Cinta Setelah Sah

Cinta Setelah Sah
Boutique Baru


__ADS_3

    "Hari ini adalah hari launchingnya boutique milik Fanya. Fanya merasa sangat senang itu, artinya dia akan memiliki penghasilan sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain lagi. Dia juga sangat bahagia karena impian yang ingin dia wujudkan dari dulu akhirnya bisa tercapai.


    " kak, setelah ini berhentilah mengirimiku uang ya! Aku sudah memiliki penghasilan sendiri sekarang. "Kata Fanya kepada Harry saat mereka berada didalam mobil dan ingin ke boutique.


    " Jadi adikku sekarang keberatan jika kakaknya memberikannya uang jajan? "Tanya Harry.


    " Bukan begitu kak. Aku sudah terlalu banyak merepotkanmu. Dan sekarang aku juga harus belajar mandiri. Aku kan bukan anak kecil lagi, kak. "kata Fanya.


    " Dan kamu adalah orang yang paling aku sayang setelah orang tua dan paman. "Tambahnya.


    " Baiklah sayang jika itu yang kamu inginkan. Tetapi aku mohon jangan anggap aku adalah orang lain. Anggaplah aku sebagai kakakmu. "Jawab Harry.


    " Pasti kak. Aku tidak mungkin bisa melupakanmu begitu saja. Kamu adalah orang yang telah membuatku menjadi seperti sekarang. Kamu juga yang telah memberikanku semangat sehingga aku tahu bahwa aku sangat berarti bagi diriku sendiri. "Ucap Fanya sambil memeluk Harry yang sedang mengemudi.


    Fanya tahu dia salah terlalu sering memeluk Harry. Tetapi antara mereka berdua memang tidak ada perasaan apa-apa. Semua kasih sayang yang di limpahkan Harry kepada Fanya adalah kasih sayang sebagai kakak yang bersedih melakukan apa saja agar untuk melindungi adiknya dan membahagiakannya. Fanya sendiri juga menghormati dan menyayangi Harry sebagai kakak sendiri.


    " Sesampainya di boutique, terlihat sudah banyak orang yang menunggu kedatangan mereka. Harry memang mengundang banyak kolega dan pelanggannya untuk datang ke boutique hari ini. Semuanya takjub dengan dekorasi dan design interior boutique. Frans juga hadir disana, tetapi sebagai juan.


    "Ketika Fanya melangkah masuk ke dalam boutique, Tanpa sengaja dia melihat Reino. Dia mendekat dan menyapanya. Frans yang berdiri di luar menjadi heran, mengapa Fanya harus mendatangi Reino.


    " Selamat pagi, Nona. Saya mewakili tuan mudah mengucapkan selamat kepada Nona atas keberhasilannya ini. "Kata Reino memberikan sebuah bunga yang dikirimkan Frans kepadanya.


    " Mengapa dia mengutusmu?


Apa sebenci itu dia kepadaku?


Tidak bisaka dia datang sendiri? "Tanya Fanya.


    " Reino menjadi bingung dengan pertanyaan istri tuanya ini. Bukankah biasanya Fanya sangat keberatan jika Frans datang. Bahkan ada beberapa Tuannya datang malah di usir karena dia tidak ingin bertemu. Lalu sekarang, Nyonya malah marah karena Frans tidak datang.


    "Maaf Nona, Tuan sebenarnya ingin datang, tetapi dia sedang sakit. Dia sangat merindukan Nona, sehingga dia mogok makan berhari-hari dan menyebabkannya jatuh sakit, " Jawab Reino mengarang. Dia berharap bisa meluluhkan hati Fanya.


    "Owh... Hanya itu yang keluar di mulut Fanya.


    " Fanya kemudian pergi meninggalkan Reino. Dia berjalan sambil melamun sehingga tidak sengaja menabrak Juan. Untuk Juan dengan sigap menahan tubuh Fanya, jika tidak Fanya mungkin akan terjatuh.


    "Kamu kenapa?


Kelihatannya sedih? " Tanya Juan.


    "Aku tidak apa-apa kak. Mungkin karena akhir-akhir ini aku merasa sangat lelah. " Jawab Fanya berbohong. Padahal dia memikirkan kata-kata Reino tentang keadaan Frans.


