Cinta Setelah Sah

Cinta Setelah Sah
Masalah Baru


__ADS_3

    "Keesokan harinya Frans menghubungi Harry untuk bisa menemuinya di kantor. Dia ingin membahas tentang boutique yang akan dibuka untuk fanya.


    " Fanya, bagaimna kondisimu? "Tanya Harry.


    'Aku sudah baik-baik saja kak. Hanya sedikit mual, mungkin itu morning sickness. " Jawab Fanya.


     "Kalau begitu, bolehkah aku meminta tolong? "Tanya Harry.


      " Kakak mau minta tolong apa? jika aku sanggup mengerjakannya, pasti akan aku bantu. "Ucap Fanya.


    " Hari ini aku harus menemui pelanggan di kantornya. Dia memintaku untuk kesana. Jadi aku ingin memintamu untuk ke boutique. Aku tidak akan lama, aku akan kembali segera setelah semua urusanku dengannya sudah selesai. "Jelas Harry.


    " Ohw, itu.Tentu saja aku akan membantumu. Lagi pula jika di apartemen, aku akan merasa bosan. "Jawab Fanya.


    " Baiklah, aku akan mengantarmu ke boutique terlebih dahulu, setelah itu baru aku akan pergi menemui klienku. "kata Harry.


    " Harry dan Fanya bersiap-siap pergi ke boutique. Setelah mengantarkan Fanya ke boutique, Harry langsung menuju kekantor Frans, dia sengaja tidak membohongi Fanya.


    "Sesampainya di kantor Frans, Harry menemukan seorang wanita yang sedang memaksa Resepsioniso untuk agar bisa menemui Frans. Resepsionis sudah mengatakan jika tidak punya janji, maka dia tidak bisa menemui Tuanya itu. Tetapi wanita tersebut masih bersikeras ingin bertemu dengan Frans. Harry penasaran siapa sebenarnya wanita itu.


    " Saya harus bertemu dengan Tuanmu, jika Tuanmu tahu kamu melarangku, dia pasti akan sangat marah dan akan memecatmu. Kalian tidak kenal siapa aku? "Ucap wanita itu.


    " Harry merasa jika dia mengenal suara itu.


    "Teena? " Ucap Harry.


      "Kamu teena kan?"Tanyanya lg.


     " Kamu Harry kan? "yang designer and MUA kondang itu, Ucap Teena.


    "Iya.Apa kabarmu? Tanya Harry.


    " Aku baik-baik saja. Kamu ingin bertemu dengan Frans? Tolong katakan kepada karyawannya ini siap aku. "Jelas Teena.


    " Hmmm... Tapi mereka tidak salah. Ini adalah perintah Frans, jika kamu ingin bertemu dengannya, kamu harus buat janji dulu. "Jelas Harry.


     " Bagaimana denganmu, kamu juga ingin bertemu dengannya kan? Apakah kamu sudah membuat janji? "Tanya Teena dengan angkuhnya.


     " Aku adalah orang spesial bagi Frans, sudah tentu dia akan menyambutku. "Ucapnya lagi.


     " Harry yang mendengar ucapan Teena yang terakhir menjadi terkejut.


    "Benarkah, jika kamu orang yang spesial bagi Frans? "Tanyanya.


    " Kamu bisa tanyakan sendiri kepada Frans. "Jawab Teena.


    " Baiklah, aku akan menanyakannya langsung kepada Frans."Ucap Harry pergi meninggalkan Teena.


    "Tunggu,Harry! Aku juga ingin bertemu dengan Frans. "Teena kemudian mengejar Harry yang sudah memencet tombol lift menuju ruangan Frans.


      " Harry memandang marah kepada wanita didepannya itu. Dia adalah model terkenal berdarah India. Sudah tentu dia menyukai Frans. Siapa sih yang tidak menyukai orang setampan dan sekaya Frans. Kekayaannya bisa dibilang akan bertahan hingga keturunan yang kesepuluh, bahkan lebih jika dijaga dengan benar. Harry mencibir wanita didepannya itu. Jika di bandingkan dengan Fanya sangat jauh berbeda. Semua kecantikan yang dimiliki Teena hanyalah topeng semata. Jika tidak ada make up atau perawatan, dia tidak lebih seperti nenek tua yang sedang terkena penyakit kanker.Apa Frans buta, menjadikan wanita itu orang yang paling special? Harry menghela nafasnya.


