, jika tidak aku akan sangat sedih karena kamu masih menganggapku orang lain. "Ucap Harry menampakkan rasa kecewa.
" Tetapi kak... "Ucap Fanya.
" Tidak ada tapi-tapi. Ingat, kita adalah keluarga.Aku akan memberikan apapun untukmu asalkan kamu bahagia. ingat itu. anggap aja hadiahku untukmu. "Ucap Harry.
" Kak, Terima kasih banyak. Aku akan sangat berhutang budi kepadamu, kak. "Ucap Fanya memaluk Harry.
" Fanya merasa sangat bahagia.Harry benar-benar menyayanginya sebagai seorang adik.Dia kembali merasakan kasih sayang seorang keluarga yang sudah lama hilang. Beberapa bulan tinggal bersama Harry membuat Fanya merasakan kasih sayang tulus sehingga dia bisa melupakan kisah masa lalunya yang menyakitkan.
"Maafkan aku Fanya. Semoga kamu tidak marah ketika tahu itu semua adalah milik Frans. Aku juga tidak bisa melihat Frans hancur karena Frans telah menyelamatkan hidupku. Bahkan jika Frans meminta nyawaku akan aku berikan. Dan sekarang aku akan menjaga Fanya, belahan jiwamu Frans. " Gumam Harry.
" Ternyata dia sangat cantik saat tersentum . kecantikan yang alami, bukan kecantikan make up. "Ucap Frans. Sambil mengambil beberapa foto Fanya dari kejauhan.
" Setelah merasa puas Fanya dan Harry kembali ke hitol. Fanya terlihat sangat bahagia. Dia sangat rindu bisa jalan-jalan keseluruh kota. Dulu saat masih kecil dia sering diajak liburan oleh keluarganya keluar negeri.
"Bahkan hampir setiap tahun dia pergi kebeberapa Negara Eropa untuk berlibur. Tetapi sejak orang tuanya meninggal, jangankan luar negeri, keluar kota saja tidak pernah. Fanya bercerita tentang masa kecilnya dengan semangat.
" Kita akan keliling dunia. Kamu sudah menandatangani kontrak dengan brand ternama itu, jadi selangkah lagi untuk menjadi designer dunia. Jika ada acara-acara fashion, mereka pasti akan mengajakmu. Jadi persiapkan design terbaik. Kita akan keliling dunia. Yakinlah itu. "Ucap Harry.
" Pastinya kak, aku akan memberikan yang terbaik. Aku akan menyelesaikan kuliahku dulu. Targetku, aku bisa menyelesaikan sebelum melahirkan.Hanya sedikit lagi. Semoga kamu sehat-sehat dan tidak menyusahkan mommy ya sayang! "Ucap Fanya sambil mengusap perutnya yang masih rata.
" Kita kembali ke hotel? "Tanya Harry.
" Tetapi kita makan dulu,bagaimana? Nanti ketika di hotel, kita bisa langsung istirahat. "Ucap Fanya.
__ADS_1
" Baiklah. Kamu mau makan apa? "Tanya Harry.
" Tiba-tiba aku ingin makan makanan Jepang kak.Kita cari restoran Jepang yuk! "Kata Harry.
" Ayuk! "ajak Harry semangat.
Mereka akhirnya tiba direstoran Jepang. Fanya langsung semangat melihat daftar menunya. Sambil menunggu pesanan mereka, Fanya dan Harry melihat foto-foto yang mereka ambil tadi. Dan tiba di salah satu foto, Fanya melihat Frans disini.
"Lelaki ini sangat mirip dengan kak Frans.Gumam Fanya yang bisa didengar oleh Harry.
" Yang mana Frans? Masa sih, ada hal apa dia kemari. "tanya Harry.
" Coba kakak lihat, lelaki ini sangat mirip dengan kak Frans. "Ucap Fanya.
" Harry memperhatikan foto itu dengan teliti, lelaki itu memang Frans. Dia baru saja bertemu dengannya tadi pagi, sehingga bisa mengingat baju apa yang Frans pakei. Tetapi Harry tidak berani mengatakan yang sebenarnya kepada Fanya.Dia tidak ingin mood Fanya hilang.
"Ah, hanya mirip saja. Tidak mungkin Frans kemari. Coba lihat, tinggi tubuhnya tidak sama. " ucap Harry berbohong.
"Masa sih kak. Tapi jika diperhatikan, mirip bangat lo kak. " Ucap Fanya lagi.
"Atau kamu merindukan Frans? " Goda Harry.
Nggak ah, siapa juga yang rindu pada manusia kulkas itu. Ucap Fanya.
"Siapa tahu bayi yang ada didalam peritnya. Rindu di elus sama deddynya. " Tambah Harry.
"Nggak ah, dia kan baru saja hadir,nggak mungkin ah. " Ucap Fanya malu.
"Yasudah, lupakan tentang foto itu, ok! sekarang mari kita nikmati makanan kita. Kakak lapar, kamu makan yang banyak biar makin sehat. " Ucap Harry mengalihkan pembicaraan.
"Oke,kak mari makan! " Jawab Fanya dengan semangat.
__ADS_1