
Hari ini adalah hari pernikahannya dengan Frans. Meskipun dia hanyalah istri status, namun Frans menggelar pernikahan tersebut dengan sangat meriah. Dia ingin membuktikan kalau dia bukan gaya. Namun sebenarnya ada trauma masa lalu yang membuat Frans membenci dan tertutup pada wanita. Harry yang menjadi MUA pada hari itu tersenyum puas membuat hasil riasan Fanya.
, you look so beautifull, my dear.sangat cantik, aku yakin kalau hari ini Frans akan terpukau kepadamu sayang! "komen Haryy.
Fanya hanya tersenyum. Dia memang sangat cantik, seharusnya ini adalah hari dimana dia merasa bahagia. Andaikan ini adalah pernikahannya yang sebenarnya. Andaikan Frans adalah orang yang akan melindungi dan membawanya keluar dari semua penderitaan yang dia alami. Tetapi semua itu hanyalah mimpi. Frans tidak mncintainya. Dia hanyalah tumbal untuk membuat hati pria itu senang dan bisa seenaknya atas dirinya.
" sepedih apapun hidup kita nanti, tetaplah untuk tersenyum, sayang. karena senyum itu akan menguatkan kita. kita juga tidak akan thau bagaimana masa depan kita nantinya. Tetapi jangan pernah lupa bahwa Allah selalu ada untuk kita, Jadi anak mama yang cinta jangan lupa berdoa sampaikan keinginanmu kepadanya dalam setiap doamu. "Fanya tersenyum mengingat setiap pesan almarhum mamanya setiap menemaninya tidur.
" Jadi sudah siap menjelaskan
Dengan langkah pasti dia turun dari lantai atas tempat dia dirias menuju halaman belakang, tempat dimana proses pernikahan dilaksanakan. semua mata terpakau dengan kecantikan Fanya. sepupunya shaza merasa iri dengan penampilan Fanya sekarang. semua orang memuji kecantikan alami Fanya.
" Ma, seharusnya aku yang didandan seperti itu. Mengapa harus Fanya sih! "Zhasa merasa cemburu kepada Fanya.
" Sayang kamu bisa mencari calon suami yang kaya raya disini. Teman atau relasi Frans pasti kayu raya. Dari pada kamu nikahnya sama gay, yang belum tentu sayang dan cinta sama kamu. Mendingan kamu cari yang lebih pasti. yang akan terjadi bucin dan meujutkan semua yang kamu minta. "jawab tante Rima.
" Ia sih ma, Tapi adaka yang sekaya Frans? lihat deh rumahnya aja besar dan mewah banget, belum lagi furnture, belum lagi barang-barang lainnya. pasti import semua ma. Aku membayangkan jika aku jadi nyonya Frans. Aku akan mendapatkan fasilitas mewah. "Bayang Zhasa.
" Kalau dia anggap kamu istrinya. Kalau dia anggap kamu sebagai pembantunya,gimana.? Kata tante Rina menakut anaknya.
"Iya juga ya ma, yang ada aku disiksa habis-habisan
" Terima kasih Fanya, Om akan pastikan kamu hidup bahagia. "pamannya membisikkan.
" Tapi paman, apakah Fanya nanti bisa merebut hati tuan Frans agar Fanya diperlakukan selayaknya? x Wajah Fanya mulai murung.
"Paman yakin kamu pasti bisa. Dengarkan dan ikuti semua perintahnya. Meskipun Frans orang yang kasar dan dingin, paman yakin, ada satu sudut hatinya untuk kebaikan. Dan paman yakin kamu bisa memenangkan hati Frans. " pamannya memberikan semangat.
Fanya terus berjalan diatas karpet merah menuju halaman belakang dimana penghulu dan tamu undangan sudah datang, Fanya berusaha untuk tetap tersenyum. Frans sendiri merasa takjub melihat Fanya. Meski hatinys masih sekeras batu, tetapi dia masih bisa tersenyum seolah-olah dia ingin mengatakan kepada dunia bahwa Frans bahagia dengan pernikahan ini.
Acara akad di laksanakan, Frans hanya perlu satu tarikan nafas untuk menyebutkan ija kabul. Dan semua saksi mengatakan "sah"Fanya resmi menjadi nyonya Frans wijaya, seorang CEO tampan dan sukses. Semua bertepuk tangan. Namun Fanya hanya menunduk. Tidak terasa airnya matanya mulai mengalir. Frans mengetahui hal itu langsung mencengkram tangan Fanya dari bawah meja penghulu.