    "Awas kamu Frans, jika kamu bermain api lagi di belakang Fanya, akan kubawa Fanya dan anaknya jauh darimu hingga tidak akan pernah kamu temukan. "Ucap Harry didalam hati.


    " Lift akhirnya berhenti dilantai 30,di lantai di mana khususnya untuk Frans dan orang kepercayaannya. Teena merasa takjub, ternyata semewah ini kantor milik Frans. Yah, dia tidak pernah di ajak kekantor atau ketempat-tempat lain milik Frans.Teena hanya bertemu beberapa kali dengan Frans saat sedang melakukan pemotretan dihotel milik Frans. Sejak saat itulah dia mulai dekat dengan suami Fanya tersebut.


    "Mengapa kamu mengikutiku.Jika Frans melihatmu, dia pasti akan sangat marah denganku.Seharusnya kamu tunggu saja dia di lobi. Saat jam istrahat, pasti Frans akan turun. "Ucap Harry merasa jengkel.


    " Tuan, Harry, Tuan Muda sudah menunggu anda didalam. "Ucap sekretaris Frans.


   " Baik. Oya, Teena sebaiknya kamu tunggu saja disini bersama Michael. Aku tidak akan lama.Ada hal yang sangat penting yang ingin aku bahas dengan Frans, dan tidak boleh ada yang mendengarkannya. "Harry mencegah Teena masuk. Dia tidak ingin rencananya bersama Frans menjadi kacau.


    " Tetapi... "Teena tetap memaksa untuk masuk.


     " Tunggu disini atau kamu tidak akan pernah bisa bertemu dengan Frans. "Dengan gaya yang khas, Harry mengancam Teena.


"Dasar wanita tidak punya malu. Bikin repot aja. Kalau saja aku tidak penasaran dengan apa yang akan kamu lakukan kepada Frans, tak sudi aku melayaniku. "Gerutu Harry saat melenggang masuk keruangan Frans.



" Frans yang duduk dimeja kebesarannya sambil memegang dokumen menatap heran kepada teman kecil wanitanya ini. Iya, gaya Harry memang seperti wanita, tetapi kekuatannya melebihi kekuatan lelaki.



"Kamu kenapa? menggerutu tidak jelas. Kesambet ya. " Tanya Frans penasaran.



"Ok, sebelum aku membahas rencana kita membuka boutique kepada Fanya, aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu? " Ucap Harry dan duduk dengan angkuhnya di sofa.



"Frans yang melihat tingkah sahabatnya ini hanya tersenyum. Dia tahun, jika Harry bersikap seperti ini, maka ada hal yang membuatnya jengkel.



" Kamu sedang jengkel dengan siapa, hah? "Tanya Frans.



" Apa hubunganmu dengan wanita jadi-jadian seperti Teena kapoor? "Tanya Harry.


__ADS_1


" Dia wanita beneran Harry, bukan wanita jadi-jadian. "Ucap Frans.



" Jadi kamu malah membela dia? "Tanya Harry marah.


" Aku tidak punya hubungan apa-apa. Hanya teman biasa. Ya aku sudah mengenalnya sejak lama, tetapi kami jarang bertemu. "Jawab Frans jujur.


" Ada berapa banyak wanita yang sudah kamu tiduri selain Fanya? "Tanya Harry lagi.


" Apa maksudmu? Aku hanya tidur dengan Fanya, dan kami hanya melakukannya di malam itu. Jadi saat aku melakukannya, aku masih perjaka Harry. Fanya adalah yang pertama dan yang terakhir bagiku. "Jawab Frans.



" Jika kamu memang jujur, maka kamu harus menyingkirkan wanita ular itu. Dia ada didepan dan bersikeras ingin menemuimu. Aku tidak suka jika kamu membuat sakit hati Fanya lagi. Jika kamu nekat, maka jangan harap kamu bisa bertemu istri dan calon anakmu. Aku yang akan membawa Fanya pergi jauh darimu hingga tidak akan kamu temukan. "Ancam Harry.



" Jadi dia bilang apa ke kamu? "Tanya Frans.



" Aku tidak sempat bertanya. Tetapi aku hanya melihat dia membawa sebuah amplop dan itu jelas sedang ingin mengelabuhi kamu. Jika memang kamu tidak pernah ada skandal dengannya. "Ucap Harry.