    "Mengapa aku sangat mengkhawatirkannya. Bukankah keinginannya sendiri agar aku pergi jauh darinya. Tetapi mengapa perasaanku sesakit ini mendengar dia jatuh sakit. Sedalam itukah cintaku kepadanya. " Batin Fanya.


    Juan yang memperhatikan wajah murung Fanya mengurutkan alisnya kearah Reino. Reino yang mengerti kode dari Tuannya hanya mengangkat bahu. Iya, Juan tidak bisa mendengar percakapan antara Reino dan Fanya tadi. Dia hanya melihat perubahan wajah Fanya setelah bebicara dengan Reino.


    "Juan yang melihat Fanya makin bersedih berinisiatif memainkan lagu kesukaan Fanya. Dia mengambil gitar dan mulai memainkannya. Lagu yang berjudul" The Whole New World"soundtrack Film Aladin Berhasil diselesaikan oleh Juan dengan tepuk tangan yang meriah sebagai rewardnya.


    "Tibalah di acara pemotongan pita. Fanya ditemani Harry dan Juan memegang gunting dan memotong pita tersebut disertai dengan tepuk tangan dari semu tamu.


    " Hadiah yang spesial untuk yang paling spesial. "Ucap Juan kepada Fanya ketika mereka masuk kedalam ruangan boutique.


    " Maksud kakak? "Fanya menjadi bingung dengan kata-kata Juan.


    " Maksud Juan adalah, ini hadiah yang paling spesial yang kakak berikan untuk kamu orang yang paling berharga untuk kakak. "Kata Harry menyadari Fanya menemukan sesuatu yang tidak beres dari kata-kata Frans.


    " Ah, kakak. "Fanya kembali memeluk Harry yang membuat mata Juan memelototi Harry.


   " Hati suami mana yang tidak cemburu saat melihat istrinya memeluk orang lain. Meskipun pelukan itu adalah pelukan kasih sayang antara kakak dan adik tetap saja membuat Juan tidak suka. Fanya adalah istrinya dan akan menjadi miliknya selamanya.


    Reino yang melihat tatapan menusuk dari Tuannya hanya bisa terkekeh. Dia tahu jika Tuan mudahnya sekarang dipenuhi rasa cemburu.


"Fanya kemudian menyapa tamunya satu persatu. Dia mulai berkenalan dengan banyaknya pelanggan baru yang di undang oleh Frans. Fanya berfikir jika tamu itu adalah undangan dari Harry. Ternyata Fanya salah besar, mereka adalah kolega-kolega dari Frans. Frans yang melihat betapa Fanya bahagia hari ini meneteskan air matanya karena terharu. Akhirnya dia melihat wajah ceria Fanya yang sesungguhnya.



" Kamu tidak lelah? Sebaiknya kamu duduk dulu. Aku akan ambilkan makanan. "Kata Frans.



" Tidak apa-apa kak. Aku baik-baik saja. "Jawab Fanya.



" Kamu sedang hamil Fanya. Ingatlah, dari tadi kamu berjalan dan berdiri terus. Kamu bahkan belum minum air segelas pun. Nanti kamu hidrasi, bisa mendatangkan masalah untuk bayi kamu. "Kata Frans.


__ADS_1


" Fanya hanya bisa mengerutkan dahinya mendengar kata-kata Frans.



"Dia bahkan peduli kepada anakku. " Batin Fanya.



"Hey, kok malah melamun. Duduklah, aku akan ambilkan makanan untukmu. " Kata Juan.



"Harry yang tengah sibuk berbincang-bincang dengan para tamu terlihat tersenyum memandangi interaksi dua manusia yang dulunya saling tidak pedulinya itu. Harry sempat membayangkan bagaimana reaksi Fanya nanti jika dia tahu bahwa Juan adalah Frans.



" Ini minumlah. "Juan memberikan segelas jus kepada Fanya.



" Kamu mau makan buah dulu atau spaghetti dulu. "Tanya Juan.



" Aku makan buah aja ya! spaghetti terlalu berat untukku. "Jawab Fanya.



" Juan kemudian menyuapi potongan buah kedalam mulut Fanya, Fanya merasa risih saat Reino memandanginnya.Dia takut jika Reino nanti akan menyampaikan kejadian ini kepada Frans.Sebaliknya, Reino malah terlihat tersenyum ketika melihat interaksi antara Tuan dan Nyonya nya tersebut.