" Kamu tidak perlu menangis. Semua sudah terjadi. saya tidak ingin tamu mengira kamu terpaksa menikah. Tunjukkan wajah manismu atau pamanmu akan menjadi mayat saat ini juga. "Frans mengancam.
Fanya yang mendengar menjadi ketakutan. Dia menghapus air matanya segera, lalu mengangkat wajahnya yang dipaksa tersenyum. sementara tepat dibelakang mereka, paman yang mulai mengeluarkan air matanya.
" Maafkan aku mbak. Aku gagal menjaga dan membuat Fanya bahagia. "ucapnya lirih.
" Acara ijab kabul selesai. Kini Frans dan Fanya diminta untuk naik dipelaminan yang sudah didekorasi dengan mewah. Para tamu diminta untuk menikmati hidangan yang sudah dipersiapkan. Banyak sekali makanan yang disediakan. mulai dari makanan khas dalam negeri hingga luar negeri.
__ADS_1
Zhasa dan mamanya berusaha mendekati seorang piria yang diduga seorang CEO seperti Frans. Dari penampilan pria tersebut mengatakan kalau dia sangat raya. Zhasa berpura-pura tidak sengaja menabraknya.
Diatas pelaminan, Fanya berusaha keras untuk tetap tersenyum menyalami semua tamu yang hadir pada hari itu. Frans juga terlihat sangat gagah. karena begitu khidmat melayani semua tamu, Frans tidak menyadari jika ada seorang paru baya memperhatikan mereka dari tadi.
"Selamat atas pernikahan kalian! " pria paru baya tersebut memberikan selamat pada Frans.
"Ayah! " Frans merasa terkejut,
"Tega kamu melupakan ayahmu dihari bahagia ini Frans! "Mata ayah Frans mulai berkaca-kaca.
" Maafkan aku ayah. Bukan aku sengaja. Tapi karena acara ini dibuat sangat mendadak.Aku berencana akan mengatakan kepada ayah setelah ini. "Jelas Frans.
" Kamu tidak ingin ayah datang? "Ayahnya kembali bertanya.
"Bukan begitu ayah, aku akan menjelaskan kepada ayah, tetapi tidak sekarang. sekarang berbaurlah dengan tamu. Aku berjanji akan mengatakan apapun kepada ayah setelah in. " Frans menambahkan.
Ayah Frans kemudian mengalah. Dia berbaur dengan para tamu yang juga mengucapkan selamat kepadanya karena memiliki menantu yang sangat cantik. Ayah Frans juga pengusaha sukses seperti Frans. Namun Ayahnya mewariskan perusahaannya untuk dipimipin oleh Frans. Meskipun awalnya Frans menolak karena dia sudah memiliki perusahaan sendiri, namun karena merasa kasihan, Frans akhirnya setuju untuk mengelola dia perusahaan besar yang berbeda haluan tersebut. Jadi tidak heran juga jika semua kolega Frans juga mengenal ayahnya. Sesekali ayahnya juga datang ke perusahaan untuk mengecek dan memberikan masukan kepada Frans.
Acara pernikahan dan resrpsi dilaksanakan hingga malam hari. Menjelang pukul 9 malam, tamu sudah pulang dan yang tinggal hanyalah keluarga dan para pekerja.Pihak cetring dan dekorasi mulai membersihkan sisa-sisa pesta. Fanya terlihat sangat lelah. Kakinya juga mulai lelah, Dia ingin minta izin kekamar terlebih dahulu, namun dia tidak berani. Wajah Frans yang tadinya Rama berubah jadi hatar, tidak ada ekspresi sama sekali. Disana juga masih ada paman dan kluarganya.., Fanya merasakan tidak enak meninggalkan mereka lebih dulu. Setelah berbincang-bincang dengan ayah Frans, paman dan kluarga akhirnya Meminta izin. Fanya mengatakan. Fanya mengantarkan mereka hingga keteras remah Frans. Seblum msuk mobil, paman membisikkan kata semangat.
Jaga dirimu baik-baik. turutilah semua yang diperintahkan Frans. Janganlah kamu membanta meskipun itu sangat sulit untuk kamu lakukan. Paman yakin hatinya akan lulu dengan kelembutanmu. Jadilah istri yang terbaik bagi suami kamu. "paman melepaskan pelukannya.