" Oke, aku akan berhati-hati. Aku mengundangmu kemari untuk membahas boutique yang akan aku berikan untuk Fanya bukan membahas wanita ular itu. Aku sudah sering menjumpai wanita sepertinya, jadi aku sudah kebal. Kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkanmu membawa pergi istri dan calon anakku. "Kata Frans dengan tegas.



" Aku sudah mengecek lokasi yang ada di dekat kantormu. Aku memilih tempat tersebut karena letaknya strategis dan kamu juga bisa memantaunya 24 jam. Model bangunannya juga klasik, aku yakin Fanya pasti suka. "Harry menyerahkan beberapa lembar foto bangunan yang akan dijadikan tempat boutique Fanya.



" Tempatnya bagus. Aku juga suka.Apalagi dekat dengan kantorku. Jadi aku bisa melihatnya setiap saat. "Frans mengamati foto-foto itu dengan seksama.



'Dan untuk interior juga perlengkapan lainnya, aku sudah menyewa jasa beda interior Langgananku. Aku yakin Fanya pasti akan suka, tetapi kita juga harus menanyakan seleranya. " Lanjut Harry.



"Seleraku dan Fanya hampir sama. Dia menyukai design klasik dan simple. Tetapi tentu saja dengan tatanan yang rapi dan tidak terlalu ramai. " Ucap Frans.



"Baiklah, untuk hal itu aku serahkan kepada Fanya saja karena dia yang akan menempati tempat itu nanti. " Kata Harry.




"Iya, Tuan. Apa yang bisa saya lakukan? " Ucap Reino.



"Aku dan Harry berencana untuk membuka sebuah boutique untuk Fanya agar dia tidak merasa bosan. Disini ada alamat dan nomor kontak pemilik bangunan itu. Tolong kamu urus semua keperluan dokumen dan pengesahan kepemilikan. Buat atas nama Fanya. Nanti Harry yang akan memberikan kamu data-datanya. Tetapi kamu harus melakukannya dengan baik agar Fanya tidak curiga. Ini tidak boleh diketahui oleh Fanya. Kamu mengerti apa yang harus kamu lakukan? " Frans memerintahkan Reino mengurus segala kebutuhan boutique.



"Kalau memang sudah tidak ada lagi yang ingin di bahas, maka aku pamit."Harry lalu bangun dan hendak meninggalkan Frans.



" Tetapi aku masih penasaran dengan wanita tadi. Sebaiknya kamu suruh masuk selagi aku masih ada disini. "Harry menghentikan langkahnya.



" Wanita mana Harry? "Tanya Frans malas.



" Teena kapoor.Dia masih diluar dan ingin bertemu denganmu. "Jawab Harry.



" Kamu membawa dia kemari? "Tanya Frans.



" Aku tidak membawanya Frans. Dia mengikutiku. Aku bertemu dengannya di lobi, dan dia mengikutiku hingga kemari. "Jawab Harry.



" Telfon di atas meja Frans kemudian berbunyi.



"Tuan ada gadis yang memaksa ingin bertemu denganmu. Aku sudah melarangnya, tetapi dia malah bersikeras untuk menerobos masuk. " Kata sekretaris Frans.



"Aku fikir, setelah Rachel, tidak ada lagi wanita gila yang ingin mengganggu hidupku. Cari gila dia rupanya. " Frans menjadi murka.

__ADS_1



"Suruh dia masuk. " Titah Frans.



"Teena masuk dengan angkuhnya, sementara Harry masih duduk di sofa menatapnya tajam.



" Frans, apakah karyawanmu tidak diajarkan sopan santun? "Kata Teena yang hanya di tatap tajam oleh Frans.



" Siapa kamu yang berhak menjelekkan karyawanku. Mereka tidak akan bisa menjadi karyawanku bertahun-tahun jika tidak mematuhi peraturan yang sudah aku buat. Dan kamu apa keperluan militer? "Frans bertanya.



" Frans, mengapa kamu bersikap kasar kepadaku. Padahal kamu selalu lembut dan baik saat bertemu denganku. "Kata Teena.



" Aku tidak punya banyak waktu, dan katakanlah apa maumu dan kamu boleh pergi dari sini. "Kata Frans dengan tegas.



" Aku hanya ingin memberikan ini kepadamu. "Teena menyerahkan selembar amplop yang berisikan foto hasi USG kepada Frans.