"Orang kalau sudah bucin, hilang arogannya. " Batin Reino melihat betapa perhatiannya Frans kepada Fanya.



"Kamu lagi lihat apa? " Harry mengejutkan Reino.




"Harry yang melihat interaksi antara Frans dan Fanya juga ikut melongo.



" Bisa juga si singa hutan itu bucin ya. "Kata Harry.



" Bucin akut malah Tuan. "Jawab Reino.



" Tapi aku malah takut ketika Fanya tahu jika itu sebenarnya adalah Frans, dia akan lebih marah. "Kata Harry.



" Aku masih punya plan B Tuan, jika penyamaran itu tidak berhasil. Aku sebenarnya ragu, tetapi harus dicoba agar mereka kembali bersatu. Hanya aku takut jika nanti Nona Fanya malah jatuh cinta kepada Juan. "Kata Reino.



" Iya, bagaimana jika dia malah mencintai Frans sebagai Juan. Meskipun hingga saat ini dia masih menjaga jarak dengan Juan karena masih menghargai Ayah dari anaknya. "Kata Harry.



" Semoga mereka bisa bersatu kembali. "Kata Reino.



" Fanya merasa perutnya mulai kram. Dia meringis dan Juan bisa melihatnya.



"Kamu sakit? Wajahmu kelihatan sedang menahan sakit. " Tanya Juan.


__ADS_1


"Perutku sedikit kram. Mungkin akibat kelelahan. " Jawab Fanya.



"Minumlah dulu. Juan memberikan segelas air hangat kepada Fanya.



" Kita kedokter? "Tanya Juan.



" Tidak apa-apa. Nanti juga hilang sendiri. "Jawab Fanya.



" Tetapi itu akan sakit kan? Jangan di tahan? "Kata Juan dan memberanikan diri mengelus perut Fanya.



" Ajaibnya, saat Frans membelai perut Fanya, rasa itu hilang perlahan. Fanya menjadi lebih rikeks. Juan yang melihat wajah Fanya mulai normal kembali menjadi tenang.



"Lebih baik? " Tanya Frans.



"Iya, sepertinya dia rindu di belai. " Kata Fanya.



"Ah, kamu rindu deddy ya sayang. " Batin Juan.



"Harry yang melihat semuanya berusaha mendekati mereka berdua.



" Sebaiknya kamu istrahat dulu. "Kata Harry.



" Iya, Harry benar, kamu istrahat dulu. Yuk saya antar. "Kata Juan.


" Juan kemudian mengantar Fanya keruangan pribadi yang ada di boutique tersebut. Ruangan itu memang di design memiliki kamar yang luas dan lengkap dengan kamar mandi dan fasilitas lainnya agar jika lelah Fanya bisa beristirahat disana.


"Juan membaringkan Fanya dan menyelimutinya. Dia mulai membelai rambut Fanya yang membuat Fanya merasa risih.



" Kak, maaf. Sebaiknya aku sendiri saja. Tidak baik kita berdua sedangkan kita tidak memiliki hubungan apa-apa. Apalagi aku adalah istri seseorang. Aku tidak ingin menimbulkan fitnah. Aku harus menjaga kehormatan suamiku. "Fanya meminta Juan untuk keluar dari sana.



" Kamu yakin tidak apa-apa? "Tanya Juan.



" Iya, aku yakin. Aku akan menghubungimu jika ada apa-apa. "Jawab Fanya.



" Baiklah, sangat beruntung orang yang menjadi suamimu. Bahkan saat dia tidak bisa melihat, kamu masih bisa menjaga kehormatannya. "Kata Juan sebelum meninggalkan Fanya di ruangan itu sendiri.



Fanya hanya tersenyum.



\*Terima kasih Fanya. Ternyata memang kamu wanita yang sangat terhormat. Bahkan kamu masih bisa menjaga kehormatanku disaat aku tidak bersamamu. Aku tidak perlu takut lagi jika nanti meninggalkanmu dengan siapapun karena kamu memang tidak akan pernah selingkuh dariku. " Batin Frans saat keluar dari ruangan itu.



Frans kemudian bergabung dengan Harry berbincang-bincang dengan tamu. Sedangkan Fanya sudah terlelap berpetualang ke alam mimpinya.

__ADS_1


__ADS_2