Fanya hanya mengangguk. Dia tahu harinya akan berubah mulai sekrang ini.
" Untuk apalagi kamu diluar, masuk ke kamarmu sekarang. "perintah Fransn.
" Baik. 'Fanya langsung naik ke lantai dua dan langsung kekamarnya.
Diruang keja Frans, Ayah Frans sudah menunggu penjelasan dari Frans. Dia yakin, putra semata wayangnya itu menyimpan sebuah rahasia besar dalam pernikahannya ini. Frans mengunci ruang kerjanya. Hanya dia dan Ayahnya yang duduk berhadapan. Dia melonggarkan dasinya dan bernafas.
Jadi, sudah siap untuk menjelaskan apa yang terjadi pada ayah? "ayahnya bertanya.
" Sebelumnya Frans meminta maaf ayah, aku tau ini salah. Seharusnya aku meminta pendapat kepada Ayah. Tapi aku harus melakukannya. "Frans menjelaskan, Meskipun dia dingin dan kaku, Namun dia sangat sayang pada ayahnya.
" Pak rahman mengalami kerugian pada perusahaannya dan memiliki hutan padaku. Hutan itu sudah sangat lama. Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku juga butuh banyak uang untuk bisa mempertahankan kedua perusahaan ini. Aku memberikan tawaran, jika pak rahman tidak bisa melunakkan hutangnya dalam waktu satu minggu. Jika tidak aku akan mengambil semua asetnya. Tetapi tidak kusangka jika istrinya malah memberikan tawaran lain. Dia ingin agar asetnya tetap menjadi miliknya, Sebagai gantinya di mau menikahkanku dengan putrinya. "jelas Frans pada ayahnya.
" Lalu, kamu menerima begitu saja? "Ayah bertanya
" Yang aku tau,anak dari pak Rahman itu matre dan sangat licik. Aku ingin memberikan pelajaran kepadanya. "Sambung Frans.
__ADS_1
" Frans, Yang Ayah lihat anak itu sangat menghormati orang tua. Mungkin kamu salah orang. Apakah tidak bisa kamu lihat sorot matanya yang menunjukkan bahwa tidak ada kebohongan atau apapun disana. Perlakukan istrimu itu dengan baik. Ayah yakin dia itu bukanlah orang jahat. Jelas Ayah Frans.
"Ah.. wanita sama saja Ayah. Bukan cinta yang mereka inginkan dariku. Mereka hanya ingin harta dan kekuasaanku,. Mereka hanya ingin tenar dan ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa mereka adalah orang kaya yang memiliki segalanya. " Tambah Frans.
"Tidak semua wanita seperti itu Frans. Mereka juga ada yang baik yang ingin di cintai dengan ketulusan. Bukan dengan harta. " Ayah Frans menambahkan.
"Coba ayah sebutkan? istri istri ayah, Apakah mereka mencintai ayah dengan tulus? Bahkan ibu sendiri rela meninggalkan ayah padahal aku masih sangat kecil dan masih butuh dia. istri-istri ayah yang lain, mereka hanya numpang tenar dibalik semua kekayaan dan kekuasaan yang ayah miliki. "Frans membantah.
" Jangan kamu anggap semua wanita itu sama, Frans mungkin wanita yang menemuimu dalah jenis wanita yang sama. Yang ingin mengelabuimu dengan kemolekan
mereka dan menginginkan hartamu saja. Tetapi masih ada wanita yang memang benar-benar tulus mencintaimu. Menerimamu apa adanya. Sebelum kamu menyesal, genggamlah istrimu. Cobalah untuk menerima dan mencintai dia. "Ayahnya memperingatkan dan pergi meninggalkan Frans yang bingung.
Frans tidak mengerti mengapa ayahnya yang berkali-kali dikecewakan oleh wanita, Tetapi masih saja menghormati wanita. Apa yang ayahnya harapkan dari wanita, Menurut Frans, wanita sama saja. Frans kembali kekamarnya dengan wajah gusar. Frans kembali marah ketika tidak mendapatkan Fanya dikamarnya. Dia tidak mau pernikaha pura-puranya ini di ketahui seluruh keluarga dekatnya. Paling tidak untuk saat ini dia bisa memanfaatkan Fanya agar tidak diganggu oleh saudara-saudaranya yang ingin dijodohkan Frans. Frans benci wanita. Dengan langkah kasarnya, Frans masuk kekamar Fanya yang kebetulan tidak dikunci.