" Frans yang melihatnya menjadi terkejut. Masalah apa lagi ini, hasil USG milik Fanya saja belum pernah dia lihat, lalu ini anak siapa. Frans mengedarkan pandangannya kearah Harry seperti memberikan kode agar Harry mendekatinya. Harry yang mengetahui hal tersebut bergegas bangun dan mendekati Frans, dia merebut kertas itu dari tangan Frans.


"Apa buktinya jika anak yang kamu kandung ini adalah anak Frans. Wanita sepertimu pasti sudah tidur dengan banyaknya lelaki. " Tanya Harry.


"Kemudian, Teena mengeluarkan beberapa lembar foto dirinya tidur dengan Frans, di dalam foto itu terlihat dengan jelas jika Frans benar-benar sedang tidur memeluk wanita itu. sungguh rapi editannya.



" Aku merasa jika semua ini hanya rekayasa, Frans. "Kata Harry.



" Hmmm... jika memang benar ini anak Frans, maka kita akan tes DNA agar hasilnya lebih akurat. "Kata Harry sambil menatap tajam kearah Frans.



" Tetapi aku tidak mungkin menunggu sampai anak ini lahir. Frans harus menikahiku. Aku tidak ingin karirku hancur karena berita ini."Teena mulai emosi.



"Jika Aku tidak mau? Aku harus benar-benar memastikan jika anak yang kamu kandung itu adalah anakku. Jika semua sudah terbukti, maka aku bisa mengambil keputusan. Dan satu lagi, aku sudah menikah, jadi hanya ada satu istri bagiku. " Jelas Frans.



"Tidak bisa. Aku tidak bisa menunggu hingga anak ini lahir. Itu akan membuat karirku hancur Frans. Kamu harus bertanggung jawab. " Teena merengek.



"Aku akan bertanggung jawab jika memang anak itu adalah darah dagingku, tetapi jika dia anak orang lain, untuk apa aku bertanggung jawab. Dan satu lagi, meskipun itu memang benar anakku. Aku tidak akan pernah menikahimu. Istriku hanya satu. " Tegas Frans.


"Istri kontrak dia bulanmu itu yang kamu maksud? " Ucap Teena.


"Hey, jaga ucapanmu? " Kini giliran Harry yang marah.


"Dia bukan istri kontrakan, tetapi istriku selamanya. Dan aku tidak pernah menceraikannya. Jadi jaga mulutmu sebelum anak buahku memotong lidahmu hingga kamu tidak dapat berbicara lagi. "Tegas Frans yang makin marah. Ditambah lagi tatapan Harry yang sangat menusuk membuat Frans ingin menyeret wanita itu keluar.


" Kamu boleh mengatakan apapun Frans. Aku tidak akan membiarkan kamu hidup tenang sebelum kamu mengakui anak ini. Ingat Frans,aku bisa melakukan apapun untuk membuatmu mengakui anak ini. "Ancam Teena.



" Lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan. Aku tidak takut. "Jawab Frans.


" Sebaiknya kamu pergi dari sini, perempuan ular. "usir Harry.


" Tena akhirnya pergi dari ruangan Frans, namun dia bertekad untuk membuat Frans bertekuk lutut kepadanya. Dia tidak akan tinggal diam. Akan dia lakukan apa saja untuk membuat Frans menjadi miliknya.



"Reino, kamu awasi terus pergerakan Teena. Dia bisa berbuat apa saja agar tujuannya tercapai. Wanita itu tidak ada bedanya dengan Rachel. " Perintah Frans.



"Baik, Tuan."Reino mengangguk.



" Aku ke boutique dulu.Kasihan Fanya aku tinggalkan dari tadi. Dan kamu Frans, ingat, jika kamu berbuat ulah, kamu tidak akan pernah menemui Fanya lagi. 'Ancam Harry.



"Aku paham, Harry! Tolong jaga istri dan calon anakku baik-baik." Ucap Frans.



"Frans memerintahkan Reino menempatkan beberapa anak buahnya untuk melindungi Fanya. mereka di beri tugas untuk mengawasi Fanya 24 jam dari kejauhan. Mereka merupakan penembak, pesilat dan pengendara handal yang bisa bekerja dalam gelap dan dari kejauhan. Frans tidak ingin ada orang yang ingin mencelakai istri dan calon anaknya.

__ADS_1


__ADS_2