Melihat Frans yang masuk dengan wajah marah, Fanya merasa takut. Namun dia kumpulkan keberanian untuk bertanya, walau bagaimanapun, Frans adalah suami sahnya saat ini. Dia tidak ingin menjadi istri yang durhaka.
" Ada yang bisa saya bantu, tuan? "Fanya bertanya.
" Siapkan semua barang-barangmu dan pindah kekamarku sekarang juga. "Perintah Frans.
"Tetapi tuan. . " Fanya merasa ada yang tidak beres.
"Ini perintah,saya tidak mau dibantah. Atau ingin mengatakan kepada semua orang, kalau pernikahan ini tidak benar, hah? " Bentak Frans.
Fanya hanya bisa diam dan menuruti semua yang dikatakan oleh suaminya ini. Dia benar-benar seperti boneka yang siapa dimainkan oleh tuanya. Tetapi dia bisa berbuat apa. Dia hanya bisa berdoa agar diberi kekuatan menjalani Hari-hari bersama suami monsternya ini. Fanya segera menyiapkan barang-barangnya yang di perlukan.Tidak banyak hanya beberapa helai pakaian, peralatan mandi dan make Up serta foto keluarga yang tidur pernah dia lupa dibawah keman-mana.
Sebelum memasuki kamar suaminya, Fanya mencoba mengetuk pintu dulu. Setelah ada sahutan dari dalam barulah dia masuk. Fanya sangat mengagumi interior didalam ruangan kamar ini. Selain kamarnya yang luas, tatanan, warna dan oernamennya sangat menyatu dengan alam. Dalam design ini Fanya tahu bahwa pemiliknya sangat menjunjung tinggi seni dan alam. Fanya sendiri sudah takjub dengan ruangan ini. Andai kata ini adalah pernikahan sungguhan, maka dia akan sangat bahagia mendapatkan kekayaan dan ketenaran. sungguh semua yang diinginkan oleh semua wanita, namun sayang, dia tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan itu. Semua hanya terjadi dalam mimpi. Dia hanyalah Cinderella yang berharap mimpi menjadi istri pangeran yang akan menjadi nyata.
"Maaf, dimana saya bisa meletakkan semua barang-barangmu ini, " Fanya meminta izin pada yang punya kamar
"Letakan diruangan itu, disana ada lemari kosong dan walk in closet. Kamu letakan semuanya disana. " Frans menjawab tanpa menoleh ke Fanya
Fanya berjalan ke ruangan yang ditunjukkan Frans. Disana dia kembali kagum mendapati lemari besar menyatu dengan dinding dan berjejer rapi berseberangan dengan walk in closet. Dengan penerang yang cukup membuat ruangan itu semakin mempesona. Fanya membuka salah satu lemari yang berada di sudut. Dia merapikan semua pakaian itu disana. Meletakkan peralatan make up dan foto keluarga. Kemudian masuk kekamar mandi yang bersebelahan dengan ruangan tadi.Dia membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
"Maaf, dimana saya akan tidur, Tuan? " Fanya memberanikan diri untuk bertanya. Dia tidak ingin sembarangan melakukan suatu tindakan yang membuat Frans marah.Satu tekad Fanya hanya tidak memancing amarah dari tuan rumah itu. Jika dia tidak mendapatkan cinta yang sesungguhnya dari san suami, minimal dia tidak mendapatkan amarah darinya.
"Kamu lihat, Tempat tidur disini hanya ada satu. Jadi kira-kira dimana kamu akan tidur? saya tidak mau nanti kamu mengatakan yang tidak-tidak kepada saya. Ingat, jangan pernah cari masalah. Sekarang kamu adalah istri saya, jadi apapun yang saya perintahkan, itulah kewajiban kamu. "Frans menerangkan.
Fanya tidak menjawab lagi, dia hanya mengangguk. Dia naik keatas tempat tidur ukran king size itu. kasurnya sangat empuk, wangi dan nyaman.
__ADS_1
" Ya Tuhan , semoga terbuka pintu hati suamiku untukku. "Fanya memohon dalam hatinya.
Malam itu Fanya tidur dengan nyenyak, entah karena dia sangat lelah atau memang kamar Frans yang Menghipnotisnya tertidur dengan nyaman.